[Cerita Lepas JEWEL OF DESTINY] AN UNPREDICTABLE DRAMA

“Aku… tidak mau!!!”

“Tidak peduli apapun yang terjadi, aku tetap tidak mau menikah!”

“Pangeran seperti itu?… eh, apa lagi ya lanjutannya?”

“Aaahhh… aku lupa!!”

Kyuhyun terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara kertas dilempar dan suara jeritan dari arah ruang depan rumahnya. Kemudian dengan kesal dia pun bangkit, “Kenapa lagi sih si Rin?” gerutunya sebal. Udah capek abis show sama syuting drama musikal, sekarang tidurnya diganggu sama suara Rin jerit-jerit udah kayak ada maling. Kenapa sih sulit banget dia buat tidur nyenyak sebentaaaarr aja?

“Rin!” seru Kyuhyun pada Rin yang sedang duduk. “Kamu kenapa sih jerit-jerit mulu? Berisik tau nggak!”

“Eh…” tiba-tiba Rin langsung berdiri dan menyembunyikan kertas di belakang badannya. Melihat gelagatnya yang mencurigakan, Kyuhyun langsung bertanya, “Itu apaan? Kenapa disembunyiin?”

“Bukan apa-apa kok!” elak Rin. Namun Kyu tidak percaya begitu saja. Dia bukan orang bodoh yang bisa dikibuli begitu saja. Kemudian dengan gerakan cepat, ia pun mengambil sebundel kertas yang disembunyikan Rin dan membacanya.

“Valentine… Trouble?? Yaa!!! Apa-apaan ini? Choi Siwon? Kamu bermain drama dengannya?!” seru Kyuhyun marah. “Kamu itu kan pacar aku! Kenapa kamu main drama sama dia, hah? Dan yang lebih penting lagi,” dibuka-bukanya dengan kasar kertas yang ternyata adalah naskah drama itu dengan kasar dan menunjukkannya kepada Rin. “Ada adegan ciumannya! Pake cokelat?! Apaan nih maksudnya?”

Kyuhyun menatap Rin dengan tatapan super jahatnya, sementara yang ditatap malahan menunduk. Dia menggigit bibirnya takut. Aduh, kasih tau nggak ya? Tapi kalo nggak Kyuhyun pasti marah, pikirnya seratus persen tepat.

“Cepat kasih tau aku kenapa Siwon yang jadi main castnya! Pangeran pula! Kenapa nggak aku?”

“Itu… itu sih, soalnya kamu kan sibuk syuting drama musikal.”

“Alesan! Terus kenapa kamu ikutan drama beginian hah? Serasa artis banget pake ikutan drama segala! Lagian sejak kapan anak HI ikutan drama? Yang begituan kan kerjaannya anak drama! Ngapain anak HI ikutan?” tanya Kyu sambil melambai-lambaikan kertas naskah itu.

“Soal… soalnya…” Rin mulai putus asa. Dibentak-bentak gitu bikin nyalinya ciut. Pertahanannya pun roboh, jadi dia pun mendekati Kyuhyun dan berbisik di telinganya. Kyuhyun mendengarkan dengan seksama dan terkejut mendengar pengakuan Rin.

“Kau menghabiskan dana kampus buat robot pemilah sampah?!”

Flashback

“Dua puluh juta won?!” ulang Rin sambil membaca ulang rekap dana yang dipakai untuk robot itu. Rin memandang skeptis pada seonggok benda yang ditaruk di dekat tempat sampah. Benda besi yang Rin sendiri nggak yakin apa itu benda berfungsi atau nggak. Benda itu… yah, dibilang robot bukan, dibilang mesin juga ga tau deh. Soalnya bentuknya simetris ga jelas gitu. Tapi rasa skeptisnya ilang begitu sang ilmuwan berkacamata bernama Zhoumi itu mempraktekkan cara kerja benda itu.

Dia menekan sebuah tombol didepan benda itu dan benda itu hidup. Zhoumi menebar beberapa sampah di kantor ketua persatuan mahasiswa yang sekarang diduduki oleh Rin dan…

“Mana, Zhoumi?” tanya Rin pura-pura kesal. Ia sangat berharap benda itu tidak berfungsi atau mendadak rusak. Sehingga ia pun punya alasan untuk tidak membeli benda itu.

“Sabar.” Kata Zhoumi tenang. “Robot ini robot baru, masih harus dikembangkan lagi. Nanti akan aku kembangkan prototipenya biar bisa bergerak lebih cepat.” jelasnya.

Rin mengangguk-anggukkan kepalanya, sok ngerti dengan apa yang dibicarakan Zhoumi. Padahal didalam hatinya dia bertanya-tanya, prototipe? Makanan kucing apa lagi itu?

Grek… grek… tiba-tiba benda itu bergerak, sinar laser berwarna merah yang ada di puncak benda itu menyala dan mulai menyisir permukaan lantai. Kemudian saat sinar itu menyinari sebotol kaleng kosong, perlahan sebuah tangkai besi (mungkin itu tangannya atau pengait atau apa deh) keluar dari samping benda itu dan meraihnya. Kemudian bergerak menaruh sampah kaleng itu ke dalam kotak besar di belakang benda itu yang bertuliskan sampah non-organik. Itu baru permulaan. Kemudian ada beberapa sampah lainnya seperti batu baterai bekas, daun-daun dengan plastik, serta botol susu bertebaran dan tangan lain muncul dari benda itu dan dengan gesit memasukkan sampah-sampah itu ke kotak yang benar.

Rin cengo melihatnya. Kemudian Zhoumi mematikan robot itu dan robot itu pun mati dengan posisi duduk. Kaki besinya masuk ke dalam tubuhnya yang berbentuk kubus. Yah, seperti itulah. Kemudian Zhoumi mengambil tiga kotak sampah besar dan menunjukkannya kepada Rin.

Ketiga kotak itu sudah terisi sampah dengan jenis yang berbeda tapi masuk ke kotak yang tepat.

Rin takjub melihatnya,” Wow…” katanya penuh kekaguman dan Zhoumi tersenyum puas. Pelanggannya menyukai hasil kerja kerasnya, lalu saat Rin mengangkat wajahnya, terlihat olehnya Zhoumi mengacungkan sebuah kertas panjang berisi…

Rincian biaya pembuatan robot pemilah sampah.

Keesokan harinya, di ruang sidang.

“DUA PULUH JUTA WON???” raung Henry, si ketua senat kampus. Rin meringis melihat reaksi Henry yang amat sangat berlebihan. Kemudian dengan amat sangat pelan, dia pun mengangguk.

“Bagaimana mungkin untuk benda seperti itu saja memakan biaya sebanyak itu?! Kau menghabiskan anggaran untuk satu periode, hah? Kalau ketahuan oleh mahasiswa dan dekan dan dosen dan yang lainnya, kau bisa dibunuh oleh mereka semua!”

“Aku tau!” kata Rin putus asa. “Tapi memang segitu biayanya! Kau kira aku mengada-ada hah? Ya nggak lah! Zhoumi yang nunjukkin rincian biayanya sama aku. Katanya karena waktunya singkat, makanya dia milih bahan-bahan yang berkualitas dan tahan lama. Dia sampe ga pernah tidur waktu buatnya!” jelasnya panjang kali lebar.

“Ya tapi…” Henry berdiri dari duduknya, kemudian dia menunjukkan sebuah buku. Buku kas. “Lihat apa yang kau lakukan? Uang kas nggak tersisa lagi, padahal masih banyak yang harus kita lakukan. Kegiatan kampus tuh banyak dan anggarannya dari sini. Tapi tanpa seizinku, kau sudah membayar cash untuk benda itu.”

Rin mengeluh, ia memainkan bajunya dengan frustasi campur takut. “Habisnya, Zhoumi bilang dia maunya langsung cash. Soalnya dia sendiri kan butuh uang buat bayar semua kerusakan di labnya selama dia buat robot itu. Jadi karena kasihan… aku kasih deh…”

“Kau…” Henry memelototi Rin dengan tatapan siap membunuhnya dan Rin langsung mengkeret. “Iya, iya, aku akan ganti! Aku ganti!!!”

“Itu harus!” kata Henry dengan mematikan. Kemudian dia memberikan ultimatum yang tidak dapat ditawar lagi.

“Pokoknya sampai tanggal 14 Februari, kau sudah harus punya uang untuk mengganti dana kas yang kosong!” titahnya tanpa ampun.

Begitulah.

Rin curhat ke Min Hae, atau nama Indonesianya adalah Delisa, yang sekarang sedang ternganga lebar didepannya setelah ia selesai curhat. Cappucino yang baru lima menit yang lalu dipesannya itu sudah habis dan Min Hae masih ngerasa haus. Entahlah, mungkin ini karena ia terlalu… terlalu terkejut dengan kenyataan yang dilontarkan sahabatnya itu.

“Dua puluh juta won?” ulang Min Hae. Rin mendesah, sudah bisa ditebak. Dia sudah menjadi orang kedua yang mengulang jumlah dana yang dihabiskannya untuk robot sialan itu.

“Tidak usah pake ngulang jumlah uangnya deh, Lis.” kata Rin setengah menggerutu. “Tanpa perlu kau ulang, aku juga masih ingat berapa tepatnya uang yang sudah hilang itu.”

“Lebih tepatnya dikasih ke Zhoumi! Ya ampun, Rin…! Kamu ini! Dua puluh juta dan kau harus mendapatkannya sebelum Valentine! Helooo~ cari dimana uang sebanyak itu dalam waktu sepuluh hari??”

“Ya terus gimana dong, ikutan bantu kek, Lis… tega banget sih sama temen sendiri.” pinta Rin dengan wajah memelas. “What can I do coba? Uangku kan ga banyak di bank. Bisa mampus gue kalo ampe ketauan sejagat kampus kalo tuh dana belum dapet juga.”

Min Hae tercenung, sepertinya mencari ide. “Gimana kalau… kita jualan?”

“Jualan apa?”

“Itu dia. Aku ga tau.”

Gubraaakk! Dengan lemas, Rin pun menjatuhkan kepalanya ke meja kafe kampus. “Serius dong, Lis!”

“Iya, iya. Ini juga serius kali, Rin… aiiisssh, kalo bukan temen gue, gue udah kasih tau ke seluruh dunia kalo lo ngabisin kas kampus buat hal ga penting begitu deh.” buru-buru Min Hae membalas ucapan Rin sambil mengejeknya.

“Min Haeee!!! Tega banget lu!!! Dan lagi ini bukan hal yang ga penting. Ini tuh penting banget! Liat aja, berkat robot itu, kampus jadi bersih kan? Jadi siapa yang untung? Semua warga kampus kan? Jadi seharusnya Henry nggak usah berlebihan gitu soal dana yang habis.”

“Ya nggak sampe habis juga kali, Rin…” omel Min Hae. “Lu gila atau gimana sih? Buat robot aja bikin kas ludes des! Paling sejuta kek atau jangan ampe abis, ini mah defisitin uang kampus.”

“Ya, maaaf deh… habisnya Zhoumi kan kaga tau juga berapa biayanya waktu ngajuin proposal. Dia mah ngira-ngira ga bakal semahal ini. Eh taunya… mahal gilaaa!!!”

“Ya udah, ya udah… balik ke masalah awal. Gue ada ide nih, gimana kalo lo bikin drama, pertunjukan gitu!”

“Drama?”

“Iya! Lo kan kenal sama Super Junior! Lo ajakin aja mereka buat ikutan. Gue jamin dah seantero Korea bakal dateng dan lo sukses besar!”

“Gila lo ah!” Rin meringis mendengar ide Min Hae.

“Wae? Itu kan ide yang amat sangat cemerlang.”

“Pikir dong, Super Junior itu siapa! Emangnya lo kira mereka segitu ga punya kerjaannya apa ampe mau-mauan ikutan drama murahan begitu? Lagian juga, emangnya mereka mau ikutan drama tapi ga dibayar? Ah, sedeng lu!”

Min Hae meringis gemas melihat temannya yang mendadak bloon itu. Dicubitnya tangan temannya itu dan membuat Rin mengaduh kesakitan. “Makanya lo tanyain ke mereka, mohon-mohon kek, apa kek… yang penting bikin mereka mau ikutan dramanya! Lo kan kenal mereka. Gimana sih lo?”

“Oh iya ya…” kata Rin akhirnya mudeng. “Mian deh, gw kan lagi frustasi makanya suka ga ngudeng sama apa yang lo omongin.” lanjutnya ngeles.

“Alesan!”

Namun saat berjalan menuju ruang kelas, tiba-tiba saja Min Hae bertanya kepada Rin, “Oh ya, soal Valentine… kamu udah bikin cokelat buat Kyu?”

Rin mengangkat alisnya, “Buat apa? Aku nggak pernah ngerayain Valentine. Ga suka!”

“Yee, nih anak! Masa pacaran nggak ngerayain Valentine.”

“Yaa kalo cuma kasih cokelat sih sering. Lagian daripada dikasih, mending cokelatnya buat aku aja.”

Min Hae menjitaknya, “Heh, Rin! Yang namanya pacaran, harus diperhatiin! Jangan kayak orang berantem mulu deh atau diperbudak mulu. Mending lu bikinin cokelat biar dia luluh…” katanya sambil berjalan mendahului Rin. Sementara Rin terpaku ditengah jalan. Bibirnya merangkai sebuah kata sambil melamun.

“Valentine, ya…”

Akhirnya, selesai kuliah, mereka pun pergi ke dorm SuJu. Tentu saja diam-diam, soalnya kalo ketauan sama ELF kan bisa berabe. Mana mereka berdua ELF juga. Kan bisa didemo massa kalo tau punya something sama makhluk-makhluk ganteng itu. Nah, setelah nanya waktu kosongnya para member kapan, langsung deh keduanya pergi ke dorm.

Tidak butuh waktu lama, karena mereka dateng tengah malam. Yang ngga ada di sana cuma Kyuhyun yang lagi sibuk latihan buat drama musikalnya. Sungmin dan Ryeowook lagi cuti Sukira dulu, dan yang lainnya, cuma latihan buat konser di Singapura deh. Jadi dorm penuh saat itu.

“Kyuhyun…?” tanya Rin setelah memasuki dorm dan melepas bootsnya. Ahh, nyamannya setelah memasuki dorm. Lantainya hangat, diluar tuh dinginnya banget banget banget sampe dibawa 0 derajat.

“Lagi latihan.” jawab Heechul. Yup, abang satu ini udah selesai tugasnya buat hari ini, jadi dia main ke dorm dan bukannya pulang ke rumahnya.

Semua member telah menunggu kedatangannya dengan duduk di lantai. Kemudian saat Rin dan Min Hae muncul, Ryeowook juga muncul sambil membawakan minuman hangat. Keduanya pun bercerita tentang maksud kedatangannya.

“Hmmm…” semuanya berpikir dan ini membuat Rin agak lega. Soalnya nggak kayak Henry ama Min Hae yang pake syok dulu, keduabelas namja itu kayak udah maklum gitu kalo Rin ngabisin duit buat robot itu. Mungkin karena bagi mereka uang dua puluh juta itu biasa aja ya?

“Jadi…?” tanya Rin hati-hati.

“Kita ga bisa minjemin uang. Entar lo terbiasa minjem dan itu ga bagus buat reputasi lo.” kata Sungmin. “Tapi saran Min Hae bisa juga dipake. Secara kalian kan ngajak kita-kita, udah pasti deh dijamin bakalan sukses.”

“Iya deh, gapapah… terserah mau drama kek, syuting kek, apa kek… yang penting kalian bantuin aku juga dong. Emergency banget niy, secara udah tinggal berapa hari lagi coba?”

“Iya, iya… terus udah fix nih drama? Terus ceritanya kayak gimana?” tanya Shindong.

“Cinderella aja!” usul Heechul.

“Nggak heran.” gumam Eunhyuk sama Donghae.

“Yee, Cinderella mah ga ada cokelatnya! Ntar orang curiga dong kenapa kita bikin drama di hari Valentine tapi ga ada cokelatnya.”

“Huu…” Heechul manyun-manyun bete. “Kalo gitu gue ga ikutan ah. Ga tertarik kalo bukan gue yang jadi main castnya.”

“Gimana kalo Putri Salju?” tanya Kibum hati-hati.

“Boleh juga… tapi, siapa yang mau jadi kurcacinya?”

“Eh? Kurcaci? Nggak, nggak mau ada kurcaci-kurcacian!” protes Ryeowook. Soalnya dia udah punya firasat jelek nih, kalo ada kurcaci, pasti dia deh korbannya.

“Apa lagi dong? Alice in Wonderland gimana?”

“Ah, nggak, nggak! Ceritanya nggak jelas, malesin!”

“Terus apa dong?”

Semua member masih berembuk buat menentukan drama yang sesuai. Soalnya kan biar lebih masuk akal, diadainnya pas hari Valentine. Jadi harus ada cokelatnya. Itu yang bikin mereka bingung.

“Handel and Gretel?” usul Yesung. “Itu kan ada permen sama cokelat kan?”

“Hansel and Gretel, Yeye~~ bukan Handel. Itu mah nama kafe elu, oneng.”

“Oh iya, hehehe…”

“Eh, serius dong. Mendingan apa nih?”

Semua orang yang ada di ruangan itu berpikir keras.

“Ah!!” tiba-tiba Hangeng bersuara. “Gimana kalo kita gabungin aja semuanya?? Jadi kan ada Cinderella, Putri Salju, semua dongeng kita satuin! Trus nyambung-nyambungin ama cokelat deh. Gimana?”

“Wah, bisa tuh, bisa!! Ah, couple gue emang jenius dari lahir deh. Siapa dulu dong couplenya, Heenim!!” Heechul langsung menyetujui usulan Hangeng dan disambut dengan senyuman dari Hangeng (Hanchul moment).

“Ya udah. Terus judulnya apa nih?” tanya Donghae. “Ada pangerannya kan? Aku yang jadi pangerannya ya?!” katanya semangat.

“Eh, gue juga mau! Jangan egois dong, Hae!” protes Eunhyuk.

“Ih, gue juga mau!”

“Eh, lebih pantes gue lah jadi pangeran.”

“Udah, lo mah pantesnya jadi putri aja, Min.”

“Enak aja lo!”

“Stop!” seru Rin menghentikan perebutan peran pangeran itu. Sementara para member udah hampir perang gara-gara masalah ga penting kayak gitu. “Damai deh. Udah, mendingan hompimpa aja. Yang keluar lebih dulu, jadi pangeran.”

“Eh, tunggu… tunggu…” tiba-tiba Kangin ngomong. “Lo pada mikir ga? Kalo yang jadi pangeran bukan Kyuhyun, terus putrinya si Rin gimana?”

“Heh?” Rin kaget karena tiba-tiba disebut. “Kok gue jadi putri? Sejak kapan?”

“Sejak sekarang lahh… emangnya lo mau Sungmin yang jadi putrinya, Rin?” tanya Kangin. Tapi langsung diprotes sama Sungmin, “Woy, gue cowok, hyung!! Ngapain nama gue dibawa-bawa, hah?!”

“Ih, kalo gitu juga gapapah…” kata Rin menyetujui, teringat dia sama FF favorit dia, dimana Sungmin jadi cewek… pasti kan seru banget gitu.

“Ga boleh, ga boleh! Ga ada transgender atau apa! Yang cowok tetep cowok, yang cewek tetep cewek! Masalahnya yang nonton kan ga cuma ELF kali! Ntar orang bisa ngira yang jelek-jelek kalo kayak gitu!” kata Shindong. Rupanya dia kasian sama Sungmin yang jadi korban buat transgender mulu. Kan gawat kalo tiba-tiba Sungmin tertarik dan jiwanya berubah jadi cewek kalo keseringan didandanin jadi cewek *plak!*

“Ya udah, kalo gitu Rin jadi putrinya? Mau ya?” bujuk Kibum.

Rin meringis ngeri, “Aku nggak bisa akting, kak!”

“Kata gue, ntar makin ngamuk lagi si Kyuhyun.” kata Leeteuk setuju dengan ucapan Kangin. “Bayangin aja kalo Kyuhyun tau Rin jadi putri, terus ada adegan ciumannya, terus pangerannya salah satu dari kita…” belum selesai Leeteuk menjabarkan, tapi di benak para member udah muncul bayangan Kyu pake baju yang kerahnya tinggi kayak drakula sambil bawa tombak bercula tiga, trisula, dan ditangan yang satu lagi megang iPhone *plak!* di giginya muncul taring udah gitu dia ketawa setan, terus dia bawa api dan mulai menyerang member yang jadi pangeran, bahkan sebelum mencium bibir sang putri agar lepas dari kutukannya…

“TIDAAAKKK!!!” teriak para member ketakutan. Semuanya langsung teriak, “Udah deh, kalo gitu gue ga mau jadi pangerannya kalo endingnya gue jadi sup buat si Choco! Ogaaahhh~~”

“Kenapa anjing gue dibawa-bawa, hyung?!” protes Eunhyuk kesel.

“Tapi!” Heechul mengacungkan palu mainannya dan mengetokkannya ke meja. “Ga mungkin juga lho si Kyu jadi pangeran. Pada tenang dong. Coba aja mikir, Kyu kan ga bisa makan cokelat. Tenang aja lagi.”

“Ehhh???” semua member berpikir, mencerna ucapan Heechul barusan. “Oooh~ gue ngerti!” ucap mereka bersamaan. Terus mulai berebutan lagi peran pangeran.

Min Hae memandang kerusuhan itu dengan wajah nggak ngerti, “Eh? Emang kenapa Kyu ga bisa makan cokelat?” tanyanya pada Siwon yang duduk disampingnya.

Siwon menoleh, kemudian dengan wajah geli ia pun menjawab. “Kyu alergi cokelat.”

“Hah?”

“Iya. Lo liat aja kalo iklan apa gitu, ga pernah kan ada yang nampilin Kyu makan cokelat? Itu karena dia alergi. Bisa gatel-gatel dia kalo makan cokelat.”

“Lha, terus selama ini kalo dikasih sama fans? Gimana nasibnya tuh?”

“Kalo itu mah, urusan manajer. Biasanya sih cokelatnya udah kita-kita yang makanin. Pokoknya yang namanya cokelat tuh, Kyu ga mau makan. Kecuali kalo emang terpaksa banget, nah baru dia mau. Tapi biasanya, kalo dapet cokelat, Kyu pasti ngasih Seunghwan hyung, terus dia tidur deh.”

“Ya ampunn… kasian bener dia…” kata Rin sok mengasihani padahal dalam hati sih dia ketawa ngakak. “Pantesan waktu hari lahirnya kemaren dia wanti-wanti kalo bikin kue jangan ada cokelatnya. Iiih, apa enaknya coba kue pake krim doang? Ternyataa…”

“Terus, terus… kuenya gimana?” tanya Hangeng dengan nada tertarik. Soalnya waktu kemaren kan dia ga ikut ngerayain.

Rin mengangkat bahu, “Ya dimakan sama member yang lain lah. Kyu cuma disiram air sama meluk kuenya. Berlagak kalo dia suka kuenya, hahahaha…” Rin tertawa geli saat mengingat kejadian di SS4 Taipei tempo hari.

“Ooh… deeeuuh, rasain dah tuh anak. Ga bisa makan cokelat, jadi ciuman Rin bisa buat kita-kita. Ya nggaaakkk???” kata Eunhyuk asal nyambung. Kemudian dengan kaget Rin jawab, “Mesuuummm!!!”

Sementara Kyuhyun yang lagi baca skrip…

“Hachiimmmm!!” tiba-tiba dia bersin dengan keras sampe fans yang stalking dia kaget dan nggak sengaja upload foto jeleknya pas lagi bersin dan beberapa detik kemudian, muncul fotonya bersin di berbagai media sosial.

“Siapa yang lagi ngomongin gue ya?” gumam Kyuhyun. Dia udah ngerasa punya feeling jelek, tapi masalahnya dia mesti afal skrip itu, kalo nggak, gawat deh!

Balik lagi ke awal.

“Oke! Peran putri udah disepakati yaa, Rin jadi putri. Terus yang jadi pangerannya…” Leeteuk berhenti. Tapi semua member ngerti, kemudian mereka semua melayangkan pandangan mereka ke cowok di sebelah Min Hae. Sementara yang dimaksud malah nyengir-nyengir gaje.

“Aku memang yang tertampan ya…” katanya narsis. Tapi kemudian Heechul yang nggak terima Siwon jadi pangeran pun berkata, “Iya, terus abis itu lo direbus Kyuhyun. Ya, semoga selamat deh…” katanya sambil menepuk-nepuk bahu Siwon sok prihatin.

“Ehh… nggak! Tuhan akan melindungiku.” kata Siwon dengan sikapnya yang biasa.

“Amitabha aja deh.” kata Heechul nyerah. Takut Siwon khotbah lagi.

“Nah, semuanya udah fix yaa…” Ryeowook menunjukkan hasilnya. “Siapa yang mau nulis skripnya?”

“Aku!” kata Heechul. “Akan aku buat drama yang takkan terlupakan sepanjang masa! Huahahahaha…”

“Ngg…” dengan sedikit khawatir Ryeowook menatap semua member, “Ada yang nggak setuju?” tanyanya hati-hati. Tapi setelah itu dia diam, begitu ditatap oleh Heechul. “Iya, iya… nggak ada… oke, fix…”

“Terus… semuanya udah ya?” kata Sungmin melirik tulisan Ryeowook. “Tinggal judul. Apa nih?”

Semua member kembali berpikir. Rin sama Min Hae sama sekali nggak diijinin buat ikut andil. Sepertinya semuanya pada kesenengan buat bikin drama.

“Pink lovers?” kata Sungmin tiba-tiba.

“Minnie, itu sih pantesnya buat elo…”

“Yaa… tapi ini kan Valentine~~~” kata Sungmin memprotes sambil memperlihatkan aegyonya.

“Min, kalo lo kayak gitu terus, lama-lama gue masukin lo jadi putri juga deh.” Heechul mengancam sambil memperlihatkan kertas yang berisi karakter itu.

“Ehh?? Andwae! Iya deh, iya… nggak gitu lagi…”

“Terus apa dong?” tanya Donghae.

“Hmm… ah! Gimana kalo Valentine Trouble? Secara ini kan drama buat nyelesein masalahnya si Rin dan pake Valentine karena kita mentasin pas Valentine? Gimana? Sip kan?” kata Leeteuk sambil memandang ke semua member. Berharap banget judulnya bisa diterima. Tapi…

“SESUJUUUUU….!!!” semua member kompak menyetujui ide Leeteuk. Kemudian Ryeowook menulis besar-besar judul drama itu.

VALENTINE TROUBLE.

Sehari setelah diskusi buat drama itu, Heechul udah buat naskah dramanya dan Rin kaget karena dalam waktu beberapa jam saja naskah drama itu udah komplit, plit. Bahkan Henry setuju dengan rencana bikin drama bareng Super Junior, meski dia tampil di belakang layar aja. Dan setelah diiklankan dimana-mana… wuiiih, yang mau nonton banyak banget! Padahal mentasnya masih sembilan hari lagi, tapi udah banyak yang mesen tempat buat nonton. Untungnya, aula pertunjukan di Kyunghee luas banget, nggak kalah luas dari Olympic Gymnastics Arena, lokasi konser SuShow. Jadi bisa deh nampung banyak orang buat nonton drama ntu.

Flashback end

Kyuhyun menatap Rin horor.

“Cuma gara-gara itu?” tanyanya pelan. Tapi aura kemarahannya kuat banget menyelimuti diri Kyu. “Gara-gara gue ga bisa makan cokelat, bagus banget…”

“Habisnyaaa… kamu kan sibuk juga, Kyu! Emangnya kau mau ikutan? Banyak juga lho dialog pangerannya!” ancam Rin nggak terima disalah-salahin mulu.

“Ya tapi kan kamu pacar aku! Nggak mau, pokoknya aku nggak mau kamu ikutan drama itu!” kata Kyuhyun egois.

“Ih, tapi ini pertunjukan kan buat ngelunasin utang aku! Aku bisa dibunuh sama kak Henry kalau tuh uang belum kekumpul juga, Kyu!”

“Kamu bisa minta ke aku!” kata Kyuhyun menggampangkan persoalan.

“Gak! Aku nggak mau pake uang kamu! Aku mau dapet uang itu dengan usaha aku sendiri!”

“Usaha? Ciuman sama hyung aku sendiri gitu?!”

“Ini kan profesionalitas aja, Kyu. Ngertiin dong! Aku aja nggak pernah marah kalau kamu ikut WGM—“

“Ngibul! Jelas-jelas kamu marah juga!”

“Oke, tapi aku kan ngerti kalau itu konsekuensi kerjaan kamu. Makanya kamu ngertiin juga dong…”

“Terserah!” tiba-tiba Kyuhyun meledak. Perasaan cemburu bener-bener menguasai dirinya, dia jadi kehilangan akal sehatnya. Kemudian dia pun membentak Rin, “Terserah kalo itu mau kamu!” katanya bernada final, kemudian dia masuk ke kamar dan membanting pintu.

Rin terkejut melihat kelakuan Kyuhyun. Dia memang sering bertengkar dengan Kyu, tapi… tapi biasanya nggak sampe separah ini… tiba-tiba Rin dilanda rasa bersalah karena idealismenya membuat orang yang dicintainya marah.

“Kyu maraaaahhh~~~” curhat Rin pada Sungmin. Setelah bertengkar dengan Kyu, Rin langsung pergi ke dorm buat ketemu Sungmin. Dan begitu sampe di sana dalam keadaan nangis kejer, semua member langsung panik. Apalagi Siwon, karena dia terlibat dalam pertengkaran Rin dan Kyu. Dia udah siap-siap mau damprat Kyu kalau ga keburu ditahan sama Kibum en Heechul.

“Kok kamu cerita sama Kyu sih?” tanya Leeteuk. “Mestinya kan jangan…”

“Nggak tau… hiks…” Rin berusaha menjelaskan tapi air matanya terus mengalir. “Aku… aku kan latiannya pas aku kira Kyu udah tidur. Aku nggak nyangka kalo ternyata Kyu kebangun denger suara aku terus… ya gitu… dia marah…”

“Ih, beneran deh… Kyu egois banget! Dia sendiri ikut WGM, minta Rin buat jangan marah, jangan cemburu, jangan ini, jangan itu… sendirinya ngamuk pas tau Rin akting bareng gue! Padahal kan itu cuma boongan! Aiiissshh, keterlaluan si Kyu!” kata Siwon keblingsetan marahnya.

“Mungkin karena Kyu ga tau itu akting…” kata Sungmin berpositive thinking. “Dia kan ngira, kamu itu aktor terus sapa tau aja Rin jadi suka sama kamu. Tau sendiri kan, menurut Kyu kan kamu yang paling ganteng diantara semua member—“

“Maksud lo???” serempak semua member menoleh kearah Sungmin setelah dia ngomong begitu. Sungmin langsung salah tingkah, udah salah ngomong dia. Sementara Siwon lagi-lagi dia nyengir nggak jelas, “Iya sih, gue emang yang paling ganteng… tapi… iiish, tau ah! Ribet bener jadi orang ganteng!”

“Terus? Gimana dong?” tanya Ryeowook cemas.

Semua member terdiam. Tenggelam dalam pikirannya masing-masing, tapi Donghae langsung angkat suara. “Mau ga mau kita harus tetep lanjut. Kita ga bisa mundur, semua pemberitaan udah muncul. Kita mesti profesional, the show must go on. Ini menyangkut reputasi kita juga sebagai public figure juga soalnya.” katanya bijak. Dan dengan cepat, semuanya menganggukkan kepala.

14 Februari…

The show day…

Setelah meminta izin pada manajer buat nyari-nyari waktu kosong buat latihan dan segala macemnya, akhirnya hari pertunjukan itu tiba juga. Semuanya kelimpungan buat bikin pertunjukan ini sukses. Min Hae dan Henry bertugas menerima tamu, sementara anggota SuJu yang lain, selain sebagai pemain, mereka juga mengadakan booth foto bareng fans yang datang. Intinya, pertunjukan ini bener-bener sukses. Tapi semua orang juga penasaran, kayak gimana sih drama yang dibuat sama member SuJu. Soalnya pertunjukan ini cuma sedikit yang ambil bagian, selain member suju sendiri yang merangkap jadi apa aja.

Tepat pukul 09.00 SKT, pertunjukan itu pun dimulai…

Shindong (narator): Pada zaman dahulu, hiduplah seorang putri yang cantik. Dia sangat suka cokelat, bahkan istananya terbuat dari cokelat. Putri itu memiliki ayah dan ibu yang menyayanginya, namun sangat galau karena putrinya belum kunjung memiliki suami.

Leeteuk (permaisuri): Baginda raja… ottokhe? Putri kita masih belum memiliki suami. Siapa nantinya yang akan meneruskan perjuangan (?) kerajaan kita ini?

Kangin (raja): Tenanglah, permaisuriku yang cantik… putri kita pasti akan mendapatkan jodohnya. I believe it. I believe my heart, seperti aku percaya padamu (menggenggam erat tangan Leeteuk)

Leeteuk: Oh, sayangku…

Kangin: Kasihku~

Leeteuk: Cintaku~~ (Kangteuk moment)

(mungkin pada bingung ya? Kok tetep aja ada transgender? Tau ah, gw lagi males bikin nama cewek lagi)

Shindong: sementara para raja dan ratu saling bermesraan, mereka tidak menyadari bahwa sang putri, yang tengah makan cokelat itu bertemu dengan seorang wanita yang narsisnya nggak ketulungan (menahan tawa) bernama ratu Heechul dari negeri nun jauh di seberang dunia (?) sana…

(Heechul udah siap-siap mau bikin rolade Shindong, tapi ditahan sama Hangeng. Hanchul moment again)

Heechul (ratu antah berantah): nae goura~ goura, goura, goura (bener ga kayak gitu liriknya?) (megangin cermin) hai, cermin kesayanganku~ katakan padaku, siapa wanita tercantik di dunia?

Ryeowook (cermin besar): putri yang ada di sana, yang mulia.

Heechul: (menatap Rin) apa?! Gadis itu?! Tidak!! Aku tidak sudi dikalahkan gadis seperti itu! Aku akan menjadi wanita tercantik di dunia! Akan kusingkirkan dia! Hahahaha~~~ *ketawa raja setan*

Rin (putri): ah, cokelat ini enak! Aku benar-benar beruntung bisa makan cokelat terus! Eh… (melihat ke arah rerumputan) nuguseyo?

Heechul: HAHAHAHA!!! BERSIAPLAH MENGHADAPI KEMATIANMU, PUTRI RIN! *melempar garam*

Rin: *kaget* tidak!!! Apapun, jangan garaaaammm!!!! (berlari menghindari kejaran ratu Heechul lalu terperosok memasuki lubang kelinci) dimana ini?

Sungmin (sang kelinci): saya, tuan putri. Anda ingin selamat kan? Nah, ikut saya.

Rin: Kemana?

Sungmin: kemana~ kemana~ kemanaaa~ *ayu ting ting mode on* ah, lupakan. Yang pasti saya membawamu ke tempat yang aman, tenang saja tuan putri.

Ternyata sang kelinci membawa sang putri ke sebuah rumah yang beratapkan roti, jendelanya terbuat dari permen, dan seluruh dindingnya dilapisi dengan cokelat. Putri Rin takjub melihat rumah itu, seumur-umur, belum pernah ia menemukan rumah seperti itu. Tanpa banyak bicara lagi, ia mulai memakan dinding rumah itu

Kibum (penyihir): grok… grok… grok… siapa itu yang memakan dindingku?

Rin: hanya angin, hanya angin… (sambil melanjutkan makan)

Begitu berulang-ulang. Setiap sang penyihir bertanya siapa yang memakan rumahnya, selalu dijawab hanya angin. Hingga akhirnya…

Kibum: Hah! Rupanya kau yang memakan rumahku, gadis cantik *mulai ngerayu*

Rin: *gemetaran* maafkan saya, penyihir… saya lapar sekali… saya… saya dikejar oleh ratu jahat yang ingin membunuh saya…

Kibum: oh, begitu… nah, masuklah, masuklah ke dalam rumahku. Di dalam sana aman, tidak akan ada yang menjahatimu *tersenyum jahat, tapi Rin ga sadar*

Setelah memasuki rumah itu, Rin dipersilakan tidur di sebuah ruangan. Namun, pada suatu malam, muncul seekor kuda putih *eaaa…* yang menatapnya tidur.

Siwon (kuda putih): putri yang cantik…

Rin: (bangun dengan kaget) siapa kau?! Wah, kuda yang tampan… (mengelus-elus bulu kuda) kau terlihat gagah sekali, ah, seandainya kau adalah pangeran, akan menyenangkan sekali…

Siwon: (berbicara dalam hati) aku memang seorang pangeran, tuan putri. Seandainya kau menciumku, aku akan terbebas dari belenggu takdir (?) ini

Rin: (berpikir) apa mungkin dia ini pangeran? Habisnya mana ada kuda sekeren ini. Kuda di tivi-tivi kan biasanya kurus, nggak pernah dikasih makan, jorok, bau… tapi ini? Keren banget, udah gitu pake mahkota lagi… hmm… apa dia ini sebenarnya pangeran? Bagaimana jika aku cium?

Siwon: iya, putri… iya! Aku adalah pangeran, tuan putri! Ayo cepat cium aku! (kesenengan)

Shindong: namun, sebelum sang putri mencium bibir sang pangeran, tiba-tiba muncullah sang penyihir Kibum.

Kibum: apa yang kau lakukan?!

Donghae (pinokio): kau bicara pada siapa?

Kibum: aku yakin sekali barusan aku melihat seorang putri dan kuda putih… dimana mereka?

Donghae: aku tidak tahu… o-ooohh, tidaakk… (hidungnya memanjang)

Kibum: Donghae!!! Kau berbohong! Cepat katakan padaku, dimana mereka!

Donghae: memangnya apa yang mau kau lakukan pada mereka? Dari tadi aku cuma main sama kelinci Sungmin kok.

Kibum: Ahhh… tidak! Aku harus menemukannya! Mereka tidak boleh bersama!

Shindong: sementara mereka sedang kelimpungan, muncullah sang ratu Heechul dengan cermin kesayangannya.

Heechul: kau bilang, kau sudah menemukan putri Rin. Dimana dia?

Kibum: a-anu… ratu… dia…

Heechul: DIA PASTI KABUR! CEPAT CARI DIA DAN SERET KEHADAPANKU!!!

Shindong: namun, tanpa sepengetahuan mereka, sang putri dan kuda putih telah diselamatkan oleh Peterpan. Dia dan Belle, membawa sang putri ke Neverland

Rin: terima kasih, kau siapa? Perasaan dari tadi aku bertemu dengan banyak sekali makhluk aneh… sekarang siapa lagi kau?

Eunhyuk (Peterpan): aku, Peterpan! Anak abadi!

Yesung (Belle): dan aku, Belle! Peri abadi!

Rin, Siwon: eeeh??? =3=

Eunhyuk: Belle! Yang namanya peri ya udah jelas abadi lah! Gimana sih kamu? (mukul kepala Yesung)

Yesung: heeeiii…!!! jadi begitu kelakuanmu hah?! Yang sopan sama yang tua tau! Gue kutuk lu jadi batu!

Eunhyuk: ampuuunnn belle! (berubah jadi batu)

Yesung: huh, rasakan! (menoleh ke arah putri Rin dan kuda Siwon) Kalian tinggal saja di sini. Di sini aman kok, tidak ada lagi yang akan menjahati kalian.

Siwon: putri, sekaranglah saatnya…

Yesung: kudamu kenapa? Kenapa bibirnya monyong-monyong begitu?

Rin: ga tau tuh, salah makan obat kali. Coba sini aku cium

Shindong: dan setelah tuan putri menciumnya, sang kuda putih pun berubah menjadi pria tampan dan seksi (nggak rela baca bagian ini. Poor Shindong) yang…

Rin: AAAAHH… ADA PRIA MESUM!!

Siwon: wooi, bagian kostum! Gimana sih? Masa gue ga dikasih baju? (tiba-tiba udah berpakaian pangeran) putri, terima kasih telah menyelamatkanku. Aku berjanji akan selalu melindungimu, ayo kita menikah

Rin: (tersipu-sipu malu) Pangeran… tapi… aku mau mas kawinnya cokelat Van Houtten.

Siwon: Heh? Cokelat? Andwae!!! Aku tidak suka cokelat!

Rin: mwo?? Pangeran macam apa kau tidak suka cokelat? Pergi dari hadapanku! *tendang Siwon*

Shindong: namun meski telah diusir oleh sang putri Rin, pangeran Siwon tidak menyerah. Ia berusaha keras untuk menjadi pangeran yang menyukai cokelat, hanya agar dapat dicintai oleh sang putri. Namun Neverland pun tidak aman. Tanpa mereka ketahui, Kapten Hook telah menjadi seorang pria tampan.

Hangeng (kapten Hook): putri yang cantik

Rin: (menoleh sambil makan cokelat) waaah, ada pria ganteng! Siapakah dirimu?

Hangeng: aku kapten Hook. Kau pasti putri Rin kan? Apa kau ingin menjelajah samudera?

Rin: (berbinar-binar) mau! Mau, tentu saja mau!

Shindong: kemudian kapten Hook membawa Rin ke kapalnya, kapal Ghost Rider. Kemudian mereka berdua makan bersama dan tak lama kemudian…

Rin: aaahhhh… apa ini? Kenapa rasanya asin sekali? (pingsan)

Hangeng: HAHAHAHA!!! Maaf, Putri. Aku lupa kalau kau hanya bisa makan manis, jadi aku menambahkan garam di dalam cupcakesmu. Hahaha… matilah kau sekarang!!! Tidak akan ada yang bisa menyelamatkanmu, kecuali ada yang bisa membuatmu makan cokelat.

Siwon: aku dengar itu, Hook!

Hangeng: (kaget) siapa lagi kau?!

Siwon: aku kuda putih tampan yang datang bersama tuan putri. Sekarang aku akan menyelamatkannya!

Hangeng: (meraih tubuh Rin, masuk ke perapian) tidak akan bisa!!! Hahahaha… The Burrow!!! *kenapa jadi melenceng ke Harry Potter juga ya?*

Siwon: celaka! Tuan putri!!! (ikut masuk ke perapian dan meraih sejumput bubuk Floo)

Shindong: Setelah mendaki gunung, lewati lembah *ngaco!* eh, maksudnya setelah melalui badai yang menghadang *apa sih?* emmm… apa sih ini? Oh ya, setelah dia melalui jalan yang berkelok-kelok, sampailah dia di sebuah hutan. Hutan belantara gelap bernama Hutan Terlarang. Dan di sana, Captain Hangeng telah menunggunya.

Hangeng: hahahaha… kau benar-benar datang ya, pangeran!

Siwon: tentu saja! Untuk sang putri lah aku datang…

Hangeng: semangat yang bagus, tapi apa kau tidak melupakan se-su-atuuu~~ *syahrini mode on*

Siwon: (penasaran) apa?

Hangeng: sepatumu telah hilang!

Siwon: (melihat ke arah kakinya) oh… oooohhh~ (terjatuh) tidak, sepatuku~~ sepatu kacaku~~ *eh?*

Shindong: sang penyihir yang telah melihat semuanya muncul, tiba-tiba ia berlutut di samping pangeran. Kemudian memakaikan sepatunya

Kibum: nah, pangeran… ini sepatumu telah kembali *tersenyum*

Siwon: (menatap penyihir Kibum) kau baik sekali, penyihir yang cantik… kurasa… aku telah jatuh cinta kepadamu~

Rin: (tiba-tiba bangun) mwoo??? Terus yang nyelametin gue siapa?

Siwon: tau deh, ga ada kali… (tendang Rin *huweeee… kasian banget guaaa~~)

Hangeng: takkan kuizinkan kau jatuh cinta pada sang penyihir! Dia milikku, bukan milikmu, dia untukku, bukan untukmu (mendadak nyanyi)

Heechul: *tiba-tiba muncul* Captain Hangeng! Kenapa kau mendekati penyihir hah? Ok, fine… lo gue, wassalam! (lari-lari di tengah hujan)

Hangeng: tidaaak, bukan begitu, sayangkuuu…

EunHae: cih, romantisme ndeso!

Sungmin: huwaaa… so swweeetttt~

Ryeowook: kenapa aku dibuang begitu saja? *terkapar di rerumputan*

KangTeuk: huwaaa… terus, terus, how about uri princess??

Pangeran entah dari mana: biar aku yang menyelamatkannya (menggigit sebuah cokelat dan memasukkannya kedalam mulut sang putri dan membiarkannya meleleh hingga tertelan oleh sang putri)

Shindong: tunggu!!! Ini nggak ada dalam skenario! Siapa dia? Siapaaaa??? (nanya ke semua orang di ruang narator)

Rin: (membuka matanya) Kyuhyun (berbisik lemah, ga percaya)

Shindong: (improvisasi) jadi, akhirnya muncul pangeran lain, pangeran d’Artagnan yang datang menyelamatkan putri. Akhirnya, sang ratu Heechul menikah dengan Captain Hangeng, pangeran Siwon dengan penyihir Kibum dan putri Rin dengan pangeran prancis entah darimana datangnya, d’Artagnan.

The End

Selesai pertunjukan, semuanya bertepuk tangan. Meriah sekali. Apalagi setelah itu semua member bernyanyi You’re My Endless Love sambil menggamit pasangannya masing-masing (Shindong sama Henry, Zhoumi sama Min Hae)

[DONGHAE] Harue ilnyuhneul salgo muhriro maeumeul jabado

[SUNGMIN] Niga uhbneun achimeun uhjechuhruhm balgasuh

Nuneul ddeugiga shiruh jogeum eesanghaejyuhga

[SIWON] Iggo shipeun moksori gwireul makgo deuruhbwa

[YESUNG] Honja boneun haneureun geuddaechuhruhm malgasuh

Mameul yuhlsuga uhbsuh [RYEOWOOK] I’m crazy for you

[ALL] Marhajamyuhn saranghaduhn manheun naldeurui giuhki

Muhmchulsu uhbneun naui gaseumi

[RYEOWOOK] Jamdeulgoshipeun nae mameul ggaewoone, let it go

[KYUHYUN] Dora bogo shipeun nuhui choouhki ijen

Sajinsoge iyagiroman nama

[HANGENG] You’re my endless love

[KIBUM] Saranghan geudaewaui giuhk modu

Wenjjok gaseume goseuranhi muduhdugo dareun nugul saeropge shijakhago

[EUNHYUK] Saeropge maeumeul dajyuhboryuh dadaduryuh haedduhn

Jageun dduhllimi badadeuryuhjijil anha

Nuhreul jiwooryuh ijuhboryuh haedo nan

[SIWON] Oneuldo myuhtbuhneul wootgo gwaenchanheundeut boyuhdo

[RYEOWOOK+DONGHAE] Honja inneun shiganeun [DONGHAE] Kkeutdo uhbshi giruhsuh ijen ggaegoman shipuh

[KANGIN] Bogoshipduhn uhlguri sajinsoge issuhdo

[LEETEUK] Ni ireumeul bulluhdo ijen nuhmu muhruhsuh

Negen deulliji anha [SUNGMIN] I’m crazy for you

[ALL] Marhajamyuhn saranghaduhn manheun naldeurui giuhki

Muhmchulsu uhbneun naui gaseumi

[SUNGMIN] Jamdeulgoshipeun nae mameul ggaewoone Let it go

[RYEOWOOK] Dora bogo shipeun nuhui choouhki ijen

Sajinsoge iyagiroman nama

[KANGIN] You’re my endless love

[KYUHYUN] Oraejuhne nuhreul chuheum bon geunal “Nuhl saranghae” honja yuhnseuphaduhn mal

[YESUNG] Jigeumdo geu mal iruhke honja dwenweuh bone

[RYEOWOOK] Oh~ I’m crazy for you

[SUNGMIN] Marhajamyuhn saranghanda marhal soo idduhn geu nari [YESUNG] Nuhl poome ango idduhn shigani

[DONGHAE] Uhlmana naegen chukbokiyuhnneunji Let it go

[RYEOWOOK] Dashi gaggo shipeun jinan giuhkdeul modu

[KYUHYUN] Chuheumchuhruhm yuhjuhnhi naege nama [HANGENG] You’re my endless love

Selesai bernyanyi, tepuk tangan makin menggema di ruangan itu. Dan mereka semua tahu, drama kali ini sukses. Semuanya tersenyum senang begitu mengetahui besarnya applause penonton saat itu.

“Mungkin memang sebaiknya aku jadi pemain drama~” kata Heechul setelah mengganti kostumnya. Biasa, nyombong lagi dia.

“Eh, inget hyung masih wamil lho.” kata Sungmin mengingatkan.

“Biarin. Lagian kan aku cuma main drama, bukan kembali ke dunia entertainment, weekkk…”

“Iiih, tapi kakak nggak bagus ah jadi aktor! Bagusan juga jadi penyanyi!” kata Rin tiba-tiba dengan Kyuhyun yang berwajah jutek disampingnya.

“Yaa!!! Aku ini pantes jadi apa saja lagi! Oh ya, kok tiba-tiba Kyuhyun muncul sih? Itu kan diluar skenario. Siapa lu main masuk-masuk aja…” kata Heechul bernada usil dan agak mengusir.

Kyu menatap hyungnya dengan pandangan siap membunuhnya, “Pilih golok atau gergaji?” tanyanya sederhana.

“Yaa! Kyu, jadi begitu kelakuanmu hah sekarang? Sopan sekali kau ini!”

“Suruh siapa masangin Rin sama Siwon! Dia milikku!” kata Kyuhyun ketus dan bernada protektif.

“Deeeuuuh, over-protektif nih yeee~~” sindir member yang ada disana dan membuat pipi Rin memerah. Kemudian tiba-tiba Henry masuk dan berkata, “Ehem! Maaf mengganggu…”

“Emang ganggu…” celetuk Heechul.

“Heenim!” Hangeng memperingatkan.

“Maaf deh, gue ganggu. Tapi ada pemberitahuan penting yang mau gue sampein ke Rin. Ini soal dana kampus…” katanya menggantungkan kalimat selanjutnya, membuat Rin menahan napas panik. Min Hae dan member yang lain sih nyantai-nyantai aja. Secara mereka kan udah tau berapa total pemasukan untuk pertunjukan ini.

“Total semuanya adalah…”

Henry tersenyum pada akhirnya.

“27.137.000 won…” katanya pada akhirnya dan menunjukkan jumlah dana yang terkumpul. Rin membeku.

“Rin…” Henry berjalan mendekati Rin, “Kau berhasil.”

“Benarkah?” bisik Rin pelan.

Henry mengangguk. “Tapi sisanya gimana nih? Kita malah kelebihan nih, apa ini buat hyungdeul saja?” tanyanya menawarkan dan menatap semua member yang ada disana.

Semua member SuJu berpandangan, kemudian dengan kompak mereka menggeleng.

“Tidak usah.” kata Leeteuk. Sifat leadernya muncul. “Akan jauh lebih baik apabila uang itu digunakan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Lagipula kami ikhlas kok membantu Rin, iya nggak???”

“Iya donggg~”

Henry tersenyum. Ia sudah menduga jawaban itu akan keluar dari mulut sang leader *ceilaaaahhh~* “Baiklah. Akan aku gunakan uang ini dengan sebaik-baiknya.”

Kemudian setelah berbasa-basi, para member dan semua orang yang ada di sana pun pulang.

“Mau kemana kau?” tuntut Kyuhyun saat Rin bersiap untuk naik bus.

Rin menaikkan alisnya, “Pulang ke kosan dong. Emangnya kemana lagi?”

“Kau belum boleh pulang ke sana, tau!” kata Kyu marah. Kemudian dengan memaksa, ia memasukkan Rin ke mobilnya.

“Kau… kasar sekali!” keluh Rin selama di jalan. “Kau kan sudah menciumku dan bukan kak Siwon yang menciumku. Kenapa masih marah sih?” tanyanya menggerutu.

“Tetap saja! Kau kira aku tidak tahu waktu awal pertunjukan? Kau bilang Siwon kuda tampan (“hacchiimm!!” Siwon langsung bersin). Apa-apaan itu? Lalu Hangeng hyung juga kau bilang tampan! Jadi bagimu siapa yang tertampan hah?”

Rin meringis mendengar pertanyaan gaje Kyuhyun, “Jadi kau marah karena itu?”

“Bukan hanya itu!” lanjut Kyu. Masih ada lagi? pikir Rin mengerutkan alis. “Waktu adegan Siwon berubah dari kuda menjadi manusia! Kau menciumnya kan?”

“Eh…?” Rin berusaha mengingat-ingat. “Oooh, yang itu… yeee… enggak lagi~! Siapa juga yang nyium kak Siwon.”

“Terus itu apa?”

“Bukan lah! Itu mah pura-pura doang, nggak nyentuh!”

“Bohong!”

“Ya udah kalo ga percaya!” kata Rin kesal. Amarahnya tersulut gara-gara Kyuhyun masih ngga percaya. Kemudian Rin memasuki rumah Kyuhyun dengan langkah panjang. Namun baru beberapa langkah, dia sudah dipeluk oleh Kyuhyun dari belakang.

Keduanya terdiam untuk beberapa saat. Rin merasakan tubuh hangat Kyuhyun memeluknya itu terasa sangat menyenangkan. Ia sangat berharap hal ini tidak pernah berlalu.

“Masih marah?” tanya Rin.

Kyuhyun tidak menjawab.

Kemudian Rin membalikkan tubuhnya, menghadap Kyuhyun. Ditelitinya wajah Kyuhyun, “Tadi cokelatnya kamu makan kan? Kok…”

Kyuhyun nyengir, kemudian dengan cepat mencium lagi bibir Rin dan gadis itu merasakan sesuatu yang manis masuk dari mulut Kyuhyun ke mulutnya. Dan ketika gadis itu mencecapnya, cokelat!

“Katanya kamu alergi cokelat!” seru Rin merasa tertipu.

“Aku bohong!” jawab Kyuhyun. “Lagipula aku sudah tau kok kalau kamu minta bantuan sama hyung aku, makanya aku pura-pura marah waktu kamu bikin drama itu. Yah, memang sih itu diluar dugaanku. Kau bermain drama bersama Siwon hyung…” Kyuhyun menggeram marah. Tubuhnya menghangat, padahal udara masih sangat dingin. “Jadinya, aku terpaksa memasuki plan B.”

“Huh, dasar… padahal kan kalau kamu bilang, aku nggak perlu capek-capek berantem.”

“Tapi kamu seneng kan?” goda Kyu. “Akhirnya aku juga yang menciummu?”

Rin tersenyum, kemudian dia memeluk Kyuhyun dengan erat. “Iya. Aku senang sekali… oh ya, Kyu, ini…” gadis itu memasukkan tangannya kedalam saku dan menunjukkan sebuah cokelat besar berbentuk dirinya dengan dua tanduk merah dari cokelat yang diberi pewarna merah.

“Tidak terlalu bagus sih,” kata Rin cuek. “Tapi ini yang terbaik yang bisa aku berikan padamu. Aku—”

Sebelum sempat Rin menyelesaikan ucapannya, Kyuhyun sudah memeluk tubuh gadis itu sambil berbisik, “Terima kasih.”

Dari balik tubuh Kyu, Rin tersenyum, “Sama-sama…”

Dan saat mereka berpelukan, ada empat belas cowok yang mengintip sambil motret-motret. Kemudian saat Kyu dan Rin menyadari siapa mereka, mereka pun terkejut.

“WAAAA!!!!”

The End

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s