FF Dead At Heart chapter. 6 (END)

”Aaaah, kode apaan sih ini?!” seru Sung Hyo frustasi. Ia mengambil post-it dari laci kamar Kyu *kyu:waaa!!! maliiingg!!!* dan mulai mengutak-atik angka di ponsel itu. Kalau diganti huruf, jadinya nggak beraturan, kalau angka-angkanya dikurang… ditambah… ah, males ngitung sebanyak ini! Kenapa sih ada yang kurang kerjaan buat bikin kayak beginian??? Sung Hyo menendang bootsnya dengan frustasi. Waktunya udah makin sedikit, dia harus memecahkan kode ini secepat yang dia bisa.
Sung Hyo menatap ponsel didepannya dan kode itu bergantian. Apa ini huruf hangeul? Ia mencoba mengetik, tapi dia nggak ngerti tulisan yang muncul apaan.
Tunggu, tunggu… kalau emang kode ini dibuat oleh Kyu, mestinya Kyu kan tau kalau aku nggak bisa baca-tulis hangeul. Apa mungkin… ini diganti huruf Latin? Jadi gini, kalau SMS kan dalam satu tombol ada angka dan huruf, nah kalau kita mengetik tombol dengan mengikuti jumlah angka yang ada di kode itu… mungkinkah—?
Tanpa buang waktu, Sung Hyo mengganti bahasa penulisan ponsel jadi huruf Latin, lalu dia mengetik. 66 untuk N, 2 untuk A… begitu seterusnya…
NAMSAN TOWER *aha!yang tau ketauan suka SMS-an kayak author,hihhi* *abaikan*
Namsan Tower? Apa Kyu diculik di sana?? Tanpa buang waktu, Sung Hyo menelepon Azka dan memintanya untuk mengantar dirinya ke Namsan Tower.
Sesampainya di sana, keadaannya crowded banget, kemudian ia menerima SMS lagi entah dari siapa (Sung Hyo bawa ponselnya Kyu) dan dengan kode yang sama ia diminta datang ke sebuah tempat yang penuh gembok *tau kan tempat apaan itu?* kemudian Sung Hyo melihat Kyu berdiri di depan pagar penuh gembok itu.
”Kyu… Hyun?” panggil Sung Hyo hati-hati. Kyu menoleh, kemudian melengos.
”Kyu, kamu baik-baik saja kan?” tanyanya dengan hati-hati.
”Mana mungkin aku baik-baik saja…” kata Kyu sinis.
”Kamu nggak diculik?”
Kyu membalikkan badannya, wajahnya heran. ”Diculik?”
”Iya… ini ada angka-angka di hape kamu… kupikir ini karena kamu diculi—”
Prok! Prok! Prok! Suara tepuk tangan terdengar dari balik badan Sung Hyo, kemudian ia membalikkan badannya dan melihat Teukie cs lagi menatap mereka berdua, ”Selamat, Sung Hyo! Kamu berhasil menemukan Kyu.”
”Apa maksudnya ini?” tanya Kyu dingin.
”Cuma sedikit permainan, ternyata asyik juga ya?” kata Chullie terkekeh.
”Permainan?” tanya Kyu dan Sung Hyo kaga ngudeng.
”Yep! Aku usil bawa Kyu kesini dan membuat Sung Hyo mengira bahwa Kyu diculik. Tapi mana mungkin kan? Mana ada yang mau nyulik si setan Kyu!” kata Chullie dan dihadiahi sama getokan Kyu. Kemudian Sungmin dan Azka menarik tangan Kyu dan Sung Hyo masuk ke sebuah kereta gantung.
Kyu dan Sung Hyo duduk berhadapan *asiiik deh*
”Kyu…”
”Sung Hyo…”
Keduanya memanggil bersamaan *aduh, sehati banget ya kita, oppa? pekik author girang. Kyu: sape lu?* kemudian Sung Hyo berkata, ”Oppa duluan…”
”Oke, kalo kamu bilang gitu. Aku cuma nanya sekali, kamu suka aku.”
Sung Hyo terkejut mendengar ucapan Kyu yang tegas, seakan-akan itu sudah pasti. Tadinya sih dia mau bilang ’ih sori aja ya, elo kaga level ama gue!’ tapi entar dia dibunuh sama ELF lagi kalo ngomong gitu. Tanpa sadar, gadis itu menganggukkan kepalanya.
”Lalu kenapa kamu bilang kalau kamu suka Hae hyung?”
”Aku nggak pernah bilang gitu!” pekik Sung Hyo kaget.
”Ah, nggak usah mungkir deh! Membela diri sih boleh-boleh aja, tapi kalo bukti udah ada didepan mata, ngapain mungkir lagi?!” kata Kyu tajam.
Sung Hyo nggak ngerti dengan arah pembicaraan Kyu, ”Oppa ngomong apa sih? Aku nggak ngerti.”
”Huh, kalau gitu biar aku jelasin, waktu itu kamu bicara sama Azka kan? Kamu bilang ke dia kalau kamu nggak mungkin suka aku dan sukanya sama Hae? Nah?”
Sung Hyo mengerutkan kening, mengingat-ingat.
”Well?” tanya Kyu sembari menggertakkan giginya. ”Oh, yang itu…” kata Sung Hyo akhirnya.
”Baru sadar?”
Sung Hyo tersenyum jahil, ”Jadi oppa nguping yaa??”
Kyu terkejut, ”Ya enggak lah!”
”Terus kok tau aku ngobrol gitu sama Azka?”
”Kebetulan aja aku lewat, udah deh jangan mengalihkan pembicaraan gitu! Jawab aja pertanyaan gue! Atau…”
”Atau apa?” senyum Sung Hyo makin lebar.
”Lo. Gue. End!” Kyu mengucapkan tiga kata itu dalam satu tarikan napas *author langsung tepar kalo itu kejadian,hiiiikkkssss*
Sung Hyo menghela napas, ”Aku nggak bilang kalau aku suka Hae oppa dan nggak suka oppa kok! Aku bilang kalau awalnya aku nggak ada perasaan apa-apa, tapi sekarang… entahlah… tapi soal Hae oppa, aku cuma suka dia sebagai oppa, nggak lebih.”
”Tapi yang waktu itu aku denger—”
Sung Hyo meraih tangan Kyu yang bimbang dan berkata lembut, ”Mungkin waktu itu oppa dengernya dari jarak jauh, jadi oppa nggak dengar dengan jelas.”
”Mungkin…” gumam Kyu, ”Jadi? Apa kamu suka aku?”
”Ya.”
”Kalau begitu—“
”Nggak, aku nggak bisa jadi pacar oppa.”
”Kenapa, Sung Hyo?”
Sung Hyo mendesah, sudah saatnya. ”Aku… sebenernya aku punya kemampuan teleportasi… aku nggak tau kenapa aku bisa punya kemampuan ini. Tapi yang jelas, alasan aku kabur dari rumah adalah karena… orangtuaku, mereka menganggap aku penyihir dan—mereka nggak senang dengan kemampuanku ini… mereka juga berniat menyingkirkanku karena ini…” *hari gene ada wizard??* ”Waktuku nggak banyak, dan ini sudah bukan tempatku, aku harus kembali.”
”Kembali kemana?”
”Terus.”
Kyu tiba-tiba merasa ngeri, ”Adakah… adakah cara bagimu untuk terus bersamaku? Aku… aku nggak bisa hidup tanpamu…” *gombalan klasik*
Sung Hyo tersenyum, ”Ani, oppa… kau masih bisa melanjutkan hidupmu, percayalah padaku.” air mata mengaliri pipinya dan ia mengecup pipi Kyu, ”Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan oppa…” lalu ia membuka pintu kereta dan menjatuhkan dirinya. ku menjerit, namun ketika ia melihat ke bawah, Sung Hyo menghilang…
***
”Serius kamu?” tanya Kibum, si malaikat yang membawa Sung Hyo.
Sung Hyo menganggukkan kepalanya, ”Akan sulit kalau mereka semua ingat bahwa aku pernah ada dalam kehidupan mereka.”
”Kamu sendiri?”
”Aku?” Sung Hyo tersenyum sedih, ”Biar saja.”
Kibum memandang Sung Hyo dalam-dalam, ”Padahal akhirnya kamu mengetahui perasaannya yang sesungguhnya,” kata Kibum sembari menunjuk Kyu yang tatapan matanya kosong karena ingatannya tentang Sung Hyo dihapus.
Sung Hyo terdiam. Lalu dia menjawab, ”Dunia kita *kita? Lo aja kaleee* terlalu berat untuk dirinya. Lagipula… aku bisa melakukan banyak hal bersamanya sebelum kembali ke sini, itu sudah menjadi suatu kebanggaan tersendiri buat aku.”
”Hapus semua ingatan orang-orang yang pernah mengenalmu?” tanya Kibum lagi, kemudian ia melihat Kyu Hyun keluar dari kereta gantung sambil mencak-mencak ke hyungnya, protes kenapa dia naik kereta gantung sendirian.
Sung Hyo mengangguk.
”Bakal makan waktu lama, nih. Traktir apa nih?” goda cowok itu.
”Terserah deh.” kata Sung Hyo. Setelah Kibum selesai melaksanakan tugasnya, mereka berdua bergandengan tangan dan mengembangkan sayap mereka. Terbang… terus…
Tidak ada yang ingat siapa Kim Kibum dan Park Sung Hyo. Apakah mereka pernah eksis di Bumi atau tidak. Yang jelas hanya ada satu saksi bisu yang tahu bahwa mereka ada. Dua buah gembok cinta yang terpasang dari sekian banyak gembok di Namsan Tower—dan nggak ada yang sadar dengan nama yang tertera di gembok—itulah saksi bisu mereka.
Cho Kyu Hyun (love) Park Sung Hyo
Kim Kibum (love) Azka Zhorifa
The End

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s