FF Deat at Heart chapter. 4

Sung Hyo POV
Cewek itu siapa?
Kenapa wajah oppadeul SuJu berubah jadi kaget atau malah… syok? Entahlah, semuanya nyampur jadi satu.
Yeoja itu mendekati Kyu dan bertanya, ”Siapa dia Kyu?” dengan suara tenang. Namun aku merasakan kepedihan dalam suaranya itu. Eh, apa dia pacarnya si Kyu ya? Wajar sih, soalnya dia kan cakep banget, ah aku jadi minder berhadapan sama dia *author gali kubur*
”Azka…” panggil Kyu. ”Ngapain kamu kesini?”
Gadis itu tersenyum pedih, ”Aku cuma mau main, tadinya kupikir oppa sedih karena… aku meninggalkan oppa secara sepihak, tapi sepertinya tidak ya?”
Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan yeoja bernama Azka itu. Sungmin menarik lenganku ke ruangan lain lalu dia menatapku. ”Kamu nggak apa-apa?” tanyanya dalam bahasa Inggris.
Aku mengangkat kepalaku *iih, kenapa ceritanya jadi drama gini ya?? Author belum ada ide buat bikin lucu bagian yang ini* ”Nggak apa-apa kok,” aku tersenyum untuk menyembunyikan kesedihanku. Kenapa aku mesti sedih? Seharusnya aku bersandiwara lebih baik lagi, seharusnya kan aku nggak peduli yeoja barusan itu pacarnya si Kyu atau bukan. Masa bodoh mau dia pacarnya kek, istrinya kek, atau pembantunya sekalipun *author dibunuh Azka* harusnya aku nggak peduli!
”Kenapa juga aku harus ’kenapa-napa’?” aku mengangkat alisku.
”Kamu nggak penasaran sama yeoja barusan? Tentang… apa hubungannya sama Kyu?” tanya Sungmin lagi.
”Sejujurnya?… tidak,” dustaku.
”Jinjja?”
Aku menganggukkan kepalaku.
Sungmin menghela napas lega, ”Syukurlah, aku senang sekali…” katanya sembari mengelus kepalaku sayang, oh, aku bisa mati saking senengnya… gimana nggak seneng coba? Dielus sama Sungmin gitu loh!!! Aaahhh… aku bersyukur telah hidup, aku bersyukur telah hidup…
Kemudian kami keluar kamar dan aku melihat Kyu duduk di sofa sambil menundukkan kepalanya. Heh? Dia sedih nih ceritanya? Waaah, jadi seorang evil magnae bernama Kyuhyun bisa sakit hati hanya karena seorang yeoja?? Waaah, harus update status nih! Tapi kemudian kuurungkan niatku itu.
”Terus gimana jadinya?” tanya Leeteuk. ”Kalo ELF liat dia,” dia menunjuk ke arahku, ”bisa gawat kan?”
”Nama kamu siapa?” tanya Eunhyuk kepadaku.
”Apa? Sung Hyo… Park Sung Hyo imnida…“ jawabku terbata-bata.
”Oke, Sung Hyo… kamu tau kalo kita berada dalam masalah besar kan dengan kemunculan kamu yang tiba-tiba ke dorm kami?” kata Heechul, ”Bisa nggak kamu jelasin duduk masalahnya seperti apa?”
”Duduk masalah? Aku sendiri nggak tau kenapa aku bisa disini! Kau kira kau segitu ngebetnya buat kesini, hah? Sori ya, aku nggak semurahan itu!” kataku kasar. Ups, barusan apa yang kukatakan? Waduh, bisa mati aku dibunuh ELF!! Aku memejamkan mata saking takutnya.
Aku mendengar seseorang menghela napas, kemudian aku membuka mata dan melihat oppadeul SuJu memandangku seolah-olah aku ini cewek stres.
”Oke, maaf atas ucapanku barusan… bukan maksudku buat ngomong begitu… tapi, aku—sungguh, aku nggak tau atau paham gimana ceritanya aku bisa disini.” nggak juga sih, lanjutku dalam hati. Sebenernya… aku tau bagaimana caranya aku disini. Tapi kenapa aku bisa disini—bukannya ditempat yang aneh atau gimana gitu—aku nggak tau kenapa *ah, udah deh si Sung Hyo muter-muter mikirnya, author jadi bingung sendiri* #readers: lha, itu kan karakter lo yang bikin, gimana sih? Author yang aneh…
”Begitu…” kata Shindong, ”Terus enaknya nih yeoja diapain ya?” lanjutnya jahil, seolah nggak menyadari aura penuh kebingungan barusan.
*author bingung mau bikin siapa lagi yang ngomong, hahaha* ”Sebenernya masih banyak pertanyaan kita-kita ke kamu, Sung Hyo,” kata Siwon, abang ganteng itu tersenyum. Tapi maaf ya, aku tidak akan meleleh, karena aku bukan Siwonest, hehehe… ”Tapi, mendingan aku tanya yang gampang dulu deh,” iih, si Simba udah kayak nanyain anak ilang aja *lha, bukannya emang iya, ye?* ”Rumah kamu dimana? Biar kami anter.”
Hah? SuJu yang super sibuk mau nganterin aku? Nggak salah denger nih aku? Tunggu, tunggu, kayaknya aku salah denger deh. Tapi… kayaknya nggak ada yang nyumpel di kupingku deh. Gak mungkin, gak mungkin… this is too good to be true! Ayolah, Sung Hyo, realistis dikit deh, nggak mungkin ada artis mau membuang waktunya buat nganter kamu pulang.
“Emm, aku serius lho,” kata Siwon lagi.
Bener-bener bikin merinding! Apa si Siwon bisa membaca pikiranku? Eh, apa ekspresiku yang mudah dibaca kali ya makanya bang Siwon ngomong gitu? Ngomong-ngomong si setan (Kyu, maksudnya) *dibuang ke neraka sama sparkyu* kenapa kaga berkicau ya? *emangnya Twitter =,=” * dari tadi dia membatu, membeku, yah, pokoknya diem aja… kaga ngomel-ngomel kayak sebelumnya. Ah, bodo amat deh, apa peduliku?
Tanpa sadar aku merogoh sakuku, hah? Hapeku kemana? Aku berlari ke kamar tempatku muncul dengan ajaib dan mengobrak-abrik tempat itu, kemana hape… ku? Ah, iya… hape itu kan ada di dalam koperku, ditempat yang nggak akan bisa ditemukan oleh orang kalo mau malingin aku.
”Kamu cari apa?” tanya Sungmin.
”Hape… hape aku ketinggalan di hostel… padahal—”
”Hah? Apaan? Hostel? Apaan tuh?” celetuk Ryeowook.
”Hostel itu penginapan tau! Gitu tuh kelamaan jadi artis, kaga tau tempat nginep yang murah!” kata Sung Hyo.
”Mirip.” kata Heechul.
”Mirip apanya?” tanya Leeteuk heran.
”Sung Hyo sama Kyu, mirip banget kan nyolotnya? Dari tadi si Kyu kaga berkicau, eh sekarang yeoja ini yang nyolotnya minta ampun.” jawab Heechul. Sedorm langsung ketawa heboh denger ucapannya si Chullie. Kyu mendengus sebel.
”Yang pasti gue nggak mau yeoja ini tinggal di dorm kita.” kata Kyu sambil menatapku. Ih, sape juga yang mau tinggal di tempat yang sama dengan cowok yang lagi patah hati *author ngacung tangan*
”Jangan khawatir,” kataku sembari berjalan keluar dari ruangan itu. Aku nggak peduli bakalan disangka orang gila karena nggak pake sepatu atau sendal atau apalah semacamnya, tapi aku nggak mau ada di sini, ”nggak mau juga aku disini.” kemudian aku keluar.

Kyu Hyun POV
Cewek itu angkat kaki dari dorm ini, harusnya gue senang dan semuanya berlanjut dengan damai, peaceful, terserah deh… tapi kenapa hyungdeul pada ngomelin gue sih?
”Kyu, kenapa kamu ngusir dia?”
”Hei, yeoja… ah, siapa namanya?”
”Sung Hyo!!”
”Kamu nggak kasian sama yeoja itu, Kyu?”
Aku mengangkat kepalaku, heran dengan suara-suara bernada panik dari hyung-hyungku itu. ”Kenapa kalian panik banget kalo dia pergi dari dorm ini? Dia kan bukan siapa-siapa kita… kenapa kita harus peduli?”
”Karena dia itu fans kita,” kata Siwon serius.
”Bukan!” bantah gue, ”Apa hyung nggak denger ucapannya? Dia aja nggak kenal kita.”
”Oke, sekalipun itu bener, tapi seharusnya lo bersikap lebih manusiawi sama yeoja itu. Dia muncul secara tiba-tiba ditempat ini tanpa persiapan apa-apa, dia nggak bawa apa-apa dan yang paling penting, ini musim dingin, Kyu! Apa lo tega membiarkan dia keluar tanpa alas kaki dan baju yang memadai?” ujar Leeteuk dengan nada khawatir.
Gue berusaha mengingat-ingat pakaian yang dipakai yeoja itu. Jaket dengan tudung warna merah dan jeans… iya sih, suhu di Korea aja mencapai dibawah 0 derajat Celcius… ditambah dia nggak pake alas kaki, dia bisa mati membeku.
Tapi gue nggak mau nyerah, ”Gue nggak peduli!” sahutku sambil menatap tajam hyungdeul.
”Well, tapi gue peduli, Kyu. Mianhae…” ucap Sungmin dan Donghae bersamaan. Setelah memakai syal super tebel dan boots, mereka keluar dari dorm yang hangat. Kemudian aku mendengar satu kalimat yang membuatku khawatir setengah mati pada yeoja itu.
”Sekilas berita, saat ini Seoul sedang diterjang badai salju yang cukup kuat. Diharapkan bagi penduduk Seoul dan sekitarnya untuk tidak keluar dari rumah untuk beberapa saat.”

Sungmin POV
Aku nggak tau kenapa Kyu benci banget sama yeoja itu, padahal kan yeoja itu nggak salah apa-apa. Bener-bener deh, nggak ngerti aku sama kelakuan magnae itu. Senggak kenalnya aku sama yeoja yang misterius itu *seneng deh author dibilang misterius ama Umin * tapi setidaknya aku nggak mau yeoja itu kenapa-napa. Dia disini pasti ada alasannya, meski aku nggak tau apa itu alasannya.
”Min, kira-kira yeoja itu kemana ya?” tanya Hae dengan cemas. ”Dia nggak ada disini…” katanya sembari memegang lenganku erat-erat. Badai saljunya kenceng banget dan kami harus berteduh di sebuah toko terlebih dahulu.
Aku mendesah, mana aku tau dimana yeoja itu sekarang. Kenal aja kaga, ”Tau gitu seharusnya kita nggak bersikap sok heroik gitu kali ya?” ujarku putus asa.
”Ani, kita nggak bisa menyerah gitu aja!” mata Hae tiba-tiba jadi bersinar sangat terang *lampu kali* ”Biar aku cari yeoja itu lagi!” dengan penuh kenekatan, Hae berlari menembus badai.
”Hae! Hae! Jangan bodoh kamu!” teriakku panik. Ampun, kumohon Tuhan semoga Hae kembali dengan utuh, tidak kurang suatu apapun, sebab kalau iya, aku pasti akan dibunuh sama monyet, doaku dalam hati dengan panik.

Donghae POV
Kenapa aku rela menembus badai hanya demi yeoja itu? Tidak, tidak ada alasan yang tepat menurutku. Aku melakukannya karena… entahlah, yeoja itu sepertinya sangat sedih… dia seperti punya kesedihan yang sangat mendalam, terlihat dari ekspresi wajahnya. Wajahnya kosong… tidak ada ekspresi, bahkan saat melihat Kyu bertemu lagi dengan Azka.
Ah, Azka, aku mendesah pelan setelah berteriak-teriak memanggil nama yeoja itu. Kenapa gadis itu muncul lagi ke depan mata Kyu? Susah payah Kyu untuk melupakan gadis itu *Azka lonjak-lonjak kegirangan* tapi kenapa dia muncul lagi? Apa dia berniat rujuk sama Kyu? Ah, tapi dia tidak usah bertaruh terlalu banyak soal ini. Kyu sangat konsisten dalam soal beginian. Kalau dia udah diputusin sama cewek, nggak akan sudi dia balik lagi ama ntu cewek, haram hukumnya *Azka pasti nangis* kalau balikan lagi sama mantan, apapun istilahnya. Meski udah pacaran lebih dari 10 kali *wuih? Hebat bener si Kyu, author aja belum pernah* *curcol* Kyu nggak pernah terpuruk gara-gara yeoja, sampai sekarang.
Kemudian aku duduk di sebuah air mancur dengan putus asa, ini nih lokasi syutingnya si magnae bandel di Seoul Song. Udaranya sangat dingin, bahkan meskipun aku sudah pake baju setebel-tebel bantal. Aku meniup-niup tanganku untuk menghangatkan diri dan memandang kesegala penjuru, kemudian… aku merasakan sesuatu, mungkin seseorang, bergetar-getar di sebelah kakiku. Aku menunduk, ya Allah! Yeoja itu! Kepalanya tertimbun salju dan ujung-ujung jari tangan dan kakinya sudah mulai membiru, wajahnya memucat dan bibirnya sedikit biru dan ada darah di bibirnya itu. Mungkin dia menggigiti bibirnya untuk menahan dinginnya udara. Tanpa banyak cingsong, aku menggendong tubuh yeoja itu yang sudah membeku. Rada susah menggendongnya, karena dia meringkuk seperti kelinci, tapi setelah berusaha, aku berhasil menggendongnya.
Aku berjalan terus sampai bertemu dengan Sungmin, ekspresinya bisa ditebak, dia kaget banget ngeliat yeoja itu. ”Gawat, dia mulai mengalami hiportemia! Cepat, Hae, bawa dia ke dorm sementara aku memanggil dokter!” serunya panik dan dia menekan nomor rumah sakit kenalannya.
Di dorm…
Yep, hyungdeul pada nungguin aku dan Sungmin. Mereka kaget melihat kami, berantakan dan yeoja itu terlihat sangat menyedihkan. Tanpa banyak bicara, mereka menyelimuti gadis itu dengan semua selimut yang ada, tapi mereka rada bingung gimana caranya menghangatkan wajah gadis yang udah keliatan kayak orang mati itu? Nggak mungkin dicium kan *ih, dasar oppadeul pikirannya aneh-aneh =,=” * *dibantai ELF* jadi untuk sementara yeoja itu hanya dipegangi pipinya bergantian. Mana kami tau cara pertolongan pertama pada korban hiportemia. Emangnya kami dokter apa? *si Hae ngeles aja tuh*
Nggak pake nunggu lama, dokter pun muncul dan mengobati yeoja itu. Dia ditempati di kamarnya si Kyu ama Umin. Tentu aja nggak di ranjangnya si Kyu, karena si Kyu protes mulu, jadi supaya nggak berisik, Umin merelakan ranjangnya dipakai yeoja itu dan dia tidur di sofa. Coupleku, si unyuk, awalnya menawarikan Umin untuk tidur di kamarnya, tapi kata Umin…
”Ogah ah, ntar gue disuruh nonton filem bokep lagi!” katanya sambil berlari menghindari timpukan unyuk.
”Gimana keadaannya, dok?” tanya Leeteuk hyung.
”Masih belum bisa ditebak…” *author bingung mau manggil Teukie pake pak atau mas, karena kayaknya kok kedua panggilan itu kesannya tua banget, wkwkwk* ”Sementara saya sudah memberinya infus untuk menghangatkan tubuhnya, tapi itu juga tergantung pada dirinya. Kalau dia sudah sadar, mungkin tidak ada yang bisa dikhawatirkan lagi.”
”Tapi… tapi dia akan hidup, kan, dok?” tanya Teukie hyung lagi. Nadanya cemas banget, kayak yang sakit itu adiknya sendiri.
”Mungkin…” si dokter menggantung vonisnya, ”Memangnya apa yang dilakukan gadis itu sampai keluar dari ruangan ini?”
”Jawabannya… rumit dok,” kata Leeteuk setengah mengelak. Melihat wajah Teukie hyung, dokter itu tidak bertanya apa-apa lagi, terutama setelah sang leader memohon pada si dokter untuk merahasiakan soal ini. Entah sampai kapan dokter itu bersedia menutup mulutnya.
Aku memasuki kamar Umin dan Kyu, sementara ini semua hyung pada mengerumuninya, mereka keliatan khawatir banget sama yeoja ini. Yah, mungkin aja karena mereka ngerasa udah ngusir yeoja ini secara tidak langsung. Dasar cowok Korea, gampang banget tersentuh sama hal semacam ini *lha, emang lo sendiri bukan, bang?* *ngatain diri sendiri, pikir author* *mestinya kalimat terakhir ini diucapin sama si Kyu kali ye?*
-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s