FF You’re My Endless Love chapter. 7 (END)

Apa ini? Rissa mengerutkan kening bingung. Kenapa Donghae usil bener bikin kode beginian? Ini kan bukan hobinya *tau darimana lu itu bukan hobinya si Hae?* Rissa mencoret-coret buku kecilnya tapi nggak ketemu juga artinya apa. Hhh… simbol apaan nih? Simbol dari orang mati? Hmm, maksudnya apa??? Rissa berkutat terus dengan simbol itu sampai dia mengeluarkan netbooknya dan mengerjakan tesisnya. Tapi tesisnya kaga kelar-kelar karena otaknya terus mikirin tuh kode. Kayaknya aku pernah liat itu kode, tapi dimana ya? Dia mengganti huruf-huruf tersebut dengan angka, tapi kaga ketemu. Terus dituker-tuker tempatnya juga kaga ketemu. Apa ya?? Rissa menyerah, kemudian ia membuka novel Digital Fortness-nya Dan Brown *bacaannya author berat yee?? Hihihi… makanya author jadi hobi ngutak-ngatik kode* *ga ada yang nanya* dan berhenti di sebuah halaman. Oh! Oh, oh, oh… oppareul saranghae! *jadi nyanyi deh* sekarang aku tahu! *tempe mau ga?* #plak! #abaikan. Kode itu gampang banget! Rupanya cuma mengganti huruf yang sebenarnya dengan huruf setelahnya. Ngerti? Jadi gini, huruf A diganti B, B diganti C, begitu seterusnya. Kemudian begitu terpecahkan, Rissa malah mengerutkan kening, karena yang muncul adalah nama suatu tempat.
Situ Patenggang
Jawa Barat
Indonesia.

Kenapa Hae ingin dia datang ke Indonesia? Emangnya Hae pernah ke Indonesia? *author: pernah dong, sama aye* Awalnya Rissa bimbang antara pergi dan tidak, tapi dorongan hatinya untuk pergi ke sana lebih kuat, jadi dia meminta asistennya yang suka ngurusin tiket perjalanan kalo Rissa mau jalan-jalan kemana-mana. Setelah menunggu di bandara Incheon, akhirnya pesawat yang ditunggunya muncul. Selama di pesawat, Rissa terus berpikir soal kode dan SMS itu, berkali-kali ia melihat Hpnya, sampe diomelin ama pramugari karena belum men-turn off ponselnya. Yeah, namanya aja penumpang Indonesia, mbak, hehehe… mohon dimaafkan yaa *kok author yang minta maaf ye?*
Setelah sampai di bandara Soekarno-Hatta, Rissa meminta supir pribadinya *iya dong, Rissa kan udah kaya sekarang :p* untuk membawa limusinnya ke Situ Patenggang. Meski heran dengan permintaan majikannya, supirnya itu menurut. Soalnya sebelum ini kan Rissa nggak pernah jalan-jalan ke tempat yang ada hubungannya ama cinta-cintaan. Paling banter dia ke tempat penelitian, pabrik nuklir, yaah tempat sejenisnya gitu deh *anehnya tetep jalan -,-*
Rissa turun dari limusinnya, rupanya ini Situ Patenggang, pikirnya dalam hati. Dia berjalan kayak orang nyasar di tempat itu, sampai dia melihat seorang cowok duduk di atas batu yang ada di Situ.
Cowok itu menoleh, seakan menyadari kedatangan Rissa dan Rissa tercekat melihat wajah didepannya.
Cho-Kyu-Hyun…?
Air mata mengaliri pipi gadis itu, antara terharu dan rindu, semuanya membuncah jadi satu.
“Kenapa kamu nggak mau nikah, Rissa?” kata bundanya Rissa.
”Pokoknya nggak, bunda!”
”Kamu kenapa bersikap aneh gini sih sejak kematian Donghae? Meski dia udah meninggal, tapi kamu tetep harus melanjutkan hidupmu, nak!”
”Aku nggak peduli! Pokoknya aku nggak mau nikah! Dan ini nggak ada hubungannya sama kematian Hae!”
”Apa ini karena Kyuhyun?”
Rissa bungkam.
”Kamu suka sama dia?”
”Kamu cinta sama dia?”
”Kamu mau tetep nungguin dia, karena… ya Allah, Rissa! Mungkin aja dia sudah menikah dan bahagia dengan orang lain!”
”Kenapa kamu seneng menyiksa diri kamu sendiri sih?”
Benar, Rissa menjawab kenangan itu dalam hatinya.
Benar, Rissa suka sama Kyuhyun, tidak, lebih dari itu… Rissa cinta Kyuhyun dan Rissa cinta Kyu karena Allah, oleh karena itu Rissa nggak peduli apakah Kyu sudah menikah atau belum, karena kalaupun emang iya, Rissa nggak akan benci pada namja itu. Cintanya tulus dan ikhlas sepenuhnya *aduh, author dalem banget ye bahasanya?* Rissa nggak tau apakah true love berlaku untuknya tapi baginya kali ini true love itu Kyu.
Kyu mendekati Rissa, ”Kamu yang SMS aku pake nomor Hae?” tanyanya. Ya Allah, Kyu ganteng banget, Rissa baru sadar *telat amat sih Ris? Author aja udah tau lama* meski usianya pasti sudah 36 tahun, tapi gantengnya nggak pudar *emang yee, kalo orang ganteng mau sampe kapanpun juga tetep ganteng :p*
”Nggak… bukan aku…” kata Rissa akhirnya, setelah ia berhenti mengagumi betapa gantengnya si Kyu.
”Aku yang SMS…” kata seorang yeoja yang sangat dikenal Rissa dan Kyu. Ahra!
Dan dia nggak sendirian, Ahra muncul bersama member SuJu yang lainnya, mereka semua ngumpul di Indonesia *author langsung tancap gas ke Situ Patenggang* perlahan tapi pasti, barisan itu bergerak berarak-arakan mendekati Rissa dan Kyu. Semuanya tersenyum, seolah-olah mereka baru turun dari surga dan mereka berhenti tepat didepan Kyu dan Rissa.
”Aku yang SMS kalian berdua dengan nomor Hae. Aku tau, kalau aku pakai nomor seseorang yang ada disini,” ia melambaikan tangannya ke arah member SuJu, ”nggak akan kalian muncul. Tapi kalian berdua sayang sama Hae (jadi yang lainnya kaga disayang ama Rissa en Kyu nih ceritanya?) tentu saja kalian akan pergi kesini dan tebakan aku benar, kan?”
”Apa maksud onni (Rissa)—noona (Kyu) dengan membawaku kesini?” tanya Rissa dan Kyu bersamaan. Dingin.
”Menikahlah…”
Keduanya terdiam.
”Apalagi yang kalian tunggu? Sudah 10 tahun kalian terus bersembunyi, menyembunyikan perasaan kalian sendiri. 10 taun itu nggak sebentar, Rissa, Kyu… kalian sudah menunggu terlalu lama.”
Rissa menundukkan kepalanya. Kyu menatap gadis itu.
”Kalian berdua masih belum menikah, itu karena kalian saling mengharapkan satu sama lain kan? Kalian terlalu takut untuk mengungkapkan perasaan kalian, makanya kalian hanya menunggu dan menunggu… kalian takut dengan perasaan kalian, dan sekarang kakak mohon, ikuti kata hati kalian.”
Ahra mengulurkan sebuah kotak kepada Kyu. Awalnya Kyu bimbang, lalu dengan mantap Kyu menerimanya dan menatap Rissa dalam-dalam sembari mengangkat wajahnya.
”Maukah… maukah kau menikah denganku?” *sontrek: oppadeul SuJu yang udah tuir pada nyanyi Marry U* *dikejar-kejar ama ELF*
Rissa menggigit bibirnya, air matanya menggenangi matanya *udah ah, Rissa kebanyakan nangis! Rissa: ini karena gue terharu, dodol!* lalu ia menganggukkan kepalanya.
Konon katanya *udah konon, katanya pula…tata bahasanya author ancur parah* pasangan yang bertemu di tempat itu akan berbahagia selamanya
THE END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s