You’re My Endless Love chapter. 3

Sepagian itu rusuh bener.
Itu komentar author saat bangun jam 5 *hei! Tokoh utamanya kan gue, kata Rissa* dengan wajah setengah mengantuk, Rissa digiring ke kamar mandi sambil membawa lulur, lotion, apa deh buat ngerawat kulit gitu, dan setelah selesai, ia digiring lagi *udah kayak sapi* ke kamar eommanya sambil dipakaikan gaun berwarna merah lembut yang sangat cantik dan… high heels! Rissa buru-buru protes sama eommanya, tapi eomma en appanya terus memaksanya, dan dengan wajah bete diapun menurut. Udah gitu, penderitaan Rissa masih belum berakhir. Dia masih harus dimake up dan belajar jalan pake heels 10 centi *astagfirullah, bisa nyeret kaki aja udah bersyukur* lalu setelah makan, Rissa berangkat ke rumahnya si Cho Kyu Hyun bersama ortunya. Berkali-kali emaknya mewanti-wantinya untuk bersikap manis, dan hanya dikomentari dengan dengusan Rissa. Bener-bener deh, entah apa yang akan menyambutnya entar.
Mobil berhenti di depan sebuah rumah yang sangaaaaatttt luas. Pernah nonton Romantic Princess ga? Nah, rumah ini rada seperti itu. Dengan pagar super tinggi dan halaman yang asri bin luas dari balik pagar itu, kesan ‘mahal’ adalah kata yang bagus untuk menggambarkan tempat itu. ‘Rumah’ sepertinya kata yang terlalu sederhana untuk bangunan mewah itu. Lalu setelah appanya Rissa berbicara di interkom dekat pagar, dengan ajaib pagar itu terbuka otomatis. Dan mobil pun melaju kedalamnya.
Rissa terkagum-kagum melihat tempat itu. Tempat itu lebih mirip Istana Versailes di Perancis dibandingkan sebangunan rumah di Korea *maksud lo?* habisnya, indah banget sih! Aish, author jadi ngiri sangat deh sama Rissa bisa dapet calon yang tajir gini *sirik mode on*
Mobil itu berhenti, kemudian pintu mobil dibuka dan Rissa keluar dengan wajah gugup. Didepannya ada lima orang berdiri dihadapannya sambil memasang senyum.
Well, kecuali satu orang.
Ada satu cowok yang malah asyik main PSP *you know lah siapa* seolah tak menyadari kedatangan Rissa dan kedua orangtuanya. Sementara cowok yang lain melangkah maju mendekati Rissa sembari mencium tangannya.
”Annyeonghaseyo, Rissa.” suaranya lembut dan terdengar sangat tertata. ”Naneun Cho Donghae imnida. Senang berkenalan denganmu,” ia tersenyum *ceritanya mas Hae itu hyungnya Kyu yayayaya??? Arraseo???* oh tidak, aku meleleh, aku meleleh… bisik Rissa dalam hati. Dia nggak tau siapa cowok ganteng nan menawan itu, tapi yang pasti dia langsung jatuh cinta sama cowok itu. Donghae terus memasang wajah gantengnya *iyalah, emang mukanya bisa dikemanain lagi coba?* dan ia terus tersenyum menawan.
Sementara Rissa hanya bengong.
”Kyu Hyun,” panggil ibunya dengan nada mengancam. Kemudian Ahra mencubit lengannya untuk memperingatkannya.
”Iya, iya…” kata Kyu sambil mematikan PSPnya dan menyerahkannya pada laki-laki yang membawa nampan. Kyu melangkah mendekati Rissa dan… oh, gila! Tercium aroma aftershave *author ga tau loh itu wanginya kayak gimana, tapi biasanya orang ganteng pake parfum itu :p* dari cowok ganteng itu. Rissa mulai sesak napas, tapi ia berusaha tampil se-cool mungkin dan cowok itu tersenyum, bukan senyum ganteng, tapi lebih ke evil smile. Ha! Cewek itu mulai runtuh pertahanannya. Kyu cukup tau tipe-tipe cewek yang terpesona kepadanya hanya dengan melihatnya datang, cewek itu pasti mudah saja takluk. Dan ini keahliannya.
”Annyeong, miina…” cukup dengan dua kata itu Rissa mulai megap-megap kehabisan napas *lebeh* Rissa harus mundur selangkah untuk menghindari aura Kyu yang sangat, sangat mengancam. Bahkan untuk cewek yang nggak kenal Kyu sama sekali kaya Rissa *jadi bisa bayangkan seperti apa Kyu kalo udah mulai merayu cewek?*
Tapi… tar dulu, tar dulu. Mundur dulu bentar, kayaknya gue kenal sama cowok ini… dimana ya?
Heh? Nih cewek ga asing buat gue, pikir Kyu. Kemudian keduanya sadar pada saat yang sama. ”Jadi lo…” ujar mereka bersamaan sambil saling beradu telunjuk. Saling menunjuk lawan bicaranya *maksudnya Kyu nunjuk Rissa dan Rissa nunjuk Kyu, begituuu*
“Kalian udah saling kenal?” tanya eommanya Kyu dan Rissa bersamaan.
“Ne!” jawab Kyu dan Rissa bersamaan. ”Dia hampir nabrak aku, eomma!” kata Rissa keras. Ibunya mengangkat alis mendengar pengakuan Rissa.
”Mwoya?” tanya ibunya Kyu kaget, apalagi appanya. Rissa menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan.
”Enak aja nyalahin orang!” seru Kyu. ”Dianya aja yang kalo jalan nggak liat-liat!”
”Tapi itu kan karena kamu ngebut! Coba kalo ngga? Nggak bakal kan belanjaanku jatoh?”
”Yee, itu mah lonya aja yang dodol…”
”Apa?”
”Sudah, sudah…” ujar Donghae dengan nada melerai. ”Kyu jangan berantem lagi ah! Norak tahu!”
”Tapi hyung…”
”Lagipula,” Ahra memotong ucapan Kyu. ”Benar kata Rissa, mungkin itu karena kau tidak memelankan mobilmu.”
”Kok noona bela dia sih?” protes Kyu, ”Emang saengnya noona sape? Gue ato die?” lanjutnya sembari menunjuk Rissa.
”Kyu, mulai besok kau dilarang pakai mobil.” ucap appanya Kyu.
”Mwo? Andwae, itu kan bukan salahku, appa! Plis dong, aish, terus gimana aku bisa ke tempat kerja kalo nggak pake mobil?”
”Kamu bisa barengan sama Hae kan? Benar kan Hae?” kata eomma Kyu sembari menatap Hae. Hae hanya mengangguk kalem.
”Oke, oke… sudahlah, aku tidak apa-apa kok. Tenang saja.” ujar Rissa dengan nada riang.
”Ah, tidak mungkin, Rissa!” tukas Ahra. ”Kamu pasti kenapa-napa, misalnya luka? Atau kamu dibentak-bentak sama Kyu? Dengar ya, dia itu anaknya nyolot, udah gitu nggak mau kalah, hidup lagi! Haah, aku jadi kakaknya saja sudah capek banget, apalagi kalau nanti kamu jadi istrinya. Sudah, kamu pilih Hae saja, Hae jauh lebih dewasa daripada Kyu lho!” *promosi ya?*
Rissa menaikkan alisnya, ”Maksud kakak apa? Pilih? Maksudnya?”
”Jadi kamu nggak tahu kalo calon tunangan kamu dua orang?”
”Apaaa???”

Rissa POV
Oke, aku tau dunia gila. Mereka semua gila. Aku nggak mau ikut-ikutan. Aku Swiss, aku netral, apa lagi ya *mikir apa sih lo, Ris?*
Calon suamiku dua orang?
Dan yang lebih penting lagi, si cowok menjengkelkan itu juga termasuk! Ada apa sih dengan mereka semua? Kenapa memutuskan untuk menjodohkanku dengan dua orang cowok? Oke, harus kuakui, emang mereka ganteng dan kaya, tapi masa aku harus menjalani poliandri? Ah, ogeng! Ini pasti ada kesalahan.
“Kamu dengar, Ris?”
Aku yang sedari tadi diam sembari mereguk minuman yang disediakan langsung tersedak mendengar pertanyaan Ahra eonni. Buru-buru Donghae (yang duduk disampingku) mengambilkan air mineral dan menyerahkannya padaku, “Gomawo.” Bisikku. Donghae menganggukkan kepalanya.
“Ma-maaf…” ujarku dengan mata berair. “Mmm, apa yang eonni katakan barusan?”
“Aku tanya, apa kamu tahu bahwa kamu dijodohkan dengan dua orang?”
Aku menggelengkan kepala.
“Begini, Rissa…” ujar eomma Kyu dan Hae. ”Sebenarnya perjodohan ini hanya dilakukan karena nenekmu dan kakeknya Ahra ini saling jatuh cinta. Namun, karena cinta mereka berdua tidak dapat bersatu, maka mereka berniat menikahkan cucu mereka. Namun masalahnya, aku memiliki dua orang putra dan aku tidak tahu yang mana yang tepat untukmu. Jadi, untuk sementara kau bertunangan dengan mereka.”
Tadinya aku berniat berkata, ”Itu tidak adil! Tidak bertanggung jawab!” jadi sebagai ganti cinta yang nggak kesampean itu, aku yang jadi korbannya? Sial.
”La-lalu… aku harus menikah dengan keduanya?”
”Jangan harap,” desis Kyu. Aku mendelik kearahnya, sapa juga yang mau nikah sama kamu? Hanya orang gila yang mau nikah sama cowok menyebalkan macam dia *Rissa dihajar sparKYU*
”Oh, tentu saja tidak. Kau harus memilih salah satu. Aku sih berharap kau mau menikah dengan Kyu Hyun, agar bisa mendewasakannya.” (apa? Aku menikah dengan si cowok nyebelin itu? Jangan harap! pikir Rissa)
”Lalu aku bagaimana, eomma?” tanya Hae dengan wajah tak percaya.
”Kau itu urusan belakangan.” tukas eommanya. ”Kenapa tiba-tiba kau jadi tertarik dengan perjodohan ini?” lanjut eommanya heran.
”Karena aku suka dengan Rissa.” jawab Hae.
Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut mendengar ucapannya. Termasuk aku.

Donghae terlihat serius dengan ucapannya, bahkan Kyu Hyun saja memandang hyungnya dengan tatapan tak percaya. Awalnya Rissa meragukan ucapannya, tapi rasanya mustahil, karena walau sekelebat—Rissa bersumpah bahwa dia melihat kilat kepercayadirian bersinar di bola matanya. Mustahil meragukannya.
”Lalu… bagaimana Rissa? Apa kau bersedia?”
”Wah, kalau gitu itu mempercepat!” kata Kyu girang. Ia menepukkan tangannya ke bahu hyungnya dengan gembira, ”Aku tidak perlu ikut acara perjodohan ini kan? Baik, aku cabut dulu ya?”
”Tunggu!” ujar Ahra eonni. ”Kita tidak bisa memutuskan begitu saja. Walaupun Hae bersedia menikah dengan Rissa, tapi bagaimanapun juga Hae adalah orang asing baginya. Di dalam hatinya tentu belum tumbuh perasaan cinta,” *aduh, author malu pisan nulis bagian ini >///
”Seperti apa misalnya?” tanya Kyu sarkatis. ”Tidur bersama?”
”Ani, ani! Kalau itu aku tidak mau!” ujar Rissa, wajahnya merah padam dan entah kenapa Kyu merasakan sesuatu yang aneh menyusup masuk kedalam hatinya saat melihat wajah Rissa. Aish, aku sudah tidak waras, ujar Kyu dalam hati.
”Tentu saja tidak.” jawab Ahra menenangkan Rissa. ”Aku pernah baca di buku, kelihatannya kalian harus melakukan beberapa tahapan. Seperti… mmm….”
Semua wajah yang ada di ruangan itu menunggu jawaban Ahra.
Satu menit berlalu…
Lima menit…
Sepuluh menit…
Lima belas menit…
Dua puluh lima menit…
Tiga puluh…
”Ayolah, noona! Cepat katakan! Jangan bikin aku lumutan disini deh!” seru Kyu Hyun tak sabar.
”Kyu, jadi kamu mau dengar? Kalau tidak kan kamu bisa keluar.” kata Hae jahil.
”Siapa… siapa juga yang mau dengar!” tukas Kyu, ”Aku hanya penasaran saja kok!”
Ahra mendesah, ”Mungkin ini konyol, tapi…”
”Katakan saja Ahra.” kata Hae tegas. Senyum terkembang di bibir Ahra, ”Jadi kamu mau melakukannya, Hae oppa?”
”Apapun, asalkan aku bisa menikah dengannya.” jawab Hae serius sambil menoleh ke arah Rissa *ya ampun Hae, author mulai megap-megap. Oksigen, mana oksigen???*
”Oke, yang harus kalian bertiga lakukan adalah…” (aku juga? tanya Kyu tak percaya)
”Berciuman.”
Kyu Hyun dan Rissa terbelalak di saat yang sama.

Rissa terus menganga hingga tak sadar ada seekor lalat masuk.
”Ohok, ohok…” ia terbatuk-batuk berusaha mengeluarkan lalat itu. Eh, bukan, bukan gitu ceritanya *keplak! Dihajar readers*
Kyu dan Rissa bertatapan, kemudian saling mengernyit jijik dan membuang muka. Kemudian Rissa menoleh ke Donghae, cowok itu tersenyum. Ya ampun, oksigen… oksigeeeeen *kok jadi author yang heboh sih?* gini nih kalo lagi dalam masa puber *what? Umur segitu masih ngaku-ngaku puber?* disenyumin dikit aja ama cowok ganteng, langsung deh melayang.
Kamu masih anak sekolaaahhh
Satu es em aaa
Belum tepat tuk begini, begituuuu
Lagunya sape tuh? Pas jadi sontrek *pas apanya? Rissa udah 21 juga! protes readers*
”Gimana?” Ahra menyilangkan kakinya yang langsing itu dengan puas. Nah, sekarang nggak ada yang bisa menyahut kan, pikir gadis itu girang.
”Ahra, apa ini nggak berlebihan?” tanya eommanya Rissa. ”Bagaimanapun, mereka kan bukan muhrim dan… rasanya nggak etis kalau mereka berciuman, apalagi mereka kan belum menikah.”
”Tidak apa-apa kan?” Ahra tersenyum memikat, ”Toh nantinya mereka—salah satu dari Kyu atau Hae—akan menikahi Rissa. Jadi, tidak ada yang rugi kan?”
Aku yang rugi!!! jerit Rissa dalam hati. Masalahnya, ini kan ciuman pertamaku!! Huaaa… rasanya mau nangis guling-guling *Rissa mulai kumat gilanya*
”Jadi,” Ahra menepukkan kedua tangannya dengan riang, ”Siapakah yang akan mencium Rissa pertama?” ia menoleh penuh harap ke arah Hae dan Kyu.
Hae dan Kyu bertukar pandang. Kemudian Kyu menyilakan tangannya ke arah Hae, ”Silakan, kau duluan saja.” sambil tersenyum ala pangeran *huaaaah, pasti ganteng banget deh* *author mulai mimisan… sirih, sirih, mana sirih? Keplak!*
Hae menatap Kyu, ”Kau serius tidak mau duluan, Kyu?”
Kyu menatap tak percaya hyungnya, ”Duluan? Kau bercanda, hyung! Tidak, terima kasih. Untuk menikahinya saja aku tak mau, apalagi menciumnya!”
Ahra dan ibunya memelototi Kyu.
Hae masih bimbang, ”Apalagi yang kautunggu, oppa?” tanya Ahra bingung. ”Bukannya oppa bilang akan melakukan apa saja asalkan bisa menikahi Rissa?”
Aseli, di sini Rissa bener-bener nggak nyangka kalo Hae serius. Soalnya kan dia nggak ngerasa kalo dia itu cantik gitu loh! Coba aja liat Rissa waktu SMA, nggak akan ada yang nyangka kalo Rissa yang sekarang udah beda banget! Bukannya Rissa oplas, tapi penampilannya beda banget deh. Yah, meskipun masih sama sok polos, narsis, ge-eran *klop sama si Kyu* tapi sekarang Rissa jauh lebih cantik. Meskipun masih sama cerdas (sangat cerdas malah) tapi Rissa udah nggak pake kacamata ala Betty La Vea lagi. Dia menjalani operasi Lasik. Tau kan? Operasi mata biar minusnya berkurang. Nah, sejak itu Rissa jadi lumayan cantik. Tapi dia nggak pernah ngerasa cantik tuh sampe denger kata-kata Hae bahwa dia rela melakukan apa saja asal bisa kawin sama Rissa.
Aduuuh, intinya Hae kan ganteng buanget gitu loh! Masa sih Rissa yang biasa-biasa aja kawin sama Hae? Wuaduh, ELFishy bisa ngamuk tuh. Bisa-bisa Rissa disantet lagi sama mereka *kabur aja, Ris! saran author*
”Apa kamu bersedia, Rissa?” tanya Hae lembut.
”Hah? Mmm…” Rissa menggigit bibirnya panik, bimbang.
”Kalau kamu tidak mau, well, tidak apa-apa kok.” bujuk Hae.
Rissa makin panik. Bukannya dia nggak mau, tapi masalahnya kan… aduuh, ini masalah pelik banget *apa sih Ris?* masalahnya… masalahnya… dia masih suka sama dia. Dia yang dulu merawatnya. Dia yang dulu selalu tertawa padanya.
Dia yang mencuri ciuman pertamanya (tapi Rissa nggak pernah menganggap itu ciuman, karena dia yang seenaknya menyerangnya *jiaaaah, bahasanya*).
”Cepet dong!” seru Kyu keblingsetan saking betenya.
”Kalo gitu, kamu aja yang cium dia, Kyu!” bentak Ahra. Kyu mendelikkan matanya ke arah noonanya *jahat banget ya Ahra sama Kyu??* ”Oke.” jawabnya (dan membuat semua orang terkejut) kemudian setelah menghela napas panjang, ia menghampiri Rissa yang masih duduk diam dan menarik tangannya, lalu…
Rissa terkejut, beneran, dia kaget banget. Wajahnya ampe merah padam kayak tomat busuk saking kaget, bingung, wuah, campur aduh deh udah kayak es cendol campur sari > kemudian Kyu menoleh ke arah audience, ”Sudah kan? Aku pergi,” katanya sambil menyampirkan jas ke bahu, kemudian meninggalkan ruangan itu.
Rissa nggak sempat berpikir lagi, karena otaknya masih belum terkoneksi *lu kata internet?* dengan benar. Nah, pas banget dia lagi bengong gitu, Hae malah mendekatinya, kemudian meraih dagunya. ”Saat ini mungkin aku yang kedua…” gumamnya, ”Tapi di akhir pertandingan, akulah yang akan menang.” katanya penuh tekad sebelum kemudian menekankan bibirnya ke bibir Rissa. *selanjutnya author ga tau, karena nggak berpengalaman soal romantis2an*curcol gaje* dan ga bisa bayangin, mian readers ^^*
Yap, setelah melakukan ’kejahatan’ itu, Hae tidak seperti Kyu yang melarikan diri. Dia menatap Rissa. Ya ampuuuunnn, dia (Rissa maksudnye) membeku!! Wajar sih, dicium sama dua namja *author mah udah nuntut minta kisseu lagi :p* *dibakar sparKYU ama ELFishy* wajahnya beneran kosong! Bahkan waktu Ahra dan Hae memanggil-manggil namanya, dia nggak ngerespon!
Akhirnya, pertemuan itu berakhir dengan kekacauan yang amat sangat kacau *apa sih?*
-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s