[FF] JEWEL OF DESTINY CHAPTER 12

Setelah melalui beberapa penolakan dari Kyuhyun (yang emosian dan benar kan tebakanku, dia berniat menendangku keluar dari pesawat. Saved by the stewardess, she told us kalau pesawat akan lepas landas dan dengan amat sangat terpaksa, Kyuhyun duduk disebelahku dengan wajah bete).

Aku nyengir puas melihatnya berwajah sebal begitu. Aku memandanginya, “Kyu… see? Everything’s gonna be alright. Kamu berlebihan sih, padahal semua sudah dipersiapkan dengan sem.pur.na.” kutekankan kata terakhirku. Tapi tetap saja Kyuhyun tidak terlihat puas. Dia malah mendengus kesal. “Pantas… rasanya barusan aku kenal topi lebarmu itu. Ternyata firasatku benar…” gumamnya cukup keras untuk terdengar olehku.

Dari kursi depan, Sungmin melongokkan kepalanya. “Sudahlah Kyu, apa salahnya sih pulang ke rumah mertua berdua sama istri?”

Kyuhyun melotot, “Mertua?” geramnya.

Sungmin mengangguk. “Indonesia kan negaranya mertua kamu, kamu gimana sih…”

Mata Kyu menyipit, “Hyung ikut merencanakan ini ya?” tebaknya correctly.

Sungmin melihat ke arah lain, “Bagaimana yaa~~” senandungnya, kemudian dia balik duduk, tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Kyu menghempaskan punggungnya ke bangku, “As I thought…” keluhnya. Dia memijit keningnya. Aku memperhatikan gerak-geriknya dengan seksama. Kemudian pandanganku berpindah pada kak Donghae yang duduk diseberang tempat dudukku. Wajahnya terlihat berkonsentrasi pada buku yang dibacanya. Dia tidak menyadari kalau aku memperhatinya, tentu saja. Pandangannya benar-benar fokus dan ucapan Kyuhyun, entah kapan, terlintas dibenakku. Soal… kak Donghae yang masih menyukaiku. Apa itu benar?

“… dia dimana?” suara Kyuhyun membuyarkan lamunanku. Aku langsung mengalihkan pandanganku dan melihatnya sedang berbicara pada seorang pria.

“Dia akan menyusul beberapa saat lagi.”

“Benar? Dia akan menjadi model MV kami?” Kyuhyun bertanya lagi kepada pria itu. Dan pria itu mengangguk.

“Oke.” angguk Kyuhyun, kemudian pria itu meninggalkannya.

Model… MV?

“MV Sunflower nanti pake model?” tanyaku heran.

Kyuhyun menatapku sinis, “Apa urusanmu?”

“Tentu saja ada! Aku juga akan lihat pembuatan MV itu tahu!” kataku menaikkan volume suaraku.

Mata Kyuhyun melotot, death glare. “APA?!” dia memelankan suaranya, namun nadanya terdengar mematikan. “Siapa yang ngizinin kamu liat?”

Everybody.” Aku menjawab tegas. Tiba-tiba aku mengerti mengapa dia tidak mengizinkanku melihatnya membuat MV. “Ah~ apa ada alasan tertentu kenapa aku nggak boleh liat? Seperti… model MV itu?” tebakku.

Nah kan, sekarang wajah seramnya berubah panik. “Bukan begitu!”

“Kalo bukan terus apa? There must be a reason.

“Kamu berlebihan, Rin. Just believe in me.

“Gimana bisa aku percaya? Kamu aja nyembunyiin fakta kalo kamu skinship sama yeoja lain! Di WGM dan sekarang drama musikal! Terus apa lagi? Sekarang di MV ini?!” amarahku meledak karena tidak terima terus-terusan dibohongi olehnya.

“Kamu ini berisik.”

“Biarin!!!” jeritku agak keras. Aku mendengus, kemudian dengan kesal aku melengos ke jendela pesawat.

“Ya udah!” suara Kyuhyun terdengar emosi juga, dan beberapa menit kemudian aku menoleh sedikit dan melihat Kyuhyun menghilang dari tempatnya duduk. Karena aku masih kesal, maka aku biarkan saja dia. Huh… nappeun namja! Aku melipat tanganku dan kembali mendengus.

“Rin…” aku mendengar namaku dipanggil, maka aku menoleh dan bola mataku melebar melihat kak Donghae duduk disampingku.

“Kak Hae?” panggilku tidak percaya. Mendadak jantungku berdebar-debar. Aduh… “Kenapa kakak ke sini?”

Mata kak Hae terlihat mencari-cari, kemudian dengan wajah polos dia bertanya ke arahku, “Mana si setan itu? Kok kamu ditinggal?”

Aku mendengus kemudian tertawa kecil mendengar pertanyaannya. “Nggak tau! Nggak mau tau juga!”

“Lagi marahan ya?”

Aku terdiam, hanya memainkan ujung kemeja yang kukenakan untuk menyibukkan diri.

“Padahal aku sudah bilang padanya untuk tidak membuatmu marah…” kata kak Hae pelan. “Kamu ingat kan? Waktu pernikahan kamu itu…”

“Kakak…” aku berkata pelan, kemudian menoleh sedikit. Entah seperti apa ekspresi wajahku saat ini.

“Kamu sedih.” ujar kak Hae. Itu bukan pertanyaan, namun sebuah pernyataan yang menggambarkan keadaanku sekarang ini.

“Sudahlah kak, aku sedih atau nggak juga nggak ada pengaruhnya. Tolong kak, jangan buat kondisiku lebih sulit.”

“Kondisi apa tepatnya?” tanya kak Hae tajam. “Aku sudah bilang kan? Kyuhyun bukan orang yang tepat untukmu. Tapi kenapa kamu masih bertahan dengannya?”

Aku memejamkan mataku sebentar, “Jangan tanya aku, kak… aku sendiri nggak ngerti! Aku… aku nggak tahan, tapi… entahlah…” kuhela napasku sebentar. “Kurasa ini karena aku… yakin.” Aneh sekali. Aku mengucapkan kata yakin, tapi kenapa nada suaraku terdengar tidak yakin?

“Bukan…” kak Hae menggelengkan kepalanya. “Itu bukan yakin, aku tahu. Kamu hanya menipu dirimu sendiri, Rin. Kamu tahu kalau kamu sudah nggak bisa bersama Kyu, tapi kamu membohongi dirimu sendiri. Kamu masih sama, masih suka menyiksa dirimu sendiri.”

Lagi-lagi itu… ucapan seolah-olah dia mengenalku. “Aku tidak suka berkata kasar, tapi kakak tidak tahu apapun tentang aku. Jadi, berhentilah bersikap seolah-olah kakak mengetahui siapa aku.”

Unfortunately, I know you more than yourself did.” kata Kak Hae singkat, sebelum akhirnya kembali ke tempat duduknya dengan tatapan tajam, seolah menusukku. Aku langsung membuang muka, pura-pura tidak melihatnya.

Setelah kak Hae pergi, Kyuhyun muncul. Mukanya datar, mungkin dia tidak melihat saat kak Hae ke tempatnya. Melihat kursi disebelahku ini baru saja diduduki oleh dua orang pria yang berbeda sangat menggelikan. Tapi aku tidak mampu tertawa. Terutama setelah apa yang kak Hae katakan barusan. Aku memijit pelipisku yang pening. Apa maksudnya barusan? Aku tidak mengerti sama sekali. Itu seperti petunjuk, petunjuk apa? Apa benar… kami saling mengenal sebelumnya? Aku harus bertanya pada kak Kurnia, aku berjanji dalam hati akan menanyainya. Tanpa sadar, aku sudah menguap dan rasa kantuk menguasai diriku. Perlahan-lahan, karena capek, aku pun memejamkan mata, tidur.

Dear passengers, in a few minutes we will arrived and landed in Juanda International Airport of Indonesia. Please straighten your seat and fasten your seatbelt. Please be sure to take all of your belongings.”

Suara pengumuman dari pengeras suara pesawat perlahan membangunkanku dari tidurku. Kulirik jam, sudah jam 9 pagi waktu Indonesia. Aku tidur cukup lama tadi, dan begitu bangun rasanya segar sekali. Mungkin karena belakangan ini tidurku tidak pernah tuntas.

Kulirik manusia disebelahku, yeeeh… dia masih saja tertidur dengan pulasnya. Mana earphone-nya nggak dilepas lagi! Dasar!

“Kyuhyun!” panggilku. Aku melepas paksa earphonenya.

“Nggghh…” Kyuhyun menggeliat, berusaha meraih earphonenya, namun kujauhkan dari jangkauannya. Dia menggumam sebentar, kemudian langsung pulas lagi!

“Kyuhyun!!!” seruku gemas. “Bangun, raja malas! Kita sudah sampai, tahu!”

“Eung…” cowok itu perlahan membuka mata. Kemudian menatapku sok polos.

I knew you already wake up.” Aku berkata sinis sambil berdiri dan mengambil barang-barang dari bagasi. Cowok itu meregangkan tubuhnya, “Kamu masih aja sinis.” komentarnya.

“Tutup mulut!” sungutku. “Aku lagi nggak mau berantem sama orang bodoh di tanah kelahiranku.”

Well then, kenapa kamu ngotot buat satu pesawat sama aku kalo gitu? Sekarang siapa yang bodoh?” tanya Kyuhyun setelah mengimbangi langkahku yang lebih cepat darinya. Tanpa menunggu jawaban dariku, dia sudah berjalan duluan.

Aku merutukinya sebal, dia benar-benar menyebalkan! Sementara aku menggerutu dalam hati, tiba-tiba sebuah tepukan mendarat di bahuku, aku menoleh dan melihat wajah kak Sungmin yang tersenyum begitu baik kepadaku.

“Biarpun sebal begitu, kamu masih perhatian ya sama Kyu. Kamu tahu kan Kyu nggak pernah bermaksud untuk bicara seperti itu?” ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya dan menunjukkan senyum separonya yang sangat jarang ia tunjukkan di muka umum. Kemudian dia kembali menepuk bahuku dan berjalan mendahuluiku.

“Hyung, cepat!” teriak Kyuhyun. Dia berkacak pinggang di depan pintu kedatangan dengan wajah sebal.

“Iya, Kyu… tunggu.” kata Sungmin sabar, ia mempercepat jalannya dan menghampiri Kyuhyun.

Ketika rombongan Super Junior memasuki bandara Juanda, tidak ada satupun fans yang muncul. Hal ini agak aneh bagi Kyuhyun yang terbiasa mendengar jeritan cewek di setiap kedatangannya. Tapi kenapa sekarang berbeda? Apa mereka salah turun? Tapi… tidak ada yang terlihat salah.

“Hyung…” Kyuhyun menoleh, namun yang dilihatnya adalah Shin Hyun Rin yang sedang memainkan iPhonenya. Dia menoleh ke arah lain, namun semua orang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Kyuhyun mendengus sebal.

Aku mendengar suara dengusannya, kemudian mengangkat kepalaku. “Kenapa?”

Kyuhyun nggak langsung jawab pertanyaanku. Baru setelah beberapa saat kemudian, dia bersuara, “Kamu yakin kita nggak salah mendarat?”

“Nggak kok.” Aku menjawab bingung. “Memangnya kenapa?”

“Memangnya kamu nggak ngerasa aneh? Ada bintang Hallyu terkenal sedunia muncul di bandara, tapi tidak satu orangpun yang muncul dan meneriakkan namaku. Tunggu, aku tidak mengalami teleportasi kan?”

Aku terkikik geli mendengar kalimat terakhirnya, “Ya nggak lah, Kyu. Imajinatif bener kamu jadi orang. Kita emang udah nyampe Indonesia, cuman kita nggak ke Jakarta buat konser dulu.”

“Hah?” Kyuhyun melongo parah. “Kenapa?”

Aku balik merasa heran, “Memangnya kamu nggak tahu kenapa kamu berangkat ke Indonesia hari gini? Maksudku, biasanya kan kalian muncul ke negara tujuan sehari sebelum konser. Nah ini, dua hari sebelumnya.”

Cowok itu berpikir keras, kami berhenti di depan parkir sambil menunggu mobil jemputan untuk staf Super Junior dan para member dan aku juga, tentu saja. “Aku nggak pernah mikirin sih, emangnya ada apa sih?”

Aku menatapnya heran, Jadi dia benar-benar nggak tahu? Kelewatan nih anak. “Kamu syuting MV dulu tahu.”

“Hah?” kembali Kyuhyun melongo. Udah berapa kali dia melongo? Masa sih orang secerdas dia nggak punya logika soal keadaan seperti ini? “Syuting MV di… sini?”

“Iyup!” aku menjawab riang. “Bosen kali tempatnya itu-itu aja! Makanya sekarang mumpung konser, mending sambil buat MV juga! Nah, aku sudah menemukan tempat yang tepat untuk itu!”

“Kamu?”

“Iyap! Ini adalah bandara Juanda, letaknya di Surabaya. Sekarang kita akan menuju Trenggalek, tepatnya Watulimo. Di sana ada sebuah pantai, namanya pantai pasir putih. Konsep MV ini tentang cowok yang bertemu dengan cewek di pantai yang selalu berhubungan dengan bunga matahari, kayak megang bunga matahari, terus pakai mahkota rangkaian bunga matahari, macem-macem deh! Pokoknya konsepnya keren dan romantis banget! Nggak kalah sama MV No Other waktu itu!” ucapku penuh semangat. Aku gembira sekali saat mendengar bahwa Sunflower yang menjadi lagu pilihan. Tadinya sih mau Be My Girl aja, tapi kalo lagu yang itu berarti sosok ceweknya mesti keliatan. Kalo keliatan, nanti bisa ada bashing. Kan bahaya, makanya konsep MV di sini, ceweknya nggak diliatin wajahnya secara keseluruhan. Jadi nggak ada yang tahu siapa yang jadi model di sini.

“Jadi kamu tahu banyak ya soal MV ini, more than me, the singer.” Kata Kyuhyun membuyarkan lamunanku. Aku menatapnya dan kulihat Kyuhyun balas menatapku dengan mata menyipit dan tangan dilipat. Oh, oh… dia mulai bete.

“EH… ini kan ngambil lokasinya di negara aku, Kyu. Jadi, yaa… wajarlah kalo aku juga tahu kayak gimana MV-nya.” kataku mencari-cari alasan.

“Tetep aja!” dengan wajah semakin bete Kyuhyun membalas. “Kamu itu orang luar! Kamu nggak bisa seenaknya ikut campur, tahu!”

“Kyuhyun…” Sungmin yang ada disebelahnya merasa jengah dengan ucapan Kyu. “Sudahlah, jangan kekanak-kanakkan gitu deh.”

“Aku nggak begitu, hyung!” bantah Kyu cepat. Dia menatap hyungnya dengan mata disipitkan. “Aku hanya nggak suka Rin ikut andil dalam pembuatan MV ini. Dia bukan staf, dia bukan siapa-siapa!”

“Bukan siapa-siapa?” dengan wajah terluka aku mengulang ucapannya. “Jadi… selama ini kamu menganggap aku seperti itu?” tanyaku.

Kyuhyun menoleh menghadapku. Sadar bahwa ucapannya baru saja melukai perasaanku, tiba-tiba dia mulai merasa bersalah. “Bukan begitu, Rin…”

“Udah, terserah kamu aja!” aku membuang muka. “Emang benar, emang sebaiknya aku nggak ikut campur…”

“Aduh, kalian ini…” dengan wajah bingung Leeteuk ikut angkat bicara. “Berantem lagi? Kalian ini nggak bosen apa berantem terus? Inget, Kyu, kita bukan di negara sendiri ini.”

“Terus?” merasa diacuhkan olehku, sekarang sikap sarkatis Kyu kumat. “Masalah gitu buat aku? Toh aku nggak melakukan hal yang merugikan negara, kecuali untuk gadis cerewet yang kelewat pengin tahu disebelahku ini.”

Aku menahan emosiku mendengar ejekannya.

“Kyuhyun!” seru Leeteuk memperingatkan. “Bersikap baik kenapa sih sama cewek, apalagi dia istri kamu sendiri.”

“Nggak tahu ah!” sambil menghempaskan punggungnya ke sofa mobil Kyuhyun menyudahi perdebatan ini. Dia memasang headphone-nya dan kembali bersikap apatis.

****

“Yak, lampunya di sini!”

“Ini di sini!”

“Oh ya, nanti…”

“Posisinya begini, peluk dia!”

“Usahakan untuk…”

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang ke pantai pasir putih ini, akhirnya persiapan syuting MV dimulai. Para member Super Junior sudah menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka dan mendengarkan PD-nim menjelaskan konsep MV. Aku duduk di sebuah batang pohon yang telah mati sambil mengamati kerja semua staf dengan wajah bosan. Karena ini di pantai, aku memutuskan untuk memakai topi lebarku. Agak norak sih, keliatannya sok ngartis gimana gitu. Tapi lebih baik begini daripada nanti ada yang mengenali wajahku dan mengaitkannya dengan Super Junior yang juga ada di sini. Kan bahaya kalau sampai jadi berita, ckckck…

“APA?!” tiba-tiba suara teriakan dari arah kerumunan staf membuyarkan lamunanku. Semua orang terlihat cemas, terutama member Super Junior itu sendiri. Karena penasaran, aku pun mendekati kerumunan itu. Kucolek bahu kak Siwon, dia menoleh sebentar, kemudian balik menatap si sumber suara. Sang penulis naskah.

“Seo Miinah-ssi tidak bisa datang ke sini? Lalu tadi siapa yang bilang kalau dia sudah di pesawat barusan?!” tanya wanita berambut gelap pendek itu dengan wajah cemas.

“Katanya sih ada perubahan jadwal, dia mendadak pusing. Jadinya…” salah satu staf junior menjawab pertanyaan si penulis naskah dengan takut-takut.

“Lalu bagaimana sekarang? Tidak ada model?”

“Tidak apa-apa kan? Lagipula biasanya juga nggak pakai model.” kata Shindong tenang.

“Tidak bisa!” seru si penulis naskah ngotot. “Konsep ini harus ada pemeran wanitanya! Kalau tidak ada, tidak ada jalan ceritanya. MV ini pasti akan aneh dan pasti akan anjlok begitu masuk YouTube! Tidak bisa, tidak! Harus ada pemeran wanitanya!”

Kerumunan itu mendadak bergumam tidak jelas, aku menatap wajah-wajah itu dengan tidak mengerti. Aku tidak sadar bahwa sedari tadi kak Siwon memperhatikan gerak-gerikku dan tiba-tiba dia merangkulku.

Si penulis naskah melihat tindakan kak Siwon, dia pun bertanya, “Siwon-ssi, apa yang anda lakukan?”

Siwon nyengir lebar. Kelihatannya dia punya rencana jahat dan sepertinya aku dimasukkan didalamnya.

“Kita gunakan Rin saja, bagaimana?”

“HAAAHHH???”

“RIN jadi model pengganti?” Kyuhyun membalikkan tubuhnya dari polesan make up sang make up artist. Wajahnya terlihat sangat terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh Seunghwan.

“Apa-apaan ini?” dengan langkah terburu-buru ia keluar dari kemah, matanya mencari-cari sosok Rin, namun nihil. “Kemana itu anak?!”

“Nyari siapa Kyu?” tanya Ryeowook tiba-tiba muncul. Di sampingnya, Yesung memakan es krim dengan wajah sok polos. “Hyung! Kita kan mau syuting! Jangan makan es krim dulu dong!” tegur Ryeowook cemas.

Yesung nyengir, “Nggak apa kok. Dikiiiit aja!” katanya ngeles.

“Hyuungg~~ nanti kalo nyanyi susah nyampe nada ting—”

“Masa bodoh!” dengan keras Kyuhyun membentak duo YeWook itu, membuat keduanya mundur teratur. Kyuhyun mengeluarkan death glarenya dan bertanya, “Dimana Shin Hyun Rin?”

“D-di sana…” dengan gugup Ryeowook menunjuk sebuah tenda yang lain. Tanpa babibu, Kyuhyun langsung mendatangi kemah itu dengan langkah lebar. Begitu sampai pada jarak dua meter dari tenda itu, Sungmin dan Siwon langsung menghadang Kyuhyun.

“Hyung!” seru Kyuhyun kaget. Sungmin nyengir, “Kyu, kamu tenang aja di sana oke?” katanya manis.

Mata Kyuhyun menyipit. “Hyung ngapain si Rin? Udah minggir sana.”

Sungmin masih tersenyum, “Kamu diem dulu aja Kyu, oke? Nanti juga kamu—”

“APA-APAAN INI?!”

???

Mendengar suara jeritan itu, Sungmin menghentikan ucapannya. Bukan hanya dia, member Super Junior yang lain malah kaget mendengar suara kenceng itu. Suara cewek yang kedengarannya ngeri. Sudah pasti itu suaranya Rin, tapi itu cewek emang kenapa?

“Rin!” seru Kyuhyun sambil menyentakkan tirai tenda lebar-lebar, kemudian ketika melihat gadis yang ada dihadapannya, ia tercengang.

SHIN HYUN RIN POV

Setelah kak Siwon mengusulkan namaku, si penulis naskah mengamati wajah dan penampilanku dengan cermat. Dia melihatku dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Boleh juga… untuk membuatnya terlihat berbeda, kita bisa men-curly rambutnya, terus diwarnai cokelat. Proposisi tubuhnya juga bagus, dia cocok memakai warna putih. Benar! Gaun putih, flowery dress, serta gaun berwarna keperakan itu! Baik,” dia menjentikkan tangannya kemudian dua orang wanita, stylist Super Junior muncul. Si penulis naskah mengacungkan tangannya kearahku, “Rombak total.”

“Sip!” sahut dua wanita stylist itu, keduanya menyeretku ke tenda yang lain dan kemudian menyuruhku mencuci muka, melepas topi yang kugunakan dan memperlihatkan berbagai macam gaun yang ada di dalam tenda itu.

“Ini?” salah satu wanita menunjukkan dress pendek, wanita yang lainnya menggeleng. “Kurang cocok! Yang agak panjang.” Kemudian ini dan itu, mereka terus-terusan menunjukkan pakaian-pakaian yang aku tidak mau tahu berapa harganya. Sepertinya aku tidak bisa mengemukakan pendapatku saat ini.

“Ok! Ini saja!” wanita itu mengulurkan dress putih panjang tanpa lengan dengan bahan halus. Ada banyak hiasan pada pakaian itu, namun tidak mempengaruhi keindahan baju itu.

“Tidak! Aku tidak mau!” seruku ngeri. Aku tidak suka memakai baju tanpa lengan.

“Kenapa?” tanya wanita itu heran.

“Nggak ada lengannya,” rengekku. “Member SuJu pasti akan mentertawaiku jika melihatku seperti itu.”

“Tidak akan ada yang berani mentertawaimu jika aku yang mendandanimu.” katanya bernada yakin.

Aku mengerang. Namun aku tidak bisa terus merajuk, karena wanita yang lain sudah mengambil alih wajahku, untuk kemudian memermakku hingga… aku rasa aku nggak akan kenal siapa orang yang ada di cermin nanti.

Benar saja, ketika aku disuruh membuka mata, aku terbelalak kaget melihat sosok yang ada dihadapanku. Terutama ketika aku melihat pakaian yang aku kenakan.

“APA-APAAN INI?!” teriakku syok, aku limbung dan langsung lemas. Tapi untung saja ada yang menopangku sebelum keburu jatuh. Sontak aku mengambil sebuah cardigan dan menutupi lengan atasku yang terekspos.

“Rin!” aku mendengar suara Kyuhyun dan suara tirai yang dibuka, aku berbalik dan berteriak, “Waaaa!!! Jangan lihat aku!” teriakku panik.

Tapi Kyuhyun malah membeku di tempat. Dia memelototiku dengan wajah tanpa ekspresi. Kemudian mulutnya terbuka.

“Kamu… siapa?” tanyanya polos.

Gubrak!

Stylist yang ada didekatku berusaha keras menahan tawa, pipi mereka sampai memerah dan mata mereka berair. Kelihatannya mereka berdua mengalami pendarahan dalam.

“Kyu!!!” seru member SJ yang lain, mereka semua nyelonong masuk dan bengong begitu melihatku.

“Eh? Ini siapa?” tanya mereka berbarengan, kebingungan.

Aku tidak tahan lagi. “Yaa! Apa maksud kalian?! Ini aku, Shin Hyun Rin!”

Dan seperti yang bisa kutebak, mereka semua melebarkan matanya kaget.

“SHIN HYUN RIN?!”

Oke, reaksi mereka berlebihan. Aku maju dengan langkah lebar dan menjitaki satu per satu. “Apa-apaan sih! Memangnya aku kelihatan beda banget apa ya?!”

“Banget, Rin!” kata mereka kompak. Kemudian ribuan komentar terlontar dari mulut masing-masing member.

“Cantik banget barusan!”

“Aku kira modelnya ganti Song Hye Kyo!”

“Tadi sih cantik banget, sekarang mah udah nggak lagi!”

“Ah, kalo nggak inget kamu istrinya Kyu, udah aku PDKT-in kali!”

“Beda! Banget! Banget! Banget! Sumpah, Rin, kamu keliatan cewek banget!”

“Ah, tiap hari aja kamu kayak gini, aku nggak akan rela kamu dinikahin Kyu!”

“….”

“….”

Aku mendengus keras mendengar komentar mereka semua. “Berlebihan banget sih. Aku kan emang cewek, masa cuman pake gaun aja komentarnya pada gini.”

“Ya, emang gitu sih, Rin. Ah, tiap hari aja kamu kayak gini, direkrut SM kali yaa~” celetuk Sungmin.

“NGGAK!” sebelum aku sempat berkomentar, Kyuhyun langsung berteriak, “Tidak! Tidak! Tidak! Kalian sudah gila ya? Atau kalian sudah tidak waras lagi sih?!”

“Lho, emangnya kenapa Kyu?” tanya Shindong heran, “Kan kalo cantik begini, siapa coba yang nggak tertarik?” tanyanya bingung.

“Nggak! Pokoknya Rin nggak boleh jadi model MV! Nggak boleh!

“Kenapa???!” seru semua member kompak, nggak terima.

“Pokoknya nggak boleh! Ganti baju sana!” suruh Kyuhyun tidak berperikemanusiaan.

“Kyuhyun! Kamu ini jangan merusak konsep MV dong!” protes Leeteuk.

“Masa bodoh!” seru Kyuhyun cepat. Lagian suruh siapa milih Rin yang jadi model! Pokoknya aku nggak setuju dia jadi model!”

“Kyuhyun!”

“Aku akan tetap jadi model kok, tenang saja.” tiba-tiba Rin membungkam ketegangan di ruangan itu. Dia benci dengan suasana panas seperti ini.

“Apa?” Kyuhyun menggeram tepat di depan wajah Rin, “Apa kau sebegitu inginnya terkenal hah?”

“Tidak.” dengan kalem Rin menjawab, “Aku tidak pernah tertarik tuh.”

“Terus kenapa kamu tetep mau melanjutkan semua ini? Aku udah ngelarang kamu.” Katanya sembari memelototiku.

“Memangnya ada pilihan lain?” tantangku. “Kalau kau bisa memberikan pilihan lain, aku bersedia kok mundur. Tapi, jangan harap aku nggak akan ngamuk begitu syutingnya selesai.”

“Memangnya kenapa?”

“Lihat saja.” dengan wajah misterius gadis itu tersenyum, kemudian dia keluar dari tenda dan berkata dengan suara keras, “Sudah siap!” kemudian terdengar suara PD-nim, “Heei! Semuanya, ayo siap-siap!”

Kyuhyun tidak bisa mempercayai apa yang baru saja dilakukan oleh Rin. Dengan wajah bersimpati, Leeteuk menepuk bahu Kyuhyun, “Tuh kan, dia itu kuat. Kamu beruntung banget bisa dapet dia,” ujarnya sambil meninggalkan tenda tersebut. Satu per satu, member yang lain mengikuti Leeteuk.

Kyuhyun masih terpaku di tempat, masih asyik dengan lamunannya hingga terdengar suara Sungmin memerintahnya.

“Kyuhyun, cepetan!”

Dengan sedikit tersentak, Kyuhyun menghela napas panjang. Sepertinya memang ini jadinya, ia pun menguatkan hati untuk melihat seperti apa akting Rin di depan kamera itu.

“Usahakah jalannya yang lembut ya? Terus putar tubuhmu ke belakang sedikit… pelan-pelan… oke, begitu,” sang pengarah gaya mengarahkan cara Rin berjalan dan bersikap agar terlihat bagus di kamera. Syuting pertama dimulai saat sosok Rin muncul di pantai. Yang terlihat dari kamera hanya bagian belakang tubuhnya, namun saat ia memutar tubuhnya, kamera hanya merekam sampai bagian bibir gadis itu. Untuk menunjukkan senyumnya. Rin yang biasanya selalu cuek dan jalannya persis cowok, saat ini terlihat begitu anggun dan bercahaya di tengah pantai ini. Gadis itu hanya melakukan sedikit kesalahan kecil yang dapat dengan cepat diperbaiki, sehingga proses syuting untuk scene pertama ini lancar.

“Baiklah, sekarang semuanya! Ayo, atur posisi!” seru si pengarah gaya. Semua member SJ langsung menempati posisinya. Lagu Sunflower pun berkumandang. Adegan ini adalah pada saat semua member bernyanyi bersamaan dan tidak makan waktu lama untuk menyelesaikannya.

“Ini!” Rin menyerahkan air mineral pada masing-masing member sambil tersenyum. Semuanya, kecuali Kyuhyun balas nyengir, “Thanks, Rin!” dan mulai menenggak isinya.

“Ahh~ leganya!!” seru semuanya puas. Kemudian sang pengarah gaya muncul, “Sudah selesai? Ah~ sekarang pengambilan gambar untuk masing-masing member ya? Dimulai dari Siwon-ssi sama Shin Hyun Rin-ssi dulu.”

“Baik.” dengan bersamaan keduanya mengangguk profesional. Kyuhyun manyun-manyun melihat betapa dekatnya posisi Siwon pada Rin saat mereka berjalan. Menyadari mood Kyuhyun yang jelek, Sungmin langsung menepuk bahunya, “Sabar, Kyu. Cuman syuting, cuman syuting.” hiburnya.

“Tapi, hyuuunggg~~~” dengan sebal Kyu menunjuk ke arah Rin dan Siwon yang tertawa-tawa saat mengambil gambar. Siwon terlihat seperti orang jatuh cinta saat melihat Rin yang berjalan melewatinya dan gadis itu menunjukkan senyum misteriusnya kemudian hilang dari pandangannya. Siwon berusaha mencari-cari, namun ia tidak dapat menemukan sosok tersebut.

Ok! Cut!” seru sutradara sambil mengacungkan jempolnya kepada keduanya. “Oke, selanjutnya!” teriaknya dan selanjutnya pengambilan gambar Leeteuk. Leeteuk tersenyum memberi semangat kepada gadis itu dan Rin balas tersenyum riang.

Begitulah, hampir semua member menyelesaikan pengambilan gambar saat itu dengan baik. Kemudian pengambilan gambar yang terakhir antara Kyuhyun dan Rin.

“Yak, ini terakhir, guys! Fighting!” seru sutradara dengan berapi-api. Kyuhyun muncul ke set dengan langkah ogah-ogahan. Rin sempat khawatir Kyuhyun akan mempersulit proses ini, dan…

“Ceritanya ini mendekati akhir lagu, jadi Kyuhyun akhirnya menemukan Rin, gadis yang selalu dicarinya. Kemudian keduanya berpelukan dan berciuman.”

Mata Rin terbelalak lebar, “Eeehh? Berciuman?!” tanyanya kaget.

Sang penulis naskah balas menatapnya kaget, “Kamu nggak tahu? Kan memang begitu ceritanya.”

Rin mengerang, dia menggenggam ujung floral dress-nya dengan gugup. Tiba-tiba saja dadanya berdebar amat sangat keras dan dia mengeluh.

“Kenapa gitu sih reaksinya? Takutan amat, padahal tiap hari juga begitu.” Kyuhyun berkomentar di samping gadis itu. Rin mendelikkan matanya, sementara Kyuhyun hanya memainkan pasir pantai dengan tangannya. Sikapnya teramat sangat cuek.

“Kamu bisa kan, Rin? Professional, ingat?” ucapan si penulis naskah seperti menghibur namun juga memperingatkan. Sehingga mau tidak mau Rin merasa agak tersindir. Dia sudah berusaha sampai sejauh ini dan berniat mundur? Sangat tidak professional.

“Baiklah…” dengan enggan gadis itu mengangguk. “Akan kulakukan.”

“Oke!” si penulis naskah mengganti wajah otoriternya dengan wajah bersahabat, kemudian dia menghampiri sang sutradara. Meminta agar proses syuting dimulai.

“Baiklah! Siap?” seru sutradara. KyuRin mengangguk.

“Áction!”

Bagian terakhir lagu Sunflower diputar pada bagian Kyuhyun bernyanyi. Kemudian perlahan, cowok itu berjalan mendekati Rin. Sambil tetap tersenyum, Kyuhyun meraih tangan Rin dan gadis itu perlahan-lahan berbalik.

Selama beberapa detik, gadis itu membeku. Ini siapa? pikirnya. Dia menatap wajah Kyuhyun yang berseri saat tersenyum. Giginya yang rapi dan putih, wajah seputih susu, dan mata besar yang seolah bersinar hangat layaknya mentari sore itu. Kyuhyun terus tersenyum, padahal dalam hatinya dia menggerutu, “Mulai deh terpesonanya. Dia ini inget nggak sih kalau dia lagi syuting?”

Dan kemudian Rin tersadar, perlahan, ia menyunggingkan senyuman terbaiknya dan kali ini Kyuhyun membeku. Apa gadis di depannya ini memang secantik ini? Cowok itu menatap Rin, terus menatapnya…

Sampai tidak sadar kalau dia sudah membuat staf lain menunggu.

Cut!” seru sutradara jengkel. “NG!”

Kyuhyun menghela napas, dia mulai gila. Itu sudah pasti.

“Ahh~~ akhirnya selesai juga!!!” seru Rin sambil meregangkan kedua tangannya. Tak jauh darinya, Kyuhyun yang sedang mendengarkan ucapan manajernya, melirik gadis itu. Cowok itu sama sekali tidak memperhatikan apa yang diucapkan oleh Manajer Kim. Dia terus menatap Rin. Gadis itu terlihat lincah, sama sekali berbeda dengan sosok saat ia berada di set pengambilan gambar. Senyumnya, ucapannya yang cerewet namun lembut saat menyapa orang-orang… semua itu—

“Kyuhyun!” panggil manajer Kim, Kyu tersentak kaget. Ia melihat sekarang semua orang memandanginya.

“Ah, iya, ngerti.” Kyuhyun langsung ngomong iya, padahal dia nggak tahu apa yang lagi diomongin -____-

“Iya apanya?!” jitak Siwon yang ada disampingnya. “Kita lagi ngomongin konsep album keenam nih. Ngapain pake iya-iya segala!”

Kyuhyun nyengir sok merasa nggak bersalah, “Yaa~ iya deh, kayak gimana aja. Lagian tumben pada nanyain konsep ke aku. Aku sih ikut-ikut aja mau konsepnya kayak gimana.”

“Beneran?”

“Iya!” seru Kyuhyun.

“Oke, konsep album berikutnya kamu topless ya?”

“HAAAH???!” eh? Kyuhyun mengernyit. Itu bukan seruannya. Suara itu… Kyuhyun menoleh ke arah sumber suara dan benar saja! Di belakangnya sudah muncul Shin Hyun Rin yang sedang memandang manajer Kim dengan wajah ngeri.

“Kyuhyun… topless??!” seru gadis itu penuh kekagetan. Ia menekap pipinya dengan kedua tangannya, tanpa sadar sudah bertingkah sok imut.

“Iya, kenapa?!” tanya Kyuhyun galak.

Gadis itu memelototi Kyu, “Ga boleh! Ga boleh! Andwae!

“Kenapa nggak?”

“Ihhh~ pokoknya nggak boleh, titik!”

Kenapa?” kali ini semuanya bertanya berbarengan. Gadis itu menundukkan kepalanya, malu. Nggak mungkin kalau dia bilang dia nggak rela Kyuhyun memamerkan… dadanya itu.

“Karena…”

Semua orang menatapnya tajam. Rin mengerang pelan, “Karena…”

“Karena… Kyuhyun ga punya dada!” serunya keras.

Semua orang cengo, kemudian memandang Kyuhyun. Sementara cowok itu melongo mendengar ucapan Rin. Gadis itu menyadari ia sudah salah bicara (tadinya dia mau bilangnya Kyuhyun kan nggak punya ABS), dia pun mengerang frustasi, “AAARrrrggh~” sambil mengacak rambutnya kemudian dia langsung keluar dari tempat itu.

Semua orang masih memandangi Kyuhyun dengan tatapan ‘emang-bener-kamu-nggak-punya-dada?’ dan Kyuhyun berseru, “Itu tidak benar! Dia… aiiisssh, gadis itu!” Kyuhyun ikut keluar saking malunya.

“Iya, bunda… nanti aku pulang ke rumah kok, di Trenggaleknya cuman bentar kok…” ucap Rin di telepon saat ibunya menelepon. “Iya, aku makan di rumah pas udah nyampe. Apa? Pantangan Kyuhyun…?” gadis itu mengernyitkan dahi saat ibunya menanyakan pantangan Kyuhyun.

“Iya,” jawab ibunya sambil mengiris daun bawang. “Siapa tahu suamimu itu alergi telur atau apa, jadi biar bunda nggak salah bikin makanan gitu.”

“Ooh~” gadis itu mengangguk-angguk dan berpikir. Seingatnya, Kyuhyun nggak pernah nolak makanan yang dibuatnya, kecuali…

Shin Hyun Rin nyengir lebar. Sebuah seringaian jahil tersungging di bibirnya, “Nggak kok, Bun… Kyu nggak alergi makanan apa-apa. Kasih jengkol juga pasti dia mau!” jawab Rin dengan nada riang.

Ibunya sedikit ragu mendengar nada riang putrinya itu. “Masa?” tanyanya skeptis.

“Iya, beneran bunda. Liat aja entar…” kalau dia nggak mau makan juga aku bisa maksa, lanjut gadis itu dalam hati. “Pokoknya bunda bikinnya yang kayak ada aja lah. Ya?”

“Iya, iya… ya udah, kamu cepet makan, cepet tidur.”

“Iya, bunda. Daah~ assalamualaikum!”

“Telepon dari siapa?”

Rin memutar tubuhnya cepat. “Kyuhyun! Bisa nggak sih nggak muncul tiba-tiba gitu?!” tanyanya jengkel.

Kyuhyun mengacuhkan ucapan gadis itu, “Telepon dari siapa?” ulangnya sekali lagi.

Rin mendengus sampai-sampai menerbangkan rambut didahinya. “Dari bunda. Nanyain kapan ke rumah.”

“Ohh…”

“Kenapa?” tanya gadis itu penuh selidik.

“Maunya kenapa?” tanya cowok itu balik.

“Iiih~” dengan kesal gadis itu meringis, “Nyebelin!!!” serunya bete kemudian menginjak kencang kaki Kyuhyun.

“Auuuww…!! Yaa! Aisssh, jinjja… gadis itu…” seru Kyuhyun kesakitan sementara Rin melenggang cuek meninggalkan cowok yang tengah meringis kesakitan itu. Kyuhyun bersumpah, suatu saat ia akan membalas perbuatan gadis itu. Sekalipun dia akan dibunuh oleh ibunya sendiri nanti.

***

“Bundaa!!!” seru Rin kegirangan. Dia melompat dari minivan yang digunakannya untuk membawanya pulang dari lokasi syuting. Gadis itu berlari riang memasuki rumahnya dan memeluk ibunya.

“Bundaaa!!! Aku kanggeeeeen banget!!!”

Ibunya tertawa pelan, dielus rambut hitam putri tengahnya dengan sayang. “Iya, bunda kangen juga kok.”

“Jinjja?” mata gadis itu bersinar penuh kegembiraan. “Bunda kangen aku? Eh, eh, bunda tau nggak? Aku tadi ke Trenggalek lho, buat syuting! Terus makan ayam yang pedeeesss banget! Terus―”

“Iya, iya, ceritanya nanti dulu dong.” Tiba-tiba ayahnya sudah ada disampingnya. “Sekarang masa kamu mau nyuekin suami kamu yang lagi berdiri di depan pagar gitu aja?”

Rin menoleh dan ia kaget melihat Kyuhyun yang berdiri didepan pagar dengan wajah tanpa ekspresi. Ia lupa sama sekali kalau cowok itu ikut bersamanya, sementara Kyuhyun merutuki nasibnya yang tidak beruntung sama sekali.

Flashback

“Hyung, aku tidur dimana nanti?” protes Kyuhyun pada manajernya saat semua member sudah bersiap untuk check-in di hotel yang tidak jauh dari lokasi konser.

“Lha, kamu kan ke rumah Rin.”

“Apa?” dengan terkejut cowok itu membelalakkan matanya. Ia mendelikkan matanya pada Rin yang asik bermain-main dengan iPhone-nya. Dengan cepat Kyuhyun menjawab, “Andwae―tidak!”

“Begini saja…” tiba-tiba Donghae muncul. “Kalau Kyuhyun nggak mau nemenin Rin, aku bisa kok gantiin.”

“Kamu? Gantiin aku?” itu malah lebih buruk lagi! ujar Kyuhyun dalam hati. Melihat Kyuhyun kelabakan, Donghae tersenyum ramah―agak dibuat-buat sebenarnya. “Kan kasihan Rin kalau pulang sendirian. Lagian juga, dia pasti mau fangirling kita selama di sini. Jadi, aku nginep di rumah Rin terus balik ke Jakarta buat latihan sampe konser selesai. Gimana?”

“Haee~~” seru Eunhyuk terluka. “Kamu tega ninggalin aku?” ia memasang mata sedihnya.

Mian, Hyukkie. Tapi cewek kan harus dilindungi sama cowok sejati bukan?”

“Itu bukannya merk rokok ya?” celetuk Shindong polos.

Pletak!

“Aduuh~” erang Shindong. “Yaa, Lee Donghae!!!”

“Jadi―”

“Iya, iyaa!!!” dengan sebal Kyuhyun berseru. “Aku akan ikut ke rumah Rin!”

Mendengar namanya disebut-sebut, Rin melepas headphone Super Juniornya.

“Apa?”

Jadi, begitulah. Karena ‘dipanas-panasi’ secara tidak langsung oleh Lee Donghae, Kyuhyun terpaksa ikut ke rumah Rin.

“Ann―halo, Ibu.” Dengan sedikit awkward Kyuhyun menundukkan kepalanya kepada kedua orangtua Rin. Mendadak Rin merinding mendengar cara Kyuhyun memanggil ibunya dengan sebutan ‘ibu’.

“Selamat datang, Kyuhyun.” kata ibu Rin ramah. “Kau sehat-sehat saja? kelihatannya kau jauh lebih kurus dari sebelumnya,” lanjutnya khawatir.

Kyuhyun tersenyum menenangkan, “Aku baik-baik saja, terima kasih.”

“Nah!” Rin segera menepuk tangannya, entah kenapa kalau dia tidak ambil tindakan, Rin merasa Kyuhyun akan menyebarkan aura awkward ini ke seluruh keluarganya. “Bunda, ayo kita masuk! Aku sudah lapar nih!” dengan sikap manja yang dibuat-buat Rin memeluk lengan ibunya.

“Kamu kenapa sih? Tumben-tumbenan kelakuan kayak anak kecil.” Komentar sang bunda. Tentu saja, sebab ibunya tahu persis bahwa putri keduanya ini bukan tipe anak yang suka bermanja-manja.

Dengan segera Rin memasang aegyo-nya, “Ah~ bunda jahat banget! Aku kan kangen banget udah lama nggak pulang, jadi sekarang mau puas-puasin dong!” katanya mengelak.

“Hmm…” komentar ibunya. Namun untungnya beliau tidak berkomentar apa-apa lagi. Apalagi setelah kemudian putrinya itu mulai heboh begitu sampai di rumah. Apapun yang ada didepannya dikomentarin. Hingga…

“Waah~ tangganya udah ganti…”

“Waaah~ cat rumahnya ganti, bunda? Ih, lucu, lucuuu~~”

“Wah, di belakang udah rapi?! Iiih, dari dulu kek…”

Dan sebagainya. Sebagainya. Kemudian dengan langkah lebar gadis itu mendekati Kyuhyun, cowok itu mundur sedikit melihat raut antusiasme tergambar jelas di wajahnya.

Oppa,  lapar kan? Ayo kita makan sekarang!” serunya.

Kyuhyun mengangkat alisnya mendengar nada bicara Rin yang ‘terlalu’ riang. Apalagi barusan dia memanggil dirinya apa? Oppa? Yang benar saja! Ada sesuatu yang direncanakan gadis ini. Dan itu pasti sesuatu yang jahat.

Oppa kok diem aja sih? Ayo!” serunya sambil menarik lengan Kyuhyun dan mendudukkannya ke kursi. Gadis itu duduk di sampingnya sambil―dengan kebaikannya yang mencurigakan―mengambilkan piring serta menuangkan nasi untuknya. Tanpa bertanya apa-apa, gadis itu menuangkan sesuatu berwarna hijau yang ada dimangkuk didekatnya ke piring Kyuhyun.

Kyuhyun membelalakkan matanya, akhirnya tahu niat jahat gadis ini.

Apa-apaan ini?!” serunya namun dengan nada sepelan mungkin. “Kamu… kau kan tahu aku nggak suka sayur!”

Tangan Rin berhenti bergerak. Kemudian ia menjatuhkan sendoknya ke mangkuk. Kyuhyun bersikap agak waspada melihat reaksi gadis itu, namun ia tidak dapat menebak apa yang akan dilakukan gadis itu karena rambut panjang gadis itu menutupi bagian samping wajah gadis itu.

Tanpa disangka-sangka, gadis itu memalingkan wajahnya ke arah Kyuhyun dan tersenyum.

“Ini enak lho, Kyu! Coba dulu deh!” katanya riang.

Kyuhyun tersentak. Biasanya Rin akan membentaknya, mengomelinya dengan segala macam komentar tentang sayur dan kesehatan dan sebagainya yang menggelikan itu. Sekarang? Gadis itu bahkan tidak balas membentaknya dengan keras. Kyuhyun bisa menebak alasannya.

“Kamu… nggak mau ketahuan sama orangtua kamu kalau kamu tukang ngomel?” bisik Kyuhyun di telinga Rin.

Berhasil! Kalimat itu mampu membuat ekspresi ‘palsu’ di wajah gadis itu berubah sedikit. Matanya membesar sedikit dan ada dengusan terdengar dari mulutnya. Namun dengan cepat―meski sulit baginya―gadis itu tersenyum lagi. “Ih, Kyuhyun tahu aja deh!” serunya sambil tertawa garing. Fake laugh. Kyuhyun kenal banget jenis tawa seperti itu. Sebagai seseorang yang yang sudah lebih dari enam tahun hidup di dunia seni, ia sudah banyak melihat orang yang tertawa seperti itu.

“Dasar penip―” sebelum Kyuhyun kembali menghinanya, Rin langsung menjejalkan sesendok sayur kangkung ke mulut Kyuhyun. Mata Kyuhyun membesar dan ia memelototi gadis itu dengan tatapan ‘kau-minta-mati-rupanya’. Dan dengan terpaksa, demi alasan kesopanan, ia pun mengunyah sayur itu sementara dalam hatinya ia meraung-raung sedih. Baru beberapa menit ia di sarang (?) istrinya, dan sekarang ia merasa sudah menggali kuburnya sendiri.

***

SHIN HYUN RIN POV

“Deena!” panggil bunda dari bawah, menghentikan perang antara aku dan Kyuhyun yang masih memprotes karena kelakuanku barusan. Aku langsung menyelamatkan diri dan berlari menghampiri bunda.

“Ya, bunda? Ada apa?”

Melihatku turun, bunda berkacak pinggang. “Kamu ini bagaimana sih? Sudah waktunya makan siang ini, ayo kita makan bersama!”

“Eeeh~??” aku membesarkan kedua mataku karena kaget. “Tapi aku mau ke konser, bunda! Aku bisa makan di sana kok!” tolakku.

Bunda menggelengkan kepalanya, “Nggak! Nggak boleh pokoknya! Kamu nggak akan bunda izinkan pergi sebelum makan!” titah beliau tanpa bisa ditawar-tawar.

“Ahhh~” aku merengut sebal. “Tapi bunda, masalahnya kan… masalahnya…”

Bunda menarik tanganku, “Ayo makan! Oh ya, panggil suami kamu gih! Suruh dia makan juga.”

Aku mengerucutkan bibirku, sebal. Kemudian aku menoleh ke atas tangga dan berteriak, “Kyuhyuuuunnn!!! Makan!”

Puk! Bunda memukul lenganku, aku mengaduh dan memegangi lenganku. “Aduh! Bunda apa-apaan sih?! Kok aku dipukul??” protesku.

“Kamu jadi anak nggak sopan banget sih? Masa manggil suami sendiri pake teriak-teriak begitu? Kamu naik ke atas dong, bilang yang sopan. ‘Suamiku sayang, makan yuk?’” bunda berakting sebagai istri-yang-baik saat mencontohkan kalimat yang baik dan benar. Namun saat kembali ke dunia nyata, beliau mendelikkan matanya, “Gitu!”

Aku mengerang jijik. Apa-apaan itu? Kenapa harus aku yang ngomong dengan nada ala cewek kecentilan?? Kesannya kurang kasih sayang banget atau gimana sih? Belum apa-apa bulu kudukku sudah merinding.

Bunda mendorong punggungku, “Sudah sana, cepat samperin suami kamu!”perintahnya sambil berlalu dari hadapanku.

“Bunda!!!”seruku kesal. Aku menaiki anak tangga dengan sebal dan begitu sampai di lantai dua, aku melihat Kyuhyun sedang duduk di tangga dengan tatapan berminat. Tunggu… apa?

“Kamu lihat?” tanyaku separuh tercekik.

Kyuhyun menatapku, seolah-olah dia baru melihatku. Bibirnya menunjukkan senyuman tipis, “Oh, kau. Maksudmu lihat apa?”

Aku meringis sebal, “Kau pasti tahu maksudku!”

“Oh, yang disuruh ibu kamu?” Kyuhyun menahan senyumnya, sebelum ia menirukan ucapan bunda. “Suamiku sayang, makan yuk?”

Nah! Nah! Nah! Benar kan! Sudah kuduga!!! Ini dia yang paling kutakutkan! Sifat evilnya kumat lagi. Aku bersedekap, “Puas? Cepat turun!” perintahku.

Shireo!” Kyuhyun balas bersedekap sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku kemudian menjauhkannya lagi. Wajahnya terlihat teramat sangat puas. Puas karena dapat mengerjaiku.

Mwo?” aku menyipitkan mataku.

“Aku tidak mau makan sampai…”

“Jangan katakan!!!” seruku ngeri. Terlambat…

“Sebelum kau mengucapkan apa yang ibumu suruh kau katakan kepadaku.”

Nada bicaranya… nada bicaranya sih biasa! Biasa dipakai buat ngerjain!!! Arrrggghhh…!!!

Kyuhyun memperlihatkan senyum miringnya, yang kalau dilihat oleh fansnya itu bisa membuat serangan jantung mendadak. “Ayo cepat, katakan.” suruhnya dengan nada menggoda.

Ugh. Aku bisa gila ini!

“Nggak!” tolakku.

Senyum itu memudar dari wajah Kyuhyun. “Nggak mau?” tanyanya.

“Nggak!”

Geurae.” Dia menghembuskan napas berat, seolah-olah merasa sangat sulit untuk mengatakan sesuatu. Itu sudah pasti. Aku yakin pasti ada kompensasi atau hukuman, lebih tepatnya, atas penolakan barusan.

“Kelihatannya aku harus melakukan ini…”

“Melakukan apa?” tuntutku.

Wajah Kyuhyun tidak menunjukkan apa yang direncanakannya. Sial! Dia benar-benar pintar berakting sekarang! Aku benar-benar sebal dengan keikutsertaannya di drama musikal baru-baru ini.

Mendadak ia kembali mendekatkan wajahnya ke depan wajahku. Dengan kaget aku langsung bertanya, “Mau apa kau?!” namun Kyuhyun tidak menjawab. Pelan-pelan, ia terus mendekatkan wajahnya. Oh, tidak! Tidak! Tidak mungkin! Ia tidak mungkin melakukan itu kan?!

“Ibu!” panggil Kyuhyun keras dan mengagetkanku. Aku mengernyitkan alis. Dia memanggil ibunya? “Ibu mertua!” kali ini ia melengkapkan kalimatnya dan aku sadar bahwa ia memanggil ibuku dengan sebutan ibu mertua dan yang lebih penting lagi; dalam bahasa INDONESIA!!!

Cepat-cepat aku menutup mulutnya, malu. “Hei!” seruku. “Kau ini sudah gila? Apa kau bilang tadi? ‘Ibu mertua’?”

Kyuhyun tersenyum, “Aku benar kan? Hhh, seharusnya dari dulu aku mengucapkannya.”

Aku menatapnya sengit. Oke, this time is the right time to beat him death. “Dasar gila!” umpatku.

“Hei!” serunya tak terima. “Apa yang barusan kau katakan pada suamimu sendiri?” tapi kemudian ia melanjutkan, “Ah, tapi tidak apa. Aku ulangi lagi aah~ ibu mer―” sebelum ia kembali berteriak, aku langsung menutup mulutnya lagi. “Jangan katakan!” pintaku.

Kyuhyun melepaskan tanganku dari mulutnya, ia menatapku tak percaya, “Kau memohon?

Aku syok. Tunggu, coba di-rewind… memangnya barusan aku bilang apa?

Oh.

My..

Dear God!!!

Sekarang malah aku yang ingin menendang diriku sendiri. APA ITU TADI YANG KUKATAKAN?! Aku sudah tidak waras! Tidak mungkin aku meminta, apalagi memohon pada makhluk satu itu! Tidak!

Tapi kenyataannya memang seperti itu. Kenyataannya, Kyuhyun sudah mendengar apa yang aku ucapkan dan sekarang ia menggunakannya sebagai alat.

“Kau harus mengatakannya.” Kyuhyun berkata, namun seperti sedang berdendang.

“Langkahi dulu mayatku.” aku membalas dengan geram.

Kyuhyun kembali memasang senyumnya, kali ini senyuman sejuta pesona. Tapi tetap saja, tidak ada pengaruhnya padaku, meskipun aku masih berstatus fannya. Entah apa ini karena aku sudah jadi istrinya, jadi sudah bosan mendapat senyuman macam begini atau gimana, aku nggak paham.

“Kamu jangan kasar begitu dong~” dengan wajah sok-terluka itu, dia menyentuh daguku. Aku merinding lagi. “Kamu nggak sayang sama aku ya?”

Aku mencebik. Aku sebal sekali dengan kalimat itu. Seolah-olah selama ini aku yang menjadi tokoh antagonis di dalam cerita ini, sementara Kyuhyun adalah Cinderella, Upik Abu, yang selalu dianiaya olehku. Seolah-olah aku yang tidak pernah mencintainya seberat ini! Hah!

Aku menghembuskan napas, otakku mulai tidak waras, karena mendadak mulutku terbuka. Di dalam otakku sudah terangkat kalimat laknat itu.

“S-s-su…”

Kyuhyun mengepalkan tangannya.

“S-sua… suami… suamiku s-sayang…”

Ia menggigit bibirnya. Kelihatan sekali dia ingin aku mengucapkannya dengan lancar.

“Suamikusayangmakan!” ucapku cepat dan pelan.

Kyuhyun mengerjapkan matanya, bingung. “Apa?”

“Kau mendengarnya!” jeritku.

“Apa? Apa?” Kyuhyun mendekatkan telinganya ke wajahku. “Dear, I can’t hear you clearly, could you please repeat it?” tanyanya dalam bahasa INGGRIS. Hell, who’s teaching him?

Oh, aku lupa. Dia akan konser. Tentu saja dia harus belajar banyak kalimat gombal. Cih. Dan saat ini aku sedang menjadi marmut percobaannya.

“SUAMIKU SAYANG! Makaaan!!!” seruku keras-keras dekat telinganya, kemudian aku buru-buru kabur sebelum aku kembali dikerjai olehnya.

“YAA!! Shin Hyun Rin-ya! Jangan kabur kau!!!”

Konser selesai!

Ah, menyenangkan sekali! Rasanya tidak dapat digambarkan dengan apa saja. Euphoria-nya… semua hal yang terjadi… sulit membayangkan konser ini sudah berakhir. Tapi tentu saja kan? Apa yang sudah dimulai, tentu saja memiliki akhir. Dan akhir untuk konser kali ini, tentu saja, happy ending. Seperti semua cerita dongeng lainnya; sang pangeran mencium sang putri dan mereka hidup bahagia selamanya.

Aku sedang duduk di kursi belakang mobil. Terus menatap pemandangan di luar dimana semua E.L.F sudah mulai berduyun-duyun keluar dari stadion menuju rumah mereka masing-masing, tanpa menyadari ada satu gadis beruntung yang saat ini berada dekat sekali dengan idola mereka, bahkan menikah dengan salah satu anggota termudanya, magnae Super Junior.

Aku tersenyum, sulit sekali menghapus senyum ini dari wajahku. Aku terlalu gembira. Sudah lama sekali aku tidak merasakan kegembiraan ini. Aku sudah menyukai boyband ini lebih dari dua tahun, aku sudah mengalami banyak hal selama menjadi penggemar mereka dan ada kalanya aku putus asa dan ingin menghentikan perasaan ini. Ingin membuangnya, karena tidak ingin sakit hati lebih dalam lagi. Tapi kenyataannya? Aku tidak bisa. Entah pelet apa, entah magnet apa yang mereka gunakan hingga aku benar-benar tidak bisa lepas dari mereka, tapi yang jelas aku yakin.

Apa yang kurasakan dan kualami ini nyata.

“Hei!” tiba-tiba kudengar suara Kyuhyun. Tubuhku diguncang pelan olehnya, aku membuka mata… oh, rupanya baru saja aku tertidur dan ternyata kami sudah sampai di depan rumahku. Aku menguap panjang dan menatapnya bingung, “Yang lain?”

“Sudah kembali ke hotel. Ayo siap-siap, kita harus kembali kan?”

“Eh? Kembali? Kembali ke mana?” tanyaku masih dalam keadaan disconnect.

“Tentu saja ke Seoul. Masih ada pekerjaan yang menunggu di sana.” Kyuhyun menyentil dahiku pelan. Ia menyodorkan tangannya, membantuku turun dari mobil.

Aku menghela napas. Tentu saja kami harus kembali. Meskipun rumahku di sini, tapi tetap saja. Aku masih ada kuliah di Kyunghee dan Kyuhyun harus melanjutkan aktivitas keartisannya. Kami harus kembali ke dunia nyata. Rasanya ingin menangis.

Setelah selesai packing, tiba saatnya untuk berpamitan. Meskipun ngantuk, ayah dan bunda memaksakan diri untuk mengantar kepergian kami. Tapi kutolak mentah-mentah. Aku takut akan terjadi sesuatu pada mereka. Kakakku masih belum mahir menggunakan mobil, siapa yang akan membawa mereka pulang?

“Tidak apa-apa, kami bisa memakai taksi, sayang.” kata ayah menenangkanku.

“Itu lebih buruk.” protesku. “Pakai taksi malam-malam? Tidak! Sudahlah, ayah, bunda… aku kan sudah sama Kyuhyun. Bunda sama ayah mau mengizinkan aku pergi saja sudah bagus.”

Bunda tersenyum lemah, “Baiklah. Hati-hati…”

“Iya, bunda. Always. And… I love you…

Bunda memelukku, “Bunda juga menyayangimu, sayang. Sangat.” Kemudian ia berpaling pada Kyuhyun, “Aku kembali menitipkan putriku padamu, nak. Kau juga hati-hati. Jaga kesehatanmu. Jangan bertengkar terus sama Rin. Jagalah keutuhan rumah tangga kalian.”

“Ya, ibu mertua.” Kyuhyun menjawab patuh. Ia mencium tangan ayah dan bunda, kemudian kami berdua memasuki mobil dan melambaikan tangan kepada mereka sambil mengucapkan salam. Mobil pun melaju pelan, mulai meninggalkan kota kelahiranku menuju bandara.

See you again, mom. Dad…

Kami sampai di bandara lebih cepat. Kyuhyun turun lebih dulu, agar fans tidak curiga. Aku mengintip dari jendela mobil, woaaah~ malam-malam begini masih ada yang menunggu untuk melihat kepulangan Super Junior ke Seoul? Ah~ untung saja rumahku tidak dekat dengan bandara. Kalau iya, mungkin aku tidak akan pernah pulang.

Setelah berputar-putar sebentar, mobil menurunkan aku di pintu bandara lain, jadi tidak ada yang menyadari bahwa aku menaiki mobil yang sama dengan Kyuhyun. Kyuhyun meng-SMS-ku bahwa dia sudah menaiki kabin pesawat. Aku harus cepat agar tidak ketinggalan. Seung Hwan-ssi ternyata menungguku, aku terkejut melihatnya. Tapi berterima kasih juga. Kalau bukan karenanya, aku pasti sudah terlambat. Pfuih~~

Aku segera duduk di pesawat, kemudian membuka kotak makanku.

“Bawa apa?” Kyuhyun mengintip isi bekalku, kemudian ia mengambil satu dan langsung menjejalkannya ke dalam mulut. Aku tercengang.

Melihat ekspresiku, Kyuhyun mulai merasa tidak enak. Baru beberapa saat mengunyah, ia mulai merasa… sedikit panas? Heh? AC pesawat nyala kan?

Aku menahan tawaku, Kyuhyun mulai terlihat gelisah. Ia terlihat mencari-cari sesuatu. “Air… air…”

Aku menyodorkan botol minumku dan ia langsung meminumnya. Untung saja air minumku ini isi madu, jadi rasa panas campur pedas itu mulai memudar. Pipinya yang merah menyala itu berangsur-angsur normal.

“Apa itu tadi yang kumakan?!” semprot Kyuhyun.

Aku mulai tertawa terbahak-bahak. “Ayam rica-rica! Salah satu makanan khas Indonesia yang paling pedas!!!”

Kyuhyun menatapku lagi seolah ingin membunuhku saat itu juga. Tapi ia tidak perlu melakukannya, karena saat ini saja sudah pasti aku akan mati.

Setidaknya, itulah yang akan Seung Hwan lakukan begitu mendengar kejahilan yang kulakukan.

“Kau sudah lihat MV Sunflower SUPER JUNIOR?!”

“Katanya ada model ceweknya lho!!”

“Denger-denger, dia anak sini lho!”

“Hah?! Serius?! Siapa???”

“Nggak tahu, yang jelas dia dekeeeettt banget sama SJ! Buktinya ada adegan tangannya dicium sama all member SJ tau!!!”

“Banyak skinship, serius lho!”

“Ahhh~~~ tidaaaakkk!!!”

“Aish, kalau aku tahu siapa cewek itu, aku akan menghajarnya! Berani sekali dia dekat-dekat dengan Sungmin-KU!”

“Juga Siwon-KU!”

“Dan Kyuhyun-KUUU!!!”

Aku menghela napas begitu memasuki gerbang kampus. MV Sunflower sudah rilis dan reaksinya membludak. Kalau sampai sejauh ini, kelihatannya aku akan dimakamkan, tidak lama lagi. Tiba-tiba aku merasa ngeri. Bagaimana ini? Bagaimana…? Kenapa sih aku sebodoh ini? Kenapa aku menerima ajakan mereka untuk menjadi model MV, menggantikan si Seo Miinah itu? Ah! Andwae! Apa yang aku lakukan itu tepat! Aku tidak boleh membiarkan satu orang cewek pun mendekati Kyuhyun. Memang terlalu protektif (dan Kyuhyun pasti mati kegirangan kalau tahu aku seperti itu) tapi aku tidak akan tahan melihat Kyuhyun bermesraan dengan gadis lain (padahal denganku saja dia ngajak berantem mulu) meskipun itu demi pekerjaan, formalitas, atau cuma akting. Aku tetap tidak terima!

“SHIN HYUN RIINNNN!!!” suara seorang cewek memanggil namaku keras. Aku tersentak kaget. Apa? Apa ajalku sudah tiba? Kupejamkan mataku pasrah, namun aku hanya merasakan berat di belakangku.

“RIN!!!” aku kenal suara ini. Kuputar tubuhku dan gadis itu melepaskan tangannya dari leherku. Kupelototi dia.

“Min Hae! What the hell are you doing?!” seruku marah, aduuhh… dadaku sampai berdebar keras gara-gara ulahnya.

“Kenapa marah? HA~ aku tahu!”

Aku mendadak kembali takut, “Tahu apa?”

“Kamu marah karena MV terbaru SuJu kan?!” tanyanya histeris. Tanpa mendengar jawabanku, gadis itu menunjukkan ponsel touchscreen-nya dan menunjukkan kepadaku MV tersebut. Wuih~~ aku tidak menyangka sekarang aku melihat aku, meski wajahku tidak kelihatan. Aku jadi teringat, waktu lagi syuting, beberapa kali ada NG, soalnya kata PD-nim, ada aja deh alasannya sehingga aku harus berulang kali dipeluk, dicium tangan, serta tersenyum sampai gigiku kering. Kalau begitu saja sih tidak masalah, tapi waktu adegan kissing dengan Kyuhyun, tidak beneran sih (dan aku kecewa, aku akui itu), aku terus-terusan grogi dan si bodoh Cho Kyuhyun itu mentertawaiku, sehingga terjadilah NG itu lagi.

“Lihat!!! Ah~~ meski tidak kelihatan wajahnya, aku bisa tahu gadis itu cantik.”

Senyumku mengembang tanpa dapat kutahan, “Terima kasih!”

“Hei, apa maksudmu? Aku memuji model ini, bukan kau! Ge-er banget deh!”

Aku masih tersenyum-senyum, dia nggak tau aja kenyataannya. “Tapi… aku anggap saja gadis itu aku, makanya aku nggak marah sama itu MV.”

“Tunggu!” Min Hae menghadangkan tangannya. Dia menatapku curiga, “Kamu nggak marah?”

Aku mengangguk.

“Ini aneh! Dulu waktu MV U, Marry U, Super Girl, sama U versi Cina kamu ngamuk-ngamuk kayak orang gila! Kenapa sekarang kamu jadi lempeng dot com gitu?! Kamu…” dia menyipitkan matanya dan aku mulai merasa nggak enak. “nyembunyiin fakta penting tentang MV ini ya?”

“HAH?!” seruku. “Ke-kenapa kamu ngira gitu? Mana mungkin!!”

“Kenapa tidak?! Kamu pasti tau sesuatu! Atau jangan-jangan… model ini kamu sendiri?” tebaknya, namun seratus persen tepat.

“MIN HAE!!! Itu nggak mungkin!” dustaku cepat.

“Kenapa nggak? Belakangan ini kamu aneh, tau nggak? Kamu nggak tinggal di kosan lagi, kamu sering pulang cepat, kemudian kau bolos dari Selasa untuk pulang ke Indonesia! Ah~ juga iPhone dan iPad baru itu! Kamu mau bilang apa?!” tuduhnya.

Aku merasa terpojok, ya Tuhan… sahabat itu benar-benar mengerikan, dia adalah salah satu orang yang mengenal dirimu sendiri selain kau sendiri.

“Min Hae! Jangan konyol deh, kau pikir saja. Apa SM setolol itu untuk menerima aku sebagai modelnya?! Memangnya mereka sudah kekurangan stok wanita cantik atau bagaimana? Tentu saja hal itu tidak mungkin!

Min Hae mundur sedikit mendengar bentakanku. “Yee, nggak usah semarah itu kali Rin. Aku kan hanya bercanda.”

“Tapi tidak lucu, Min Hae. Seriously, if you write this on net, think about what E.L.F gonna think and do? They’ll find me and beat me death!

“Ih, lebai.”

Aku menatapnya, menurut lo?

Min Hae mendesah, “Sudahlah. Lupakan soal model itu. Kudengar Seo Miinah yang menjadi modelnya. Jadi kalau kupikir-pikir, iya juga, tidak mungkin kau menjadi model. Kau kan tidak pantas jadi model.” sindirnya. Kami berjalan bersama, karena kebetulan mata kuliah kali ini kami satu kelas lagi.

Aku mendengus, “Aku anggap itu pujian. Jadi, makasih, Min Hae.”

“Yep!”

Begitulah, setelah pulang dari Indonesia, kelihatannya aku akan mengalami banyak hal. Baik itu hal yang baik atau yang buruk, aku tidak tahu.

AUTHOR POV

Oo~~ppa!!!

Kyuhyun mendesah, dia lagi. Seperti yang bisa ditebaknya, gadis yang sama itu menghampirinya sambil memeluk lengannya. Kyuhyun merasa jengah diperlakukan seperti itu olehnya, tapi pelukan tangan gadis itu kuat sekali. Sulit baginya untuk melepaskan diri.

“Lepaskan, Miinah-ssi.” Kyuhyun mencoba berkata pada gadis itu.

Gadis itu menengadahkan kepalanya, menatap Kyuhyun dengan sepasang mata bulat cantiknya, “Oppa! Maafkan aku~~ aku tidak memenuhi permintaanmu untuk menjadi model MV-mu, maafkan aku~~~” ia menutup wajahnya.

Kyuhyun mendengus. Heh, sejak kapan aku yang memintanya untuk menjadi model MV kami? “Sudahlah, tidak apa-apa…” kata Kyuhyun datar.

“Benarkah?! Ah~ aku sudah melihat MV kalian! Siapa itu? Siapa gadis yang ada di MV itu? Apa aku mengenalnya, oppa?” tanya gadis itu membombardir.

“Entahlah…” dengan cuek, Kyuhyun berjalan melewati gadis itu. Namun dengan cepat gadis itu mengimbanginya.

“Apa maksud oppa? Oppa tidak kenal siapa modelnya?!”

Kyuhyun tidak menjawab.

Oppa!!!

Kyuhyun tetap mengacuhkannya. Ia berjalan terus tidak mengindahkan suara Miinah, kemudian terdengar suara lembut seorang gadis memanggilnya, “Kyuhyun oppa.

Seohyun. Gadis berwajah cantik itu berjalan dengan anggun mendekati mereka. “Annyeonghaseyo, Kyuhyun oppa.” katanya dengan santun.

Kyuhyun membalas salamnya. Disampingnya, Miinah tiba-tiba bersuara, “Eonni.” memanggil kakaknya dengan nada datar.

Seohyun mengalihkan pandangannya ke arah adiknya, “Miinah.”

“Kenapa eonni di sini?” tanya gadis itu tajam.

Seohyun tersenyum lembut. “Kau tidak lupa kan kita ada pekerjaan? Pemotretan bersama.”

“Ya, aku tidak lupa.”

“Ayo, kita harus bergegas. Ah, oppa, aku permisi dulu.” Seohyun menundukkan badannya sebelum akhirnya meninggalkan Kyuhyun. Miinah mengikuti kakaknya dari belakang.

Kyuhyun menghembuskan napas lega.

“Hhh, as usual, selalu diikuti kemana-mana.” komentar Sungmin yang tiba-tiba sudah ada disamping Kyuhyun.

Hyung. Sudah sejak kapan kau di sini?”

“Sejak Miinah mengikutimu terus tuh. Gadis itu pasti sangat menyukaimu, Kyuhyun. Very much.”

Kyuhyun mengangguk.

“Hei, hei!”

Sebuah tepukan mendarat di bahu Shin Hyun Rin. Gadis itu menoleh dan mendapati Min Hae sedang berdiri disampingnya.

“Apa lagi?”

“Kau sudah baca berita tentang Kyuhyun?” tanyanya sambil duduk disampingku.

“Berita apa lagi?” tanyanya acuh tak acuh sambil membalik halaman buku yang dibacanya. Tiba-tiba sebuah majalah muncul didepan mata gadis itu, mata gadis itu terbelalak melihat cover artikel tersebut.

“Shin Hyun Rin?”

Seo Miinah menyebut nama gadis itu dengan nada remeh. Gadis itu sedang memperbaiki riasannya, kemudian ia memutar kursi yang didudukinya dan menatap laki-laki yang ada dihadapannya sekarang. Laki-laki berkacamata dan bertopi cokelat itu tersenyum simpul. “Benar.”

“Tidak mungkin!” Miinah bersedekap. “Kyuhyun…?”

“Semua yang ingin kau ketahui, aku bisa berikan informasi itu kepadamu. Tapi…”

Mata Miinah menyipit, “Tapi?”

“Ada kompensasi. Untuk semua informasi berharga itu.” Pria itu menerangkan maksud ucapannya. Miinah menatap pria itu sinis.

“Apa… kompensasi yang kau harapkan dariku?”

Pria itu tersenyum licik.

Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, pria itu meninggalkan ruangan Miinah. Di dalam ruangan, Miinah menatap amplop cokelat yang diberikan pria itu. Wajahnya mengkerut tidak senang, ia membuka penutup amplop itu dan mengeluarkan isinya. Isinya foto dan… flashdisk. Gadis itu mengambil salah satu foto, matanya membesar. Foto pernikahan… gadis itu menggeram marah, kemudian mengambil laptop dan menyalakannya. Ia memasang flashdisk itu dan membuka isinya.

“Tidak mungkin…” desis gadis itu ketika selesai memutar video yang ada di dalam folder. Gadis itu menutup matanya sebentar, berpikir.

Kemudian seulas senyum licik muncul di bibirnya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s