Fullmoon wo Sagashite (What I Feel and Thought About)

Image

FAVORITE QUOTES

Kumohon…
Jangan ada yang menyentuh hatiku…
Jangan sentuh…
Jangan menyadarinya.
Siapapun tak perlu tahu isi hatiku.
Sudah kuputuskan untuk tidak menoleh.
Karena itu, aku membuang semuanya.
Karena itu… Aku tidak boleh berkata kesepian
FULLMOON WO SAGASHITE, Mitsuki Koyama (MANGA)

Aku tidak ingin tahu soal cinta…
Aku juga tak menginginkan kelembutan…
Ajaran bahwa aku bisa hidup bahagia melupakanmu juga akan kutentang.
Aku tidak takut pada kematian…
Karena kau menungguku…
Fullmoon wo Sagashite, Mitsuki Koyama (MANGA)

This is my first time to reviewing~ yeah, karena boring mau bikin FF tapi masih nggak jelas seperti apa, jadinya kerjanya nonton kartun aja. Terus kepikiran buat review anime dan manganya. Apalagi anime dan manga ini adalah salah satu favorit aku sepanjang masa (meski jujur aja, aku lebih prefer ke manganya). Fullmoon wo Sagashite ini adalah manga dan anime dari Jepang, judul Inggrisnya Searching for Fullmoon. Sebenernya komik dan manganya sudah terbit lamaaaa banget. Pas tahun 2000-an sudah ada animenya coba! Hah~ umur berapa aku segitu? Oh, baru masuk kelas 1 SD coba. Ih, itu masih jaman-jamannya sama Ninja Hattori, Doraemon, Wedding Peach, huaaa… jadi kangen mau nonton ulang~ oke, lanjut! Ini komiknya baru baca pas aku SMA, kalau ngga salah kelas 2 dan baru sekarang (kuliah) nonton animenya. Aduuuh… kesian banget ya? Emang. Animenya kan ga tayang di Indonesia, kayaknya. Jadi yaa, nggak pernah denger juga tentang itu komik sama anime kayak gimana ceritanya. Padahal menurutku, cerita ini memiliki inti cerita yang bagus. Grafisnya juga nggak berantakan. Aku suka banget sama visualisasi Takuto Kira sang shinigami ganteng ^^ karena Takuto-lah, aku jadi suka sama shinigami. Padahal kan sebelumnya cuma taunya shinigami itu kayak Ryuk dan kawan-kawan di Death Note. Hihihi…

Anime dan manga ini mengisahkan tentang seorang anak perempuan berusia 12 tahun bernama Mitsuki Koyama yang sangat suka menyanyi. Tapi terhalang oleh penyakit tumor tenggorokannya. Oleh dokter keluarganya, Keiichi Wakaouji, ia disarankan untuk dioperasi. Tapi, Mitsuki menolaknya, dengan alasan bahwa apabila ia menjalani operasi, maka ia nggak akan bisa bernyanyi lagi. tapi, ada alasan lain mengapa ia menolak. Dulu, saat Mitsuki berada di panti asuhan (ayah dan ibu Mitsuki sudah meninggal), ia pernah berjanji dengan teman sekaligus satu-satunya orang yang ia sukai, Eichi Sakurai, bahwa meskipun mereka terpisah jauh, mereka masih akan bisa bertemu yaitu dengan meraih impian masing-masing. Eichi jadi astronot dan Mitsuki jadi penyanyi. Kemudian Eichi pergi ke Amerika bersama dengan orangtua angkatnya. Meninggalkan Mitsuki yang menyesali dirinya, kenapa dia nggak ngasih tau Eichi kalo dia suka sama Eichi? Padahal Mitsuki udah ngerasa kalo dia suka sama Eichi. Ini rapuhnya Mitsuki keliatan banget, Mitsuki emang—pinjem istilah bu Stephenie Meyer—si buku yang terbuka.

Pada suatu hari, Mitsuki kedatangan dua shinigami bernama Meroko dan Takuto (mereka memperkenalkan diri sebagai duo NEGIRAMEN!—coba nonton animenya, ngakak sumpah!), yang memberitahunya bahwa waktu hidupnya tinggal satu tahun lagi. Begitu tahu waktunya tidak lama lagi, Mitsuki pun memutuskan untuk mengikuti audisi untuk menjadi penyanyi, meskipun jalannya menuju tempat agensi tidaklah mulus, karena ia selalu dihalang-halangi oleh Meroko dan Takuto. Tapi akhirnya, setelah mendengar permohonan dari Mitsuki, Takuto pun membantu Mitsuki untuk meraih impiannya, menjadi penyanyi. Dengan kekuatan shinigaminya, ia mengubah Mitsuki menjadi gadis berusia 16 tahun dan juga sehat.

Inilah serunya kisah Fullmoon wo Sagashite ini. Seorang anak yang begitu ingin menyanyi. Hanya membaca manga, mungkin akan kaget saat menonton animenya yang berjumlah 52 episode, sementara di komiknya saja hanya berjumlah 20 episode dalam 7 komik. Ada banyak cerita yang dikembangkan oleh Arina Tanemura, sang pengarang, di animenya. Kita bisa menyelami lebih dalam lagi seperti apa kesibukan Mitsuki sebagai penyanyi, interaksinya dengan orang-orang sekitarnya, dan juga hubungannya dengan Madoka Wakamatsu. Jalan cerita di anime dan manga, mungkin hanya episode satu yang sama persis. Begitu episode dua, bless! Beda! Hanya inti cerita komik yang masuk ke dalam animenya. Mungkin bagi beberapa orang, ngalor ngidul banget sih ceritanya. Wajar aja, soalnya ini anime kan masuknya genre anak-anak. Meskipun jujur aja, setiap nonton animenya, aku selalu kepingin liat Mitsuki teriak-teriak, meluapkan emosinya seperti yang ada di komiknya =) *ups, spoiler!* Terus juga ada banyak kebetulan di kisah ini. Hubungan Mitsuki sama Wakaouji ga cuma sekedar dokter sama pasien. Wakaouji sayang banget sama Mitsuki karena Mitsuki adalah anak dari leader bandnya (yep! dulu dokter Wakaouji adalah pemain piano di band), juga ternyata si Takuto sendiri punya hubungan sama Mitsuki! *UPS! SPOILER*

Di sini, Mitsuki digambarkan sebagai anak lemah yang ga bisa move on sama cinta pertamanya, si Eichi itu. So sorry to say, but it is the truth. Sampe episode ke 40-an juga dia masih mikirin Eichi! Padahal udah mau tamat coba itu animenya. Mungkin dia sejenis sama Bella Swan versi masih SD kali ya. Tapi bedanya, cinta pertama Bella itu abadi, sedangkan cinta pertama Mitsuki sudah jadi hantu, alias mati. Hehehe~ mianhae, Mitsuki-chan. Ah~ padahal kan ada Takuto yang amat sangat tampan, udah gitu selalu melindunginya~ hah! Kenapa Mitsuki nggak bisa melihatnya??? Sampai-sampai Takuto mesti makan ati waktu tau alasan Mitsuki nyanyi juga cuma biar bisa ketemu sama Eichi. Pas tau Eichi udah nggak ada? Uwaaa… depresi pake banget banget banget. Bella di New Moon banget. Eh, ko jadi dibandingin gini? Eh maap~~

Di anime juga diceritakan pengalaman Mitsuki di sekolah, sedangkan di manga diceritakan Mitsuki nggak bisa sekolah. Mungkin Arina-san kasian kali ya, Mitsuki temenannya sama shinigami doang di manganya, jadi di anime temennya ditambahin; temen sekolah sama temen yang dia dapet saat dia jadi Full Moon. Yang pasti sih, supaya lebih paham ya baca aja komiknya dan nonton animenya. Ou lagi, di manga diceritain kalo Mitsuki udah tau kalau Eichi udah meninggal dunia. Tapi di anime? Hmm, nonton dong ah biar penasaran~ hahahaha~~ Seriusan, ini adalah karya yang sangaaaattt~ bagus! BIG recommend!!!

Overall, meskipun ini adalah anime lama, tapi perasaannya tetep dapet kok. Pertama sih, kita dapet gambaran tentang pekerjaan seorang penyanyi itu seperti apa. (Makanya sekarang aku tahu kok kalo pekerjaan suamiku, si Kyuhyun nggak mudah; ada banyak banget rintangannya, terus pasti ada deh yang suka cari-cari kesalahan). Teruuuusss… mungkin ini bisa jadi inspirasi bagi siapapun yang ingin jadi menyanyi. Harus tahu dulu, untuk apa menyanyi? Apakah untuk hobi, mendapat uang, atau apa? Paling penting adalah menyanyi dengan hati, dengan perasaan sepenuhnya. Sehingga apa yang ingin disampaikan dapat tersampaikan kepada pendengarnya.

Ini review pertamaku, tentang komik dan anime. Ah~ jujur aja, ada banyak yang ingin aku tulis. Tapi sulit sekali untuk menuliskannya -____- aku masih harus banyak belajar! Ganbatte kudasai~

Imagew

ini gambar favoritku di manga~ nggak tau kenapa, suka aja liatnya. Ah~ Takuto-kun why did you so handsome??? Everytime I saw him, I imagine this guy:

Image

CHO KYU HYUN-SSI~~~!!!!!!!!!!!! >< I just wanna be as Mitsuki if he’s the shinigami~~~ kkk~

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s