MY REVIEW ABOUT HEROES OF OLYMPUS

2006951086_1389776932

Halo!

Kembali lagi deh nge-review buku—atau lebih tepatnya seri. Si anti-mainstream ini nggak mau capek tiap selesai baca novel kemudian bikin ringkasan ceritanya. Makanya lebih sering bikin review dari serinya, karena jauh lebih… apa ya namanya? Fleksibel.

Karena seri ini udah ada lama banget, sejak seri Percy Jackson and The Olympians selesai diterjemahkan, kemudian seri ini pun melanjutkan seri tersebut. Awalnya aku nggak begitu tertarik baca, karena Percy-nya cuman ada di buku kedua, Son of Neptune. Kan ceritanya (waktu itu) aku demen banget sama Percy (padahal demennya sejak nonton filmnya dan liat Logan Lerman yang main) dan akhirnya di buku terakhir Percy Jackson, aku patah hati.

Karena Percy jadian sama Annabeth.

It’s dissapointed me a lot, guys. Waktu pertama kali baca novelnya, aku tertarik dengan ceritanya yang fantasi dan juga kesannya ini lebih cocok dibaca sebagai dongeng sebelum tidur anak-anak. No kissing scene or such a lovey-dovey love story. Makanya aku suka banget seri ini, terutama karena karakter Percy yang menarik di seri ini.

Ini kenapa malah bahas seri Percy Jackson and The Olympians sih?

Oke, balik lagi ke topik sesungguhnya. Baiklah, seri ini melanjutkan seri PJO kan? Yup, buat kalian yang udah baca buku kelima seri ini, pastinya ingat kalau Rachel Dare, manusia biasa yang dirasuki roh Oracle, menyatakan sebuah prophecy baru yang nantinya akan disebut sebagai The Great Prophecy yang intinya adalah menyebutkan ada tujuh demigod yang akan menyelamatkan dunia (lagi) yang petualangannya akan diceritakan sebanyak seri Percy Jackson and The Olympians. Yup, five books. Dimulai dengan The Lost Hero, kemudian Son of Neptune, Mark of Athena, House of Hades, dan seri epik ini akan diakhiri dengan Blood of Olympus yang kabarkan akan diterbitkan pada Autumn 2014, tepatnya pada bulan Oktober. Masih lama sekali kalau mau nunggu boxset-nya nih.

Cover heroes of olympus #1 - The lost hero15714024tumblr_mc1rr5wsGg1rtpvsoo1_500ntee

18705209

Buat yang udah baca Demigod Diaries (dan sudah diterjemahkan! Untunglah…) akan tahu kalau Percy dan Annabeth akan ikut andil dalam ramalan tersebut, sisanya lima demigod lainnya akan diperkenalkan di seri ini.

Yang pertama The Lost Hero. Seri pertama ini tidak memunculkan Percy. Yup, tokoh utama (dan dibuat sudut pandangnya) dalam buku ini ada tiga, yaitu Jason, Piper, dan Leo. Sama seperti cerita awal Percy, ketiganya belum tahu kalau mereka demigod dan khusus untuk Jason, diceritakan kalau dia mengalami amnesia dan ia tidak tahu kenapa tiba-tiba ada di dalam bus sekolah Wilderness dan berteman dengan Piper dan Leo. Kemudian mereka menghadapi salah seorang teman sekelasnya yang ternyata adalah monster dan membawa Pelatih Hedge pergi. Lalu disinilah Annabeth muncul dan membawa mereka ke perkemahan Half-Blood. Kemudian mereka menghadapi misi untuk menyelamatkan Hera, ratu dewa-dewi Yunani yang sedang ditahan.

Aku membaca buku ini versi e-book. Sebenarnya aku sudah tahu dan sudah melihat kehadiran buku setelah menonton Sea of Monsters di toko buku (waktu itu baru sampai Mark of Athena) bersama dengan kedua buku lanjutannya. Namun, saat itu aku ragu karena harganya lumayan… mmm, tidak sesuai dengan kantongku dan ketika aku meminta kakakku untuk beli, ia tidak mau beli… hiks… kembali lagi deh penyesalan datang terlambat 😦

Namun semuanya berubah, setelah Ante, temen sekelas di kampusku, ikut tergila-gila dengan Percy (padahal aku duluan yang suka sama Logan! *penting?*) dan bercerita betapa serunya cerita seri ini. Namun sayangnya, saat ia beli novelnya, hanya ada novel Son of Neptune dan Mark of Athena (and then, she also brought the 4th book, House of Hades~~) sehingga akhirnya aku pun membaca buku kedua dan ketiganya.

Setelah aku membaca keduanya, mau tak mau aku membandingkan buku kedua dengan ketiganya. Bisa jadi aku kurang menikmati membaca Son of Neptune karena aku tidak tahu jalan cerita sebelumnya, bagaimana ceritanya Percy (juga) bisa amnesia dan hanya mengingat nama Annabeth, kemudian ia masuk ke perkemahan Jupiter. Ya, di buku ini akhirnya diperkenalkan satu perkemahan untuk Half-Blood lagi, yaitu perkemahan Romawi bernama Perkemahan Jupiter. Mengapa selama ini Perkemahan Half-Blood tidak mengetahui perkemahan yang satu lagi ini? Well, as I always told you, better you read to know.

Selain itu aku merasa karakter Percy agak berbeda dengan di seri pertamanya. Di buku pertama, meskipun ia agak… ugh, bagaimana ya menggambarkannya?—kurang percaya diri?—tapi dia punya rasa pembela apa yang menurutnya benar. Sifatnya juga lebih sarkatis dan nggak misterius begini. Setelah membaca sampai House of Hades dan membaca review di Goodreads, aku menyadari kalau di sini Percy jauh terlihat lebih dewasa—which is good, actually. Tapi entah kenapa aku lebih suka karakter Percy di seri pertamanya.

*bilang aja nggak rela karena Percy sama Annabeth lebih dekat di seri ini*

Setelah selesai membaca Son of Neptune (yang membutuhkan perjuangan cukup melelahkan, karena aku kurang dapet feel pas bacanya. Sepertinya aku harus mengulangi membacanya), akhirnya meski masih blank di sana sini, aku melanjutkan ke buku ketiganya yang dimulai ketika Annabeth, Jason, Piper, dan Leo akhirnya mengetahui lokasi keberadaan Percy di Perkemahan Jupiter dan kemudian mereka menuju perkemahan itu. Namun Leo melakukan hal yang sulit dimaafkan oleh para pekemah Perkemahan Jupiter.

Dan mulai disinilah aku mengenal sosok Leo Valdez.

Awalnya saat membaca ringkasan ceritanya, aku merasa sebal dengan sosok putera Hephaestus ini. Dia menyebabkan terjadinya perang diantara pekemah Romawi dan Yunani, dan aku berpikir apa mungkin dia adalah sosok Luke Castellan di seri ini?

Dan aku SALAH BESAR!

Aku cinta Leo! Seriusan demen banget sama itu anak… duh, gara-gara ada dia, aku ngarep banget seri ini bisa difilmkan! Aku pengin liat sosok Leo Valdez di layar lebar! Sosok Leo itu semacem pengganti Percy deh, dan akhirnya aku jadi Tim Leo! Leo mungkin digambarkan nggak secakep Percy, tapi hei, dia menyenangkan dan punya selera humor yang cukup bagus. Nggak buruk lah jadi calon suami *helaaah…* dan sejak membaca buku ketiga ini, aku pun mulai ketagihan dengan seri ini dan merasa sayang karena sebentar lagi seri ini akan berakhir dan (kemungkinan besar) Leo akan punya pacar!

Kasian juga sih di empat buku dia jomblo sendiri, mainannya sama Festus atau Argo II aja.

*tapi bukannya dulu Percy juga gitu? Eh, tapi di filmnya nggak ah! di SoM udah keliatan benih-benih (?) demennya sama Annabeth!*

Ih, Leo belum ketemu aku sih!

Eniwei, ngomongin soal filmnya… mau nggak mau aku mikir juga, di akhir film Sea of Monsters, diceritain kalau umur Percy ceritanya cuman akan sampai 20 tahun. Oke, kalau bener begitu di film terakhir ini (mit amit nih, jangan ampe deh!) yang The Last Olympian kan Percy udah 20 tahun, lanjut ke seri Heroes of Olympus pasti nggak jauh beda dong umurnya, paling gap-nya cuma berapa hari atau berapa bulan gitu… kalau gitu Leo diceritain udah usia berapa ya??? Apa mungkin akan sekitar usia 20 tahunan?! KYAAAAA…. siapa ya kira-kira yang akan menggambarkan sosoknya??? Leo kan diceritain mukanya agak latin-latin gitu deh, muka agak kecokelatan, mata cokelat, dan rambut warna hitam (kalau di gambar di Demigod Diaries, mukanya imut-imut—karena emang dibilang kalo dia babyface dan rambutnya ikal). Artis yang berdarah Latin dengan muka babyface, dan cungkring itu siapa ya? *ga tau banyak artis Latin kecuali yang jadi Pedro di Amigos X Siempre*

Heroes-of-Olympus-wallpaper-the-heroes-of-olympus-25019043-1920-1200

I just can’t wait if it really happen!

Ngomongin karakter visual, jadi inget sama Frank Zhang, pacarnya Hazel, yang muncul sejak Son of Neptune barengan sama Percy, aku jadi bayangin yang pantes jadi Frank itu Henry ‘Super Junior-M’! Frank kan ceritanya orang Kanada keturunan Cina, persis sama Henry… cuman Henry nggak large and stocky frame. Tapi yang namanya Hollywood, imajinasinya mah bisa aja diutak-atik 🙂

Dan sebagai penutup, aku ingin menceritakan poin dari buku terakhir yang telah diterjemahkan baru-baru ini, House of Hades, menceritakan setelah Annabeth mendapatkan patung Athena Parthenos, kemudian ia jatuh ke lubang Tartarus bersama Percy akibat ulah Arache. Karena sudah kepalang masuk ke Tartarus, akhirnya misi dadakan pun dibuat: Percy dan Annabeth harus menutup Pintu Ajal yang berhubungan dengan Tartarus, sementara sisanya; Jason, Piper, Hazel, Frank, dan Leo *kenapa Leo disebut belakangan?* harus menutup Pintu Ajal tersebut yang berhubungan dengan dunia fana yang ada di Gerha Hades dengan bantuan Nico—yup, Nico also in.

Di buku keempat ini, semua emosinya dapet banget! Kita nggak cuma dikasih konflik yang beraneka ragam, namun juga permainan emosi yang mengaduk-aduk perasaan. Pernah bayangin seperti apa Tartarus itu? Segala macam keburukan dan kesedihan ada di sana—you’ll never imagine think things like that even exist. Juga permainan twist yang langsung membuatku bengong, tercengang saat membacanya.

Seriously, this series are so damn great. I totally recommend you guys to read it.

And, this is it. One latest review from me. Hope you enjoy it!

Sampai jumpa!!!

@DEENAmond

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s