MY REVIEW ABOUT THE RAID 2: BERANDAL (2014)

28364_20140305042833 eternalsun11

 

Hooi, yang udah nonton The Raid 2 siapa?! Ayo ngacung!

*ceritanya lagi sok berkuasa* #naon #padahalguesiapa *’somebody’ jawab kalem*

THIS REVIEW IS SO FULL OF SPOILER. SO IF YOU HAVEN’T WATCH THE MOVIE (AND DON’T WANT TO READ ANY KIND OF SPOILER THINGS) BETTER WATCH OUT…!!!

Oke, jadi ceritanya akhirnya hari ini aku nonton The Raid 2 lho~ *terus?* lupakan. Jadi setelah penasaran dengan film The Raid yang ditayangkan tahun lalu (ya kan tahun lalu? Iya aja… coba cek Google ternyata tahun 2012 cuy, hahahaha… gue lupa) akhirnya lanjut lagi si Om Rama membabi buta antagonis-antagonis film ini :p

Oke, yeah, jadi awal film ini diceritakan settingnya 2 jam setelah pembobolan apartemen di film sebelumnya, kemudian selanjutnya Rama diceritakan masuk penjara dan keluar dua tahun kemudian.

Jadi inti ceritanya sih berlanjut ya, si om Rama ini pengen nyusup ke sindikat kriminal berbahaya di Jakarta. Gimana caranya dia nyusup? Ya dia harus masuk penjara. Dengan masuk penjara, maka ia dapat menjalin hubungan *bahasa gue* dengan anak dari pemimpin sindikat penjahat itu yang bernama Uco (Arifin Putra). Kenapa dia sekali lagi berantem-berantem? Untuk melindungi keluarganya. Karena yah, sejak penampilannya di The Raid: Redemption, keluarganya terancam bahaya kalau sampai ada yang tahu Rama masih hidup. Jadi di penjara dia pun menjalani identitas baru.

Di film ini adegan berantemnya lebih intens lagi. Gue masih inget banget selama nonton The Raid yang pertama lumayan ngilu-ngilu gitu liat adegan berantemnya. Gile aja gitu tangan dan kaki dipatahin, tembak-tembakan, dan tentu saja daraaaaahhh *sound effect ala film horor* tapi gue sih biasa aja. Deg-degannya ya karena suaranya yang menggelegar dan epik banget pas adegan sembunyi di balik tembok itu.

Dan di film ini wah… lebih parah. Wow… waktu beli tiketnya gue sampe dimintai KTP semua yang nonton. Gue nonton berempat bareng kakak, adek, sama ibu gue dan waktu dimintai KTP itu, gue sempet ngira di film ini ada adegan nudity atau apalah istilahnya itu. Mana gue nonton bareng nyokap. Kan gawat… tapi ya gue mikir positif aja, kan di film pendahulunya ga ada adegan aneh-aneh gitu. Lagian ga level juga film keren pake adegan kayak gitu… lha wong tanpa adegan aneh-aneh itu juga udah bikin jantung berdebar ketakutan :p

Tapi ya bagus juga semua yang nontonnya dimintai KTP jadi nggak ada anak kecil yang disusupi masuk sama emak-bapaknya yang gelo. Anak kecil nonton film dewasa… hfffrr…

Setelah nonton filmnya, gue jadi paham kenapa pas beli tiket dimintai tiket. Oh yeah, adegan pertarungan lebih bloody and also more gore. Yep, kepala abis dipentung dan dibacok pun diperlihatkan. Kemudian pas adegan Uco nagih duit ke tempat jual DVD esek-esek (ternyata ini -______-) sempet diperlihatkan pasangan yang lagi esek-eseknya. Cuman bayangan sih, tapi sempet annoy juga karena pas lagi suasananya hening, suara latarnya lagi ah, uh, ah, uh…

Kecewa di adegan ini doang sih. Selebihnya menurut gue powerful and great.

Oh ya, akhirnya setelah film sebelumnya ga ditampilin assassin cewek, disini tante Julie Estelle muncul sebagai antagonis pembunuh. Raut mukanya nggak begitu keliatan sih, soalnya dia pake kacamata (dan di akhir cerita ditampilin wajah karakter yang dimainkannya) dan gerakan bertarungnya pas di dalam kereta kereeen~ suka, suka banget sama tokoh cewek berantem, meski sebagai antagonis. Kesannya kan bukan ‘aaaah, tolong aku oppa’ tapi lebih ke independence woman. I don’t need a man, I don’t need a man~  *lho* #opoiki

Seperti biasa, om Iko Uwais plays great. Meskipun agak bingung juga, karena seakan-akan hampir semua musuh dibabat sama dia. Ga teler apa ya? Adegan dia tumbangnya bentar banget… Mana endingnya ngegantung banget pula. Si om Rama bilang “Sudah, cukup.” pas ketemu sama geng yakuza Jepang. Iyalah cukup. Udah babak belur gitu masa masih mau berantem lagi? #namanyaajafilm

Terus, terus entah kenapa gue ngerasa nggak sreg sama beberapa pengucapan di awal film dimana pas pak polisi yang membawa Rama ke penjara (siapa ya? Ga tau namanya) itu ngomongnya nyampurrrr antara gue-lo sama saya-kamu. Padahal kan posisi mereka kan non-resmi gitu, pake gue-lo juga gapapah… cuma kalo abis manggil lo trus nyebut diri sendiri ‘saya’ itu kan aneh. Baiklah, mungkin si om lupa dikit dialognya.

So, buat kalian yang mau nonton film ini silakan 🙂 ceritanya makin bagus kok dan terakhir cek di IMDb, ratingnya tinggi juga (buat kalian yang lebih terfokus pada rating kalo nonton film). Nggak sabar nunggu film terakhir seri ini deh~ tapi sayang nggak akan tayang setahun-dua tahun lagi. karena om Gareth Evans-nya lagi fokus sama film lain T-T dan sembari menunggu, gimana kalo nonton film ini sampe turun tayang di bioskop *lo aja, Na…* ga deng… tinggal keep watching a quality movies!

wsqs

Sampai jumpa~~~!!!

 

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s