MY REVIEW ABOUT FLIPPED (2010)

flipped

Ah… first love~ who could forget them? Rasanya walaupun sudah lama sekali hidup, rasanya cinta pertama nggak akan bisa dilupakan (probably only me. I mean one who forgot who’s the first love, because of so many crush I had in childhood) Oke, ini bohong banget. Bohong banget hidup selama ini nggak lupa sama cinta pertama—fine, ada beberapa pengecualian, misalnya ada yang sangat beruntung bisa menikah dengan cinta pertamanya—doesn’t matter. Oke, jadi kali ini aku ingin me-review salah satu film romance kesukaanku yang berjudul Flipped.

Kisah ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karangan Wendelin van Draanen yang mengisahkan tentang kisah cinta sepasang anak muda (beneran muda, masih kelas 1 SMP kalo di sini)—yeah, cinta monyet kalo bahasa sini—dengan latar sekitar ’60-an. Kisah ini sangat sederhana, tipikal, namun menghangatkan hati~

Diceritakan melalui dua sudut pandang karakter utamanya, yaitu Juli Baker (Madeline Carroll) dan Bryce Loski (Callan McAuliffe). Ceritanya dibuka dengan kisah dari sudut pandang Bryce kecil saat ia pindah ke perumahan Mayfield dan di sana ia bertemu dengan Juli kecil yang sudah falling in love—atau mungkin flipped dengan Bryce yang dianggapnya punya dazzling eyes (*dazzling girl, dazzling girl, ay~ ay~—oke, salah fokus dan salah sontrek) dan yang muncul dalam pikirannya kemudian adalah…

“Would he be my first kiss?”

*kemudian ngakak*

ygyfff

Bryce kaget dengan kemunculan gadis asing itu dan ia lumayan takut, apalagi waktu pertama kali masuk sekolah dan Juli langsung memeluknya erat-erat dimana dari sudut pandang Juli adalah untuk memberi kesempatan menghilangkan rasa malu Bryce. Jadi selama di SD, Bryce selalu diejek teman-temannya—biasa lah, ditanyain kapan kawin, mana pacarnya, sampe ada yang bikin nyanyian “Bryce and Juli sitting in the tree/K-I-S-S-I-N-G (dan waktu baca novel The Serpent’s Shadow, kayaknya emang semacem lagu buat ngecengin pasangan waktu di SD gitu, kayak apa ya di Indonesia?) hingga kemudian saat mereka kelas 6 SD, Bryce mulai ambil tindakan dengan PDKT sama Sherry Stalls yang dibenci sama Juli karena ‘whiny, gossipy, back-stabbing flirt with all hair and no substance‘, padahal sih kata Bryce si Sherry ini biasa aja. Namun kemudian Bryce dan Sherry putus juga karena Garrett Einbinder yang dianggap Bryce teman dekatnya ternyata flirting sama si Sherry dan ngasih tau alasan sebenarnya Bryce pedekate sama si Sherry. Putuslah mereka dan bikin Juli girang. Ceritanya makin berkembang karena Bryce selalu ‘jaga jarak’ sama Juli (biar nggak dicengin sama temen-temennya. Lagi.) tapi dia nggak pernah bisa… apa ya? Oh, ngomong langsung kalo dia nggak suka. Iya, dia labil parah si Bryce ini. Namanya aja masih abege, maafin aja deh. Jadinya apa? Konflik dong. Mulai dari nggak mau ikutan dukung aksinya si Juli biar pohon Sycamore nggak ditebang, kemudian pas dikasih telur ayam nggak berani ngomong langsung kalo ayahnya parnoan kena penyakit, dan akhirnya apa? He’s flipped. Nggak ngomong selama beberapa hari sama Juli, nggak dikuntit sama Juli malah bikin dia kangen. Oke kan labilnya?

Kemudian konflik mendekati akhirnya adalah saat ia jadi basket boy (cowok-cowok yang bawa makan siang dalam sebuah keranjang, kemudian anak-anak melakukan penawaran dimana yang penawar tertinggi akan makan siang bersama si basket boy—sorry tetep pake bahasa Inggris, karena aku masih belum nemu padanan kata yang sesuai dengan ‘basket boy‘ ga mungkin kan aku bilang ‘cowok berkeranjang’? FYI, yeah, I used english subtitle)yang direbutin sama dua cewek terkenal di sekolahnya dan salah satunya adalah si Sherry itu. Namun akhirnya dia sebel karena Juli nggak nge-bidding dia dan nggak makan siang sama dia, kemudian dia ambil tindakan. Tindakan apa? Well, unexpected one which makes her mad. Film ini diakhiri dengan ending yang oh-so-sweet.

dwdwss

Oke, itu dia preview filmnya. Buat yang penasaran sama filmnya, silakan cari sendiri filmnya :p dan buat kalian yang masih ragu-ragu, rating film ini semua umur, jadi bisa ditonton semua kalangan. Aman banget buat nonton sama keluarga. Karena adaptasi dari novel, tentunya ada juga bukunya, tapi bukan bahasa Indonesia. Jadi perbanyak kosakata deh biar paham jalan ceritanya. Hohohohoho~ silakan komentar di bawah ini kalau kalian juga sudah menonton filmnya dan bagaimana pendapat kalian?

Sampai jumpa lagi!

@DEENAmond

Advertisements

2 comments

  1. Halo~ menurutku Juli baker nya agak nyeremin sih ngikutin bryce mulu,setuju kalo bryce nya labil…. tp sdh lupa film nya,udh lama bgt ga nonton lg

    • halo juga~
      iya, kalo udah lebih dewasa, jelas tindakan juli ngestalking bryce itu creepy as hell. tapi berhubung mereka masih SD menuju SMP, menurutku itu makes sense sih… not that I’m talking from experience, tho 😉

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s