MY REVIEW ABOUT MALEFICENT (2014)

Test

OKE! Inilah dia~ review aku lagi tentang film—belakangan ini jadi demen review film. Sombong ceritanya, pengen pamer ‘gue udah libur dan pengen having fun!’ dan akhirnya nonton Maleficent yang udah penasaran dari tiga tahun sebelumnya sejak kemunculan berita Angelina Jolie jadi penyihir jahat dalam dongeng Sleeping Beauty and by the way, the princess name’s Aurora, not Snow White and she’s sleeping caused by jarum pemintal, bukannya sekali gigit apel. And no, sleeping beauty is not waken by tempting kiss or kind of like… ugh, why I telling you that?! Sorry, another version. Worse. Better not telling more.

Film yang menceritakan kisah Maleficent dari masa kecilnya ini sepertinya berangkat dari pertanyaan: ngapain sih Maleficent mau banget diundang ke acara perayaan kelahiran putri Aurora? Oh, dia sirik. Ya trus sirik kenapa? Kalo dia nggak kenal, ngapain sih kepo ikut-ikutan acara kayak begituan? Buang-buang waktu aja. Oh, dia pasti kenal seseorang di istana. Siapa? Ya yang digangguin itu lah. Putri Aurora? Lah, dia kan baru lahir! Ya keleus waktu masih dikandungan ibunya ternyata dia sudah ada dendam kesumat sama Maleficent. Oh kalo gitu orangtuanya yang salah ya? Ya tapi siapa? Ibunya? Kali aja Maleficent itu ternyata calon putri di kerajaan itu, mau dikawinin sama pangeran sana, tapi karena dia penyihir, jadinya nggak bisa kawin. Dan ibunya Aurora adalah temennya si Maleficent trus semacem back-stabbing dengan nikah sama pangerannya? Trus trus kenapa Aurora mesti dikutuknya kena jarum pintal pas umur 16 coba? Napa nggak pas 5 tahun—atau yaaa pas udah tuir gitu, biar makin lama ceritanya (makin ngebosenin kali). Dan burung gagak yang suka nemplok sama si Maleficent itu gunanya apa?

maleficent_by_weaponxix-d6t5fll

Oke, teori konspirasi gue. Banyak pertanyaannya ya? Entah ngomong dan atau nanya sama siapa. Jadi kalo nurut gue, pengembangan ceritanya dimulai dari ‘kenapa Maleficent ikut-ikutan ke istana ngasih pemberkatan?’. Kalo awal-awal film nyeritain siapa itu Maleficent ya jelas lah, ini kan filmnya dia gitu loh. Masa pemeran utama ga dikasih kesempatan nyeritain betapa indahnya masa kecilnyaaaa~

lead_large

Jadiii~ pembukaannya diceritakan tentang wilayah manusia yang dipimpin raja manusia (ih, ya iyalah) dan dunia peri bernama The Moors yang dipimpin oleh nobody because they trust each other. Nah saat menceritakan masa kecil Maleficent, ternyata Maleficent kecil ketemu sama Stefan—no, not Stefan Salvatore from The Vampire Diaries, ladies. Just Stefan—yang ternyata kecil-kecil udah berani nyolong batu bening entah namanya apa di The Moors ini dan oh ya, manusia jarang mengunjungi The Moors karena banyak supernatural creatures dan mereka ogah dipimpin sama manusia dan tau sendiri manusia itu kalo ketemu wilayah baru ngapain. Yep, ngaku-ngaku jadi pemimpin. Ternyata hal itulah yang membuat konflik terjadi, dimana saat itu kerajaan dipimpin oleh raja Henry (setting-nya di Inggris. Siapa sih yang ngarang cerita Sleeping Beauty? Oh, Hans Christian Andersen bukan? Kalo dia ya pantes sih settingnya di Inggris. Kan orang Eropa dia HCA ini) ambisius banget mau nguasain tanah The Moors sampe-sampe bawa pasukan buat menaklukan wilayah itu. Apa yang terjadi? Maleficent yang udah dewasa (udah diperanin sama tante Jolie, if you’re wondering) pun melawan mereka. Menang? Kalah?

Well, kemudian sang raja sakit parah dan dia dendam banget sama Maleficent yang udah bikin prajuritnya kocar-kacir. Kemudian dia pun menurunkan titah bahwa siapapun yang bisa membawa kepala Maleficent ke hadapannya, bakal dijadikan pewaris tahta kerajaan dan dinikahkan dengan putrinya.

 Jadi teori konspirasi gue ada yang salah. Si raja nggak punya pangeran dan putrinya bukan temannya Maleficent. Dan tau ga sih kalo Stefan ternyata ada di sanaaaa??? Yup, he’s there! Dan dia planning sesuatu—gue udah cerita belum kalo Maleficent demen sama si Stefan? Oh ya udah, nonton aje *ga nyambung* Ya pokoknya kemudian something happen dan akhirnya Maleficent dendam sama Stefan yang kemudian menjadi raja karena memiliki sayap Maleficent sebagai ganti kepalanya. Dia ga tega memenggal kepalanya. *diblok kalo penasaran, but I won’t recommend it. SPOILER*

Kemudian setting berubah lagi dimana Maleficent yang berduka, merana, melihat sesosok gagak yang hendak dipukuli oleh manusia. Dengan sihirnya ia pun mengubah gagak tersebut menjadi manusia dan membuat pemukulnya lari ketakutan. Nah dari situ asalnya si buruk gagak yang hobi nemplok sama Maleficent. Lalu Maleficent yang mendengar berita di kerajaan tentang lahirnya seorang putri dari Diaval—nama si gagak—pun memutuskan berkunjung daaaannnn~~ memberikan hadiah teristimewanyaaaa~ hahahahahaha~

Karena film ini memberikan sudut pandang dari Maleficent maka kita akan diberikan scene-scene yang nggak ada di dongengnya. Seperti misalnya ternyata Maleficent selalu memperhatikan Aurora semasa si putri di-exile sama ayahnya yang udah mulai gila dan parnoan—bahkan menolongnya saat hampir jatuh dari jurang. Kebaikan yang dilakukan Maleficent tanpa disadarinya inilah yang membuat Aurora tahu bahwa yang melindunginya adalah her fairy-godmother—si Maleficent, bukannya tiga peri bawel (oh ya, salah satu peri bawelnya, Knotgrass—dia main di seri Harry Potter loh) yang diperintahkan sang raja buat mengasingkan putrinya. Heran, tiga peri bawel itu kan asalnya juga dari The Moors, napa nurutin perintah si raja manusia? Ngapain gitu. Gue sih ogah (ya kan gue udah tau jeleknya si raja, keleus—mereka kan nggak… oh iya.)

Endingnya? Oh yes, buat mempercepat saja, jadi ternyata si Aurora ini udah ketemuan lhoo~ sama si pangeran Philip. Yuhuuu~ love at first sight dan bukan, mereka beneran ketemu dalam keadaan sadar, bukannya pas Aurora udah ketusuk jarum. Jadi yaaa~ nggak kayak di dongengnya dimana si pangeran enak-enaknya masuk ke istana terus langsung nyium Aurora baru nonton lawasnya, lumayan juga tahun 1959 dan gue sendiri belum lahir. Pas gue nonton, yep sama… Aurora sama Philip pernah ketemu, cuman kalo di filmnya sih Phillip berjuang buat masuk ke kastil tempat Aurora-nya molor. Kalo di Malecifent kan kaga, si pangeran disihir biar tidur trus tau-tau aja dia nyampe ke kastil dan disuruh cium Aurora sama tiga peri bawel itu (dan lagi true love kiss di sini nggak mengacu ke Philip—Philip-nya juga bukan favorit gue sih, tbh). Yeah, kinda boring with that all true-love-kiss dengan cowok pandangan pertama dan akhirnya kisah ini memberikan ending yang lumayan berbeda. Meski nggak dibilang baru juga sih idenya, soalnya kan udah dipake Frozen *diblok kalo penasaran, but I won’t recommend it. SPOILER*

Aurora-princess-aurora-16776514-1440-900

Eniwei, untuk sebuah kisah yang diceritakan kembali, menurutku kisah ini not bad. Aku menikmati pemandangan yang disajikan untuk menvisualisasikan daerah The Moors. Indah bangeeeeettt~ mau deh pindah ke sanaaa~ (cuman jadi keingetan di scene not so important dimana Maleficent diceritain udah dewasa dan dia pun pamer kekuatannya dengan terbang kesana kemari. Tapi di salah satu scene tebing-tebing di tengah air, sungai, danau, whatever the name is, mirip seperti di scene film Avatar. Cuman beda dikit lah, tapi gue yakin itu tempat yang sama) dan terasa begitu nyata, meskipun aku nontonnya yang 2D aja, ya yang murah aja lah… ntar kalo ada yang beliin, baru nontonnya yang IMAX atau 4DX *ngareeeepppp* aku sendiri terkesan dengan cerita ini karena… apa ya? Ummm, kayaknya sih karena Aurora itu princess Disney favoritku. Bajunya cantik, warna pink—meskipun disini sih baju pinknya ga dipake. Sayang banget T-T that one’s my favorite! If you don’t want Elle to wear it, pack it right to meeeee…. oh ya, kalo versi kartun juga pangeran Phillip-nya menurutku lebih ganteng. Too young sih Phillip-nya, jadi ga demen deh (ya iyalaaaaaahh~ cerita umur Phillip berape?)

Princess-Aurora-and-Prince-Philip-disney-couples-6340157-1805-2477

Phillip_and_aurora_in_maleficent

Buat penggemar aksi di film, jangan khawatir, di film ini juga disertakan kok beberapa adegan aksi, meskipun rada maksa sih—tapi yaaa namanya aja dari perspektif yang berbeda, anything works on Hollywood, yeah?

Nonton film ini, jadi kepingin nonton film animasi Sleeping Beauty versi lawasnya deh. Terlalu banyak nonton (atau baca?) beragam versi Sleeping Beauty, bikin gue lumayan lupa alur ceritanya. Udah ada yang bluray belum yaaa??? I’m wondering~

 This is it! See you again~~~

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s