MY REVIEW ABOUT SILVER SHADOWS BY RICHELLE MEAD

Judul Asli: Silver Shadows

Pengarang: Richelle Mead

Tebal: 380 pages

Diterbitkan pertama kali: 29 Juli 2014

Bahasa: English

Seri: Bloodlines

Buku ke-: 5

Kepemilikan: E-Book

Web Pengarang: Richelle Mead

Sydney Sage is an Alchemist, one of a group of humans who dabble in magic and serve to bridge the worlds of humans and vampires. They protect vampire secrets—and human lives.

In The Fiery Heart, Sydney risked everything to follow her gut, walking a dangerous line to keep her feelings hidden from the Alchemists.
Now in the aftermath of an event that ripped their world apart, Sydney and Adrian struggle to pick up the pieces and find their way back to each other. But first, they have to survive.
For Sydney, trapped and surrounded by adversaries, life becomes a daily struggle to hold on to her identity and the memories of those she loves. Meanwhile, Adrian clings to hope in the face of those who tell him Sydney is a lost cause, but the battle proves daunting as old demons and new temptations begin to seize hold of him. . . .
Their worst fears now a chilling reality, Sydney and Adrian face their darkest hour in this heart-pounding fifth installment in the New York Times bestselling Bloodlines series, where all bets are off.

I admit now, I was in completely, totally, in shock.

Yep, sehabis membaca seri kelima dari Bloodlines ini, aku bener-bener kaget—nggak kaget banget sih sejujurnya. Tapi ya… yaaa, tetep aja kaget.

Sip, oke… aku harus menjelaskan kenapa kaget (penting banget?)

  1. Buku ini adalah buku pertama yang mesti gue donlot dari torrent. Gue benci sama torrent, jujur aja. Dan selalu berprinsip, kalo ada yang ngelokalin, kenapa gue mesti norrent? Nah, masalahnya adalah masih belum ada yang ngelokalin. Karena kita tau sendiri nggak banyak yang baca seri ini (dan ga ada—sejauh ini—yang nerjemahin). Akhirnya apa? Sedikit BANGET—cuman satu malah yang gue temuin link e-book Silver Shadows ini. Makanya gue bete banget mesti cari tutorial torrent, padahal waktu The Fiery Heart kemaren, gue nggak pake ribet gini. Searching bentar di gugel udah langsung nyantol ke website yang udah lokalin e-booknya. Mana kan cuman dikit lah ini ukuran bukunya, ga sampe 1 MB. Ini serius niat banget nyari bukunya. Karena apa? Ya, PENASARAN.

  2. Seperti dalam seri Vampire Academy dan Bloodlines sebelumnya, Richelle Mead kembali memberikan cliffhanger pada ending buku yang dibuatnya. Menyebalkan sejujurnya. Karena gue nggak suka digantungin, apalagi digantungnya sampe Februari 2015. Tapi yah, karena tipe cliffhanger-nya setipe sama The Fiery Heart, jadi gue nggak terlalu surprise sama fakta yang satu ini.

    “I know what love is, Mom. I’ve had love that burns in every fiber of my being, that drives me to be a better person and empowers me through each moment of the day. If you’d ever had something like that, you’d hold on to it with every bit of strength you had.” (Adrian Ivashkov)

  3. Adrian. Iya, gue antara love and hate kalo udah ketemu sama dia. Di satu sisi, gue kasihan sama dia dan pengen banget meluk dia. Tapi di sisi lain—like seriously as hell—gue mau banget nabokin dia. Serius. Tapi yah… akhirnya sih gue kepengen banget kissing him like heaven on me. Dan mungkin meluk Richelle Mead sendiri sih, karena udah ngasih tipe cowok macem gini. Iya plin-plan, iya dia moody, dia punya mood swings everytime he using spirit magic. Tapi… YA SERIUSAN LO SEGITU KESEPIANNYA AMPE MESTI CIUMAN SAMA NINA?! Padahal dia udah dikasih saran sama Sonya gitu!!! Jangan deket-deket sama cewek yang ada ‘rasa’ sama lo (tapi kalo lo tanya gue, gue emang nggak ngeh sih kalo Nina ada rasa sama Adrian. Iya, oke, gue emang ga peka). Masa ga keliatan sih kalo si Nina itu demen sama lo?! Inilah masalah orang ganteng. Dia nggak tau kalau dia itu menggoda iman, dan terus aja berpura-pura sebagai orang biasa yang butuh teman—siapapun itu untuk mengusir rasa sepi di hati (uhuk!). Huff…

    “You’re better than this, Adrian. Whatever the reason, you’re better than it. Don’t trick yourself into thinking you’re weaker than you are” (Sydney Sage)

     

    “Everything I’d fought for, every challenge, every victory … all of it was empty if anything happened to him. Without him, I wouldn’t have had the courage to become the person I was. Without him, I wouldn’t have realized what it truly was to live and love life. Centrum permanebit. He was my center, and there was nothing I wouldn’t do, nothing I wouldn’t give up, to keep him safe.” (Sydney Sage)

  4. Sydney ternyata naif juga rupanya. Mungkin karena dia masih 19 tahun? Tapi, ayolah, dia kan alkemis, dia cerdas! Tapi harus diakuin sih, kenaifannya itu yang membuat dia tetap waras selama re-education. Tanpa rasa percayanya yang berlebihan terhadap Adrian, nggak mungkin dia bisa keluar dari tempat mengerikan itu dan masih tetap mencintai Adrian.

  5. WEDDING! Gue sebenernya pengen nulis ini aja. Tapi kalo ada yang saking penasarannya sampe kepengen mati, silakan diblok aja. JADI AKHIRNYA ADRIAN DAN SYDNEY ME-NI-KAH!!! Iya, ini yang bikin gue syok sampe jedotin kepala di tembok. INI TERLALU INDAH UNTUK JADI KENYATAAN. And I wrote this in a good way seriously heaven. Sejak gue iseng buka bab terakhir buku ini (ngeselin emang!) kemudian syok sesyok-syoknya waktu baca kalimat Adrian yang me-refer Sydney sebagai ‘his wife’, gue langsung mati di tempat. Kemudian ngebut nyelesein buku ini.

  6. Gue sebenernya sadar kalo Adrian ini bisa telekinesis, cuman karena belum yakin apa tebakan gue bener jadi baru ditulis sekarang. YEP, FOLKS, HE’S DOING TELEKINESIS HERE!!! Jadi ada adegan dimana Adrian doing kind of things like throwing something, probably car or else, to the Alchemists who tried to chase him. Nah di situ gue ngeh, ini si Adrian punya kekuatan baru dari spirit magicnya apa ya? AND THAT’S RIGHT!!! Gue ke forum Goodreads dan salah satu member membenarkan kalau si Adrian ini punya telekinesis. Ga tau sih kenapa bisa tiba-tiba gitu munculnya. Pasalnya waktu di bab-bab sebelumnya POV dia, nggak ada acuan kalau Adrian latihan trik sihir roh baru atau gimana. THIS MUST BE THE POWER OF LOVE!!! CENTRUM PERMANEBIT!!!!

“Are you in a suit?” I managed at last, my voice chocking up. “You didn’t have to dress up for me.”
“Quiet, Sage,” he said. “I’ll make the hilarious one-liners during this daring rescue.”

Lumayan banyak juga ya, lima ENAM hal yang membuat gue syok selama membaca buku ini. Mengingat konflik utama dari buku ini ya cuma ‘how to save Sydney Sage from the fucking freaking re-education institution‘ sih. Dan ini yang menurut gue jadi kelemahan buku ini. Dari buku-buku sebelumnya, gue suka sama konfliknya yang cenderung tumpah tindih. Jadinya nggak cuman ada stau konflik utama aja yang mesti banget diselesaikan, tapi ada konflik-konflik pendukung, jadinya selama baca bukunya gue ngerasa ikut dalam permainan alurnya. Meskipun alur di buku ini nggak bisa gue bilang datar, tensinya emang sih naik-turun, tapi jelas ada yang beda dari buku ini. Gue kurang masuk di ceritanya.

10470193_10202278132186328_3044280001691341161_n

Kecuali pas Adrian melamar Sydney sih. Trus nikah kilat di Vegas. DAMN LIKE HELL!!!!

*BTW, sejak baca buku ini gue jadi sering memaki. Tolong maafkan. Kendali hati ini masih sangat rapuh*

Gue sangat terkejut dengan keputusan yang diambil Adrian untuk menikah dengan Sydney. Bukannya gue mengeluh, tapi entah kenapa, pernah ga sih lo bisa ngebayangin seseorang yang dikerumuni oleh cewek-cewek, playboy-kind-of, and party boy kind of, bisa settling down and purposing a girl at a very young age. Young age ini gue refering pada kultur Amerika sendiri sih ya. Gue emang sering mengerutkan dahi kalo baca novel dimana tokoh utamanya cewek dan cowok baru setuju nikah pas umur diatas tiga puluhan, itu juga setelah tinggal bareng loh ya. Paling cepet sih rata-rata pas udah akhir duapuluhan loh. Rata-rata kan cowok amrik susah komitmen. Ngucap I love you aja susahnya setengah mampus sampe ngabisin halaman buku, apalagi ngelamar cewek. Bisa habis dua buku. Gue tau ngucap cinta sama ngelamar itu sakral banget, butuh pertimbangan berat—apalagi buat orang yang terbiasa dikelilingi pesta dan dikagumi cewek-cewek. Gue terbiasa berpikir kalo Adrian sama Sydney ini nggak mungkin menikah dalam waktu dekat. Malah gue yakin bakal digantung di buku terakhir dengan kalimat macem ‘we will always be together’ tapi mereka nggak ada scene menikahnya. Atau mungkin Adrian dan Sydney bakal nge-review hubungan mereka (gue lebih ngerasa Adrian yang bilang begini. Mengingat reputasinya) dan mereka pisah jalan. Adrian tetep party boy tapi dia serius mau lanjutin kuliah dan Sydney akhinya kuliah juga.

“Until now, you have always lived your life alone. Every decision you’ve made has been for you and you alone. Now, and for the rest of your days, your life will be tied to another’s. Every decision you make will be for both of you. What one does affects the other. You are a family, a team … inseparable and unbreakable.”

KEMUDIAN DI BUKU INI MEREKA MENIKAH KILAT DI LAS VEGAS!!! Oke, ini totally super spoiler. Tapi gue udah ga peduli dengan macam itu. Gue menyampaikan apa yang ada di pikiran gue selama membaca buku ini. Dan dari apa yang gue baca, Adrian totally sure with what he was doing. He’s so sure with the love of his life and want to spent his lifetime with her. JELAS ROMANTIS…!!! Tolong tembak gue tepat dimana hati gue berada!!!

“I expected to see the most beautiful woman in the world, to feel my heart skip a beat in her presence, and to want to carry her off to bed for a night neither of us will forget. So to answer your question, I got exactly what I expected.” (Adrian Ivashkov)

Tapi fakta kalo si Adrian ini masih umur 22—masih muda banget dan sudah yakin dengan pilihannya inilah yang buat gue pengen bunuh diri. He’s very young and also very mature at the same time. Gue yakin sih sebelum dia percaya hidup Sydney nggak akan bisa tenang kalo dia nggak ikut menjadi bagian kehidupan Sydney, menikah nggak ada dalam daftar hal yang akan dilakukannya untuk beberapa tahun kedepan. Tapi karena dia ingin melindungi Sydney, maka dia pun berani menawarkan ide gila, menikah dengan Sydney.

Sumpah, di buku ini keliatan banget Adrian itu masih egois. Di bab-bab awal dia galau sampe nutup dirinya dan berpura-pura everything’s fine, not really di Court, tapi sejak dia ketemu Sydney di spirit dream, dia berubah jadi lebih dewasa dan lebih berpikiran jernih.

TUHAN, GIMANA CARANYA BERHENTI MENCINTAI ADRIAN, TOLONG?!

Dan gue tetap nggak mengeluh, meski faktanya sampai sekarang gue masih belum menemukan Adrian, one love of my life, yang melamar gue SEKARANG.

“Dad,” I said quietly, “I’ve always made it a rule in my life not to pick fights with children, cute animals, or ignorant old men. I will, however, make an exception for you if you ever touch or insult my wife again.”

Ide nikah kilat Adrian boleh juga. Gue suka sumpek sama fakta kalo persiapan nikah aja bisa sampe setaun di dunia nyata. Gue lebih suka dilamar terus langsung nikah. As simple as that.

Tapi gue ada feeling kalo ntar pernikahan Adrian-Sydney bakal bermasalah di buku terakhir. Entahlah apa mereka masih setia satu sama lain. Sydney sih nggak diragukan lagi. Tapi Adrian? Not so sure. Mengingat dia sendiri sering ngalamin moods swing. Namun aku sangat berharap hal ini nggak terjadi. Adrian lebih baik dari ini dan dia pasti nggak akan mau mengalami apa yang dilakukan orangtuanya dan orangtua Sydney. Titik.

 

♥ @DEENAmond ♥

Advertisements

3 thoughts on “MY REVIEW ABOUT SILVER SHADOWS BY RICHELLE MEAD

  1. Haloo, boleh minta link ebook nya? Aku nyari tapi gak ketemu yang bisa di download gt 😦 btw ebooknya format pdf ga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s