MY THOUGHT ABOUT VAMPIRE ACADEMY: FROSTBITE MOVIE

10593227_830906020277096_8241775568946728258_n

Pada suatu hari yang damai, sepi, sejahtera, tenang, santai—benar-benar kehidupan yang sangat biasa, seorang gadis masih belum bisa move on dari novel yang dibacanya. Novel yang merupakan seri kelima dari Bloodlines ini benar-benar menyita segenap jiwa dan raga gadis tersebut—makan pun terasa tak nyaman, tidur pun tak pulas.

Okey, screw that. Seperti biasa sisi melankolis campur lebai gue ambil alih. Halo! Update blog kali ini tentang berita. Tumben ya? Iya, tumben-tumbenan lho mau nulis berita. Tapi sebenernya nggak penting-penting banget—tunggu, coret tiga kalimat sebelumnya. INI PENTING SEKALI! Ini menyangkut kehidupan seorang fangirl dari seorang pria tampan—vampir lebih tepatnya—yang punya kemampuan roh mengagumkan, punya wajah adorably amazing, dan sifat yang nggak diduga-duga, tapi amat sangat menarik! Yup, that’s Adrian Ivashkov!

Tapi apa hubungannya Adrian sama berita kali ini? Oh, hubungannya erat sekali folks! Jadi berita yang akan aku bawa ini—mari kita kesampingkan basa-basi yang sangat basi ini ya—mengenai kelanjutan dari film Vampire Academy yang pernah aku tulis reviewnya sebelum ini. YA! FILM INI AKAN ADA KELANJUTANNYA! Lebih lengkapnya silakan baca Indiegogo.

10479589_830645430303155_4069865017426045238_n

Sudah baca? Paham kan maksud dari artikel yang aku tautkan? Jadi pada intinya, produser film seri Vampire Academy bersiap untuk melakukan pembuatan film Frostbite. Sebagian besar kastingnya kan udah ada ya, seperti Rose Hathaway yang telah sukses diperankan Zoey Deutch, Lissa Dragomir yang diperankan Lucy Fry, Dimitri Belikov sukses diperankan oleh Danila Kozlovsky, dan juga Christian Ozera yang diperankan oleh Dominic Sherwood.

Tapi bagaimana dengan Adrian?! Siapa yang akan memerankannya?

Well, sampai aku menulis berita (atau artikel, lebih tepatnya?) ini, masih belum ada pembicaraan mengenai kasting Adrian. Jadi bisa dibilang masih digantung harapan, siapa kiranya yang bakal memerankan Adrian. Aku sendiri masih belum ada bayangan siapa yang cocok memerankan dirinya. Ganteng maksimal, bisa keliatan arogan, narsis—yah, kepribadian bisa dibentuk di layar kamera ya—ya pokoknya yang bisa memerankan Adrian dengan baik, sampai pas gue nonton filmnya, gue menjerit heboh setiap kali dia muncul.

Sewaktu gue lagi dalam kondisi transisi, antara kembali ke dunia nyata atau tetap dalam dunia Bloodlines (akhirnya sih gue memutuskan untuk tetap dalam dunia Bloodlines. Belum masuk kuliah ini), gue masuk ke grup dan… KAMPRET ITU ADA POTONGAN SKRIP ADEGAN PERTAMA ROSE BERTEMU SAMA ADRIAN!

Dan coba tebak kalimat pertama yang diucapkannya?

Hey, little dhampir.”

Gue akuin, gue nggak menjerit heboh atau pingsan, atau tewas tertusuk belati atau silver stake. Jelas nggak mungkin. Tapi mulut gue terbuka lebar dan gue heran kenapa rahang gue nggak jatuh ya? Abaikan saja. Semua orang tau kalo udah menyangkut kegiatan fangirling, apapun itu yang gue sukain, gue langsung berubah jadi orang gila. Tidak usah dimaklumin ya. Ini habit.

Sejak mendengar kabar tersebut, gue sama sekali nggak tenang. Seriusan. Gue penasaran siapa yang bakal jadi Adrian. Padahal pembuatan filmnya aja belum dibikin ya, tolong deh. Jangankan bikin film, siapa yang bakal jadi Adrian aja nggak tau, juga kasting pemeran lainnya; kayak Eddie, Janine, trus tantenya Christian… belum ada berita apa-apa soal itu! Tapi gue udah panas dingin kayak gini. Tapi kembali, curhat gue cuman selingan. Mari kita liat paket proyek untuk membawa Frostbite ke layar lebar. Yup, produser dan co-produser film ini meminta bantuan fanbase VA di seluruh dunia untuk funding sebesar US$1,500,000.

Diem.

ITU BERAPA JUTA RUPIAH YA?

Oke, jadi berdasarkan kalkulasi gue dengan perhitungan bahwa satu dolar Amerika adalah 12,000 (sebenernya sih 11,000 something, tapi ya mari kita pakai yang 12,000 aja) maka funding yang diminta kira-kira sebanyak 18,000,000,000. berapa tuh? Oh, 18 triliun.

Diem lagi…

Back off, folks. Itu duit semua?

Terus keuntungannya ikut proyek itu apa ya?

Oh, banyak banget. Coba baca sendiri ya. Yang pasti sih bisa dibilang worth it. Dengan bayar 10 dolar aja, lo bisa dapet pengumuman setiap kali pembuatan filmnya dilakukan. Terus ada foto behind-the-scene atau malah pesan khusus dari kasting filmnya. Yah, termasuk biasa banget kali ya itu hadiahnya. Yang bikin gue lumayan amazed itu kalo nyumbangin 30 dolar. Bisa jadi yang pertama dapet digital download film Frostbite dan dapet PDF dari skripnya! Keren ga tuh?! Iya sih skripnya pasti nggak beda sama bukunya, namanya aja adaptasi dari novelnya. Cuman kan seru aja buat yang ga pernah liat skrip film, bentuknya kayak gimana sih. Oke ini totally norak.

Terus kalo nyumbang lebih banyak lagi bisa dapet foto castnya (ada yang plus tanda tangan, ada juga yang nggak), dapet pin, dapet kaos atau tanktop seperti yang digambarkan di Indiegogo itu, dapet hoodie, poster eksklusif Frostbite (ini sih bisa didapet juga di majalah Cinemagz kali ya, kalo ntar Frostbite ditayangin di Indonesia).

Dan yang terakhir yang nyumbang paling besar, sebanyak US$10,000 aka Queen Bee Package, bisa MENGHABISKAN SEHARI PENUH DI LOKASI SYUTING aka ketemu langsung sama artis-artisnya, bahkan… DAPET MUNCUL DI FILMNYA!

Gue diem lagi… kali ini pengin banget pingsan, sekarat, atau tewas stabbed by silver stake.

10,000 DOLAR TUH BERAPA JUTA RUPIAH?!

120 JUTA RUPIAH!!!!!!!

… tolong ya, demi dapet peran mempermanis dekorasi film, mesti bayar 10,000 dolar?! Gue langsung pusing. Gue langsung berharap pacar gue Adrian Ivashkov, tunggu, coret kata pacar itu. NGGAK MUNGKIN GUE SUDI DISURUH BAYAR CUMAN BUAT LIAT PACAR GUE, keleus! Atau mungkin berharap ternyata bokap gue Roarke—bukannya gue ga bersyukur ya, tapi hei, ini kan pikiran sekilas aja dan gue nggak bisa mengendalikannya, lagian kan Roarke kan tokoh fiktif. Mungkin kalo bokap gue Roarke, gue bakal minta dia jadi yang ngebiayai produksi filmnya. Jadi gue bisa melenggang kangkung di lokasi syuting.

Iya, gue tau gue terlalu banyak baca buku, nonton film fantasi.

Atau mungkin gue bisa minta bantuan sama si Valentine kali ya *lirik review Alpha gue* kebetulan banget ga sih itu yang paling mahal 10,000 dolar, sama kayak yang dikasih Valentine ke Kyrie.

Tapi, huloooo~ kalo Valentine segitu demennya sama gue sampe mau bantuin gue buat ambil paket Queen Bee itu, emangnya dia rela liat gue jejingkrakan heboh pas liat cowok lain aka Adrian? Jelas nggak lah! So, skip that thought.

Udah gitu ya, sistem pembayarannya pake PayPal. Oke, gue emang sering denger sistem pembayaran ini, cuman gue nggak ngerti gimana cara buatnya!!! dan lagi, PayPal kayaknya ruwet deh.

Damn, I hope that I was American. Or at least stay there for a while…

Ngomong-ngomong, kalo gue bisa tampil di filmnya, menurut lo peran apa yang bakal gue dapet? Yup, semacem salad. Bisa jadi ada dan ditampilkan, atau lebih buruk, ada tapi tidak ditampilkan (tapi yang kedua ini kayaknya nggak mungkin—maksud gue, gue bayar kan supaya bisa liat di layar lebar kan?). Liat dari penjelasan paket Queen Bee ini, kayaknya yang bayar paket tersebut cuman dapet bagian ngomong “Hai, Adrian.” doang deh.

Dan lo tau apa yang ada dipikiran gue pas denger kalimat tersebut?

Coba lo puter ulang DVD atau file film Harry Potter and the Goblet of Fire, terus fast forward ke adegan menjelang Pesta Dansa Natal, adegan dimana Harry lagi menghibur Ron karena belum punya pasangan dansa, kemudian si kembar Parvati dan Padma Patil jalan berdua dan bilang:

“Hi, Harry.”

YUP, PERSIS KAYAK GITU! Dan gue yakin itu yang bakal terjadi sama yang beli paket Queen Bee itu. Ada dua orang pula. Gue malah punya semacem vision kalo siapapun yang ngomong begitu nongolnya pas Adrian lagi ngobrol sama Rose (entah pas pertama kali ketemu atau di pesta di Istana Kerajaan) dan kedua cewek itu senyum dan nyapa siapapun pemeran Adrian itu. Buat nunjukin kalo si Adrian itu… yah, lo tau lah maksud gue.

Curhat terakhir dalam diary gue kali ini (tadi bilangnya berita, terus artikel, sekarang diary. Ga jelas emang gue), dari penjelasan Indiegogo ini, film Frostbite ini akan ditayangkan di bioskop pada akhir 2015. Pemilihan waktu yang pas—akhir taun kan lagi musim dingin (meski sejujurnya gue sih mengharapkannya musim dingin tahun ini. Tapi ya nggak mungkin ya. Produksi film kan nggak bisa diburu-buru. Ada banyak persiapan teknis, belum audisi artisnya! GOD, I’m totally thrilled by this movie!

Tunggu bentar…

Akhir 2015 itu… GUE UDAH LULUS KULIAH DONG YA?! (Insya Allah—dan harus!)

TERUS GUE JEJERITAN DI BIOSKOP SAMA SIAPA DONG?!

Jangan-jangan gue nonton sendiri lagi kayak waktu nonton Vampire Academy kemaren lagi.

Biarin deh. Ntar gue planning nonton dua kali. Pertama buat ngusir rasa penasaran dan bikin review, yang selanjutnya gue nunggu bioskop sepi—mungkin menjelang filmnya kelar diputar—terus gue nonton sendirian, bener-bener sendirian di bioskop, terus gue jejeritan pas Adrian nyapa Rose dengan kalimat:

“Hey, little dhampir.”

Tolong tewaskan saja diriku ini.

@DEENAmond

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s