MY REVIEW ABOUT THE STRAIN (2014)

Forum and Download Zone: Indowebster/ShAaNiG

Genre: Action | Drama | Family | Horror/Supernatural | Thriller

Classification: Scripted

Network: FX (US)

Airs: Sunday every 10.00 pm

Runtime: 60 minutes

Episodes: 13

Premiere: July 13th, 2014

Based on the best-selling vampire novel trilogy from Academy Award®-winning filmmaker Guillermo del Toro and author Chuck Hogan, The Strain is a one-hour high-concept thriller that tells the story of Dr. Ephraim Goodweather (Corey Stoll, House of Cards), the head of the Center for Disease Control Canary Team in New York City. He and his team are called upon to investigate a mysterious viral outbreak with hallmarks of an ancient and evil strain of vampirism. As the strain spreads, Goodweather, his team, and an assembly of everyday New Yorkers wage war for the fate of humanity itself. Del Toro and Hogan will co-write the pilot script, and del Toro will also serve as director. FX Productions will produce the series alongside award-winning writer and producer Carlton Cuse (Lost, Bates Motel) as executive producer.

Setelah seri Reign selesai masa tayang season satunya, gue mulai kehilangan tontonan. Yup, gue bukan penggemar seri yang panjang-panjang; masalah memori harddisk juga yang udah mulai menyedihkan sisanya, kebingungan memilih diantara Xperia T2 Ultra atau Asus Zenfone 6 (dan ditambah sama HP Slate 6—tapi kayaknya sih nggak bakal milih yang satu ini, karena kualitas suaranya menyedihkan), terus apa lagi ya? Oh. Beasiswa masih belum turun-turun rupanya. Bagus banget, disaat sedang dibutuhkan nggak ada, tapi disaat lagi ga mikirin malah nongol duit. Menyebalkan. Apa lagi ya? Oh ya modem di rumah menyebalkan, ga stabil, tiap ditelpon ke CS, dia nyala. Cih, dasar modem PHP.

Oke, jadi setelah lagau (baca: galau) ditinggal Reign sampai September nanti, gue butuh pasokan, anything, something, buat project menjelang liburan berakhir (OMG. NO WAY… OH NO!!!! *scream like crazy* yup, that’s rite, my holiday is like quite over in… 25 days later. Hell on shit, it feels like so short. The holiday, I mean. Liburan gue ga kerasa banget bakal berakhir, but yeah, lives go on. So, move on now.

Series yang aku dapatkan kali ini termasuk horor dan juga thriller. Ada drama keluarganya juga sih, tapi yang bikin aku tertarik waktu liat forumnya sih—jujur aja, karena ada horornya. Yep, selain penggemar romantisme murahan, gue juga penggemar horor menjijikkan penuh dengan isi perut yang diubek-ubek. Yeiks. Sue me then.

Selain itu gue tertarik sama seri ini karena… setiap mau donlot episodenya, suka ditampilin cover serinya. Dan lo tau bentuk covernya seperti apa? Nih!

Gue paling jijik sama sesuatu yang berhubungan sama ‘pembantaian mata’!!! Nah ini?! CACING keluar darri mata! Jijay tingkat dewa Zeus! Makanya gue sering tutup muka setiap nontonin film yang ada adegan sadisnya di bagian mata.  Entah itu bola mata dimakan kanibal, atau ditusuk pake paku, atau ketembak pistol, apapun itu—please, lo ga usah bayangin apa yang gue ilustrasikan. Emang lo ga ngerasa ngilu atau jijik apa? Kalo kaga, tolong lo periksain diri lo ke psikiater. Mungkin lo punya bakat psikopat.

Lanjut! Seri ini merupakan adaptasi dari novel karangan Guillermo del Toro (sutradara, produser, dan novelis terkenal di balik karya-karya fantasi seperti Hellboy, Pan’s Labyrinth, Pacific Rim, Blade II, The Orphanage, dan sebagainya) dengan Chuck Hogan, novelis Prince of Thieves yang telah diadaptasi menjadi film layar lebar The Town dan mendapat nominasi Academy Award tahun 2010.

Ada tiga buku dalam seri The Strain ini; The Strain, The Fall, dan The Night Eternal. Kalian bisa donlot novelnya kalo penasaran sama jalan ceritanya. Berhubung ini kan seri masih ongoing sampe 3 Oktober (kalo liat jadwal dari Wikipedia). Link yang aku tautkan ini sudah satu seri dengan format buku EPUB. Maaf kalo bukan PDF, belakangan ini gue lagi demen baca buku dengan format EPUB. Di Galaxy Tab 3 punya bokap gue ada aplikasi Readers Hub dan itu kalo pake buat baca buku format EPUB tuh lumayan bagus. Fontnya bisa beda-beda, tergantung sama bukunya sih—oke, skip this part. Move to the series please.

Oh ya, buat di Indonesia, ternyata seri ini juga sudah diterjemahkan oleh Elex Media Komputindo! Yuk mari hunting bukunya!!!

Jadi seri ini dimulai dengan kedatangan sebuah pesawat Boeing 767 dari Berlin, Jerman yang saat mendarat di airport JFK ternyata mendaratnya di landasan yang gelap gitu, udah gitu mesinnya ga nyala, dan nggak ngasih semacam sinyal kedatangan gitu. Pas salah satu orang bandara nyamperin itu pesawat, ternyata mesinnya udah dingin, kayak belum dinyalain gitu. Akhirnya dipanggillah orang CDC; dr. Ephraim Goodweather yang diperankan oleh Corey Stoll. (btw, itu dokter ganteng juga, euy. Sayang udah tuir.)

dr. Nora Martinez diperankan oleh Mia Maestro

dan Jim Kent yang diperankan oleh Samwise Gamgee eh, itu mah perannya di The Lord of The Rings bro! Nama aslinya Sean Astin.

Dan omong-omong sebagai trivia, Cadbury di film Richie Rich (Jonathan Hyde) juga ada di seri ini loh. Udah tua ternyata ya (ya iyalah…). Dia berperan sebagai Eldritch Palmer, seorang miliuner yang punya segalanya namun bukan keabadian.

Nah, lanjut ke ceritanya. Pas dr. Goodweather sama dr. Roberts memasuki pesawat, mereka heran dengan kondisi para penumpang pesawat yang terlihat nggak normal. Maksudnya gini, kondisi mereka terlihat seperti sedang tidur, namun ada beberapa dari mereka yang memperlihatkan ekspresi terkejut, namun nggak ada darah, lendir, atau cairan tubuh muncrat di kabin pesawat. Keanehan ditambah saat kabin pesawat disenterin UV, terlihatlah bercak-bercak aneh.

Namun ternyata dari 210 penumpang dan awak pesawat itu, ada empat orang yang selamat. Keanehan mulai terjadi saat seluruh penumpang diturunkan dari pesawat dan isi tubuh para mayat itu diotopsi.

Aku tidak akan menceritakan seluruh isi ceritanya seperti biasa. Hanya garis besar dari seri ini. Aku suka dengan seri ini karena ada unsur penyelidikan biologis gitu dalam ceritanya. FYI, I’m a big fans of biology, but not a fans of chemicals and physics. Jadi nggak masuk jurusan IPA waktu SMA kemaren. Lagian kalau aku masuk jurusan IPA, nggak mungkin sekarang aku masuk jurusan kuliah yang nyantai lumayan banyak pesaingnya sekarang.

Selain memasukkan investigasi mengenai apa pembawa virus (jadi pemecahan masalahnya secara sains ya) dan bagaimana menyembuhkan para korbannya, ada juga masalah dari pihak-pihak lainnya yang tahu mengenai masalah virus ini dan mereka berniat menginfeksi New York dengan virus tersebut melalui korban yang telah terinfeksi. Ada unsur mitologinya juga sih sepertinya, soalnya ada peti mati dengan ukuran 3 m x 1,2 m yang dipenuhi ukiran-ukiran dewa kematian atau semacamnya.

Karena seri ini masih on going, jadi masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Malah kemungkinan sih pertanyaan tersebut bakal makin melebar, karena seri ini direncanakan akan dilanjut ke sisen dua, dan sisen tiga… atau sampe sisen lima! Wow…

Harddisk, how are you now?

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s