MY REVIEW ABOUT DRACULA UNTOLD [2014]

DETAILS

Release Date: 10 October 2014 (USA)

Director: Gary Shore

Running Time: 92 minutes

Genre: Action, Drama, Fantasy

Country: USA

IMDb

CAST

Luke Evans Luke Evans
Sarah Gadon Sarah Gadon
Dominic Cooper Dominic Cooper
Art Parkinson Art Parkinson
Ingeras
Charles Dance Charles Dance
Master Vampire
Diarmaid Murtagh Diarmaid Murtagh
Dumitru
Paul Kaye Paul Kaye
Brother Lucian
William Houston William Houston
Cazan
Noah Huntley Noah Huntley
Captain Petru
Ronan Vibert Ronan Vibert
Simion
Zach McGowan Zach McGowan
Shkelgim
Ferdinand Kingsley Ferdinand Kingsley
Hamza Bey
Joseph Long Joseph Long
General Omer
Thor Kristjansson Thor Kristjansson
Bright Eyes
Jakub Gierszal Jakub Gierszal
Acemi

Karena bosan mau ngapain–padahal udah nyambung ke Internet–akhirnya mutusin buat review film yang baru aja aku tonton. Rencananya sih tadinya mau nonton The Maze Runner aja (iya, iya, payah gue baru mau nonton. Ga ada duit tau, gara-gara beli novel kebanyakan di awal bulan #dancurhatlagi #selalu), cuman males banget itu jam keduanya jam 15.45–padahal udah nyampe di Giant jam 13–jadi ya, akhirnya nonton Dracula Untold di XXI.

Pas baca thread di Kaskus awalnya banyak ekspektasi yang mengira ini kisah dracula yang berbeda dari film-film mainstream jama sekarang. You know, Twilight totally ruined the legend. 

Padahal dulu itu dikisahkan (oleh Bram Stoker) dracula aka vampir itu adalah makhluk kejam yang meneror suatu masyarakat atau manusia lah ya intinya. Pokoknya bukan tipe makhluk menye-menye yang kena sinar matahari terus bersinar terang benderang. Vampir itu lemah sama sinar matahari, bahkan bisa hilang eksistensinya. Ditusuk di jantung pake silver stake atau kayu tajam gitu juga mestinya koit (meski ada beberapa cerita yang bilang vampir takut sama holy water, di Van Helsing paling tidak). Tapi vampir modern udah lebih hebat ya, pikirannya lebih berkembang, alur kehidupannya lebih rumit. Ya udahlah ya, namanya aja fiksi, apa aja bisa dikembangin walau tanpa soda kue.

Oke, balik lagi ke film. Jadi cerita ini merupakan kisah dari Vlad Tepes yang dijuluki sebagai Sang Penyula (kalau ga salah liat subtitlenya) karena dia itu pernah membantai 1,000 tentara Turki dan cara membunuhnya sadis. Mereka semua ditusuk tombak badannya dari anus ampe lewat kerongkongan/mulut) secara sadis. Di film ini sih gue rada bingung sama alurnya; si Vlad ini sebenernya udah dijuluki Sang Penyula ini sebelum cerita film ini dimulai atau pas cerita ini dimulai? Karena di awal film, yang menceritakan masa kecil Vlad yang dibawa ke Turki sebagai salah satu dari 1,000 anak Transylvania, udah diperlihatkan 1,000 orang yang disula itu. Waktu Vlad ketemu sama master vampir, atau vampir pertama yang udah tua di gua itu juga, sepertinya Vlad ini emang udah melakukan penyulaan tersebut sebelumnya.

TAPI KENAPA di tengah-tengah film, saat istananya diserang 1,000 tentara Turki, adegan ini kembali muncul?

Kalau begitu sejarahnya (di film ini) ngaco dong? Vlad ga cuman bunuh 1,000 tentara, tapi dua kali lipatnya (atau malah lebih? Menjelang ending film, dimana Sultan Mehmed II tau Vlad udah bunuh semua tentaranya secara ajaib, dia sendirian yang membunuh semua tentara tersebut, si Sultan membawa lagi 100,000 pasukan untuk menaklukkan Transylvania. Meski, nggak sih, kali ini nggak disula lagi itu tentara Turki.

Ada satu lagi yang bikin penasaran gue di film ini, waktu Vlad mau negosiasi sama si Sultan, supaya permintaan si Sultan buat memberikan 1,000 anak Transylvania, nah dia dikasih semacam surat bertulisan Arab dan di bagian bawahnya, dicap pake darah sama si Sultan. Pertanyaannya, kenapa harus ada huruf Allah disamping cap jempol darah tersebut? Emangnya perjanjian kerajaan Islam jaman dulu pake tulisan Allah dan cap jempol darah? Feel free to tell me I’m wrong–I’m happy to know that I was wrong–and give me a reason. I don’t meant to bring SARA things here, just in case of curious. 

Inti film ini menurut gue adalah bagaimana Vlad berusaha memenuhi janjinya waktu nikah sama istrinya–duh, kenapa sih istrinya mesti lemah tak berdaya begitu? Sebel kalo nonton film jaman dahulu kala yang menceritakan peran istri di masyarakat seperti warga kelas II yang lemah, perlu dilindungi, ga bisa melindungi dirinya gitu deh–dan berusaha melindungi anak mereka supaya nggak dibawa ke Turki. Makanya kemudian jadi perang kan, ketebak kan kenapa. Padahal kalo orang jaman dulu ya bukannya mikirnya semacem ‘ya udahlah ya, kasih aja anaknya. Toh masih bisa bikin lagi’ gitu? Bukannya gue mau jadi orang ga punya hati, tapi hell, isn’t that the mind of the people on that era?

Ya kalo ceritanya kayak yang gue mau sih, ga bakal sepanjang itu cerita film ini ya. Perangnya nggak akan jadi dan Vlad nggak akan jadi drakula (dan omong-omong, apa bedanya sih drakula sama vampir?)

Setelah menonton film ini, sayangnya meski ada Luke Evans, menurutku film ini kurang kuat jalan ceritanya, as you already read my review before. Sayang sekali, padahal aku suka perannya sebagai Bard di The Hobbit. Oke, nggak nyambung sih… tapi ya~ gimana ya, gue penasaran aja gitu gimana akting dia di film ini, apalagi bentar lagi part 3 The Hobbit yang The Battle of the Five Armies ini bakal tayang.

Sekali lagi, pendapat gue nggak nyambung.

Entahlah apa yang gue tulis.

♥ @DEENAmond ♥

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s