MY REVIEW ABOUT THE BLOOD OF OLYMPUS BY RICK RIORDAN

Judul Asli: The Blood of Olympus

Pengarang: Rick Riordan

Tebal: 608 hal.

Diterbitkan pertama kali: 7 Oktober 2014

Bahasa: English

Seri: Heroes of Olympus

Buku ke-: 5-END

Kepemilikan: E-Book

Web Pengarang: Rick Riordan

“What if we promoted, like, Adidas shoes?’ Percy wondered. ‘Would that make Nike mad enough to show up?” Leo smiled nervously. Maybe he and Percy did share something else – a stupid sense of humour. “Yeah, I bet that would totally be against her sponsorship deal. THOSE ARE NOT THE OFFICIAL SHOES OF THE OLYMPICS! YOU WILL DIE NOW!”

Yeah, guys, you are not read it wrong. It is the final book of Heroes of Olympus series. Yeah, you may crying hard now.

Halo! Kembali lagi Shin Hyun Rin hadir membawa sebuah review buku terbaru yang dibacanya. Buku terakhir dari seri Heroes of Olympus!!!! The Blood of Olympus akhirnya terbit dan akhirnya telah aku selesaikan pada tanggal 29 Oktober di tahun ini. Kenapa lama banget sih ya baru bikin reviewnya? Ini karena seminggu sebelumnya bingkai kacamataku patah, dan aku males betulin–well, karena nggak bisa dibetulin juga sih. Akhirnya setelah nggak pake kacamata selama kira-kira tiga atau empat hari (dan jadinya nggak ke IIBF hari pertama! Ugh, menyebalkan!) aku beli kacamata baru.

“Correct.” Kekrops sounded bitter, like he regretted his decision. “My people were the original Athenians–the gemini.”
“Like your zodiac sign?” Percy asked. “I’m a Leo.”
“No, stupid,” Leo said. “I’m a Leo. You’re a Percy.”

Oke, kita pindah ke buku lagi ya. Oke, fokus. Jadi, waktu membaca bab pertama buku ini, yang dimulai dari POV Jason, sebenernya aku bingung, ini si Jason ngapain ya sampe mesti diselubungi Kabut ciptaannya Hazel jadi semacam kakek-kakek tua gitu. Aku sampe mesti mikir-mikir lagi, ending di House of Hades itu apa ya? Dan aku baru sadar kalo aku lupa ending di buku itu.

Tapi kemudian inget lagi sih. Jadi Nico, Reyna, sama pelatih Hedge itu bawa Athena Parthenos–I sometimes spell it wrong to Parthenos. hahahha… sorry–ke Perkemahan Blasteran, sementara sisanya; Jason, Piper, Leo, Percy, Annabeth, Hazel, dan Frank pergi mengalahkan Gaea si dewi bumi. Aku nggak akan menjelaskan secara rinci seperti apa perjalanan mereka. Karena yang pasti ini adalah review, jadi aku menuliskan apa saja yang menurutku menjadi poin inti dari buku ini dan menceritakan apa yang aku rasakan selama membaca buku ini.

“Oh, come on!’ Percy complained. ‘I get a little nosebleed and I wake up the entire earth? That’s not fair!”

Selain itu, aku tidak hafal ya dengan semua nama dewa-dewi yang disebutkan di buku ini. Aku baru sadar kalau ternyata mitologi Yunani itu punya segudang dewa-dewi. Rick Riordan hebat sekali dalam menceritakan lebih banyak lagi kemunculan dewa-dewi minor ini, jadi nggak hanya fokus pada 12 dewa-dewi Olympia saja. Aku baru tahu, sama seperti Percy, kalau ternyata dia punya kakak dewi badai laut. Siapa namanya, aku lupa, dan yang jelas di buku ini Jason menjanjikan pada dewi itu bahwa nantinya semua dewa-dewi minor juga akan punya kuil di perkemahan Blasteran.

“Me and Percy,” Annabeth suggested.

“Um…” Percy raised his hand. “Just gonna throw this out here again. That’s exactly what Gaia wants–you and me, our blood watering the stones, et cetera”

Ngomong-ngomong, seiring berjalannya buku ini, aku bisa melihat bahwa para pahlawan ini mengalami perkembangan karakter yang cukup signifikan. Oke, bahasa gue berat, tapi serius, aku bisa merasakannya saat membaca ulang The Lost Hero dan scanning buku The Son of Neptune. Paling signifikan jelas Leo (ya ampun!!! Kenapa sih para pahlawan ini jadi lebih dewasa kalau udah jatuh cinta?! Why, why?? Tell me why, pleaaaasssseeee~~~) dari yang lonely-loveable-please-let-me-kiss-you-baby jadi lebih mature, easy-going sih tetep ya, terus lebih berani mengemukakan pendapat ya. Oh ya, di beberapa bagian awal buku, diceritakan kalau ternyata dia sebel loh sama Percy, karena si Percy ini semacam nge-abandon kekasih hatinya Leo, Calypso, yang masih stuck di Ogygia. Tapi akhirnya ya… mereka baikan lagi sih..

She wished she had the healing powers of Asclepius. She wished she could look at people and see what hurting them, then whip out her prescription pad and make everything better. But she guessed there was a reason Zeus kept Asclepius locked away in his underground temple.

Some pain shouldn’t be wished away so easily. It had to be dealt with, even embraced. Without the agony of the last few months, Piper never would have found her best friends, Hazel and Annabeth.

Jason, ya dia jelas terus berkembang karakternya. Dari cowok amnesia yang kaget kalau ternyata selama ini dia punya kakak perempuan cakep kalau kata Leo, jadi pemimpin para pahlawan yang keren banget, ganteng banget–tau nggak kalau Jason di buku ini pake kacamata sekarang?! Oh, ya ampun~ gue jadi tambah cinta sama si Jason. Karena menurut gue cowok yang pake kacamata itu keliatan jaaaaauuuuuh lebih seksi, lebih ganteng, oke… Piper, nggak akan aku tambahkan lagi.

Piper~ oh, dia bukan cewek lemah, dari awal juga sudah ditunjukkin itu ya. Bahkan di buku pertama aja dia agak-agak sebel karena ternyata ibunya Aphrodite, si dewi cinta. Piper udah lebih jago menguasai charmspeaknya, sampe bisa menidurkan si dewi bumi lagi. Haruskah aku tambahkan lagi perkembangan para pahlawan lainnya? Kurasa tidak usah deh, kepanjangan nantinya. Mending buat nulis buku deh :p

“Why would Gaia be back at camp?” Leo asked. “Percy’s nosebleed was here.”

“Dude,” Percy said. “first off, you heard Athena–don’t blame my nose. Second, Gaia’s the earth. She can pop up anywhere she wants. Besides she told us she was going to do this. She said the first thing on her to-do list was destroying our camp. Question is: how do we stop her?”

Oh ya, aksi di buku ini lebih banyak dari buku-buku sebelumnya–dan kita ketemu sama si kembar Artemis dan Apollo lagi loh~ oh, yeay~~ bahkan Apollo ketemu sama Leo dan mereka bikin kesepakatan supaya si Leo bisa ketemu sama anaknya Apollo, dewa pengobatan gitu.Salah satu adegan juga menampilkan Leo dan Percy menghadapi satu misi bersama-sama!!! Ya ampun, my favorite boys in one scene!! Let me just die!

Dan kemudian gue berharap semoga Rick Riordan bikin buku yang menampilkan Leo, Percy, Sadie, sama Anubis! Aduh, gue bisa kya kya kya selama baca buku itu. If he create it. Tapi mestinya bikin dong, maksudku, ending di buku The Kane Chronicles kan gantung, dan ada tanda kalau mitologi Mesir dan mitologi Yunani/Romawi akan dikembangkan bersama-sama! Sayang, belum ada berita tentang cerita di atas. Yang aku tahu, pak Riordan ini lagi bikin mitologi Ashgard, si dewa Thor sama Loki gitu.

Oh ya, bagaimana menurutmu tentang cover buku ini? Cover buku favoritku dari US (atas) dan UK version (bawah) adalah yang UK version! Soalnya menurutku kalau di UK version ini terlihat jelas tujuh demigod yang muncul, dan juga wajah Gaea-nya. Selain itu aku juga bacanya yang versi UK, hahahaha… Kalau yang versi US, yang jelas keliatan ya Jason, Hazel, sama Frank (pemanah itu si Frank kan?) Tapi sayang, yang (kemungkinan) jadi cover buku versi Indonesia sepertinya bukan keduanya…

 

Terus, apa ya… oh, menurutku kekurangan dari buku ini adalah aku ngerasa nggak puas dengan ending yang diberikan di seri ini. Ya, semuanya selamat (termasuk Leo, yang entah kenapa bisa tiba-tiba muncul di Ogygia) dan semuanya sedang berbahagia, kecuali fakta bahwa Leo nggak–belum–pulang ke perkemahan Blasteran!!! Hal ini membuat Jason, Piper, dan Hazel pada merasa sedih dan bersalah… aduh, kenapa sih nggak dimunculin kepulangan Leo sama Calypso ke perkemahan supaya semua demigod tau kalau mereka masih hidup! Argh, ini bikin aku frustasi! Ngomong-ngomong, cara mengalahkan Gaea ini menggunakan cara kuno, yang pernah dilakukan demigod sebelumnya. Klasik. Di buku Percy Jackson juga seperti itu sih macamnya.

“For a long time,’ Nico said, ‘I had a crush on you. I just wanted you to know.’ Percy looked at Nico. Then at Annabeth, as if to check that he’d heard correctly. Then back at Nico.
‘You –’
‘Yeah,’ Nico said. ‘You’re a great person. But I’m over that. I’m happy for you guys.’
‘You … so you mean –’
‘Right.’
Annabeth’s grey eyes started to sparkle. She gave Nico a sideways smile.
‘Wait,’ Percy said. ‘So you mean –’
‘Right,’ Nico said again. ‘But it’s cool. We’re cool. I mean, I see now … you’re cute, but you’re not my type.’
‘I’m not your type … Wait. So –’
‘See you around, Percy,’ Nico said.”

Oh ya, scene di atas! Udah baca kan di buku House of Hades, Nico ngaku dia ada crush sama Percy (dan dunia maya ribut karena Nico gay) tapi di buku ini, kyaaaa~~~ finally Nico get deal with it!! 

Okay, gue udah nulis terlalu banyak sepertinya. Lebih baik baca sendiri bukunya, karena baca review orang nggak akan mengalahkan kenikmatan membaca sendiri bukunya. Sayang buku ini belum diskon (dan belum terbit terjemahannya), kalo sudah, jelas bakal aku beli deh.

See you again!

♥ @DEENAmond ♥

Advertisements

2 thoughts on “MY REVIEW ABOUT THE BLOOD OF OLYMPUS BY RICK RIORDAN

  1. Kok ngerasa agak antiklimaks gitu waktu ngalahin Gaia ya? hehe, coba lebih panjang actionnya atau lebih dramatis. Akhir dari Octavian juga mengecewakan. Frank-Hazel kurang di-expose.
    IMO, Om Rick sepertinya sengaja buat ending ceritanya seperti ini karena mungkin di suatu saat nanti bakal ada kisah yang Greek, Roman, Egypt dan Norse digabung semua. Trus soal Nico, coba saja dia ‘sembuh’, atau jadian sama Reyna, pasti bisa meredakan ketegangan di dunia Maya 🙂 … Tapi sudahlah, every writer has his/her own voice. Btw, nice review!

    • Setuju. Dibanding ending the last olympian, ending seri ini rasanya masih gantung dan ya, aku juga berharap ada seri (atau satu buku aja) yang memunculkan mitologi2 yang ada di dunia om riordan
      Thank you for your time to reading and comment 😃

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s