MY REVIEW ABOUT J.D. ROBB – ORIGIN IN DEATH

Judul Asli: Origin in Death

Judul Terjemahan: Asal-Usul dalam Kematian

Pengarang: J.D. Robb

Tebal: 536 hal.

Diterbitkan pertama kali: 6 Januari 2015 (Indonesia)

Bahasa: Indonesia (Terjemahan)

Seri: In Death

Buku ke-: 21

Kepemilikan: Punya Sendiri

Web Goodreads

Perintis bedah rekonstruksi dan kosmetik modern, Dr. Wilfred B. Icove, ditemukan tewas dalam kantornya. Ia dibunuh dengan dingin dan penuh perhitungan: satu hunjaman tepat ke jantung. Cakram keamanan berhasil merekam pasien terakhir—wanita yang sangat cantik—melenggang masuk dan keluar dari klinik.

Dr. Icove terkenal sebagai dokter baik hati yang mencurahkan hidupnya pada keluarga dan pekerjaan. Tapi bagi Letnan Eve Dallas, tidak ada manusia yang suci bak malaikat. Kasus ini semakin membingungkan ketika anak laki-laki Dr. Icove juga dibunuh… dengan cara yang sama seperti sang ayah.

Siapa wanita cantik dalam rekaman cakram keamanan? Dan apa hubungannya dengan kedua korban? Dallas mengikuti insting tergelapnya dalam menelusuri masa lalu Dr. Icove dan menguak rahasia pria yang terdorong untuk menciptakan kesempurnaan mutlak di luar batas ilmu pengetahuan, hukum, dan moral kemanusiaan.

Oh Tuhan. Akhirnya. Akhirnyaaa… seri ke-duapuluh satu In Death sudah diterjemahkan juga. Aku sama sekali nggak tahu kalau seri ini sudah muncul di Gramedia sejak 6 Januari yang lalu—maksudku, hei! Aku pelanggan setia Gramedia loh dan setiap kali ke sana (yang hampir tiap seminggu sekali kulakukan—at least, mind you) dan melihat di rak terjemahan novel dewasa (hey, don’t judge me! It IS an adult novel!) yang ada hanya buku sebelumnya—Survivor in Death.

Oke, buang jauh-jauh sisi drama saat membeli buku ini dan mari bergerak menuju review buku ini. Baiklah. Jadi, buku ini dimulai dengan prolog dari seorang gadis kecil yang sekarat karena dirinya gagal memenuhi standar Sang Ayah. Seperti biasa, dari prolognya saja sudah bikin penasaran ya. Siapa gadis kecil itu?—bahkan sampai saat ini, setelah aku membaca bukunya, aku tidak tahu siapa anak itu. Tapi aku punya dugaan dan sayangnya gadis kecil itu tidak muncul lagi setelah prolog.

Cerita kali ini dimulai ketika Eve dan partnernya, Peabody, berkunjung ke Wilfred B. Icove Center for Reconstruction and Cosmetic Surgery karena kasus seorang cewek yang membunuh cowok yang tidur dan mencampakkan dirinya kemudian… dan, hei! Aku tidak mau menceritakannya lebih lanjut. Lagipula, ini hanya kasus kecil, tambahan yang manis untuk perkenalan seperti apa sih pusat rekonstruksi dan bedah kosmetik milik dr. Icove yang, sayangnya, kemudian menjadi korban pembunuhan.

Seperti yang sudah dituliskan di ringkasan yang ada di bukunya, meski orang-orang menganggap dr. Icove dan putranya adalah orang yang baik hati, pemurah, dermawan, dan blablabla yang baik-baik masuknya ke mereka, namun Eve menganggap mereka nggak jauh berbeda dengan orang kebanyakan. Di balik topeng putih suci yang mereka kenakan, pasti ada ‘koreng’ di dalamnya. Dan itu terbukti, sejak Eve mulai menyelidiki kasus kematian dua orang tersebut. Memang bukan perkara yang mudah, karena berkas yang dimiliki para dokter itu disegel dan disandi dengan rapi, sehingga butuh waktu untuk menyelidikinya. Meskipun orang yang membunuh dr. Icove terlihat—seorang wanita yang cantik—namun identitas wanita itu palsu dan untuk menemukannya, Eve perlu menggali kehidupan dr. Icove lebih dalam sejak perang Urban.

*spoiler ahead. Watch out please*

Seperti buku-buku In Death sebelumnya, buku ini menarik—salah satu yang paling menarik, kalau aku boleh bilang. Mungkin karena tema yang diangkatnya adalah sci-fi dan aku lumayan terkejut saat mengetahui lebih dalam apa yang dilakukan dr. Icove di pusat rekonstruksi dan bedah kosmetiknya. Buku ini menyinggung tentang bagaimana ilmu pengetahuan yang terus dilakukan, terutama pada manusia. Apa yang dilakukan oleh dr. Icove melebihi apa yang boleh dilakukan oleh seorang dokter atau ilmuwan sekalipun. Merekonstruksi manusia? Mengklon mereka dan menjadikan mereka lebih sempurna lagi—belum dengan bagaimana para klon itu dibuat sesuai pesanan. Can you imagine? You could buy a baby that… that is perfect since she was born. Seorang anak yang sudah diberi semacam… spesifikasi, apa yang akan dilakukannya dalam kehidupannya dan entahlah, bukankah mengerikan jika ada seseorang yang pilihan hidupnya hanya satu? Menjadi prajurit terkuat kemudian mati? Manusia atau makhluk hidup lainnya sempurna karena mereka punya pilihan. Mereka bisa memilih menjadi baik atau buruk, itu semua pilihan mereka dan itulah yang membuat hidup ini menyenangkan. **spoiler is done. You can read again safely*

Selesai membaca buku ini, aku selalu membayangkan akan menyenangkan sekali kalau seri ini dibuat serial! Kapan sih gue nggak setuju seri ini diangkat jadi serial?! Tunggu, tunggu… sebelumnya aku bilang kalau aku kepingin seri ini dijadikan film. Tapi sekarang? AKU BERUBAH PIKIRAN. Ya, aku lebih setuju kalau buku-buku In Death dijadikan serial. Coba aja bayangin, ini buku nggak cuman tiga atau lima atau sepuluh. Tapi per Februari 2015, di Goodreads, jumlah buku ini adalah 41 buku! Devoted in Death akan hadir pada 8 September 2015. Mati ga lo tiap tahun nungguin satu film aja dari seri ini, kalau seri ini difilmkan? Yeah, sebelum seri ini selesai, mungkin aku sudah mati duluan. Itu kalo tiap tahun muncul filmnya. Lah kalau tiap dua tahun sekali seperti serial Sherlock-nya Benedict Cumberbatch?!

Just let me die peacefully in earth.

Aku sungguh-sungguh menunggu dengan sabar berita baik itu (seri In Death dijadikan serial) dan sembari menunggu, biarkan aku selesaikan dulu skripsi menyebalkanku dan biarkan aku diwisuda September ini dengan tenang.

Tapi dari kehidupanku, dari segi mananya sih hidupku pernah tenang?

Aku tidak pernah tahu jawabannya.

See you again!

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s