MY REVIEW ABOUT SCORPION SEASON 1 [2015]

SERIAL INFO

  • Classification: Scripted
  • Genre: Action | Drama
  • Status: Season 01
  • Network: CBS ( USA)
  • Airs: Monday at 09:00 pm
  • Runtime: 40 Minutes
  • Premiere: September 22, 2014
  • Episode Order: TBA

MAIN CAST

Elyes Gabel Elyes Gabel
 Walter O’Brien (20 episodes, 2014-2015)
Katharine McPhee Katharine McPhee
 Paige Dineen (20 episodes, 2014-2015)
Eddie Kaye Thomas Eddie Kaye Thomas
 Toby Curtis (20 episodes, 2014-2015)
Jadyn Wong Jadyn Wong
 Happy Quinn (20 episodes, 2014-2015)
Ari Stidham Ari Stidham
 Sylvester Dodd (20 episodes, 2014-2015)
Robert Patrick Robert Patrick
 Cabe Gallo (20 episodes, 2014-2015)
Riley B. Smith Riley B. Smith
 Ralph Dineen (15 episodes, 2014-2015)

SYNOPSIS

SCORPION, inspired by a true story, is a high-octane drama about eccentric genius Walter O’Brien and his team of brilliant misfits who comprise the last line of defense against complex, high-tech threats of the modern age. As Homeland Security’s new think tank, O’Brien’s “Scorpion” team includes Toby Curtis, an expert behaviorist who can read anyone; Happy Quinn, a mechanical prodigy; and Sylvester Dodd, a statistics guru. Pooling their extensive technological knowledge to solve mind-boggling predicaments amazes federal agent Cabe Gallo, who shares a harrowing history with O’Brien. However, while this socially awkward group is comfortable with each other’s humor and quirks, life outside their circle confounds them, so they rely on Paige Dineen, who has a young, gifted son, to translate the world for them. At last, these nerdy masterminds have found the perfect job: a place where they can apply their exceptional brainpower to solve the nation’s crises, while also helping each other learn how to fit in.

OKEEE!!!! Hebat. Gue kembali menemukan serial baru untuk ditonton. Ini gara-gara liat tautan thread Kaskus di Facebook kakak gue tentang film yang main storynya tentang Matematika. Salah satu membernya menyebutkan tentang serial ini. Kemudian karena gue penasaran, akhirnya cari tritnya dan, voila! ketemu!!! Lalu karena masih season 1 pun gue donlot dan, as you can guess~ I. Like. It.

Huh, ngeselin. Tambah banyak aja daftar tontonan gue. Tolong ya, lain kali kalau mau nonton, tolong film yang standar, yang biasa aja! Jangan tawarin serial! Gue nggak kuat tiap minggu nungguin donlotan HDTV. Betek. Maunya pas serialnya udah kelar, baru nonton! Tapi biasanya kalo udah kelar serialnya, link donlotnya sering mati. Mana yang sering mati yang WEB-DL pula. Kan sebel…

(memaki diri sendiri)

Etapi, kan katanya Allegiance mau di-cancel. Ya udah, fokus ke sini aja.

TIDAAAAAKKKK…!!!!!! ALEEEXXXXXX!!!!

#moveon

Baiklah, jadi serial ini kembali bercerita tentang seorang jenius dan katanya ini diangkat dari kisahnya si jenius itu sendiri. Yeay *sarkatis* kayaknya gue udah mulai menumbuhkan lagi benih-benih ke-nerd-an gue yang sempat mati dulu. Sejak nonton The Imitation Game, jadi pengen cuek aja apa kata orang. Yang penting ini gue yang sebenarnya dan ini nyata, not a fake one. So get used of it, or leave it.

*coba ngomong gitu sama dosen pembimbing dan penguji*

*pasti gue ga berani*

*cih, pengecut!*

*pundung di pojok*

Tokoh utama serial ini adalah Walter O’Brien, jenius dengan IQ 196 (kalo Soma di komik Q.E.D itu IQ-nya 200 ya? Eh, Naoki juga 200? O.M.G hidup gue penuh sama nerdy!!! *seneng*) serta timnya yang juga sama nerdy-nya. Ada Toby, seorang behaviourist yang bisa membaca orang—membaca ini, maksudnya semacem baca karakter dia gitu; like dari ekspresi wajah, pakaian yang dikenakan, hingga tangan yang dominan digunakan. Tekniknya mirip sama yang digunain di serial Lie To Me (serial, guys, bukan dramanya tuan Putri Shin Chae Gyeong aka Yoon Eun Hye). Terus ada Slyvester, kalkulator manusia—jelas lah dia apa. Ngitungnya cepet. Dan yang terakhir, satu-satunya jenius cewek di grup nerdy. Happy. Seorang mekanik jenius. Dia bisa ngutak-atik mesin dengan tepat dan cepat dan dia satu-satunya Asian di serial ini. Keren kan? Lucu deh denger dia ngomong, jelas banget pengucapannya. Nggak belepotan.

Serial ini adalah serial yang main conflict-nya ganti-ganti setiap ganti episode. Nggak ada semacam main conflict yang bikin gantung tiap episode dan bikin galau kayak si Allegiance (but, still, I like the series! Hell, why did they plan to cancelling it?!) atau The Vampire Diaries atau Once Upon A Time. Jadi sebenernya sih, lo mau nonton episode yang mana aja sih nggak begitu bikin bingung. Paling lo mesti nonton episode pertamanya, biar ngeh ini siapa, itu siapa, yang di sini yang mana (apa?) gitu.

Main conflict yang gue maksud ini adalah jenis konflik yang ada di awal episode dan akan terus ada (dan terus berkembang) seiring berjalannya serial. Bagus juga sih, jadi script writer-nya punya satu konflik untuk dikembangin kemana-mana supaya lebih greget. Ga bagusnya sih, kalo tema serialnya bukan fantasi, pasti jalan ceritanya rentan dikritik. Apalagi kalo ga ada penjelasan logis kenapa konfliknya bisa melebar ke situ.

Tapi biar pun fantasi sekali pun juga, kalo penontonnya udah eneg juga males juga lanjutin. Kayak The Vampire Diaries yang udah sampe season 6 tahun ini. Konfliknya sekarang sih udah kebaca. Yang hidup, ntar mati, terus ada kisah atau mitologi apa yang bisa membangkitkan dari kematian, terus hidup lagi. Terus ntar ada yang mati lagi. Ganti lagi cara ngidupinnya. Gituuuu~ terus. Yang nonton bosen, tapi udah kepalang penasaran ending-nya gimana. Mana kan promosi serialnnya, gitu. Suka bilang ini season yang terakhir, eh pas udah pertengahan season, ada announcement bakal dilanjut. Udah gitu terus. SAMPE KAPAN TAU GA TAU.

*curhat korban TVD*

Nah, kalo konfliknya ganti-ganti terus kan jadi penulis skripnya bakal terus brainstorming ampe botak buat bikin kisah yang ditulisnya dilanjut terus. Kalo nggak bagus kan cancel (kembali teringat Allegiance. Aaaa~~~ JAHAT BANGET SIH) dan cancel-nya suka ga tanggung-tanggung! Di tengah-tengah konflik yang memanas~ #sotoy. Eh, ga tau juga ding. Satu-satunya serial favorit gue yang di-cancel adalah Selfie (gosh, how I love bitchy Eliza T_T) dan, untungnya, sisa episodenya ditayangin di website Hulu.

Dan untung endingnya juga… well, bisa diterima.

Kalo nggak, bakar ABC.

Oh iya, gue baru inget. Belum cerita tentang Paige sama Ralph ya! Well, Paige isn’t like the other on the team. She’s ordinary. Tapi dia punya anak yang juga jenius dan akrab sama orang-orang yang sejenis sama dia dan Paige ini yang ‘menerjemahkan’ dunia kepada orang-orang jenius ini, since jeniuses are not so good in EQ kalo kata Walter, dan para jenius ini yang membantu mendekatkan Paige dengan putranya, supaya Ralph tau kalau dia nggak sendiri di dunia dan ibunya juga paham dengan dirinya. Gitu. Macem win-win solution deh.

Aku suka serial ini dan ceritanya mudah diikutin. Episode pertamanya tentang mereka membantu Homeland Security untuk membantu LAX karena software kontrol lalu lintas udaranya rusak dan 56 pesawat yang sudah mengudara terancam kehabisan bahan bakar dan boom! as you can guess. Waktu iseng baca review IMDB, ada yang bilang kalo teknisnya serial ini kurang mantep, terlalu banyak lackness, dan bikin frustrasi orang yang emang ahli di bidangnya kalo nonton serial ini.

Oh, well, since I am ordinary, so I didn’t really looking out for expertise. Gue sih nyari serial yang beda, ya bikin gue WAOW pas nonton. Iya, gampang kok bikin gue impress. Play as genius, talk fast sampe gue bingung lo ngomong apa, trus gue bye! 

Tapi kalau pun ada yang aneh, ya… iya deh, pertanyakan. Kan belajar kritis. HAHAHAHA…

Oke, sampe sini dulu review gue. Kali aja ntar ada yang mau ditambahin, biar gue mikir lagi dulu ya. Bye! *ala Moriarty*

♥ @DEENAmond ♥

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s