MY REVIEW ABOUT THE IMITATION GAME [2015]

MOVIE INFO

Release Date: 25 December 2014 (USA)
Country: UK | USA
Language: English
Genre: Biography | Drama | Thriller
Director: Morten Tyldum
Stars: Benedict Cumberbatch, Keira Knightley, Matthew Goode
Running Time: 114 min

 

CAST

Benedict Cumberbatch Benedict Cumberbatch
Keira Knightley Keira Knightley
Matthew Goode Matthew Goode
Rory Kinnear Rory Kinnear
Allen Leech Allen Leech
Matthew Beard Matthew Beard
Charles Dance Charles Dance
Mark Strong Mark Strong
James Northcote James Northcote
Tom Goodman-Hill Tom Goodman-Hill
Sergeant Staehl
Steven Waddington Steven Waddington
Ilan Goodman Ilan Goodman
Keith Furman
Jack Tarlton Jack Tarlton
Charles Richards
Alex Lawther Alex Lawther
Jack Bannon Jack Bannon

Mumpung mood nulis lagi banyak-banyaknya dan lagi males mikirin penelitian, akhirnya bikin review film yang baru ditonton aja deh. Yup, The Imitation Game. Filmnya om Benedict Cumberbatch yang aksen Inggrisnya itu sumpah seksi banget dan gue meleleh tiap kali denger dia ngomong.

Oke, gue telat BANGET baru nonton film ini. Apalah daya dan upaya gue gais, secara waktu ini film tayang perdana di festival film gitu, gue baru tau infonya pas gue udah di rumah, pulang dari kampus coba! Dan film itu tayang di hari itu juga. Ya kalik gue ke Jakarta lagi, padahal udah nyampe Bekasi. Udah tau kan ke Bekasi itu naiknya roket. Gue males balik lagi. Ya sudahlah ya, nggak bisa nonton perdana di tahun 2014 sementara di bioskop (saat itu) belum ada yang nayangin.

Kemudian saat akhirnya tayang di XXI, gue kembali ga bisa nonton. Dan lo semua bertanya dengan ekspresi berlebihan, WHYYY??? dan gue akan menjawab dengan datar, skripsi. Trust me,your life is completely ruined when you meet the 1st chapter of THAT thing. Lo udah seneng-seneng mau liburan, eh, ternyata semesta melarang dan jurusan nyuruh bikin judul buat diserahin dan nyari pembimbing. Ya sudah. Bye cinema…

Meski nggak selebai itu juga sih. Gue nggak segitunya sampe nggak sempet ke bioskop. Well, gue masih sempet ke bioskop dan yang ga sempet itu adalah nonton The Imitation Game-nya. Entah kenapa ya, kalo ada waktu lowong, selalu nggak sempet ke sana. Atau nggak punya duit. Kan kampret semesta ini…

Oke, jadi akhirnya nonton film ini. Versi BluRay dan nontonnya di Tab. Soalnya laptop dipake kerja ayah dan yah, udahlah, gue udah penasaran banget sama filmnya yang memenangkan piala Oscar buat Best Screenplay dan entah berapa nominasi lainnya. Yang gue tau, om Ben masuk nominasi sebagai Best Actor, tapi sayangnya beliau nggak menang. Well, ya udahlah, masih ada tahun depan.

Do you know, this morning I was on a train that went through a city that wouldn’t exist if it wasn’t for you. I bought a ticket from a man who would likely be dead if it wasn’t for you. I read up, on my work, a whole field of scientific inquiry that only exists because of you. Now, if you wish you could have been normal… I can promise you I do not. The world is an infinitely better place precisely because you weren’t.

Film ini adalah sebuah film biopik. Film biografinya Alan Turing, matematikawan jenius yang kerjanya di Cambridge yang kemudian menawari dirinya untuk ikut memecahkan sandi Jerman, sebuah Enigma. Mesin yang membuat sandi-sandi tentang rencana serangan Jerman dan terus berubah setiap jam 12 malam teng. Awalnya Alan ini dikasih job desc untu memecahkan sandi si Enigma ini. Tapi ya, Alan mikir, lah nurut lo, gue mesti mecahin sandi segini banyaknya dalam waktu kurang dari 24 jam dan kalo masih belum terpecahkan, gue mesti ngulang dari awal? Dih, ogah.

Nah, makanya, di saat temen-temennya—umm, waktu itu masih belum pada dianggap sebagai temen sih. Cuman… yah, kenalan karena mereka direkrut sama pemerintah Inggris semua—pada sibuk nganalisis sandi sambil mencoba memecahkannya, Alan sibuk merakit mesin untuk memecahkan sandi Enigma. Menurut Alan, mesin kalo dilawan sama manusia, ya yang menang mesin lah. Jadi coba mesin lawan mesin. Awalnya sih nggak mudah minta bantuan sama yang rekrut dia buat cairin dana bikin mesinnya, tapi setelah Alan minta bantuan sama Churchill—sehingga dia jadi lebih leluasa ngerjain proyeknya—agak dipermudah deh pembuatan mesinnya.

Kemudian muncul Joan, satu-satunya cewek yang bisa memecahkan teka teki silangnya Alan yang ada di koran dan waktu dia ikut tes, dia bisa memecahkan tesnya dalam waktu 5 menit 34 detik. Joan ini temen yang… mengerti Alan. Alan peduli dengannya dan begitu pula Joan. Tapi sayangnya, mereka nggak berakhir bahagia. Begitu juga hidupnya Alan.

It is difficult to live, when you are different of the world.

Itu pesan yang gue tangkep sewaktu nonton film ini. Jelas banget kehidupan Alan yang sulit, karena dia berbeda. Dia terlahir jenius, dan waktu sekolah di sebuah asrama laki-laki, dia selalu di-bully karena sulit berkomunikasi dengan anak-anak lainnya. Anak-anak cenderung menganggapnya aneh, karena dia memisahkan kacang polong yang warnanya hijau sama wortel yang warnanya oranye. Satu-satunya yang nggak menganggap dia aneh adalah Christopher.

Alan berteman baik dengan Christopher dan persahabatannya itu kemudian berubah menjadi rasa suka—dan sukanya nggak terlihat lebai menjijikkan antar cowok gitu. Seakan kita diajak memahami, kenapa sih Alan bisa suka sama Christopher, sampe mendedikasikan namanya buat mesin yang ia ciptakan. Christopher baik sama Alan dan dialah yang membuat Alan jatuh cinta dengan teka-teki dan pemecahan masalah. Sayang (atau untung?), Christopher ga tau Alan suka dia.

Sewaktu Alan dalam proses pembuatan mesin pemecah kode Enigma juga dia dihadang masalah, salah satunya waktu dia dituduh sebagai mata-mata Soviet. Hampir saja mesin yang dibuatnya akan dimatikan, namun dengan bantuan John dan teman-temannya yang mendukung Alan, proyek itu tetap berjalan meski dibatas waktu 1 bulan harus sudah memecahkan kode Enigma.

Alasan Alan dituduh sebagai mata-mata juga konyol. Karena dia penyendiri, arogan… pokoknya seakan menyindir kepribadian Alan yang tertutup. Padahal kan, dia cuman ngomong biasa aja. Lo mesti nonton untuk paham kenapa Alan susah komunikasi sama orang normal. Salah satunya waktu dia diajakin makan siang pertama kali sama rekannya.

Nggak seru ya berbeda? Iya. Kalo lo nggak mau keluar dari zona nyaman lo sih, iya. Tapi kalo lo mau membuat perubahan demi dunia yang lebih baik, biasanya menjadi berbeda itulah pilihannya. Tapi lo mesti berani ambil konsekuensinya. Termasuk dikucilkan dan dianggap berbeda. Hadapi aja. Dunia nggak sehitam putih yang lo pikir di dunia kecil lo. Dunia itu abu-abu, nggak ada yang benar-benar nyata, kecuali lo yakin itu nyata. Akuin aja, meski dunia bilang semua adalah satu walau kita berbeda, Bhinneka Tunggal Ika semacam itu, tetep aja. Kalo lo berbeda dari kebanyakan orang, siap-siap digunjingkan seluruh dunia.

*ngomong sama diri sendiri*

Gila, dari nonton ini aja gue bisa dapet tulisan sepanjang ini. Coba kalo bikin penelitian segampang ini. Tiap hari penelitian kalo gitu.

Tapi bukan dasarnya kita memang selalu melakukan penelitian secara tidak langsung?

ANYWAY, gue menikmati film ini dari awal sampe akhir. Yah, sempet di-stop juga sih, soalnya kan gue punya kehidupan di alam nyata juga. Tapi gue nggak ngantuk selama nontonnya. Kemasan cerita di film ini cukup bisa diikutin, meski alurnya maju mundur (tapi gue sampe sekarang gak paham itu Alan lagi diapain sih sama detektif Robert Nock di ruang interogasi). Jadi kalo lo tanya gue, film ini sangat rekomendasi. Especially if you enjoy Mathematics as I do. Nggak perlu jadi pakar Matematika buat nonton film ini kok, tenang aja.

♥ @DEENAmond ♥

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s