MY REVIEW ABOUT THE ROYALS SERIES [2015]

CASTS

Series cast summary:
William Moseley William Moseley
 Prince Liam (5 episodes, 2015)
Alexandra Park Alexandra Park
 Princess Eleanor (5 episodes, 2015)
Merritt Patterson Merritt Patterson
 Ophelia (5 episodes, 2015)
Tom Austen Tom Austen
 Jasper (5 episodes, 2015)
Oliver Milburn Oliver Milburn
 Ted / … (5 episodes, 2015)
Vincent Regan Vincent Regan
 King Simon (5 episodes, 2015)
Elizabeth Hurley Elizabeth Hurley
 Queen Helena (5 episodes, 2015)
Jake Maskall Jake Maskall
 Cyrus (4 episodes, 2015)
Ukweli Roach Ukweli Roach
 Marcus (2 episodes, 2015)
Hatty Preston Hatty Preston
 Princess Maribel (2 episodes, 2015)
Lydia Rose Bewley Lydia Rose Bewley
 Princess Penelope (2 episodes, 2015)
Poppy Corby-Tuech Poppy Corby-Tuech
 Prudence (2 episodes, 2015)
Andrew Bicknell Andrew Bicknell
 Lucius (2 episodes, 2015)
Victoria Ekanoye Victoria Ekanoye
 Rachel (2 episodes, 2015)
Sophie Colquhoun Sophie Colquhoun
 Gemma (1 episode, 2015)
Miranda Hennessy Miranda Hennessy
 Fiona Templeton (1 episode, 2015)
Manpreet Bachu Manpreet Bachu
 Ashok (2 episodes, 2015)

Okay, maybe kalian udah pada boring sama keluhan gue yang mudah sekali tergoda film atau serial baru—especially series—dengan alasan memori laptop kepenuhan, memori harddrive kepenuhan, males nunggu tiap minggu, but hecks, tetep aja itu terjadi. Selalu ada serial baru yang gue tonton dengan alasan waktu pertama liat sinopsisnya: penasaran. Pemeran cowoknya ganteng. Pemeran ceweknya cakep. Oke, mungkin gue separuh lesbian (don’t mind it) dan kali ini tanpa banyak mengeluh lagi, gue akan mempersembahkan review terbaru gue dari serial The Royals.

Some of you may be thinking, oh, ini pasti cerita keluarga kerajaan *rolling eyes* and you got the plate! Serial ini mengisahkan tentang keluarga kerajaan Inggris—fiksi tentu saja, jadi nggak ada pangeran William atau Harry yang ganteng itu (eh, but for me, only prince William the good looking one. Sorry Harry and sorry princess Kate for me saying this) dan nggak ada putri Kate yang cantik jelita itu. Yang ada malah kita melihat High King Peter Pevensie yang sebelumnya main di magical world Narnia yang anehnya sekarang malah jadi pangeran, calon raja, Liam. Turun jabatan rupanya dia.

Serial ini baru tayang minggu lalu, jadi apa yang gue tulis ini adalah apa yang gue pikirkan waktu nonton episode pertamanya. Ceritanya dibuka dengan kemunculan ratu dan raja Inggris—namanya lupa, silakan cek sendiri di IMDB. Dari awal aja udah diliatin, ratunya ini macem ratu-ratu antagonis yang bikin kita pengen gigit atau nyantet dia. Mukanya angkuh dan pedenya selangit. Kemudian latarnya pindah ke sebuah pesta dimana si pangeran ganteng Liam lagi main dart, tiba-tiba ada cewek bilang ‘you idiot’ tanpa tahu kalau yang diejeknya adalah pangeran. Pas si pangerannya noleh, baru deh dia nambahin ‘your highness’ sambil senyum-senyum tengsin tapi mau. And we can guess how this would lead.

HEH, kan sebelumnya kamu High King, kenapa sekarang turun pangkat pangeran doang????

Kemudian kita diperkenalkan dengan putri tukang pesta, perokok, dan pengobat macem itu yang mau nggak mau tiap liat mukanya gue kebayang sama muka menyebalkannya Bella Swan versi oh-you-so-naughty-naughty-girl, putri Eleanor yang lagi asyik pesta dan wild dancing, kemudian kepeleset dan… masuk koran dengan gambar. Well, you see it by yourself.

Mau ga mau bayangin siapa waktu liat ekspresi ini? Jawab sendiri ya~

Seakan itu semua belum cukup menggambarkan, oh, mari kita tambah. Ternyata pangeran Liam dan putri Eleanor punya kakak, seorang pangeran mahkota bernama pangeran Robert yang ternyata… dikabarkan meninggal dan meninggalkan sejumlah masalah. Misalnya, entahlah, lalu siapa yang akan jadi pewaris tahta kerajaan Inggris?

Kalau aku tonton dari episode pertamanya ini, konflik cerita yang ada mungkin cheesy. You know, pangeran Liam ternyata demennya sama anak kepala keamanan kerajaan, Ophelia, itu tuh cewek yang making out sama sang pangeran di beberapa menit pertama serial. Putri Eleanor yang cenderung liar ini nantinya, kemungkinan, bakal bermasalah sama skandal video. Lalu, oh, gue lupa nambahin, si ratu Inggris yang antagonis ini nggak suka Liam berhubungan sama Ophelia dan mengancam gadis itu untuk stay away from the prince. Tapi waktu diancem sama ratu, Ophelia nggak takut sama ancamannya—unlike any other kind damsel in distress drama—jadi ini semacem nilai plus buat Ophelia. Mungkin karena Ophelia besar di Amrik, jadi ya dia mah free soul, nggak suka dirinya diatur-atur.

Kemudian yang terakhir di episode ini, karena anak pertama raja meninggal di medan perang—tugas bagi sang pangeran—maka sang raja memutuskan untuk menghapus sistem monarki. Which means, berencana nggak ada kerajaan lagi di Inggris dan membuat seluruh keluarga syok, termasuk adiknya yang berambisi jadi raja dan dua putrinya yang bodoh dan nggak tau bakal jadi apa kalau bener monarki dihapus.

Mari kita ikutin saja arah serialnya mau gimana. Siapa tau nantinya ada semacem twist conflict yang bikin serial ini lebih seru.

Karena setting serial ini adalah jaman modern, jadi so sorry of you yang mengharapkan kostum lucu seperti gaun kandang ayam, dress, mahkota—oke, mungkin mahkota dan hiasan kepala ada, kan ini di kerajaan Inggris. Dan dress mungkin ada. Tapi gaun kandang ayam khas abad 18 sih udah pasti nggak ada. Waktu nonton episode satu sih belum ada kostum atau aksesoris yang menarik hati, tapi ya, sekali lagi mari kita nonton dulu sampai season 1 kelar.

Itu juga kalau nggak di-cancel ya.

*membuka luka lama*

*hiks, Allegiance*

Terus ini serial worth to watch ga ya?

Kalo gue sih, seperti biasa, love and hate. Alasan gue nonton pertama adalah karena ini season satu, jadi masih bisa dikejar buat nonton—meski sisi negatifnya, gue mesti nungguin tiap minggu bersama dengan The Flash, Once Upon a Time, Itakiss (untung minggu ini tamat), terus nontonin The Night Shift sama Eye Candy. Belum film lain yang gue donlot. Untungnya karena ada encode baru x265, jadi gue nggak sakit hati mikirin memori laptop sama harddrive. Satu episode serial berkisar 200 MB-an, jadi nggak bikin memori jebol. Selama masih ada pangeran Liam, gue rasa gue akan bertahan nonton. Kecuali nanti pangeran Liam dibikin mati dengan, entahlah sniper atau pengkhianatan, atau apa.

Sorry belum bisa cerita banyak. Lagipula inti dari review ini adalah gambaran cerita dan pikiran gue selama nonton, jadi keputusan tetep ada di tangan (dan kuota internet) lo, apakah lo tertarik untuk nonton atau nggak.

Mungkin kalo lo terpesona sama pangeran Liam kayak gue, jawaban lo pasti yes.

Sampai jumpa lagi!

@DEENAmond

Advertisements

5 thoughts on “MY REVIEW ABOUT THE ROYALS SERIES [2015]

  1. di star world asia baru ampe eps 3..hiks masii lamaaa…di amrik ny udh tamat ampe season2 ktnyaa..suka sm couple princess eleanor sm jasper..wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s