MY REVIEW ABOUT THE LIBRARIAN SERIES SEASON 1 [2015]

Series cast summary:
Rebecca Romijn Rebecca Romijn
 Eve Baird (10 episodes, 2014-2015)
Christian Kane Christian Kane
 Jake Stone (10 episodes, 2014-2015)
Lindy Booth Lindy Booth
 Cassandra Cillian (10 episodes, 2014-2015)
John Kim John Kim
 Ezekiel Jones (10 episodes, 2014-2015)
John Larroquette John Larroquette
 Jenkins / … (9 episodes, 2014-2015)
Matt Frewer Matt Frewer
 Dulaque (5 episodes, 2014-2015)
Lesley-Ann Brandt Lesley-Ann Brandt
 Lamia (5 episodes, 2014-2015)

DOWNLOAD LINK: PSARips

Apa sih cita-cita kamu?

*liat kanan-kiri* oh! You asking me? *benerin baju* oke, umm… coba gue mikir dulu…

*lima ratus tahun kemudian*

Oke, gue inget. Well, as a child, gue punya banyak cita-cita. Waktu demen nonton Cardcaptor Sakua, gue mau jadi Sakura, karena dia keren banget. Punya banyak kartu dan nangkepin itu kartu-kartu bandel. It’s pretty exciting kind of job, I think. Tapi kan ga ada lowongan pekerjaan kayak gitu kan gais? Terus karena gue ngefans sama Tomoyo Daidouji, temennya Sakura dengan rambut hitam bergelombang panjang yang cantik itu, gue pengen kayak dia—jadi desainer dan bikin baju-baju lucu. Nah, masalahnya gue ga bisa gambar—well, bisa sih, tapi orang ga ngerti sama sense of art gue. Masih lekat di ingatan gue, duluuuu waktu jaman SD, gue gambar gunung dengan warna hitam, karena menurut gue, gunung emang hitam. Tapi gue diomelin guru gue dengan komentar kalau gunungnya kayak kebakaran. Sebenernya, it is not making any sense di otak gue, kenapa gunung bisa warnanya biru. Coba lo liat gunung deh, ada ga sih yang warnanya biru langit gitu?!

Kolonel Eve Bairn

Kemudian karena gue polos, gue naif, gue sangat penurut, akhirnya sampe sekarang pun gue menggambar dengan warna biru kalau bikin pohon. Dan ini yang bikin masalah, karena gue menyadari, kalau gue nggak pernah diajak berpikir kreatif waktu kecilnya. Gue selalu… apa ya istilahnya?—belajar dari apa yang dunia tentukan. If world says the mountain is blue, then I follow gitu. Mungkin kalau dunia bilang nyebur got without any logical sense, dulu pasti gue lakukan.

Balik ke review kali ini. The Librarian. Penjaga perpustakaan. Buat beberapa orang, ini jenis pekerjaan membosankan. Apa serunya sih kerja di tempat hening penuh dengan buku-buku tebal? Di mana serunya kerja sendirian dan meng-index buku-buku yang datang, dipinjam, dan dibalikin?

Dulu gue pernah mikir jadi penjaga perpustakaan itu pekerjaan impian banget. Waktu SMP, perpustakaan adalah tempat yang selalu gue kunjungi setiap istirahat. Perpustakaannya nyamaaan banget! Gue betah berlama-lama di sana, apalagi ada banyak buku-buku dan biasanya gue minjem komik—hahahahaha, waktu itu gue lebih demen baca komik daripada baca novel. Gue hampir nggak pernah mengunjungi kantin, kecuali pas jam kosong. Itu juga buat beli kentang goreng buat nemenin baca. Gue juga pernah diomelin gara-gara ga merhatiin pelajaran Matematika dan baca komik yang ada di kolong meja.

HAHAHAHAHAHA…

The Librarian, Flynn Carsen

See? Sama seperti kebanyakan anak, pendidikan yang gue jalani semacem menciptakan gue buat jadi makhluk scientist—meski sama sekali gue ga tertarik sama fisika dan kimia. Seni semacem ga dihargai di mata nyokap—waktu gue bilang gue mau jadi penulis aja gue diketawain. HAHAHAHA… jadi satu-satunya cara buat menyalurkan hobi gue yang ga pernah kesampean, gue bikin blog.

Duh, jangan ampe kalo gue punya anak, anak gue ga bisa bermimpi sesuka dia.

Menurut gue, pekerjaan apa pun itu, asalkan bikin bahagia, nggak ada yang salah sama itu. Alasan nyokap nggak suka gue masuk sastra Inggris (dan nggak masuk juga—ga dapet restu soalnya) adalah beliau mengira kalau penulis itu pekerjaan yang nggak menjanjikan. *ketawa sinis* padahal ya, lulusan sastra Inggris ga cuman jadi penulis. Bisa jadi interpreter, penerjemah, well, banyak deh oppurtunity job-nya. Sekarang sih gue berusaha nggak mengeluh dengan apa yang gue dapatkan. Tapi tetep aja, gue suka mikir, gue bener-bener bahagia nggak sih dengan apa yang gue lakuin sekarang ini?

Sampe sekarang gue nggak nemuin jawaban yang memuaskan.

Anyway, tanpa memperpanjang curhat, gue akan bercerita tentang season 1 dari serial The Librarian ini. Pada suatu hari, Kolonel Eve Baird lagi ada di Berlin, menangkap sindikat bom nuklir atau semacam itu di sebuah gudang. Pas mau menyergap itu orang, tiba-tiba dari semacem lubang, keluar laki-laki. Penampilannya lusuh dan dia semacem weirdo yang lagi nyari The Opal of Samarra yang ternyata ada di sebuah peti yang ada di gudang tersebut. Sementara si cowok aneh lagi ngutak-ngatik petinya supaya batu opal tersebut nggak mengubah orang-orang di gudang itu jadi zombi pemakan daging. Oke, Eve nggak mau ganggu cowok aneh tersebut, karena dia sendiri sibuk ngawasin dua cowok yang mengaktifkan bom nuklir—Eve baru ngeh itu bom adalah nuklir waktu si cowok aneh teriakin nama bomnya dan Eve harus menonaktif bom tersebut. Dengan bantuan si cowok aneh juga.

Meski nggak tahu siapa ntu cowok, tapi Eve terbantu dengan instruksinya. Bomnya berhasil dinonaktif dan dia bisa meringkus para penjahat yang ada di situ. Pas lagi bingung, Eve nanya siapa dia dan si cowok cuman jawab dirinya penjaga perpustakaan. Waktu perhatian Eve teralih sama kedatangan bala bantuan, cowok tersebut ngilang.

Itu adegan awal dari episode pertama The Librarian and the Crown of King Arthur. Well, judulnya cuman The Librarian, sisanya semacem subtitle kalik, karena tiap episode ganti subjudul. Serial ini merupakan spin-off dari serial yang berjudul sama. Gue baru ngeh dan nyari di gugel waktu kakak gue ngeh, pas di adegan di dalam perpustakaan, kalau dia pernah nonton serial TV macem begini dan bingo!

The Librarian adalah seri TV yang dikembangkan oleh John Rogers dan ditayangkan di TNT. Pertama tayangnya pada tanggal 7 Desember 2014

Pada dua episode awal, penjaga perpustakaan yang bernama Flynn ini berhadapan dengan The Serpent Brotherhood yang ingin mendapatkan mahkota Raja Arthur untuk melepaskan sihir ke dunia. Eve ketemu lagi sama si Flynn Carsen yang aneh itu karena dirinya mendapatkan surat yang menyatakan dirinya menjadi pengawal penjaga perpustakaan. Awalnya Flynn nolak, tapi bagaimana nolaknya kalau yang ngasih suratnya aja perpustakaan itu sendiri? Eve yang nggak suka disuruh-suruh pergi ini juga penasaran sama dunia fantasi (HAHAHAHAHA… untung bukan ancol!) penuh dengan benda-benda magis, ngekorin Flynn yang mencoba mencari siapa saja yang akan dibunuh oleh The Serpent Brotherhood ini.

Yang pertama ada Cassandra Cillian, seorang sinestesia (yep, folks, this was what I clued to you before) yang pernah ditawari buat jadi penjaga perpus 10 tahun lalu, namun dia nggak dateng. Alasannya nggak dateng adalah karena dia punya tumor.

Cassandra Cillian

Sinestesia itu apa? Well, kalau baca di salah satu artikel, ini semacem kelainan yang ada di otak, sehingga panca indera seseorang bener-bener aktif. Kita tahu panca indera kita semua dikontrol sama otak. Kalo orang punya sinestesia, panca inderanya saling berhubungan dan lumayan bikin bingung pengidap dan orang-orang disekitarnya.

Misalnya saja, bayangkan kalau lo liat angka dua sebagai warna-warna tertentu, atau hari Senin beraroma jeruk, lemon, atau musim panas, atau semacem itu. Pas lo denger nada tertentu, lo mencium aroma cokelat. Itulah maksudnya. Apa yang mestinya denger, malah kerasa yang lainnya. Ini kejadian yang nggak langka banget, tapi unik dan biasanya yang mengidap sinestesia ini, orangnya cenderung cerdas. Kayak di serial ini, Cassandra bisa menghitung matematika di luar kepala dan mengaplikasikannya saat mencari mahkota Raja Arthur di sebuah henge yang ada di Black Forest.

Unique, huh? Tapi…

Yah, Cassandra pengen jadi orang normal dan… keinginannya itu membuatnya memilih jalan yang salah.

Ezekiel Jones

Terus ada Ezekiel Jones. Maling keren, master of technologies, serta penggemar classic crimes, yang bisa mengingat apa yang mau dicurinya dan jago nge-hack helikopter. Diap pernah meretas sistem keamanan polisi London, NSA, dan beberapa agensi lainnya. Nggak begitu spesial sih—baru dua episode yang gue tonton ya, siapa tau kemampuannya ternyata lebih amazing lagi. Maksud gue, tipe kemampuan yang dimiliki dia kan emang udah sering dipake kayak di film Public Enemies atau CSI dan lain sebagainya… oh ya, trivia aja, pemeran Ezekiel, John Kim ini 95 lines loh. DAMN, dia seumur adek gue…

Jacob Stone

Yang terakhir, ada Jacob Stone, koboi Oklahoma, yang bisa berbahasa Latin, IQ-nya 190 (dan Walter O’Brien 196! Why don’t I surprised?!) dan pernah kuliah sejarah seni dan arsitektur. Jadi pengetahuannya luas di bidang tersebut. Tapi dia menyembunyikan kemampuannya dan menjadi semacem buruh.

Ini seru sekali!

Fantasinya ada—dari benda-benda perpustakaannya; ada pedang Excalibur (tapi gue nangis di akhir episode 2), kocaknya ada—dari interaksi para jenius penjaga perpus ini, dan aksi? Jelas ada pas lagi bertarung sama Lamia, si The Serpent Brotherhood itu.

Mari kita lanjut ke episode berikutnya. Oh ya, FYI, episode serial ini hanya 10. Jadi menyenangkan sekali~

Karena gue akhirnya udah nonton sampe abis, jadi walau ini sisen satu, tapi cerita di sisen udah selesai loh di episode 10. Jadi nggak ada ceritanya digantung sampe sisen selanjutnya. Belum ada beritanya mau ada sisen tambahan juga sih~

Sampai jumpa!

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s