MY REVIEW ABOUT FURIOUS 7 [2015]

PG-13  |  137 min  |  Action, Crime, Thriller  |  3 April 2015 (USA)

Director: James Wan

Ppyoooongggg~

Gue nggak terlalu hobi sama franchise ini, sebenernya. Nggak tahu kenapa. Filmnya yang ke-1 sampai ke 5 udah sering di TV. Tapi setiap gue berusaha nonton (mana sering diputarnya malem-malem pula) pasti diawali dengan mata kedap-kedip kayak lampu lima watt, kemudian yawning, berusaha tetep nonton, dan… menyerah.

Gue nggak pernah berhasil nonton sampai habis. Padahal kan salah satu sontreknya yang film Tokyo Drift itu sering gue denger. Tapi selalu nggak pernah berselera buat nonton. Mungkin karena efek bete juga, kenapa sih mobil-mobil cantik nan keren itu dihancurkan jadi rongsokan?! SELALU! ALWAYS! Kan gue jadi pengen nangis mulu bawaannya… hiks…

Tapi sepertinya sekarang harus gue usahakan buat nonton *sigh*

Jadi, review yang gue buat kali ini adalah pandangan gue sebagai penonton awam, bukan penggemar film ini. Jadi, lo ga bisa ngomel-ngomel gue karena ketidaktahuan gue.

Ehem.

Intinya, pada film kali ini, Dominic Torreto dan keluarganya yang masih bahagia cerah ceria membahana, nggak menyangka bahwa konflik di film sebelumnya dimana ia berantem sama Owen Shaw dan si Owen ini berakhir dengan tewas kebuang dari pesawat, ternyata dosa tersebut masih ngikutin dia. Si Owen ini punya kakak. Deckard mau tahu, siapa sih yang membunuh adiknya tersebut dan meretas komputer Hobbs di agensi dan pas lagi berantem, ppong! Deckard bawa bom dan bomnya meledak—nggak mengenai Hobbs untungnya, namun menyebabkan si Hobbs ini patah tulang belulang dan… lumpuh (tapi menjelang akhir film, dia bisa jalan lagi—oke, biarkan saja).

Nggak cuman Hobbs yang ‘dikerjain’ sama si Deckard. Ternyata dia juga menyerang Han dan membunuhnya. Nah, karena Hobbs masuk rumah sakit, Han meninggal (yaaah~ nggak ada orang Asia lagi dong di seri ini?) dan rumah yang baru didapatnya di film keenam meledak dan hancur lebur jadi butiran debu, Dominic dan timnya nggak diam saja. Mereka akan menghabisi Deckard Shaw. Tapi bagaimana caranya?

Nah, disinilah mereka dapet bantuan dari pemerintah sebuah program bernama Mata Tuhan yang pokoknya keren banget deh bisa melacak keberadaan orang secara real time asal ada kamera dan berhubung jaman sekarang mah, mana ada tempat nggak ada kamera—jelek-jelek juga kamera ponsel kan banyak—dan mereka bisa mengetahui dimana Deckard berada. Namun~ Mata Tuhan itu ternyata udah dijual ke Pangeran yang lagi nginep di Dubai, jadi mereka mesti terbang ke sana. Lebih buruk lagi, ada juga teroris Somalia yang dipanggil Jekarde (JAKARTAH?!) yang nggak cuman kepengen merebut program Mata Tuhan, namun juga membunuh Torreto dan timnya.

SERU!!!

Gue baru nonton secara utuh film yang keenam (karena ada Joe Taslim-nya!) dan yang ketujuh dari franchise ini. Jadi kalau ada perbandingan, maka yang dibandingkan adalah dua film tersebut. Nah, sebagai pelanjut dari Fast 6, menurut gue Furious 7 ini merupakan pelanjut yang sangat keren. Mungkin karena efek director-nya ganti ya. James Wan yang udah bikin Insidious dan The Conjuring dengan sangat amazing. Mungkin udah banyak dari lo yang liat di trailer dimana mobil-mobil dijatuhkan dari pesawat, tapi kekerenan itu nggak cuman ada di situ aja. Masih banyak banget dan bikin lo WOOOW, AAAAHHH, NOOOO… selama nonton di bioskop. Mungkin kalo pake 4DX bakal lebih menyenangkan lagi. Tapi sayang, gue belum berkesempatan mencoba teknologi yang satu ini.

Ngebahas film ini, belum seru kalo belum ngebahas CGI yang dipake para visual effect di film ini untuk menghidupkan kembali sosok Brian O’Connor. Actually, gue nggak terlalu bisa ngeliat, yang mana yang pake CGI, yang mana yang asli—which is visual effect team did a great job—dan yang mana yang pake stuntman-nya Paul Walker dan adiknya. Sumpah, gue ga bisa liatnya. Mungkin kalo gue merhatiin filmnya dengan lebih detil, bakal keliatan. Cuman masalahnya, kalo filmnya macem begini, gimana liatnya?! Pengambilan gambarnya cepet banget, gerak tiap frame-nya juga huh, bikin pusing.

Cuman gue penasaran, ini sosok si Brian O’Connor ini punya tato nggak sih?

Penasaran aja sih, cuman sekali gue ngeh si Brian ini punya tato di pergelangan tangan dan gue ngehnya waktu di pertengahan film. Saat itu gue berpikir, apa ini lack atau gimana? Soalnya waktu nonton yang keenam, gue ga liat si Brian punya tato….

Oke, you guys feel free for correct me. Gue seneng banget kalo salah ternyata…

Dominic Toretto: [remembering the time he had with Brian] I used to say I live my life a quarter mile at a time and I think that’s why we were brothers – because you did too. No matter where you are in this world, whether it’s a quarter mile away or half way across the world. The most important thing in life will always be the people in this room, right here, right now. Salute mi familia. You’ll always be with me. And you’ll always be my brother.

Di film keenam dan ketujuh, sama saja. Duh, gimana atuh mereka udah semacem bilang leaving that life behind yang berarti kejar-kejaran, tembak-tembakan, dan macem lainnya. Tapi tetep aja mereka masih beraksi. Iya sih, kalo hidupnya datar-datar doang namanya bukan franchise Fast and Furious. Kalo gitu kan bisa cari dialog yang lain… apa kek, go get them atau apalah, jangan but you promise, after this no more kayak gitu. Pasrah aja lah, itu kakak sama suami lo bakal kejar-kejaran sama pemeran antagonis. Terima aja…

(gue nyinyir ternyata)

Stop nyinyir. Umm, terus film ini menyenangkan ga ya? JELAS!! Duh, suka banget kalo nontonnya di bioskop. Ga bakalan kepengen tidur. Ya gimana tidurnya coba, berisik parah. Untung di bioskop yang bawa anak bayi, anaknya nggak nangis meraung-raung. Kan ganggu banget kalo kayak gitu. Mending nonton di rumah deh…

’till next time!

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s