MY REVIEW ABOUT CANTABILE TOMORROW (내일도 칸타빌레) [2014]

Naeil's Cantabile-Joo Won.jpg Naeil's Cantabile-Shim Eun-Kyung.jpg Naeil's Cantabile-Park Bo-Gum.jpg Naeil's Cantabile-Bae Min-Jung.jpg Naeil's Cantabile-Ko Gyung-Pyo.jpg
Joo Won Shim Eun-Kyung Park Bo-Gum Bae Min-Jung Ko Gyung-Pyo
Cha Yoo-Jin Seol Nae-Il Lee Yoon-Hoo Jung Shi-Won Yoo Il-Rak
Naeil's Cantabile-Min Do-Hee.jpg Naeil's Cantabile-Jang Se-Hyun.jpg Naeil's Cantabile-Baek Yoon-Sik.jpg Naeil's Cantabile-Lee Byung-Joon.jpg Naeil's Cantabile-Ye Ji-Won.jpg
Min Do-Hee Jang Se-Hyun Baek Yoon-Sik Lee Byung-Joon Ye Ji-Won
Choi Min-Hee Ma Soo-Min Franz Stresemann Do Gang-Jae Song Mi-Na
Naeil's Cantabile-Ahn Kil-Kang.jpg Naeil's Cantabile-Namgung Yeon.jpg Kim Yoo-Mi Naeil's Cantabile-Bang Eun-Hee.jpg
Ahn Kil-Kang Namgung Yeon Kim Yoo-Mi Bang Eun-Hee
Yoo Won-Sang Ahn Gun-Sung Chae Do-Gyeong Nae-Il’s mother

Additional Cast Members:

Ini drama tayangnya tahun kemaren, tapi saya baru nonton sekarang~

Hahahahaha… parah ya, padahal Joo Won oppa yang main. Kenapa diriku nggak nonton? Jahat sekaliiii~

Senyumanmu, oppa~ menentramkan hatiku…

*padahal yang Good Doctor juga nggak nonton =.=*

Mungkin… waktu pertama tayang itu, gue baca yang komentar kebanyakan nggak bagus gitu. Secara ini kan remake dari dorama Jepang Nodame Cantabile yang katanya sih bagus banget. Untungnya gue belum nonton~ dan emang sih, kalo nonton dua drama yang seirama *halah* mendingan nonton yang bagusnya belakangan aja. Biar nggak terlalu nyinyir. Selain itu mendengar pendapat orang-orang yang skeptis waktu tante YoonA digadang-gadang bakal jadi pemeran Nae Il. Mereka nggak setuju karena YoonA terlalu cantik, sementara Nae Il itu biasa banget dan joroknya keterlaluan. Kasian… padahal menurutku kalau tetep YoonA yang main dan dia berhasil memerankan Nae Il dengan baik, berarti dia aktris yang baik. Bukan berarti selama ini dia bukan aktris yang baik loh ya, hanya saja, karakter yang diambil YoonA mostly adalah karakter cengeng dan lemah. Nggak ada perkembangan. Padahal sebagai anggota Girls Generation aja dia bisa berkembang, sekarang aja udah diberi bagian nge-rap di lagu bareng Hyoyeon.

Kenapa bahas tante YoonA sih…

Baiklah. Drama ini adalah drama musikal~ lebih ke musik klasik, dimana kita akan sering melihat Joo Won main piano, jadi konduktor orkestra, dan tampilan beberapa alat musik lainnya; biola, violin, contrabass, you name it. Kita juga akan sering mendengar alunan nada-nada musik klasik dari beberapa pianis terkenal, seperti Chopin, Beethoven… OKE, gue bukan ahli musik—dan main suling aja nggak bisa—jadi mari kita pindah ke alur ceritanya.

Hmm, cerita dibuka dengan kemunculan Joo Won yang ganteng (maaf, bias) tapi kenapa sih rambutnya belah tengah aneh gitu? Duh, oh, mau nunjukin kalo si Cha Yoo Jin itu orang serius. Oke, baiklah. Nah, si Cha Yoo Jin ini pianis jenius, punya titi nada mutlak, dan dia cita-cita mau jadi konduktor, karena ngefans banget sama konduktor Jerman terkenal, Viera. Kelakuan si Cha Yoo Jin ini khas banget pemeran pertama cowok; angkuh, perfectionist, dan cenderung kaku. Oh jangan lupakan kalau dia ini juga jago masak guys~ ada banyak banget adegan dimana Yoo Jin masakin makan malem buat Nae Il. Duh, suami idaman~ Dia ini baru putus dari Chae Do Kyeong, tapi ya seperti kebanyakan mantan yang ditampilkan di drama, dia masih pengen barengan Yoo Jin. Karena Yoo Jin adalah nomor satu di kampusnya dan Do Kyeong tau diri dia nggak bisa jadi nomor satu dan dia pun pengennya berada di samping nomor satu. Gitu~

Kemudian kita akan berkenalan dengan Seol Nae Il. Si cewek ceria kelewatan, jorok (ditunjukin pas di episode 1 aja sih), easy-going, dan cenderung kekanak-kanakkan. Dia ini ngefans banget sama Yoo Jin dan suatu hari pas Yoo Jin mabuk dan bersandar di dinding, Nae Il ngeliat dan sebagai perempuan yang baik, dia bilang jangan tidur di sini, nanti masuk angin~ kemudian dia berinisiatif membawa Yoo Jin ke apartemennya—jagoan banget, entah gimana itu Yoo Jin dibawanya; digendong atau diseret…

Besoknya, Yoo Jin pas bangun kaget melihat apartemen Nae Il yang joroknya minta ampun, roti udah kadalan belum dibuang, kecoa berserakan di mana-mana dan Yoo Jin yang pecinta kebersihan ini akhirnya berinisiatif membersihkan apartemennya Nae Il sambil berteriak-teriak “Why me? Why meee???” terus juga pas Nae Il ketauan belum sampoan ratusan tahun, dia yang nyuciin rambut Nae Il. Udah kayak ngerawat piaraan aja deh.

Kemudian di kampus, Nae Il suka ngejar-ngejar Yoo Jin, karena ngerasa udah akrab banget ya guys. Awalnya Yoo Jin ngerasa risih banget dengan keberadaan Nae Il yang dianggapnya aneh. Tanpa diduga, Nae Il ini jago di bidang piano. Yoo Jin sampe terkesima waktu pertama denger permainan piano Nae Il. Hanya saja, Nae Il menganggap biasa saja kemampuannya dan nggak diseriusin sampe dibawa ke kompetisi, karena ya itu, dia punya pengalaman buruk di masa lalunya.

Kemudian kita akan bertemu dengan Yoo Il Rak, pemain biola elektrik yang hobi menggabungkan klasik sama musik rock. Dia ini disayang banget sama babenya sampe setiap kali ada perayaan waktu Il Rak gabung di orkestra, selalu makan di restoran bapaknya dan banyak banget dikasih makanannya ya ampun… bapak favorit nih.

Selain Il Rak, ada juga Choi Min Hee yang sering dipanggil Mini Min Hee sama Nae Il. Min Hee ini bagian contrabass dan sering banget ditunjukin lagi kepayahan ngebawa contrabass yang gede itu. Demi bisa kuliah di sekolah musik, dia sampe kerja sambilan jadi pegawai di kafe ibunya Yoo Jin.

Kalo menurut orang-orang yang udah nonton versi Jepang, Cantabile Tomorrow ini lebih nonjolin sisi manis percintaan Yoo Jin-Nae Il dan Il Rak yang lagi jatuh cinta sama Jung Si Won. Kalo pertunjukan orkestranya dan pertandingan antara orkestra A dan orkestra S yang dibuat oleh Maestro Franz von Streseman sih standar aja. Maksud gue, iya gue bukan ahli musik—seperti yang pernah gue bilan, hanya saja poin yang menjadi titik pertandingannya itu standar. Orkestra A ini penampilannya bener-bener ngikutin buku, ibarat matematika, bener-bener ngikutin rumus yang udah ada. Sementara orkestra S ini punya variasi, meskipun ngikutin ritme yang udah ada. Jadinya lebih ear-catchy. Jadi kali ini kita akan susah milih. Lebih bagus penampilan orkestra A atau orkestra S. Secara mereka punya keindahannya masing-masing—meskipun pas penampilan, orkestra A sempet tampil kurang maksimal sih.

Memorable performance: S orchestra ‘Mambo’ duh, asyik banget itu permainan orkestranya. Ear-catchy dan eye-catchy juga.

Soal karakter Nae Il. Aku suka karakternya yang lebai, kelewatan polosnya, tapi ternyata punya ketakutan sendiri. Salah satu kalimatnya yang paling kuingat adalah, ‘What’s wrong with being children?’ waktu dia dinasehatin kalo dia nggak bisa selamanya jadi anak-anak. Ketakutannya itu membuatnya nggak bisa bergerak maju, padahal kemampuannya luar biasa dan dia hanya ingin jadi guru piano anak TK. Hal ini disebabkan karena guru pianonya selalu menforsirnya bermain piano, padahal dia masih anak-anak, bisa capek juga. Kalau dipikir-pikir, kebanyakan di drama digambarinnya kalau anak-anak traumanya sama guru yang metode ngajarnya kasar dan merekanya udah tua juga—no offense, tapi kalau dipikir, guru yang udah tua mostly nggak mau mengembangkan kemampuan mengajarnya dan ogah masuk ke dunia anak. Jadi sosok guru terkesan jauh dijangkau anak-anak.

Sama seperti Nae Il. Gue punya ketakutan yang sampe sekarang nggak bisa gue ilangin. Sekali pun gue udah mencoba, tapi ketakutan itu masih ada dan masih terus membuat gue berpikir, apa gue mampu? Jadi bisa dibilang apa yang dialami Nae Il ini sedikit banyak bisa gue pahamin keadaannya. Karakter cowok kedua, Lee Yoon Hoo, awal-awalnya suka, karena dia cowok kedua dan sudah pasti nasibnya tragis. Demen Nae Il, tapi Nae Il udah keburu jatuh cinta sama Yoo Jin. Mana dia kalo nangis kalo tangannya sakit dan gemetar hebat itu, hati yang lemah ini jadi ikutan terenyuh dan ikutan menderita #halah. Tapi pas Yoon Hoo maksa mau duet sama Nae Il karena saraf tangannya harus dioperasi dan dia mau bikin semacem requiem buat cello-nya. Sosoknya yang hanya memikirkan dirinya sendiri itu nggak bisa bikin aku respek sama dia.

Overall, karena aku memang demen musik dan suka Joo Won, dan suka karakter Nae Il, drama ini jadi salah satu drama favoritku. Malah tumben-tumbenan dikebut nonton seharian. Kalo emang demen sama satu drama, aku emang suka apa ya… mesti nonton sampe abis. Makanya kalo nonton drama ongoing suka frustasi. Oh ya, nonton drama ini bikin aku kepengen nonton yang versi Jepang juga, penasaran dengan secanggih apa sih dramanya. Mari kita coba downloaaaaddd~~~

Orabaaaaaangggg!!!!

@DEENAmond

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s