MY REVIEW ABOUT ANT-MAN [2015]

Paul Rudd Paul Rudd
Michael Douglas Michael Douglas
Evangeline Lilly Evangeline Lilly
Corey Stoll Corey Stoll
Bobby Cannavale Bobby Cannavale
Paxton
Judy Greer Judy Greer
Abby Ryder Fortson Abby Ryder Fortson
Michael Peña Michael Peña
David Dastmalchian David Dastmalchian
Kurt
T.I. T.I.
Wood Harris Wood Harris
Gale
Hayley Atwell Hayley Atwell
John Slattery John Slattery
Martin Donovan Martin Donovan
Mitchell Carson
Garrett Morris Garrett Morris
Cab Driver

Oh, hell yess, kereeen sehari sebelum lebaran (mohon maaf lahir dan batin pembaca semuaaa~~~) moviegoers bisa menonton salah satu superhero Marvel terbaru kali ini. Ant-Man. Ini adalah film pertama Ant-Man, jadi tentu saja ceritanya adalah tentang bagaimana pemeran utama kita bisa jadi superhero.

Gue menonton film ini di hari pertama, jam pertama tayang di Blitz. Tadinya sih mau nonton The Gallow juga, tapi karena gue juga disuruh belanja, jadi ya ga sempet nontonnya, next time maybe.

BTW, guys, I need to remind you that I’ll storytelling the movie, so yeah, this would be full of spoilers. So if you don’t like t read a review with spoilers, please close tab. Thanks!

Ehem… jadi pemeran pria utama kita kali ini adalah Scott Lang, mantan narapidana yang pernah membobol sistem keamanan Vista Corp, tempat ia dulu bekerja, yang sekarang sudah bebas dari penjara. Ia kemudian tinggal bersama teman satu selnya, Luis, karena ia sudah bercerai dengan istrinya dan tidak diizinkan tinggal bersama dengan anaknya juga. Tidak hanya karena istri Scott ini sudah punya tunangan, seorang polisi bernama Paxton, namun juga karena menurut istrinya akan lebih baik apabila Scott ‘menghilang’ sementara dari kehidupan putri mereka, karena ya itu… mantan narapidana dan ga bisa membayar tunjangan anak mereka.

Sampai pada suatu hari, Luis ngajakin Scott buat merampok rumah orangtua yang katanya (dan cara Luis menceritakan dia dapet informasinya ini kocak banget) punya brangkas yang besar dan pastinya kalau brangkasnya besar, maka isinya pasti berharga sekali. Awalnya Scott nggak tergoda, he’s so done with breaking into people’s house dan dia beneran pengen jadi ayah yang bisa dibanggakan putrinya, Cassie.

Namun tentunya, faktor uang lebih kuat ya gais… Scott ikut misi maling ke rumah orangtua yang ga dia tau sosoknya kayak gimana dan dengan keahliannya sebagai maling ulung, dia pun berhasil masuk rumah tersebut tanpa membunyikan alarm. Ia juga berhasil membuka brangkas yang, sayangnya, bukan berisi uang atau emas permata yang berharga itu. Isinya adalah cetak biru sesuatu, cairan berwarna-warni, dan sebuah kostum.

Penasaran dengan kostum tersebut, Scott pun membawa pulang dan memakai kostum tersebut. Amazingly, the costum made him shrienk in size as small as an insects. Karena pengalamannya setelah mengenakan kostum tersebut kurang menyenangkan, ia pun mengembalikan kostum tersebut, namun…

Well, of course I am not going to tell you the whole story. So, lets move out!

Dari segi cerita, sebenarnya sama saja dengan film Marvel lainnya. Hanya berbeda karakter serta kemampuan superhero-nya, karena ya menurutku itulah ‘jualan’nya Marvel. Mereka menjual superhero dan pengenalan dunia-dunia yang membuat anak-anak amazed. Ceritanya bukan tipe yang mesti mikir keras, ini maksudnya apa kayak gitu-gitu… seriously, you will enjoy this. If you like this kind of movie. Buat gue sih, selama gue terhibur dengan dialog-dialognya yang btw gue suka banget dialog di film ini. Serius. Scott bukan tipe karakter kayak Captain America, tenang aja. Mungkin dia mirip… Tony Stark. Mungkin loh ya… sassy gitu deh.

Oh ya, Avengers juga disebut-sebut loh disini, jadi berasa banget Marvel Universe-nya. Namun penggambaran dunia subatom ini… yah, entah kenapa kok gue malah ngerasa kayak lagi nonton video klip gitu. Tambahkan suara penyanyi, dan jadilah video klip beberapa menit.

Kemudian dari segi aktor… yah, oke. No complaint for the actors. Tapi entah kenapa ngeliat pemeran Scott, gue kebayang Ben Affleck mulu. HAHAHAHHA… beda jauh ya padahal. Gue sebelumnya surprise pas liat daftar nama pemainnya. Damn, Evangeline Lilly?! The one who played Tauriel?! Damn (lagi)… trus pemain Darren Cross, itu si Eph di serial The Strain, dan anaknya Scott itu juga main di serial The Whispers. Lebih kaget lagi pemain veteran Michael Douglas juga ternyata yang berperan sebagai dr. Hank Pym. Sial, ternyata gue udah nonton banyak banget serial TV sama film, tapi ga ngeh pas nonton di film mereka yang lainnya.

Overall, ini film yang menarik ditonton buat nemenin libur lebaran dan kebosanan gue karena masih males ngurusin skripsi dan berharap apocalypse segera datang biar ga usah bikin skripsi dan jangan lupa, di film Marvel kali ini, ada DUA tambahan adegan after credit dan mid-after. Jadi jangan dulu semangat mengangkat bokong itu dari kursi yaaa…

Mari lanjut lagi ke review berikutnya~

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s