MY REVIEW ABOUT INSIDE OUT [2015]

Amy Poehler Amy Poehler
Joy (voice)
Phyllis Smith Phyllis Smith
Sadness (voice)
Richard Kind Richard Kind
Bing Bong (voice)
Bill Hader Bill Hader
Fear (voice)
Lewis Black Lewis Black
Anger (voice)
Mindy Kaling Mindy Kaling
Disgust (voice)
Kaitlyn Dias Kaitlyn Dias
Riley (voice)
Diane Lane Diane Lane
Mom (voice)
Kyle MacLachlan Kyle MacLachlan
Dad (voice)
Paula Poundstone Paula Poundstone
Forgetter Paula (voice)
Bobby Moynihan Bobby Moynihan
Paula Pell Paula Pell
Dream Director / Mom’s Anger (voice)
Dave Goelz Dave Goelz
Subconscious Guard Frank (voice)
Frank Oz Frank Oz
Subconscious Guard Dave (voice)
Josh Cooley Josh Cooley
Jangles (voice)

Hari ini, di postingan blog Deena yang terbaru, akan bahas film baru!!!

Yeeey… tepatnya, film yang aku bahas kali ini adalah film animasi terbaru dari Disney! Tahu kan apa? #NGGAK oke, Inside Out, peoplee!!! Kayaknya ini pertama kalinya ya aku me-review film animasi. CMIIW karena aku malas cek postingan sebelumnya, tapi kalau kalian cukup kurang kerjaan, you’re welcome~

Kebetulan lagi pengen menghabiskan saldo di kartu keluaran bioskop dan pengen dapetin promo bioskopnya juga, makanya aku memutuskan untuk menonton film ini hari ini. Awalnya galau kepengen nonton Detective Conan atau Ju-On, namun karena kata para orang di forum sudah saaangggaaat membosankan sekali dua franchise terkenal asal Jepang tersebut, no offense, folks, jadinya aku nonton ini saja.

Tadinya juga mau nonton Demonic karena ngiler aja sama trailernya yang diurusin sama James Wan. Eh, ternyata cuman di bioskop sebelah yang lebih mahal 10k, cih… nggak jadi deh.

Baiklah, mari kita lanjut. Film ini menggunakan ide yang baru. Semacem suara-suara di kepala kita dan beragam perasaan yang muncul di dalam diri sejak kita lahir. Senang, Sedih, Marah, Jijik, dan Takut—dan yep, itu semua nama karakter di film ini. Lima suara berbeda ini merupakan bagian dari diri seorang anak bernama Riley. Hidup Riley akan dipenuhi kenangan dengan beragam perasaan tersebut dan nantinya di kepalanya akan muncul bola ingatan yang akan disimpan di tempat penyimpanan. Segala ingatannya akan disimpan dan ada beberapa bola ingatan spesial yang merupakan inti dari diri Riley, lalu suatu ketika Sedih menyentuh salah satu bola tersebut dan mengubah perasaan Riley menjadi campur aduk. Kemudian terjadi suatu hal hingga Senang dan Sedih harus berpetualang di dalam kepala Riley untuk mengembalikan diri Riley yang dulu.

Seru!

Oke, sebenernya sih gue bukan pendongeng yang cukup baik, jadi cukup dengarkan saja aku kali ini. Film ini sangat menyenangkan dan, nope, tulisan ini nggak disponsori siapa-siapa. Aku hanya menyuarakan apa yang kupikirkan saat menonton film ini dan aku berani merekomendasikannya pada kalian para pembaca.

Menurutku film animasi ini merupakan sedikit gambaran tentang otak kita. Supaya lebih mudah gitu deh jelasin sama adik-adik kecil tersayang seperti apa sih kerja otak kita. Kenapa sih suka ada perasaan kayak segala perasaan campur aduk, rasa marah, rasa bimbang, semacam itu… serta kenapa mendadak suka mendadak mendendangkan suatu lagu iklan, LOL… oh, dan juga tentang teman imajiner!

Film ini menggambarkan betapa rumitnya kerja otak kita. Hanya saja kan aslinya lebih ribet lagi ya, gais… ada sensor penghiduan, pendengaran, lalu refleks… yang digambarkan di sini hanya lima sifat dasar manusia yang pasti dialami dong sama anak-anak kecil. Karakter utamanya saja anak perempuan umur 11 tahun kok. Konfliknya juga seru, bikin penasaran, dan nggak ketebak. Nggak ada karakter super baik dan super jahat di sini (yang kalau di film anak-anak kan sering banget ya ditampilin). Semua karakter punya sisi yang bikin DIH, KOK NGESELIN SIH? tapi kita, atau… iya deh, gue, nggak bisa marah sama karakter tersebut.

Oh ya, ada satu adegan yang lumayan bikin Deena terenyuh. Nggak akan Deena ceritain kok adegannya apa, kali aja beda sama kalian. Jadi satu adegan ini lumayan bikin hati nyess… mendadak galau. Mata juga berkaca-kaca dan… so far, kayaknya baru ini sih film animasi yang bikin Deena terenyuh. Kata kakak sama adek gue aja ending Toy Story 3 bikin nangis, Deena nggak tuh…

Oke, jadi ini membuktikan kalau Deena masih punya hati *ya emang!* yang perasa, ternyata.

Atau… kayaknya nggak…

Oh ya, buat kalian yang mau nonton, jangan kaget kalau pertama adegannya bukan langsung ketemu film ini. Jadi~ kayaknya sejak Frozen Fever ditempel di awal film Cinderella, Disney mulai suka nempelin short story ke film buatannya, not that I’m complaining, karena film pendek Lava ini juga bagus kok, meski menurut gue agak cheesy (tapi sweet).

Oke, kayaknya ini cukup~ nanti review-nya akan aku sambung lagi… umm, bahas K-Drama Yong Pal, film Mission: Impossible – Rogue Nation… sepertinya.

Let’s go!

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s