MY REVIEW ABOUT THE FLASH THE SERIES [2014-NOW]

Grant Gustin Grant Gustin
 Barry Allen / … (42 episodes, 2014-2016)
Candice Patton Candice Patton
 Iris West (42 episodes, 2014-2016)
Danielle Panabaker Danielle Panabaker
 Caitlin Snow (42 episodes, 2014-2016)
Carlos Valdes Carlos Valdes
 Cisco Ramon (42 episodes, 2014-2016)
Tom Cavanagh Tom Cavanagh
 Dr. Harrison Wells / … (42 episodes, 2014-2016)
Jesse L. Martin Jesse L. Martin
 Joe West (42 episodes, 2014-2016)
Rick Cosnett Rick Cosnett
 Eddie Thawne (24 episodes, 2014-2015)
Patrick Sabongui Patrick Sabongui
 Captain David Singh (18 episodes, 2014-2015)

Nah, ini dia. Salah satu serial yang jadi favoritku sejak tayang pertama kali pada tahun 2014 kemaren. Agak jahat juga sih ya, pas sisen 2 ini baru dibikin review-nya (tapi kalau dipikir-pikir, sepertinya nggak salah juga sih, kan gimana pun juga Arrow loh yang tayang sebelum serial ini). Padahal sih demennya udah dari awal denger berita (dan nonton trailer-nya) tentang ditayangkannya serial ini di stasiun TV The CW, yang juga merupakan stasiun TV tempatnya Arrow dan, yeah, The Vampire Diaries yang terkenal itu.

Oke, seperti yang sudah diketahui semua penggemar serial ini (yang banyak banget, btw), kisah ini dimulai sejak Barry kecil melihat ibunya dibunuh seseorang, atau sesuatu yang bergerak cepat sekali bagai kilat. Saat itu ia hanya tahu bahwa dia akan menemukan pembunuh ibunya dan membebaskan ayahnya yang tidak bersalah. Kemudian pada suatu hari, di laboratoriumnya, ia terkenal sambaran petir dari ledakan partikel akselerator dan membuatnya bisa bergerak secepat kilat.

The Flash ini adalah salah satu tokoh superhero yang ada di komiknya DC. Yeah, Marvel boleh punya Quicksilver, tapi DC punya The Flash sebagai tandingannya dan berbeda dengan Quicksilver yang cuman sekedar jadi pemanis di The Avengers: Age of Ultrondi DC universe, The Flash ini termasuk salah satu karakter yang penting di Justice League (kumpulan superheronya DC yang termasuk juga Batman dan Superman). Kenapa penting? Kalau di komiknya sih karena karakternya lebih tereksplor kali ya—di serial juga, salah satunya kemampuannya Barry yang bisa menembus portal waktu dan bisa ke masa depan dan masa lalu, mengeluarkan petir… heboh deh. Kalo Quicksilver kan (so far, mengingat dunia Marvel juga sama luasnya dengan dunia DC) baru bisa lari cepat doang di film yang itu.

Selain itu, yang bikin serial ini wow adalah seringkalinya serial ini berkolaborasi dengan serial sebelahnya, Arrow. Sering banget! Dari awal serial ini tayang paling tidak satu sisen ada dua-tiga episode khusus untuk mereka berkolaborasi (dan ya memang mereka kan satu dunia dan kota tempat kedua superhero berada ini kan semacem deketan, cuman pake kereta aja nyampe—mungkin macem Jakarta dan Bekasi kali yaa~).

Overall, meski diceritain Barry ini suka labil (di sisen satu labil cinta, di sini labil cinta juga sih, sometimes, tapi kayaknya udah lumayan berkembang deh), tapi dengan bantuan orang-orang di sekitarnya dan teman-temannya di S.T.A.R. Labs, dia pun bisa menjalani hari-harinya yang lumayan sibuk memberantas meta-humans. Apalagi Barry ini diperankan sama Grant Gustin yang ganteng dan pinter nyanyi (sebelumnya dia pernah jadi bintang tamu di Glee—iya, pada ga nyangka kan? Suaranya bagus loh, btw) (oke, agak ga nyambung sih, tapi hei, tanpa kehadiran cowok ganteng, ya mana seru nonton, ya nggak?).

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s