MY REVIEW ABOUT DC’s LEGENDS OF TOMORROW SEASON 1 [2016]

mv5bmji0mzm5odg3m15bml5banbnxkftztgwmtm1mza0nze-_v1__sx1303_sy615_

Victor Garber Victor Garber
 Dr. Martin Stein (16 episodes, 2016)
Brandon Routh Brandon Routh
 Ray Palmer / … (16 episodes, 2016)
Caity Lotz Caity Lotz
 Sara Lance / … (16 episodes, 2016)
Arthur Darvill Arthur Darvill
 Rip Hunter (16 episodes, 2016)
Ciara Renée Ciara Renée
 Hawkgirl / … (16 episodes, 2016)
Franz Drameh Franz Drameh
 Firestorm / … (16 episodes, 2016)
Dominic Purcell Dominic Purcell
 Heat Wave / … (16 episodes, 2016)
Wentworth Miller Wentworth Miller
 Captain Cold / … (16 episodes, 2016)
Falk Hentschel Falk Hentschel
 Carter Hall / … (16 episodes, 2016)
Casper Crump Casper Crump
 Vandal Savage (16 episodes, 2016)
When heroes alone are not enough… the world needs legends. Having seen the future, one he will desperately try to prevent from happening, time-traveling rogue Rip Hunter is tasked with assembling a disparate group of both heroes and villains to confront an unstoppable threat – one in which not only is the planet at stake, but all of time itself. Can this ragtag team defeat an immortal threat unlike anything they have ever known?
Source: IMDB | IDWS

Finally! One of my upcoming series in 2015 is finally arrive! Yup, setelah menonton dua sisen The Flash dan empat sisen Arrow, bisa dibilang gue excited banget dengan hadirnya serial-semacem-Avengers-nya-Marvel-tapi-bukan-DC’s-Justice-League, karena ya Justice League sendiri bakal hadir di bioskop, jadi agak ga mubazir kalo make seluruh hero di Justice League yang udah ketauan punya pasar filmnya sendiri, aka Batman, Superman, Wonder Woman, you name it itulah.

DC’s Legends of Tomorrow adalah kisah para pahlawan dan anti-hero, dalam kasus ini adalah Captain Cold dan Heatwave, yang bergabung bersama Time Master dari tahun 2166 bernama Rip Hunter. Bersama-sama, mereka akan travelling through time, dan untuk beberapa episode awal ini, untuk menyingkirkan Vandal Savage (yang udah hadir di crossover episode The Flash dan Arrow) sebelum ia menjadi lebih kuat dan lebih jahat di masa depan.

Serial ini membuka sisen pertamanya pada hari Kamis, 21 Januari kemarin dan setelah menonton episode Pilot-nya, harus aku akui, it’s cool! Oke, aku nggak akan bilang keren banget, karena ini baru episode pertama dan sebaiknya sih nggak usah berekspektasi terlalu tinggi (meskipun sulit untuk tidak berekspektasi tinggi, INI KEREN BANGET SUMPAH—OKAY, THERE, I SAID IT, HAPPY NOW?) karena masih ada episode-episode selanjutnya dan di masa depan masih ada serial lainnya yang sepertinya nggak kalah bagusnya. Tapi episode pertama serial ini udah menjanjikan sih menurutku. Memang dari segi perkenalan karakter udah cukup cepat, kayak Rip Hunter yang minta ijin ke Council terus ke tahun 2016 dan merekrut delapan orang, kemudian mereka ke tahun 1975, tapi masih bisa lah alurnya dilanjutkan hingga menuju episode-episode berikutnya. Apalagi aku pribadi sih masih bertanya-tanya, kenapa Gideon, AI-nya The Flash bisa dimiliki sama Rip Hunter juga ya? I mean, oke, tahunnya si Rip Hunter sama Barry Allen ya beda, dan mungkin ada cerita yang panjaaaang banget, mengingat teknisnya Barry sama Rip Hunter kan terpaut 150 tahun.

Abis nonton episode pertamanya, aku (sudah pasti) terpesona sama Ray Palmer! Iya, saya ngefans sama mantan Superman satu itu (yang, btw, udah kawin dan, oke, ini nggak relevan) dan rasanya agak nyes aja sama karakter si Palmer ini. Gila ya, ternyata setelah dianggep mati oleh dunia sebelumnya, ternyata dia ngerasa bahwa apa yang udah dicapainya semacem ga ada apa-apanya loh. Dia biliuner loh, dia penemu, dan dia ganteng. Istilahnya, kalau dia tokoh utama cerita novel klasik dengan cewek clumsy yang ditakdirkan membuat karakter macem Ray Palmer jatuh cinta sama dia, hal macem ini ga mungkin terjadi. Ga mungkin dunia ga bersedih kehilangan dirinya, kehilangan salah satu orang jeniusnya. Oke, di serial ini masih banyak cowok yang lebih baik dari Ray Palmer—bahkan si Felicity Smoak aja milih Oliver Queen daripada dia—meski saya rada ga setuju sama pilihannya, tapi hey, ya udahlah, her loss ini. Ntar biar si Ray Palmer jatuh cinta sama gue (oke saya delusional).

Nggak hanya sama dia, saya ga nyangka bahwa saya akan tertarik dengan karakter Sara Lance. Iya, si adik Laurel yang hidup lagi berkat Lazarus Pit dan sedang mencari arti hidup barunya ini. Saya ga nyangka kalau karakternya sekeren ini. Serius. Awalnya ketika dia nongol di serial Arrow, saya cuman ngira kalau dia cewek-menyebalkan-yang-ngerebut-pacar-kakaknya-sendiri-kemudian-dikira-mati-eh-ternyata-enggak-ternyata-dia-pembunuh-bayaran-macem-itu-terus-dibunuh-terus-hidup-dan-mencoba-mencari-arti-hidup kayak gitu! Menyebalkan juga ya hidupnya si Sara Lance ini, sinetron banget hidup mati hidup lagi… tapi ternyata karakternya boleh juga loh. Yang ditampilin di episode pertama ini adalah she’s badass, nggak heran, mantan assassin kan ya, dan dia asik aja gitu gaul sama anti-hero macem Captain Cold sama Heatwave. Seriusan. Mereka ini trio seru di tim sepertinya. Nyantai dan hidup ga usah dibikin pusing gitu lah… intinya.

Dari ending episode satunya, gue ngeliat kalau serial ini sih jatohnya mirip kayak Arrow. Ada big boss yang harus ditumpas dan tiap episodenya ga melulu menuntaskan kejahatan, layaknya The Flash, jadi nggak heran kalau mungkin pada beberapa episodenya ada yang kerasa gantung—kayak episode pertamanya. Jadi bukan tipe yang satu kejahatan kudu tuntas di episode itu juga. Nggak sih, kayaknya nggak begitu, karena fokus utama tim ini adalah nuntasin Vandal Savage dari timeline di dunia, jadi ga terjadi macem apocalypse di masa mendatang sih… tapi mari kita lihat gimana perkembangan serialnya sendiri! It is worth to watch, I dare you!

@DEENAmond

Advertisements

One comment

  1. jauh dibandingin sama agent of shield. padahal ekspektasi gua pas nonton awal kedua film ini sama aja, gak tinggi2 banget, but somehow, agent of shield way much cooler than dc legends. twist nya mantep. cinematografi. karakter. da best. gak yakin dc legend bakal bisa se tenar agent of shield. percaya dah. yakin gua.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s