MY REVIEW ABOUT SHADOWHUNTERS SEASON 1 [2016]

Katherine McNamara Katherine McNamara
 Clary Fray (13 episodes, 2016)
Dominic Sherwood Dominic Sherwood
 Jace Wayland (13 episodes, 2016)
Alberto Rosende Alberto Rosende
 Simon Lewis (13 episodes, 2016)
Matthew Daddario Matthew Daddario
 Alec Lightwood (13 episodes, 2016)
Emeraude Toubia Emeraude Toubia
 Isabelle Lightwood (13 episodes, 2016)
Isaiah Mustafa Isaiah Mustafa
 Luke Garroway (13 episodes, 2016)
Harry Shum Jr. Harry Shum Jr.
 Magnus Bane (13 episodes, 2016)
Alan Van Sprang Alan Van Sprang
 Valentine Morgenstern (12 episodes, 2016)
Jon Cor Jon Cor
 Hodge Starkweather (8 episodes, 2016)
Joel Labelle Joel Labelle
 Alaric (7 episodes, 2016)
Stephen R. Hart Stephen R. Hart
 Brother Jeremiah (6 episodes, 2016)
Stephanie Bennett Stephanie Bennett
 Lydia Branwell (6 episodes, 2016)
IMDB | IDWS

Ah, akhirnya aku membahas juga salah satu serial terbaru yang aku tunggu dari kapan tau. Actually, serialnya sendiri udah jalan 3 episode sih, saat aku menulis postingan ini. Buat kalian yang baru datang ke blogku, mungkin masih bingung dengan ini. Jadi~ aku udah tau tentang kedatangan serial ini dari tahun lalu dan lumayan excited, karena OMG udah fix Dominic Sherwood jadi Jace Wayland. You know, dude who played as vampire Christian Ozera on Vampire Academy? Ring any bell? Nah, saking excited-nya, aku sampe bikin post soal rencana dibuatnya serial yang diangkat dari novel berserinya tante Cassandra Clare.

Shadowhunters ini adalah—well, in case masih ada yang ga tau plot di serial ini—kisah tentang seorang gadis bernama Clary Fray yang, pada serial ini, merayakan hari tambah usianya yang ke-18 kemudian dia mulai mengalami banyak kejadian aneh. Mulai dari dia menggambar simbol yang tidak dikenalnya, terus ngeliat orang yang ga bisa diliat temannya; Simon, dan akhirnya pada ibunya yang menghilang. Turns out, ternyata dia adalah shadowhunter, yaitu semacem orang-orang yang membasmi iblis dan semacamnya dan mampu menggambar rune yang punya banyak manfaat. Di beberapa episode awal ini, plot diarahkan kepada gimana Clary berusaha menemukan ibunya dengan bantuan shadowhunter lain; si ganteng Jace Wayland dan kakak-beradik Lightwood, Isabelle dan Alec.

Gue sebenernya rada ga paham sih, kenapa bisa serial yang udah diangkat sebelumnya ke film (City of Bones, anyone?) bisa kemudian memulai lagi dari nolnya ke dalam sebuah serial TV. Iya sih, fans bukunya banyak dan many of the fans yang lumayan ga suka sama filmnya. Karena satu atau beberapa alasan juga, kayaknya ga ada rencana filmnya bakal dilanjut. Mungkin itu alasannya kenapa akhirnya dibikin serial tv dengan plot yang lumayan beda (Clary di buku katanya—gue belum baca bukunya—usianya 14 tahun, sementara di serial tv-nya, dia dibuat berusia 18 tahun. Katanya sih karena sasaran penontonnya adalah penonton YA gitu) dan cast yang totally ganti artis.

Untuk masalah artis, gue rasa gue ga ada masalah dengan pemilihannya. Soalnya belum baca serialnya juga, sori, dan (oke ini bias) sejujurnya gue malah lebih suka Dominic Sherwood sebagai Jace Wayland (who btw, aksen Inggrisnya ga begitu kentara di serialnya. He tried real hard and I appreciate it, really) dan Katherine McNamara sebagai Clary Fray. Even, gue suka juga yang memerankan Alec dan Isabelle Lightwood—oh, yep, also the dude who played Magnus Bane.

Jadi secara kasting, gue udah oke-oke aja. Bahkan gue nonton proses behind the scene-nya (ketauan kurang kerjaannya) sekedar penasaran aja dengan kayak gimana sih proses syuting dan pembuatan serialnya sendiri (yang juga skripnya ditulis oleh penulis novelnya sendiri).

Sampai kemudian gue nonton episode pilotnya.

왠열…

(Maaf, itu serial TV lainnya, serial Korea lebih tepatnya…)

What the…

Seriously? This is the same series I was expected? I was getting this?

Yep, sebingung itu gue nonton episode pertamanya. Serius. Gue bingung parah. Maksudnya adalah, gue mengakui ekspektasi gue lumayan tinggi buat serial ini dan pas gue nonton episode pertamanya…

Kenapa, menurut gue, cuman Isabelle aja yang aktingnya paling menarik?

*sigh, dan berusaha keras untuk tidak menjambak rambut sendiri saking frustasinya*

Gue ga habis pikir… kenapa? Why? Clary dan Jace mestinya punya karakter yang kuat dan nggak menyebalkan kayak gini. Gue memandang dua tokoh itu sebagai seseorang yang complicated. Ya, kalau nonton filmnya pasti paham dong kenapa. Mereka punya interest dan Clary sendiri mestinya ga menye-menye macem ‘aku harus nyelametin Simon! Oh, ibuku adalah prioritas! Oh, aku bingung sama dunia yang baru kukenal ini!’ dan berkali-kali membuat kesalahan bodoh. Oke, Clary masih belum familiar dengan dunia yang baru dikenalnya. Cuman, mestikah dengan menambah karakter childish? Kudu kah? Mesti kah?

Sebenernya agak ga fair sih gue bilang begini, karena episodenya juga masih awal dan masih ada kemungkinan Clary bakal berkembang jadi badass girl, dan itu juga salah satu alasan gue masih ngikutin serial ini. Cuman, nonton tiga episode pertama serial ini, entah kenapa bukannya bersimpati, gue malah kepengen nabok Clary.

No offense please for all Clary’s fans.

Oke, ga mau berpanjang-panjang, karena serialnya masih panjang (dan sejauh ini sih belum denger rencana cancel buat serial ini—HOPE WILL NOT!) dan harapannya sih semoga plotnya jadi lebih kece dan please, let Clary’s character growing awesome dan Jace jangan kaku ya tolong. Gue ngefans sama Jace versi Dominic btw (kecuali buat tatanan rambutnya yang well, ga kuaaaat~).

Sampai jumpa lagi!

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s