MY REVIEW ABOUT REPLY 1988 (응답하라 1988) [2015]

  • Drama: Reply 1988
  • Revised romanization: Eungdabhara 1988
  • Hangul: 응답하라 1988
  • Director: Shin Won-Ho
  • Writer: Lee Woo-Jung
  • Network: tvN
  • Episodes: 20
  • Release Date: November 6, 2015 – January 16, 2016
  • Runtime: Fri & Sat 19:50
  • Language: Korean
  • Country: South Korea
Reply 1988-Hyeri.jpg Reply 1988-Ryoo Joon-Yeol.jpg Reply 1988-Ko Gyung-Pyo.jpg Reply 1988-Park Bo-Gum.jpg Reply 1988-Lee Dong-Hwi.jpg
Hyeri Ryoo Joon-Yeol Ko Gyung-Pyo Park Bo-Gum Lee Dong-Hwi
Sung Duk-Sun Kim Jung-Hwan Sun-Woo Choi Taek Yoo Dong-Ryong
Reply 1988-Sung Dong-Il.jpg Reply 1988-Lee Il-Hwa.jpg Reply 1988-Ryoo Hye-Young.jpg Choi Sung-Won Reply 1988-Kim Sung-Kyun.jpg
Sung Dong-Il Lee Il-Hwa Ryoo Hye-Young Choi Sung-Won Kim Sung-Kyun
Sung Dong-Il Lee Il-Hwa Sung Bo-Ra Sung No-Eul Kim Sung-Kyun
Reply 1988-Ra Mi-Ran.jpg Ahn Jae-Hong Kim Sun-Young Reply 1988-Yoo Jae-Myung.jpg Reply 1988-Choi Moo-Sung.jpg
Ra Mi-Ran Ahn Jae-Hong Kim Sun-Young Yoo Jae-Myung Choi Moo-Sung
Ra Mi-Ran Kim Jung-Bong Kim Sun-Young Yoo Jae-Myung Ko Gil-Dong
Reply 1988-Kim Sul.jpg Lee Min-Ji Lee Se-Young
Kim Sul Lee Min-Ji Lee Se-Young
Jin-Joo Jang Man-Ok Wang Ja-Hyun

Additional Cast Members:

IDWS | AsianWiki

Halo~~~ Shin Hyun Rin balik lagi dengan review drama Korea! Drama Korea yang dibahas kali ini adalah drama yang cetar banget. Kenapa? Karena drama ini adalah franchise ketiga dari seri Reply. Sebelumnya sudah ada Reply 1997, Reply 1994, dan yang ini. Drama ini sendiri sih, udah kelar dari tahun kemaren dan seperti pendahulunya, drama ini cukup rame dengan penontonnya yang, selalu, terpecah dalam dua tim. Tim suami dan tim teraniaya. Maksudnya~ dalam seri ini selalu menampilkan sosok pemeran utama cewek di masa mudanya, kemudian ditampilkan di masa kini. Nah, di masa kini inilah yang suka bikin tebak-tebakan, siapakah cowok yang end up marrying the girl, yang kemudian oleh penonton dinamakan dengan husband hunting.

Aku sendiri sebelumnya cuman baca-baca dari forum dan trit tentang franchise ini. Dibandingkan dengan drama lain, franchise ini jauh lebih rame penggemarnya—baru-baru ini, karena nonton drama ini, aku juga jadi kepo sama dua drama pendahulunya. Aku baru baca-baca tritnya Reply 1988 ini di IDWS (linknya sudah kusertakan di atas~) dan meski dramanya udah selesai, tapi yang komen masih rame dan komennya ga cuman sebaris-dua baris tentang alur ceritanya doang. Bahkan ada yang ngebahas kenapa si cewek mesti milih cowok yang itu dan kenapa cowok yang satu lagi ga dipilih si pemeran utama cewek. Pake ngebahas karakter tiga karakter utamanya segala cobak! Kebayang sekeren apa kan dramanya? Maksudnya, ga mungkin kalo dramanya ga punya kesan, penonton ampe capek-capek berkomentar tentang pilihan si pemeran utama gitu loh.

Berbekal rasa penasaran (meski belum nonton dua drama pendahulunya), aku pun mengunduh episode pertama drama ini tepat begitu linknya muncul pada penayangan perdananya. Aku biasanya punya kecenderungan buat suka sama drama pada saat aku menonton episode pertamanya. Kalau episode pertama aja udah demen, yang berikutnya pasti kepo pengen tahu. Apalagi di drama ini ada Park Bo Gum, yang sebelumnya kutonton aktingnya di Cantabile Tomorrow, tapi cuman sebagai pemeran pembantu T-T dan Go Kyung Pyo, yang juga main di drama yang sama dan lumayan lucu sebagai Yoo Il Rak.

Namun berbeda dengan drama ini.

Ternyata gue ga tertarik episode pertamanya!

Gue ga tau kenapa (mungkin karena kaget, masih belum biasa dengan seri Reply ini), gue bosen dengan episode pertamanya. Episode perdananya! Bosen! Akhirnya gue ga lanjutin nonton, padahal udah sampe pertengahan episode. Kemudianlah gue mengabaikan drama ini (yep, serius gue mengabaikan drama ini) dan menonton serial TV dan drama Korea lainnya, gue juga kemudian memfokuskan diri pada penelitian skripsi, karena kalo ga salah kebetulan waktu itu gue mulai penelitian skripsi juga.

Kemudian kelar sidang, gue sadar kalau gue masih kepo dengan drama ini. Udah banyak drama lain yang gue tonton, banyak yang berkesan ke gue, tapi rasa penasaran sama drama ini masih terus membayang. Serius. Kakak gue yang kemudian kepo sama drama ini juga bilang doi bosen sama drama ini. Tapi kemudian gue, berhubung udah tinggal revisi skripsi sama yah ngurus gono-gini buat wisuda, mencoba mengunduh keseluruhan dramanya.

Oh ya, FYI, bisa dibilang keputusan gue buat nonton ketika dramanya kelar ini keputusan yang tepat buat gue. Gue orangnya lumayan susah move-on, dan Reply 1994 sebelumnya kan lumayan rame dengan fans yang sakit hati karena Chilbong gitu, dan gue ga nonton itu karena takut gue pasti bakal kena sindrom second-lead male.

Jadi kali ini gue akan membahas drama ini secara keseluruhan. Untuk alur, gue merasa meski beberapa kali bosen dengan alurnya yang lambat, tapi mulai episode dua, gue mulai ketagihan drama ini. Gila aja, dari gue kelar donlot dan mulai nonton sekitar akhir Januari (29 Januari lebih tepatnya), kemudian kelar nonton tanggal 8 Februari kemaren, gue menghabiskan waktu luang gue bener-bener konsen dengan drama ini. Untungnya gue nonton di Tab, jadi bisa nonton sambil guling-guling, sambil duduk di dalam kereta. Gue tipe orang yang hobi nontonnya di Tab sih. Kecuali kepaksa banget kudu nonton di laptop, karena… oh, encode hiburannya yang pake x265 dan Tab gue suka ngadat-ngadat kalo masang encode itu.

Lucunya drama ini dapet, tentunya dari kelakuan para pemerannya. Paling suka kalo geng Ssangmundong pada ngumpul, sembari nonton atau sekedar ngobrol dan para ajumeoni sambil mempersiapkan bahan makanan (dan terkadang suka bagi-bagi lauk ke empat keluarga tersebut).

Untuk kisah cintanya, buat Bo Ra dan Sun Woo, menurut gue manis dan aww moment gitu. Pacaran backstreet karena Bo Ra masih belum yakin dengan hubungannya sama berondong manis pinter macem Sun Woo. Belum akhirnya yang lumayan amazed, karena ternyata keduanya punya nama keluarga yang sama (karena sepanjang episode 1 sampe 18, ga dikasih tau nama keluarganya Sun Woo. Ya, macem WTF moment begitu Bo Ra manggil nama lengkap Sun Woo, tepat sebelumnya ibu Bo Ra nggak setuju kalau Bo Ra pacaran sama doi.

Sementara buat kisah cintanya Sung Deok Sun… kayak permen nano-nano.

Dunia penggemar Reply juga tergunjang, meski buat gue sih ga gitu-gitu amat, karena dari awal gue udah ada di timnya Taek, ga tau kenapa—oke, kayaknya sih karena bias. Tapi hei, awalnya gue sama sekali ga tau kalo Taek bakal masuk ke dalam triangle love-nya Deok Sun. Gue terkecoh sama posternya yang mana Deok Sun diapit sama Jung Hwan dan Sun Woo, jadi gue ngira kalo kedemenan gue sama Taek itu kayak waktu gue demen sama Song Yi Jeong. He may be getting love story, tapi ga bakal jadi sama pemeran utama ceweknya. Itu pikiran gue saat itu.

Kemudian gue… SALAH BESAR!

Karena kapal gue berlayar~

*kemudian menari hula-hula* *ga pantes, Rin, jebal*

Gue menonton dengan kebahagiaan bahwa kapal yang gue pilih ga karam. Bahwa Taek—meski gue ga tau karakternya macamana dia itu—akan bahagia dan kebahagiaan itu makin membesar kala gue menonton tiap episode drama ini. Meski di awal itu bocah cuman dapet scene pas dia bareng sama geng Ssangmundong-nya, atau kalo dia lagi tanding Baduk, atau kalau dia lagi diperlakukan super istimewa sama ibu-ibu dan bapak-bapak komplek Ssangmundong. Tapi kemudian karakternya mulai intens, mulai lebih banyak… lebih berkembang lah istilahnya.

Ketika gue bahagia dengan akhir episodenya, ternyata banyak yang ber-waenyeol dengan pilihan Deok Sun. Saya cuman bisa bersedih dan puk puk buat Taek.

Kalau menurut saya, mungkin beberapa episode pertama, Choi Taek bukan pemeran utama—dan menurut saya inilah bagusnya drama ini. Penulisnya dengan pintar mengecoh penonton dengan memberi banyak scene buat Jung Hwan dan Sun Woo, sehingga penonton ngira keduanya sebagai cowok-cowok yang bakal jadi bagian cinta segitiga. Padahal Sun Woo cuman jadi cinta monyetnya Deok Sun, itu juga karena sahabatnya kompor meleduk banget.

Untuk Jung Pal sendiri, mungkin dia ga dapet cinta Deok Sun, karena menurut saya pribadi, Jung Pal masih ragu-ragu dengan perasaannya. Mesti kah dirinya bilang kalau dia suka sama Deok Sun, karena kayaknya dia mikir kalo dia nembak Deok Sun, persahabatan mereka bisa ancur dan bisa jadi Deok Sun mengabaikan dia nantinya. Jung Pal ga mau itu terjadi dan alih-alih dia memperlakukan Deok Sun kayak karakter cowok tsundere di dunia perdramaan. Kasar, menyebalkan, tapi tingkahnya kalo udah peduli sama Deok Sun jadi manis banget—seenggaknya menurut penonton. Karena kan penonton liat juga kayak gimana usaha Jung Pal buat Deok Sun.

Sementara buat Deok Sun, meski dia tersanjung kalau Jung Pal suka sama dia (sekali lagi, karena kompor sahabatnya), tapi dia ga yakin apa Jung Pal bener-bener suka sama dia. Perlakuan Jung Pal beda banget sama perlakuan Sun Woo (yang padahal emang sayangnya kayak kakak ke adiknya gitu). Emang kayak gitu perlakuan orang ke orang yang dicintainya? mungkin begitu yang dipikirkan Deok Sun, jadi dia ga begitu ngeh kalau Jung Pal ada rasa sama dia. Belum lagi insiden kemeja yang dihadiahkan Deok Sun yang sampai akhir ga dijelaskan Jung Pal. Jadi kalau menurut saya, dalam perspektif Deok Sun, Jung Pal bener-bener cuman menganggap dirinya sebagai teman. Sedih~

Ada beberapa komentar yang menurut saya cukup menggambarkan kenapa pilihan Deok Sun adalah Taek: Nisa_Takoyaki94 1, Nisa_Takoyaki94 2, Nisa_Takoyaki94 3. Komentar itu membahas tentang gimana karakter Jung Hwan, Deok Sun, dan Taek dalam perspektifnya. Aku bisa mengorelasikan apa yang dijelaskannya karena aku sendiri sama seperti Deok Sun, anak tengah, yang bukan prioritas banget kayak sulung dan bungsu.

Menurutku, apa yang dilakukan Jung Hwan ini udah bener, cuman kalau bisa ngatain-ngatainnya ke Deok Sun—meski mungkin fans bisa beralasan bahwa yang dilakukannya adalah tanda sayangnya—dikurangin. Beneran deh. Deok Sun ga pinter, bener, makanya nggak usah lah kode-kodean buat nunjukin kalau dia sayang sama Deok Sun, karena itu cewek ga bakal ngeh. Kalau saya dikasih pilihan, tentu aja saya sama dengan Deok Sun, akan memilih orang yang pasti dan yakin bahwa dirinya sayang dengan diri saya.

Ketika fans yang lain merasa kasian dengan Jung Pal ketika akhirnya confession cintanya ke Deok Sun, tapi karena Jung Pal melakukannya karena bercanda, atas permintaan Dong Ryung (meski emang apa yang dikatakannya sungguh-sungguh), saya jadi pengen nimpuk Jung Pal saat itu. Bener deh. Maksudnya, kita bicara sama Deok Sun, yang gaulnya sama empat cowok dan ketika Jung Pal mengakui kalau dia cinta sama Deok Sun, dihadapan teman-teman masa kecilnya, dia bingung. Ini Jung Pal serius atau nggak? Jadi ketika ketiga cowok tersebut, termasuk Jung Pal, ketawa (meski Jung Pal melakukannya dengan setengah hati) Deok Sun ngerasa pasti Jung Pal ga serius. Meski dari ekspresinya Deok Sun, doi ngerasa janggal juga.

Jadi meskipun Jung Pal dikasihanin sama fans lain, saya kurang bisa berempati sama karakternya. Dan, untungnya, saya jadi ga kena sindrom cowok kedua dunia k-drama.

Horeee~

Kemudian kita bicarakan tentang kisah cintanya Deok Sun sama Taek. Beda sama Jung Pal, Taek melakukan action dengan berani kalau dia suka sama Deok Sun, meski ekspresi wajahnya malu-malu juga, waktu ditanyain pertama kali ama sahabatnya. Bahkan salah satu komentar, lumayan bikin aku mikir, bener juga! Taek konsennya tinggi dan setianya ampun-ampunan. Dia bisa main Baduk sampe 13 jam dan baru pas kelar dia mulai ngerasa kalau dia capek, nggak makan, bahkan dia ga bisa tidur saking sukanya dia main Baduk. Bayangkan kalo dia kemudian ditolak sama Deok Sun. Entah seperti apa dia nantinya, karena pasti itu lebih parah dari waktu dia kalah di pertandingan Baduk.

Dia beruntung bisa jadian sama Deok Sun, even marrying her, meski adegan menikahnya ga ditampilin (dan saya bersyukur banget). Deok Sun yang bisa ngomelin dia kala dia over-kind sampe minjemin duit 30 juta won ke temennya. Dia yang juga bisa nunjukin kalau dirinya ternyata bisa marah kalo Deok Sun ga nurut (meski menurut saya, marahnya dia kece banget). Keduanya saling melengkapi, dan menurut saya itulah makna pasangan. They complete each other.

Overall, bagi saya menonton drama dengan cinta segitiga macam ini kembali membuat saya berpikir, bahwa drama ini semacem memainkan takdir pemeran utama wanita. Saya inget lagi dengan peramal di BBF yang disambangin Geum Jan Di sama Ga Eul. Suaminya dan cinta sejatinya adalah orang yang berbeda. Bisa jadi inilah yang ditunjukkan pada percintaan dunia k-drama. Terkadang yang jadi suaminya, bukanlah cinta sejatinya, destiny-nya. Itulah kenapa, menurut saya, sering banget seorang cewek terbelah antara dua cowok, padahal di dunia nyata mana ada hal semacam itu terjadi.

Wah, panjang juga review drama ini. Semoga apa yang saya tuliskan kali ini bisa memberi gambaran tentang apa yang saya pikirkan setelah menonton Reply 1988. Sampai ketemu di review berikutnya~~~

PS: Komentar di forum IDWS lainnya 1 | 2 | 3 | 4 | 5

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s