MY REVIEW ABOUT CAPTAIN AMERICA – CIVIL WAR [2016]

mv5bnwfhmdzkotutztlimc00yzy1lthinzutytzmytqwowm3mgfjxkeyxkfqcgdeqxvynju2mju3nte-_v1__sx1303_sy615_

Chris Evans Chris Evans
Robert Downey Jr. Robert Downey Jr.
Scarlett Johansson Scarlett Johansson
Sebastian Stan Sebastian Stan
Anthony Mackie Anthony Mackie
Don Cheadle Don Cheadle
Jeremy Renner Jeremy Renner
Chadwick Boseman Chadwick Boseman
Paul Bettany Paul Bettany
Elizabeth Olsen Elizabeth Olsen
Paul Rudd Paul Rudd
Emily VanCamp Emily VanCamp
Tom Holland Tom Holland
Daniel Brühl Daniel Brühl
Frank Grillo Frank Grillo

Wow, sudah lama ya ini blog nggak diisi sama review baru. Apa gitu. Si Deena malesan juga ya ternyata…

(ngatain dirinya sendiri)

Oke, sekarang Deena menyadari akibat dari akhirnya-dikelarin-juga-itu-skripsi-terkutuk-dan-sekarang-resmilah-jadi-pengangguran. HUFT! Kesel banget parah… karena dianggap sudah selesai semua pendidikan (padahal Deena masih pengen lanjut sekolah karena masih pengen ngerasain libur panjangnya anak sekolahan—padahal sih belum tentu juga jadi mahasiswi S2 bakal ngalamin libur panjang. Encok kelamaan mantengin laptop sama baca jurnal sih iya), akhirnya secara resmi modem yang menjadi sumber kebahagiaan dan kejayaan blog di rumah diputus dan Deena kudu menjadi fakit Wi-Fi kalau masih pengen ketemu sama oppa-oppa pengaduk perasaan atau kalau masih pengen membuat fans blognya bahagia dengan update review (silakan muntah bagi yang pengen).

Well, akhirnya Deena menonton film yang rame di jagat sosial media dan dunia. Seperti biasa, promosinya Marvel ga diraguin lagi. Racunnya dimana-mana, bikin semua orang kepo, apalagi karena tayangnya sebulan setelah produknya DC si Batman v Superman nongol di bioskop. Ga bisa dipungkiri kalau ketika keduanya dilepas ke masyarakat, pasti banyak yang bakal membanding-bandingkan antara satu produk dengan produk lainnya. Mirip Apple sama Samsung. Atau Missha sama Laneige (entah kenapa saya mengorelasikan kedua produk ini). Atau Facial Treatment Essence SK-II dan Galactomyces First Essence Tony Moly. Namanya dua produk yang nyaris serupa pasti akan dibandingin, mana sih yang lebih baik?

Berhubung Deena ga setajir itu—nyoba Apple dan Samsung (yang ini aja udah untung bisa), SK-II dan Tony Moly, dan Missha dan Laneige (yang makin happening dengan two tone lip bar-nya karena dipake tante tercantik Song Hye Kyo di Descendants of the Sun), akhirnya Deena beraninya ngebandingin Batman v Superman dengan Captain America: Civil War.

FYI, Deena adalah pendukung semua film jahanam yang kebanyakan ledakin dunia akhirat perbioskopan. Ngabisin duit dengan CGI yang luar biasa. Ga ada yang lebih diistimewakan karena selama jalan ceritanya bisa dimengerti dan sinematografinya luar biasa, I’m sold. Meski Deena gak akan beli merchandise filmnya sih…

Oke, secara promosi hingga tampilan dua film tersebut, menurut gue sama aja. Sama-sama bikin bangkrut. Promosinya gila-gilaan, nyaris ga ada sehari tanpa ada yang ngebahas apa sih yang bakal ada di filmnya, meski kampretnya si BvS udah macem nge-spoil penonton sama trailernya yang keberapa itu lupa, jadi udah ketebak kayak gimana alur ceritanya.

Kalau Captain America, berita negatifnya (yang tetep bawa promosi filmnya bikin penasaran yang baca) paling karena filmnya mengandung terlalu banyak superheroes, jadi serasa kayak filmnya The Avengers, alih-alih film solonya si kapten (dan saya makin baper dengan kata ‘kapten’… karena itulah, si Kapten Yoo Si Jin. Kepret.). Tapi trailernya ga ngebocorin kayak gimana alur ceritanya, jadi ekspektasi dan teori konspirasi masih merajalela di tret filmnya.

Seperti yang sudah dituliskan di beberapa situs, garis besar film ini adalah tentang perbedaan pendapat. Karena kejadian di Sokovia, serta beberapa kejadian di negara lainnya yang sudah ditayangkan di film Marvel sebelumnya, pemerintah Amerika mengkritisi keberadaan Avengers bukannya bawa damai, tapi malah ngerusak dunia. Ga salah juga sih… sekalinya berantem, satu gedung abis. aspal jalan hancur berantakan… okelah ada dana ngucur dari kantongnya si holang kaya Iron Man aka Tony Stark. Tapi manusia yang tewas karena berada di lokasi tempur? Apa bisa diganti dengan duitnya si Tony? Hal inilah yang kemudian bikin Tony memutuskan ikut dalam pemonitoran manusia super. Sementara si Kapten nggak setuju, karena itu ga sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (hlah) karena bagaimana pun juga super hero adalah manusia, dan ikut dalam memonitor keberadaan mereka semacem membatasi ruang gerak mereka. So, mereka terpecah deh…

Tapi perpecahan ini adalah bagian dari rencana besar seorang antagonis. Siapa? Nonton dong :p

Berbeda dengan BvS, dimana setelah Batman tahu bahwa dia dimanfaatkan si botak Lex Luthor, dia langsung gabung sama Superman buat ngalahin satu villain besar (yang kemudian berefek dengan sebuah plot twist yang lumayan bikin saya terkaget-kaget), di film Captain America nggak begitu. Ada sebuah adegan yang nyaris membuat Iron Man akan ‘membantu’ si kapten, tapi kemunculan informasi baru membuat Iron Man menggila dan sulit memaafkan kapten. Jadi sampe akhir film nggak bisa dikatakan kalau mereka baikan sih ya…

Biar aja sih, saya ga begitu peduli juga soalnya (jahat). Soalnya saya lebih berekspektasi sama filmnya om Benedict yang jadi Doctor Strange (KYAAAAA!!!) dan saya berjanji kudu nonton pake 4DX untuk film yang satu itu.

Tau deh nemu duitnya dari mana…

*mengumpulkan receh*

Overall, review gue kali ini bisa dibilang lumayan spoiler free ya, ga, folks? Oh, masih kerasa kena? Yah, nasibmu itu mah :p

Sampai ketemu di X-Men Apocalypse!!!

@DEENAmond

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s