MY REVIEW ABOUT THE CHRONICLES OF AUDY BY ORIZUKA

Judul Asli: The Chronicles of Audy: 4R, 21, 4/4, 02

Pengarang: Orizuka

Tebal: 4R (320 hal) | 21 (308 hal) | 4/4 (320 hal) |02 (364 hal)

Diterbitkan Pertama Kali: 4R (Juli 2013) | 21 (Juli 2014) | 4/4 (Juni 2015) | 02 (10 Juni 2016)

Penerbit: Penerbit Haru

Seri: The Chronicles of Audy #1, #2, #3, dan #4 (Finished)

Kepemilikan: Punya sendiri

***REVIEW INI BERPOTENSI SANGAT PANJANG. KALIAN SUDAH DIINGATKAN***

Hai! Duh, udah lama banget ya nggak nengokin ini blog. Bulukan ga nih? (niupin debu virtual) (emang ada gitu)

Ehem. Ya jadi akhirnya saya mutusin buat nulis lagi. Yeay! Oh ya, berhubung pas banget lagi bulan suci Ramadhan—meski telat—saya mau ngucapin mohon maaf lahir batin!!! Saya seneng banget kalo bulan ini tiba. Karena, ehem… nantinya bakal ketemu THR, baju baru (meski ga yakin bakal dapet juga), daaan… kue! Oh ya, selain itu juga saya senengnya sih karena bisa baca baaaanyyyaaaak buku.

Yap, di bulan suci ini, bisa dibilang frekuensi membaca saya jauh lebih baik dari beberapa bulan sebelumnya. Kalau bulan-bulan sebelumnya, saya masih bisa bikin alasan masih di dunia k-drama (dan sebenernya ini masih musuh utama buku-buku yang belum saya baca) dan cemilan! Yak, saya butuh banget cemilan pas baca. Makanya nggak heran sih beberapa buku yang saya baca suka ada noda gitu… untungnya bukan buku favorit saya.

Dalam seminggu awal berpuasa ini saja, saya sudah menyelesaikan… ehem, to be read yang ada di akun Goodreads saya. Yaitu~~~ The Ruby Circle (yang udah lama banget ada di list to be read… dari Februari!) karangan Richelle Mead yang merupakan penutup saga Bloodlines. Kemudian The Hidden Oracle karangan Rick Riordan. Oh, juga Shopaholic to the Rescue karangannya Sophie Kinsella. Memang sih cuman ngelanjutin yang udah pernah dibuka, tapi kalau saya nggak memutuskan menyelesaikan, kapan keluar dari list to be read itu buku-buku?

Anyway, saya pernah cerita belum saya menang salah satu GA blogger buku? Ya, dari giveaway itu saya berhak milih buku yang saya mau dan saat itu saya dilanda kegalauan. Buku apa yang perlu saya pilih? Skip, skip, skip, setelah bertapa di bawah air terjun, saya pun memutuskan buat kenalan sama serinya The Chronicles of Audy karangan Orizuka.

Orizuka adalah penulis Indonesia yang nggak baru juga buat saya. Saya udah baca Infinitely Yours waktu lagi jaman-jamannya saya tergila-gila sama Korea—that’s why I could felt related sama pemeran utamanya, si kelinci Energizer (sebenernya ini bukan nama asli tokoh utamanya, cuman suka dipanggil gitu aja saking lincahnya doi). Beberapa bulan sebelum kenalan sama Audy juga saya baca novel I For You yang lumayan menghipnotis saya sama kisah anak remaja SMA. Pada saat itu saya cuman sekedar tau aja sama mbak Orizuka dan ya, saya suka sama tulisannya. Karena bagus dan bisa ngajak saya sebagai pembacanya ikutan larut sama naik-turun alur ceritanya. Udah sekedar itu aja. Bahkan, memalukannya kalau saya inget lagi, saya pernah ketemu doi dan nggak ngeh kalau itu dia. (Baca cerita lengkapnya di sini).

Tapi yah, better late than never. Akhirnya setelah kenalan sama Audy, saya jadi super ngefans sama mbak Orizuka dan kepingin ngoleksi buku-bukunya.

Jadi… sehebat apa sih seri Audy ini sampai saya tersihir dan memutuskan jadi Fans Nomor 1 Orizuka (yang sebenernya bisa didebatkan)?

The Chronicles of Audy adalah tetralogi, yang berarti ada 4 buku, yang menceritakan tentang kisah seorang Audy Nagisa. Gadis 22 tahun asal Serang, Banten yang sedang menimba ilmu di jurusan Hubungan Internasional UGM. Dia ini cewek ekstrovert yang lumayan… yaa, begitulah otaknya, karena butuh 4,5 tahun baginya mencapai tahap menulis skripsi—bagian sini aja udah bisa saya korelasi sama diri sendiri karena, uhuk, meski ga separah Audy pernah dapet D di dua mata kuliahnya, saya juga butuh waktu… lumayan buat skripsi. Parahnya ketika doi sedang bersenang-senang akhirnya dapet nilai bagus di semester terakhirnya menuju skripsi, kesulitan keuangan keluarganya membuat ia harus mencari kerja sambilan yang akhirnya mempertemukannya dengan 4R. Sekumpulan cowok bersaudara bernama (sesuai urutan lahir) Regan, Romeo, Rex, dan Rafael yang semuanya bernama belakang Rashad.

Di buku pertamanya 4R adalah perkenalan Audy dengan 4R. Di sini ditunjukin elemen karakter dasar masing-masing karakternya dan konflik pertamanya adalah gimana Audy bisa akrab sama 4R, karena meski bersaudara, mereka nggak memiliki karakter yang sama. Regan baik dan lembut tapi perhitungan. Romeo kocak dan menyenangkan tapi jorok. Rex jenius tapi dingin dan jutek. Sementara si bungsu, Rafael, itu kombinasi sifat kakaknya; ngegemesin tapi ngeselin. Cerdas tapi sopan santunnya kurang… well, ga pernah hidup seorang cewek bisa se-overwhelming ini.

Tiga buku berikutnya adalah tentang Audy yang akhirnya diperhitungkan menjadi bagian keluarga 4R dan gimana Audy menyikapi ketika ada yang naksir dirinya, kemudian gimana titel bagian dari keluarga itu bener-bener menjadi nyata. Bisa dibilang sih kisahnya Audy semacem ngebentur beberapa norma yang selama ini berlaku ya. Cewek yang bukan siapa-siapa tinggal sama sekumpulan cowok, gimana sih orang bakal memandang? Terus juga yang paling menarik adalah hubungan beda usia! Aku tahu ada banyak kisah yang mengangkat kisah ini, tapi kisah cewek yang usianya lebih tua dari cowoknya nggak ada yang semenarik ini. Well, aku nggak akan menyepoiler, karena berpotensi fangirling sama Romeo dan Rex—dan yeah, sama semua 4R sih sebetulnya. Tapi aku bisa bilang bahwa membaca kronik Audy adalah seri lokal paling menyenangkan yang pernah aku baca sejauh ini. Aku mengakui kalau, yah, pendapatku ini masih belum apa-apa karena, hei, belum baca novel lokal yang aku baca. Tapi percayalah, seri ini worth it banget buat dibeli dan dibaca berulang-ulang. Yah, meskipun satu bukunya bisa kelar… 2 atau 3 jam aja. Feel ceritanya juga kerasa banget. Khas tulisannya Orizuka, yang udah aku ungkapkan sebelumnya, kita bisa nangis, ketawa, puk-puk karakternya alias bersimpati sama karakternya. To be short: overwhelmed with the story.

(kemudian nangis kejer)

(kenapa semua perpisahan ini cepat sekali terjadi)

Kemudian poin lainnya tentang kenapa mesti baca seri ini adalah… cover buku! Yang demen sama cover novel yang lucu-lucu, pasti langsung tertarik begitu sekali liat. Covernya imut-imut banget, terus warna-warni kayak pelangi, bookmark-nya yang nunjukin muka lima karakter utamanya (yang kemudian bikin saya jantungan karena si berondong jagung—Rex Rashad yang nggak pernah saya perhatiin di tiga buku sebelumnya, ternyata digambar amat sangat ganteng sama desainernya di bookmark buku 02, kemudian saya ikut ngefans sama itu berondong padahal bisa dibilang sih saya seusia sama Audy.

Saya sangat merindukan buku ini. Yep, pas saya nulis ini, buku 02 belum dirilis di toko buku. Saya dapet karena ikutan PO-nya (dan kepengen nangis kejer karena nggak transfer tengah malem buat berebut limited edition bookmark set-nya) dan harapan saya adalah… lebih banyak kisah 4R1A! Kalo bisa dikhususkan sama kisah… ehem, Audy sama pujaan hatinya sih (dor) (pengen nyebut nama, tapi takut makin fangirling). Kali aja mbak Orizuka terinspirasi sama AADC 2 yang dibuat 14 tahun kemudian dan ternyata 2 tahun kemudian diluncurin satu buku yang nyeritain Audy di masa depan.

Kali aja kan.

Mari berharap (paling nggak saya)

See you again!

@DEENAmond

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s