[C-DRAMA] MY REVIEW ABOUT 微微一笑很倾城 – JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING (2016)

250px-love_o2o_poster love_o2o_poster

Hai! Balik lagi dengan saya, si tukang review drama, film, buku… apapun yang lagi saya pengen banget ceritain. Kali ini saya mau kasih review dari drama yang baru saya tonton, yaitu drama Tiongkok yang berjudul Just One Smile is Very Alluring.

Panjang ya. Iya. Apalagi hurufnya ribet… hahahaha. Mungkin itu salah satu alasan saya kurang banyak nonton drama dari negara yang hurufnya ribet, karena saya orang yang suka melihat tulisan yang ditunjukin di tayangan yang saya tonton. Anggaplah saya kurang kerjaan, tapi buat saya, inilah cara paling asyik belajar bahasa. Nah, dulu ketika saya SMA, bahasa Korea bukan bahasa asing yang dipelajari di sekolah. Hanya satu bahasa yang saya pelajari selama tiga tahun di SMA selain bahasa Inggris. Yaitu bahasa Jepang.

Tapi apa saya jago bahasa itu?

Nggak.

Menyedihkan sih sebenernya, karena kalau mau ngaku, salah satu cita-cita saya adalah menguasai banyak bahasa. I think it’s pretty fascinating kalau bisa menguasai banyak bahasa—istilah kerennya polignot. Tapi, entah kenapa meski sudah dijejali (dan menjejali diri) dengan banyak drama Jepang, nggak banyak huruf kanji yang saya pahami. Hanya satu kanji yang saya paham di luar kepala, yaitu kanji wanita (女) dan itu juga karena dipake di salah satu episode Detektif Conan pas bu gurunya menjelaskan cara menulis kanji itu ku-no-ichi.

LOLOLOL.

4562c440gw1f5o69mfpyxj20qe0eugr7Nah, nggak heran setelah sekitar satu dekade menjejalkan diri dengan serial Amerika dan Inggris, kemudian meracuni diri dengan drama Korea, kali ini saya mencoba kembali menekuni salah satu drama Cina yang kayaknya sih cukup booming di negaranya, setelah Putri Huan Zhu dan Kabut Cinta—luar biasa hiatus saya dari drama Tiongkok ini. Ya, segitu lamanya saya nggak menonton lagi drama Tiongkok. Tapi saya orang kepoan sih. Gimana nggak? Dari satu produk buku saja, bisa dibuat menjadi drama, film, bahkan komiknya!

Indonesia sendiri nggak ketinggalan hype, karena beberapa waktu lalu salah satu penerbit lokal turut menerjemahkan novel karangan Gu Man. Sayangnya saya belum membaca novel Love O2O ini. Jadi review ini betul-betul melihat dari sisi sebagai penonton drama dan filmnya.

Baik drama dan film mempunyai benang merah yang sama dan menarik minat saya. Seorang cewek gamer yang menikah virtual di RPG yang dimainkannya, kemudian ternyata laki-laki yang dinikahinya di game itu adalah seorang senior kampusnya yang ganteng, cerdas, jago main basket, tapi lumayan kalem. Cewek gamer itu adalah seorang gadis cantik yang juga jadi favorit di kampusnya bernama Bei Wei Wei (貝微微), namun di game ia menggunakan nama Lu Wei Wei Wei (蘆葦微微). Karena nggak pernah menyebutkan siapa dirinya di game itu, cukup banyak teman sesama gamernya yang mengira dirinya bukan cewek, meski jelas-jelas di game ia menggunakan karakter cewek.

Nah, suatu hari dia diputusin secara sepihak sama suami virtualnya pada saat itu, Zhen Shao Xiang (甄少祥) aka Zhen Shui Wu Xiang (真水無香) di game. Si mbak Wei Wei sih juga nggak marah atau gimana, langsung aja oke cerai, karena toh dia nikah sama itu cowok juga buat mendapatkan quest dan setelah dapat ya sudah bubar jalan juga nggak apa. Nggak taunya, nggak lama setelah mereka cerai, si Wu Xiang ini kawin sama cewek yang dijuluki tercantik di server game itu, Enchantress (小雨妖妖) yang nama aslinya Yu Yao (雨瑤). Tapi juga ga lama setelah liat mantan suaminya nikah lagi di game, si mbak Wei Wei ini diajak nikah juga sama master game yang mendadak nongol di perayaan pernikahan virtual si mantan suami mbak Wei Wei. Mas Xiao Nai (肖奈) alias Yi Xiao Nai He (一笑奈何). Pada awalnya sih aku ngeliat si mbak Wei Wei kayak ga tulus sih nikah virtualnya, karena dengan nikah virtual sama master game, dia bakal bisa naik peringkat di server. Tapi lama-lama emang beneran demen sama si mas Xiao Nai. Sampai akhirnya mbak Wei Wei diajak ketemuan sama si mas, dan kagetlah si mbak karena ternyata si master game itu adalah senior kampusnya yang amat sangat perfecto la bento~ (abaikan).

Buat penggemar game, ini jelas tema yang amat sangat menarik. Aku sih suka ngegame, tapi nggak sehebat si mbak Wei Wei yang ceritanya masuk peringkat 10 besar di server. Tapi tetep, sebagai gamer, aku merasa sangat related dengan ceritanya yang amat sangat tidak realistis karena pasangan pemeran utamanya digambarkan begitu baik dan sempurnanya kayak ga punya kelemahan sama sekali, kecuali kegantengan dan kecantikan mereka itu masuk kelemahan—karena kan gara-gara Wei Wei cantik, muncul banyak fitnah dan sirik. Gara-gara Xiao Nai ganteng, banyak yang ngefans. Tapi ya biar nggak realistis, ditonton juga sih sampe habis LOLOLOL~

Selain itu aku agak terganggu dengan betapa kurusnya para pemeran cewek di drama dan filmnya. Oke, mungkin ini pendapat pribadiku, tapi bahkan artis Korea nggak sekurus dan seringkih para pemeran perempuan di drama Tiongkok yang aku tonton ini—kecuali mungkin YoonA, dan bagiku tubuh YoonA itu udah kurus yang sangat mengerikan. Mungkin ini subyektif, karena nggak banyak drama Tiongkok yang kutonton, tapi aku merasa kasihan dengan para pemeran wanitanya yang pasti harus melakukan diet demi mendapat peran di drama dan film tersebut.

07

Namun untungnya, kekecewaanku dialihkan dengan betapa menariknya tampilan pemeran Xiao Nai. Yep, baik film dan drama, keduanya diperankan aktor yang cukup ganteng. Tapi kalau di drama, refleksi karakter Xiao Nai yang super perfect itu diproyeksikan dengan sangat baik. Mungkin karena dramanya sendiri berjumlah 30 episode kali ya, jadi bener-bener digali tentang sifatnya si mas satu itu. Kalem kayak perosotan es. Tapi kalau udah ngomong, beh… sedikit dan makjleb! I even consider him as possessive sexy kind of person, karena dia termasuk posesif sama Wei Wei, namun bukan yang berlebihan gitu. Tindakan-tindakannya pun sangat sangat manis setiap lagi pacaran sama Wei Wei… singkatnya pacar idaman yang sangat tidak mungkin ada di dunia nyata. Hahahaha…

Kemudian ngomongin konflik. Konfliknya standar sih, ada cewek cantik di kampus Xiao Nai dan Wei Wei yang naksir berat sama Xiao Nai, terus tentang persaingan bisnis game yang sedang dirintis Xiao Nai. Hanya saja di dramanya konfliknya juga ditambah dengan saingan cinta Xiao Nai, hubungan persahabatan kedua belah pihak; Xiao Nai sama gengnya, Wei Wei sama geng cewek-ceweknya—dan ini bikin ceritanya cukup panjang. Tapi menariknya, meski konfliknya kayak ‘biasa’ banget, tapi cara Xiao Nai dan Wei Wei menyelesaikan masalah mereka sangatlah tenang, adem ayem kayak air mengalir yang bahkan bikin aku mikir, ini konfliknya nggak rame banget… nggak ada sesuatu yang mengguncang gitu (LOL), tapi kalau dipikir lagi, mungkin ya memang cara penyelesaian dengan kepala dingin ya seperti itu. Bicara baik-baik dengan kedua belah pihak, lihat semua dari segala sudut pandang, dan selesaikan masalah baik-baik. Udah kelar deh.

In the end, drama ini mungkin bukan drama yang wow banget, karena selain dari premisnya tentang cewek gamer ketemu cinta sejatinya lewat game, nggak ada yang cukup mengguncang dari plot ceritanya. Tapi buatku yang sudah nonton, drama dan filmnya cukup memberi kesan yang baik, bahwa nggak perlu mempersembahkan intrik politik berat menguras otak demi menarik minat penonton (aka: saya), cukup sajikan kisah cinta manis dan baper-able, dan saya pun akan terpesona dengan kegantengan pemeran utamanya cowoknya. LOLOLOLOL~

See you again, folks! Hope you enjoy my thoughts! Happy Ied Mubarak~ (meski terlambat)

2

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s