MY THOUGHT ABOUT THE ABANDONED EMPRESS [MANHWA]

the-abandoned-empress-vol-1the-abandoned-empress-vol-1

Halo! Bagaimana kabar kalian~? Semangat dalam menjalankan program pemerintah untuk memerangi COVID-19 ya! Aku harap semuanya dalam keadaan sehat~ jangan sampai sakit, ya! Karena serius, aku pun sedih membaca banyak berita dan cerita tentang para pasien dan paramedis dalam pandemi ini. Mari kita sama-sama berdoa semoga keadaan ini segera berakhir dan kita bisa kembali menjalankan aktivitas kita lagi!

Nah, karena work from home ini, aku pun jadi lebih aktif menonton film dan drama, membaca novel, dan membaca komik. Salah satunya adalah ini, manhwa yang dibawa Kakaopage sejak 2018 and I’m hooked rightly instant. 

Manhwa ini merupakan adaptasi novel karya Yuna yang sayangnya belum ada versi Inggris atau Indonesia dan gambarnya dibuat oleh iNa. Genre ceritanya adalah isekai dimana diceritakan tokoh utamanya menjalani kehidupan keduanya atau hidup di dunia lain. Latar kisahnya mengambil kerajaan fiksi bernama Castina yang sedang dipimpin oleh raja ke-33-nya yang bernama Mirkan.

Pemeran utama dalam cerita ini adalah Aristia Fionia la Monique. Gadis ini kembali dari kehidupan awalnya yang meninggal dipenggal pada usia 17 tahun dengan kejahatan melakukan percobaan pembunuhan pada raja ke-34-nya, Ruveliss Kamaludin Shana Castina. Nah, di kehidupan pertamanya Aristia, atau Tia, dia adalah Ratu namun bukan pendamping kaisar Ruveliss. Pendamping Ruveliss pada kehidupan pertamanya itu adalah seorang gadis utusan Tuhan yang asalnya dari Korea bernama Jieun. Selama hidupnya Tia selalu diajar untuk menjadi pendamping kaisar, sehingga dia pun kecewa dengan kemunculan Jieun yang tiba-tiba dan langsung diputuskan menjadi permaisuri untuk mendampingi Ruveliss.

Di kehidupan pertamanya Ruveliss ini sangat kejam pada Tia dan terlalu melindungi Jieun. Nanti aku akan menceritakan tentang sikap Ruveliss di kehidupan pertamanya ini berdasarkan spoiler yang aku baca dari forum The Abandoned Empress ini. Jadi untuk selanjutnya bersiaplah dengan spoilernya!

the-abandoned-empress-season-1-4

Aku membuat tulisan ini karena apa ya… aku sendiri sangat benci dengan sikap Ruveliss di kehidupan pertamanya dan rasanya sangat tidak adil untuk Tia jika ternyata pada akhirnya di kehidupan keduanya pun dia berakhir dengan laki-laki itu, terutama setelah dia berusaha untuk sembuh dari PTSD kehidupan pertamanya dan mencoba nasib yang berbeda dengan mencoba untuk menjadi penerus keluarga ayahnya, keluarga Monique.

Namun, setelah aku membaca spoiler-nya (dan aku sendiri belum bisa memastikan apakah manhwa-nya akan sama seperti spoiler novelnya atau tidak), ternyata aku malah ingin Ru dan Tia berakhir bersama.

Wah, apa-apaan ini? Apa Deena pendukung stockholm syndrome? Bisa-bisanya korban berakhir dengan si pelaku kejahatan kekerasan!

Plis, no!

Nggak. Seandainya Ru adalah orang yang sama—well, technically he is—dengan kepribadian dan sifat yang sama persis seperti kehidupan pertamanya, tentu saja aku tidak setuju Tia berakhir dengan laki-laki brengsek itu.

Namun kalau semua tidak ada bedanya dengan kehidupan pertama, lalu untuk apa dewa Vita—dewa fiksi yang menjadi semacam ‘Tuhan’ di cerita ini—mengembalikan jiwa Tia kembali di usia 10 tahun? Tentu saja supaya gadis itu bisa mengubah arah hidupnya, kan? Meski sayangnya apa yang telah digariskan takdir tetap tidak akan berubah.

Tia tetap berakhir dengan Ru, namun laki-laki itu tidak memiliki kepribadian dan sifat yang persis seperti kehidupan pertamanya.

Mengapa?

Nah, sejak Tia kembali ke usia 10 tahun inilah, arah masa depan mulai berubah. Tia tahu jika ia memutuskan untuk setuju menjadi calon puteri mahkota maka hidupnya tidak akan berubah. Ayahnya akan dibunuh Ru dengan alasan percobaan pembunuhan pada Jieun dan hidup Tia akan sengsara, dan dia sendiri akan kembali mencoba membunuh Ru yang sudah membuat dirinya kehilangan janin yang dikandung hingga menjadi mandul akibat keguguran kandungannya itu.

Sehingga di kehidupan keduanya ini Tia berusaha keras untuk menjadi ksatria kerajaan. Karena dengan menjadi ksatria kerajaan, dirinya bisa dipertimbangkan ayahnya untuk menjadi pewaris nama keluarga. Fisik Tia yang lemah awalnya membuat ayahnya Tia, Kieran, sangsi apakah putrinya bisa menjadi pewaris keluarga. Namun di kehidupan keduanya Tia berusaha sangat keras dan ini membuatnya bisa berkenalan dengan Allendis dari keluarga Verita dan Carsein dari keluarga Las—Carsein ini juga adalah sepupu Ruveliss, karena ibunya dan raja Mirkan adalah saudara kandung.

Nah, ternyata dari keputusan Tia untuk nggak mau menjadi puteri mahkota ini ternyata membuat Ru kaget, karena dia mengira bahwa Tia adalah perempuan yang menginginkan tahtanya, ingin merebut kekuasaan darinya. Bukannya Ruveliss protektif dengan statusnya sebagai putera mahkota, tapi dia sendiri berada dalam posisi sulit karena ibunya hanya pelayan biasa meski ayahnya adalah raja. Jika Tia berambisi mengambil tahtanya, maka nyawa Ru akan menjadi taruhannya. Jadi Ru sendiri ini menjadi putera mahkota karena dia pewaris tahta satu-satunya dan dia tidak ingin nyawanya terancam jika fraksi yang dikuasai duke tahu bahwa dia lahir dari seorang pelayan.

Jadi seperti itu ya~ mulai dari keputusan Tia yang berbeda dari kehidupan sebelumnya ini memicu butterfly effect yang berbeda dari orang-orang di sekitarnya. Hubungan ayah-anak antara Tia dan Kieran jauh lebih baik, tidak sedingin ketika di kehidupan pertama Tia. Tia juga mengenal Allendis, hingga membuat Allen jatuh cinta hingga ke tahap obsesif hingga menginginkan Tia untuk dirinya sendiri dan hanya melihat Allen saja. Memang bukan jenis hubungan yang sehat, karena ketika Allen tahu bahwa obsesinya ini ternyata malah membahayakan nyawa Tia, dia menjauhkan dirinya dari Tia dengan pergi ke negeri lain. Terutama karena dia mengumpulkan banyak informasi kerajaan untuk fraksi duke yang berseberangan dengan kerajaan.

Pada saat aku menulis pemikiran ini, manhwa ini udah jalan 3 musim. Sejauh ini kita sudah berkenalan dan cukup paham dengan karakter dua tokoh utamanya, Tia dan Ru. Selain sebagai ksatria, Tia juga bergaul dengan fraksi bangsawan dengan cukup baik, karena meski di hadapan raja Tia sudah menolak untuk menjadi puteri mahkota, namun raja Mirkan tidak meresmikan keinginan Tia tersebut dan masih menganggap Tia sebagai calon putri mahkota, setidaknya hingga perayaan hari kedewasaan gadis itu.

Ru pun sama. Sejak kejadian perayaan hari kekaisaran di mana kerajaan mengundang puteri dari kerajaan-kerajaan sekitar Castina dan menampilkan 5 tuan puteri calon putri mahkota, sudah terlihat bahwa Ru hanya menginginkan Tia untuk mendampinginya menjadi puteri mahkota. Tia sendiri sudah tidak takut berada di sekitar Ru, meski hatinya masih bimbang, apakah kehidupannya akan berbeda jika ia memutuskan untuk setuju menjadi puteri mahkota sekali lagi, sekali pun nanti Jieun muncul. Dan di kehidupan kedua ini pun Jieun tetap hadir. Di episode 111 gadis itu muncul namun dengan pribadi yang sedikit berbeda, karena seperti Tia, Jieun pun mengingat kehidupan pertama yang sama pedihnya seperti Tia.

Sejauh ini kita belum lihat perspektif Ru dan Jieun, terutama karena mereka punya andil di kehidupan pertama Tia. Dari spoiler yang aku baca, Jieun adalah pion yang digunakan duke Jena untuk menggulingkan keluarga kerajaan Castina. Dengan menjadikan Jieun pasangan Ru, maka duke Jena bisa lebih leluasa menguasai pemerintahan dan menjadikan Jieun sebagai permaisuri boneka. Setelah kematian Tia pun pemerintahan menjadi berantakan, karena memang tugas-tugas pemerintahan yang menjadi tugas permaisuri dibebankan kepada Jieun dan gadis itu sama sekali tidak paham bagaimana menjalankan tugasnya sepeninggal Tia. Mau tidak mau, kemampuan Jieun pun dibanding-bandingkan dan Ru dapat merasakan ketidaksukaannya pada Jieun dan mulai merindukan keberadaan Tia disekitarnya yang sebelumnya tidak pernah ia lihat.

*salah lu sendiri lah Ru, udah ada bini sayang sama lu, kaga lu perhatiin*

Ternyata tidak hanya Tia yang menderita di kehidupan pertamanya. Jieun pun akhirnya mati dibunuh, anak Jieun dan Ru pun meninggal, Ru sendiri meninggal ketika mencoba menyelamatkan diri dari pembunuh bayaran duke Jena, dan… ya semuanya bad ending.

Nah terus~~ kenapa Deena memutuskan ikutan kapal Ru-Tia nih? Iya, semuanya udah menderita di kehidupan pertamanya, Ru udah berbeda dari kehidupan sebelumnya, terus udah, Deena lupa betapa kejamnya laki-laki itu dan nggak mau ada pembalasan apa gitu biar Ru tahu betapa berharganya Tia?!

Weits! Nggak semudah itu lah, ferguso. Wanita, terutama Capricorn seperti Deena adalah tipe yang mengingat semua kejahatan di masa lalu. Meski Deena bukan Tia, tapi Deena bisa memahami kenapa Tia lebih ingin jadi ksatria daripada jadi puteri mahkota. Seenggaknya dengan jadi ksatria, keselamatan jiwa Tia lebih aman, kan? Tapi lalu bagaimana dengan hati Tia yang pelan… sangat pelan… mulai menaruh hati kepada Ru?

Iya, belum keliatan bucin-bucinnya Tia sama Ru—dan ini bagusnya manhwa ini. Aku suka karena di sini memang menonjol di aspek perasaan dua tokoh utamanya. Nggak main kucluk-kucluk jatuh cinta, karena memang konflik utamanya masih belum terjadi. Contohnya di dokter Elise, kenapa kita bisa liat bucin-bucinnya Elise sama Pangeran Linden kan setelah Elise-nya diculik, diselamatkan Linden, terus Linden terluka karena menyelamatkan Elise… ya pokoknya harus ada pengorbanan gitu kan, intinya.

Di sini pun ada pengorbanannya itu. Dan bukan hanya pengorbanan nyawa, tapi juga harga diri Ru sebagai pangeran. Nanti akan ada Tia disumpah untuk menjadi pewaris keluarga dan bersumpah setia kepada kerajaan Castina. Nah, kalau Ru yang sudah menjadi raja itu menerima sumpah Tia, maka Tia nggak bisa menjadi permaisuri. Jadi ya~ Ru menolak sumpah Tia, bilang kalau dia mencintai Tia, dan meminta Tia untuk mempertimbangkan kembali untuk menjadi permaisuri, karena dia nggak mau permaisuri yang lain selain Tia.

Terus nanti Tia kembali diracun hingga divonis mandul lagi dan tetap Ru ngotot (sengotot itu coba!) hanya ingin Tia yang menjadi permaisuri sekali pun risikonya dia nggak punya keturunan jika dia hanya menikah sama Tia. Sekeras kepala itu Ru sampe puncaknya Tia ditusuk oleh pembunuh bayaran dan Ru melihat Tia sekarat (dan adegan Ru menangis ini katanya sudah di-spoil di episode 9. Namun juga ada yang bilang kalau adegan Ru menangis ini adalah pada saat kehidupan pertamanya ketika Tia jatuh dan sekarat karena keguguran itu) hingga saking putus asanya Ru pun berkata bahwa jika Tia sembuh, dia nggak akan memaksakan posisi permaisuri itu lagi kepada Tia, bahkan jika Tia tidak ingin melihatnya lagi, dia tidak akan muncul di hadapan Tia lagi.

Sedih 😦

Belom~ ini adegannya masih lama banget. Karena masih ada perayaan hari kedewasaan Tia, penobatan Ru menjadi raja setelah raja Mirkan meninggal, dan masih banyak konflik dan cerita lain yang pasti akan memperkuat intensitas ceritanya sendiri. Mungkin di musim kelima kita baru bisa melihat adegan Ru menangis itu. Tapi baru baca spoiler-nya aja aku udah bisa membayangkan keputusasaan Ru, kesedihannya, dan… ugh! Ya sudah, abis itu jadi deh aku penumpang kapal kehidupan keduanya Ru-Tia.

Jangan protes.

Akhirnya, aku hanya bisa berharap bahwa manhwa-nya pun akan mengikuti alur novelnya—kalau memang benar alur novelnya memang seperti spoiler yang aku baca itu. Memang pasti akan ada yang meninggal, akan ada air mata, tapi kalau akhirnya Ru malah jadi The Greatest Romanticist of the Century dan mengalahkan julukan yang disandang Kieran, ayahnya Tia, ya mana bisa aku protes.

Kasian amat dah Ru, usaha dan kerja kerasnya membina negara Castina ga diinget, yang diinget malah bucinnya ke Tia. Wkwkwkwk…

Anyway, this is it, then. Semoga kita semua bahagia dan bisa melihat akhir bahagia Ru dan Tia, ya! Until then, keep healty and be happy!

Screenshot_2017-12-01-15-10-25-1

12 comments

  1. aaaaaaaa aq juga demen cerita yamg MLnya ga lgs bucin2 langsung di awal. Yang model hate-love relationship gini justru yang seru ceritanya

    Abis baca novelnya dari pertengahan udah ketauan sih si Tia bakal sama siapa. Dari 3 karakter cowo yg ada, emang si Ruve yang secara sifat paling cocok. Mana yg bikin meleleh tuh die yg sifatnya paling pendiem en dingin diluar tapi selalu perhatiin Tia diem2, padahal si Tianya selalu judes2 gitu ke die 😂😂😂😂😂

    • Iyaaa, yang paling penting emang perjalanan para karakternya ya, kenapa endgamenya Tia harus Ruve dan ternyata huhuhuhu… emang masih jauuuhh usahanya Ruve :(((

      SAYANG SEKALI HIATUSNYA MASIH LAMA BANGET!

      • Sebenernya kalo diikutin alurnya apalagi baca novelnua, endgamenya emang ga salah si sama Ruve. Ini kan bukan tipe cerita yg reinkarnasi trus si FL milih cowo lain. Tapi tetep sama cowo yg sama cuma ngubah akhir endingnya doang. Malah kalo endingnya sama Carsein / Allendis malah zonk critanya

      • Betul! Main conflict di manhwa ini adalah kenapa di kehidupan pertama, nggak ada yang punya akhir bahagia. Setelah Tia meninggal, apa Ruve sama Jieun jadi bahagia? Kan nggak… kenapa nggak? Nah itu yang diselami di kehidupan kedua ini 🙂

        Kalau diselami pendalaman karakter masing-masing juga menarik kenapa Tia akhirnya memilih sama Ruve, bukannya sama Allen atau Sein. Jadi ya kita mah ikutin aja alur manhwanya, lagian Ruve juga makin ganteng ya sekarang huhuhu :”)

      • Iya sedih banget kalo liat banyak yg lbh mentingin ship2an tanpa mau ngertiin alurnya. Sekarang manhwanya udah mulai masuk konflik utama en moment mrk berdua. Sayang banget sih yg pd ngedrop manhwanya cuma gara2 tau endingnya ama ruve

      • Well its their loss then. Mungkin emang not their cup of tea 🙂 aku sih yakin masih banyak yang suka manhwa ini terlepas dari kontroversi plot sama pengembangan karakternya

    • Halo! Untuk manhwa yang versi korea, aku baca di toonkor. Untuk spoiler ending yang (katanya) dari novel, aku baca di wattpad 🙂

  2. Hi Deena.. just found your blog!
    Hahaha.. kamu capricorn ya, pantes pas baca ini aku ngangguk2 aja, kayak IYA!IYA!IYA.
    Dan kamu ngikutin suju juga… hahaha samaan deh..
    karena aku juga bikin tulisan tentang pendapatku terhadap manhwa ini dan aku kira aku sendiri yang mikir begitu ternyata kamu juga, walaupun penyampainnya berbeda.. haha.. salam kenal ya!

    • Haloo, salam kenal juga sesama capricorn yang tanpa overthinking hanya seonggok corn 😆😆😆 seneng banget ada yang sepemikiran padahal dari manhwa aja. The Abandoned Empress hebat banget bikin kita mikirin alurnya banget! 👍👍👍

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s